Arin Pov
Sudah seminggu sejak kejadian tersebut aku mengurung diri, Rania bolak balik ke rumah ku dan selalu menelpon mau pun mengirim pesan, namun tak ada satupun jawaban dari ku.
Jujur aku merasa tidak enak dengannya, namun aku hanya ingin sendiri dulu, aku ingin melupakan semuanya, semua rasa sakit hati dan aku pun harus belajar melupakan Atta, lelaki yang mampu membuka pintu hati ku, yang mampu membuat aku mencintai lebih dari apapun, aku tahu.. Aku berada di posisi yang salah, mencintai Atta sama saja merusak persahabatan ku. Jika dengan Sonia aku bisa tidak perduli tapi beda cerita jika dengan Rania, Rania sahabatku, keluarga ku sudah menganggapnya lebih dari seorang sahabat.
"Tok tok tok,"
"Arin.. Mama boleh masuk?" suara Mama Melda dari balik pintu.
"Masuk Mah," teriak Arin dari balik selimutnya.
"Ya ampun kamu tuh udah seminggu ini di kamar terus, gak mau keluar? emang lagi gak ada pesanan?" tanya Mama Melda
"Nggak Mah," jawab Arin singkat.
"Atuh kalau Mama ajak ngobrol kamu jangan selimutan gitu, sini cerita sama Mama kalau ada masalah," kata Mama Melda sambil menarik selimut Arin.
"Ah Mama, Arin cuma lagi pusing aja, pengen istirahat," kata Arin sambil menarik selimutnya lagi.
"Udah seminggu ini Rania bolak balik ke sini, tapi kamu gak mau nemuin dia, kamu lagi ada masalah sama dia? biasanya gak pernah sampai segini nya kalau lagi marahan, cerita atuh sini sama Mama," kata Mama Melda sambil mengusap usap kepalanya Arin.
Arin pun membuka selimut tebalnya, dan memeluk Mama Melda dengan erat dan air mata yang bercucuran.
"Kenapa kamu teh?" tanya Mama Melda khawatir.
"Arin.. Arin jatuh cinta Mah," kata Arin sambil terus memeluk dan menangis di pangkuan Mama nya.
"Kalau jatuh cinta kenapa nangis? terus apa hubungannya sama Rania, coba cerita dulu sama Mama, biar Mama paham," kata Mama Melda
Arin menarik diri dari pelukan sang Mama dan mengelap air mata nya.
"Arin jatuh cinta sama tunangannya Rania, Mah.. " kata Arin sambil mengelap air matanya.
"Ya…
SahabatKu
Memperjuangkan atau kehilangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments