Jangan lupa follow Ig author sayang
@storysindi_😘🤗
Kebanyakan orang menikah atas dasar cinta dan keyakinan, tapi bagaimana jika pernikahan tanpa mengantongi cinta atau bahkan keyakinan yang kuat? mampukah kita mempertahankan pernikahan itu, atau bahkan kandas ditengah jalan? itulah yang dirasakan oleh Rey dan Flora.
Reynaldi Putra Vernatha adalah seorang CEO tampan yang terkesan dingin dan angkuh dengan orang lain, tapi tidak dengan keluarganya. ia bisa dibilang pemuda sukses diusia muda karena selain pintar di bisnis perkantoran ia juga sukses di dunia perhotelan. ia selalu larut dalam pekerjaannya sehingga tidak pernah berniat pacaran atau bahkan menikah, hingga suatu saat mamanya menjodohkannya dengan seorang gadis cantik yang masih kuliah.
Flora Firdella adalah gadis cantik nan periang, ia juga banyak digemari para laki-laki selain parasnya yang cantik ia juga pintar dalam segala hal. tapi Flora tidak pernah berpacaran karena ia berniat ingin mengejar cita-cita yang sudah lama ia inginkan.
lalu bagaimana kelanjutan kisahnya? akankan mereka bisa menjalani rumah tangganya?
so...ikuti terus ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perkenalan
Pagi hari yang cerah seorang gadis cantik masih betah dialam mimpinya. Dia adalah Flora Firdella gadis cantik yang banyak digilai para kaum Adam.
"Sayang bangun udah siang ini" ucap bunda Juwita
"Eughh..." Lenguh Flora lalu mengucek ngucek matanya
"Bunda" ucap Flora lalu bangkit dari tidurnya
"Cepet mandi habis itu sarapan, bunda tunggu dibawah oke..." Ucap bunda Juwita
"Oke bund..." Jawab Flora lalu bergegas kekamar mandi
Setelah selesai dengan ritual mandinya Flora langsung ke walk in closed lalu memilih baju setelah itu make-up yang natural
"Pagi yah, bund" sapa Flora pada orangtuanya
"Pagi sayang" jawab ayah Candra
"Sini duduk" ajak bunda Juwita yang langsung dituruti Flora
Setelah selesai sarapan Flora berangkat ke kampusnya dengan sopir pribadinya tak lupa ia pamit pada kedua orangtuanya.
"Yah, bund Flora pamit ya" pamit Flora mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian
"Hati hati sayang" ujar bunda Juwita
"Pak jangan ngebut ngebut ya" perintah ayah Candra pada pak supir
"Siap tuan" ucap pak Ujang
Bunda Juwita dan ayah Candra sangat menyayangi Putri semata wayangnya.
***************
"Rey kapan sih kamu mau cariin mama mantu" ucap mama Novi, saat ini Meraka tengah menikmati sarapan pagi bersama
"Mah udah dong jangan bahas itu terus sih, noh bang Tristan kan ada" ucap Rey menunjuk Tristan dengan dagunya
"Kalian berdua sama saja, usia kalian udah matang untuk menikah apa kalian gak bosan kerja terus?" Tanya papa Irwan
"Jangan sampai Denis ngelangkahin kakak lho" ucap Denis selaku anak bungsu dari keluarga Vernatha
Ya Denis memang Flayboy tak bisa dipungkiri bahwa anak-anak mama Novi memiliki paras yang sama-sama tampan. Sayangnya mama Novi tidak memiliki anak perempuan
"Dan jangan sampai juga kamu nikah sama orang sembarangan Denis" tegas papa Irwan ya dia memang tau pribadi Denis yang selalu gonta ganti pacar tapi tak ada satupun yang dikenalkannya dengan orangtuanya
"Tuh dengerin hahaha" ujar Rey meledeki adiknya sedangkan Denis hanya melototkan matanya
Tok...tok...tok...
"Bi....." Teriak mama Novi memanggil asisten rumah tangganya
"Iya nyah" ucap bi Yana tergesa-gesa
"Bukain pintunya ya" suruh mama Novi
"Baik nyah" ucap bi Yana langsung membukakan pintu
"Eh non Diva masuk yuk!" Ajak bi Yana mempersilahkan Diva masuk
Diva adalah keponakan Rey yang masih berumur 7 tahun. Diva memang hampir setiap hari kerumah Rey dengan diantar sopirnya ia akan pergi kesekolah bersama Denis. sedangkan mama dan papanya akan menjemputnya nanti.
"Mama Novi...." Teriak Diva menghampiri mereka
"Eh sayang sini yuk sarapan sama kita" ajak mama Novi
"Diva udah sarapan dirumah mah" ucap Diva
"Nah nih anak pagi2 udah nongol aja" ucap Denis
"Udah kebiasaan dia kaya jelangkung" tambah Tristan
"Oh om Tristan nyebelin, lagian mana ada jelangkung se-imut dan secantik Diva wleee" ucap Diva menjulurkan lidahnya sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala
"Kamu sama sopir" ucap papa Irwan
"Iya pah" jawab Diva
Diva memang memanggil Novi dan Irwan dengan sebutan mama dan papa.
"Denis berangkat ya" pamit Denis pada orang disana
"Hati hati kamu" ucap mama Novi
"Diva come on" ajak Denis
"Let's go" ujar Diva
"Rey juga berangkat mah" pamit Rey mencium tangan kedua orangtuanya
"Hati hati ya" ujar mama Novi
"Tristan kamu gak ke kantor?" Tanya papa Irwan
"Agak siangan dikit pah" ujar Tristan yang membuat papa Irwan mangut mangut.
Hay Hay guys apa kabar? maafin author kalau ceritanya masih cupu ya! Jangan lupa
👇👇👇
Vote✔️
Tap ♥️
And komet sebanyak-banyaknya ✔️
Follow ig:
@storysindi_
@sindiwulandari59
Note: Novel ini sudah banyak saya hapus. part nya, jadi jangan bingung saat mendapati part yang kurang jelas.
maaf ya Thor sdikit koreksi