Raina menjalani hidup sederhana di sebuah kafe kecil tempat ia bekerja setiap hari. Segalanya terasa biasa saja—sampai seorang pria pendiam mulai datang setiap pagi, duduk di sudut yang sama, dan memesan kopi yang sama. Ardan, dengan sikap tenang dan tatapan yang sulit dibaca, perlahan menjadi bagian dari rutinitas Raina tanpa ia sadari.
Dari obrolan kecil yang canggung sampai kebiasaan saling memperhatikan tanpa kata, keduanya mulai menemukan kenyamanan dalam kehadiran satu sama lain. Hubungan mereka tidak meledak-ledak, tidak tergesa-gesa. Hanya dua orang yang saling mendekat pelan… dan stabil.
Hingga suatu sore saat hujan turun deras, Ardan akhirnya mengungkapkan alasannya selalu kembali ke kafe itu—bukan karena kopi, tetapi karena Raina yang tanpa sadar menjadi tempat tenangnya.
Di antara aroma kopi yang hangat dan suara hujan yang mereda, Raina menyadari sesuatu yang sederhana namun kuat: perasaan mereka tumbuh tanpa paksaan, tanpa drama besar—hanya dua hati yang saling menemukan
NovelToon got authorization from kokomomo to publish this work, the content is the author's own point of view, and does not represent the stand of NovelToon.
Dia Datang Setiap Pagi Comments