Seorang mafia yang diberikan tugas oleh ayahnya untuk menculik seorang wanita kaya raya dengan alasan hutang lalu menyuruhnya untuk membunuh wanita itu, tetapi ada yang aneh dari ayahnya karena sebenarnya bukan hanya alasan hutang tetapi ada alasan yang lainnya.
**
“Kenapa kau tidak memberinya kesempatan untuk membayar semua hutang itu?” tanya Lucas karena sangat penasaran dengan alasan big bos.
Tidak terdengar apapun di seberang telpon membuat Lucas menyambung ucapannya. “Dan kenapa kau sangat menginginkan kematian wanita itu? Apa kau ada masalah yang lain?”
Big bos langsung mematikan telpon tanpa menjawab pertanyaan Lucas. “Tentu saja tidak hanya hutang.” Gumamnya sambil menyeringai.
Bagaimana kisah selanjutnya? Jangan lupa ikutin alur ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menculik Wanita
Maaf dari bab 1-5 Author hilangkan sebagian karena ada kesalahan. Terima kasih
HAPPY READING!!!
.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 12 siang di Kota Seoul dengan cuaca yang sangat panas. Ada seorang pria tampan duduk di kursi kebesarannya sambil memegang gelas kecil yang berisi Wine, saat ini Lucas Wilbert sedang berada di ruangan khusus menunggu kedatangan kedua bawahannya.
Ruangan khusus adalah tempat penyimpanan berbagai macam senjata REDWOLF dan juga sebagai tempat kumpul untuk membicarakan misi-misi yang akan mereka kerjakan.
“Kenapa mereka lama sekali?” kesal Lucas lalu meneguk minumannya. “Bisa-bisanya mereka berdua membuatku menunggu, memangnya mereka siapa?”
Tak….
Lucas meletakkan gelasnya dengan kasar karena sudah kesal.
Klekkk….
Terlihat kedua bawahan berlari masuk ke dalam dengan nafas yang tidak beraturan. Lucas menatap mereka dengan tajam membuat kedua bawahan langsung menunduk takut.
“Ekhemmm.” Lucas berdehem. “Dari mana saja kelian berdua? Sudah lumayan lama aku menunggu disini, memangnya kalian siapa hah?”
“Ma-maaf bos.” Darel (Bawahan 2) gugup ingin menjelaskan kepada Lucas. “Tadi Aaron (Bawahan 1) kesakitan perut jadi….”
“Apa kau menunggunya hah?” Lucas menaikkan nada bicaranya. “Kenapa kau tidak langsung kesini, kenapa harus… Argh.”
“Maaf bos, sungguh.” Ucap Aaron (Bawahan 1).
“Duduklah!” menuang Wine ke dalam gelas lalu meneguknya.
Kedua bawahan langsung duduk didepan Lucas dengan perasaan mereka yang masih ketakutan.
Lucas mengeluarkan selembar foto lalu meletakkan di tengah meja, dengan cepat Aaron (Bawahan 1) mengambil foto itu.
Aaron melihat foto itu sesaat menatap Darel (Bawahan 2). “Siapa wanita ini bos?” bingung.
“Ku minta kalian culik wanita yang ada difoto itu.”
Darel (Bawahan 2) merebut foto itu. “Culik?”
“Ya, bawa wanita itu ke Mansion.” Menyandarkan punggungnya ke belakang.
“Dia dari perusahaan JS Group.” Mengangkat satu kakinya.
Seketika Aaron (Bawahan 1) membulatkan matanya. “JS Group?”
“Apa kau tahu?” tanya Darel (Bawahan 2).
“JS Group adalah perusahaan no 1 di Seoul, apa kau tidak tahu hah?”
“Kalian ku beri waktu sampai malam, kalau tidak……” Berdehem. “Kalian akan ku jadikan makanan harimauku.”
Kedua bawahan langsung saling tatapan sesaat melihat foto wanita yang ada ditangan Darel (Bawahan 2)
“Jangan sampai gagal! Ingat itu!!” memasukkan kembali pistol yang ada ditangannya itu ke dalam jaket.
“Baik bos, secepatnya kami akan menculik wanita itu lalu membawanya ke Mansion.” Jawab Darel (Bawahan 2) meyakinkan Lucas, walaupun belum tahu apakah bisa atau tidak.
Terdengar suara gesekan kursi, Lucas berdiri lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam jaket. “Aku tunggu!”
Lucas berjalan keluar, sementara kedua bawahan masih berada di ruangan khusus memikirkan cara agar bisa menculik wanita yang ada difoto itu.
.
.
.
Saat ini mobil Lucas sedang dalam perjalanan yang disetir oleh Carlos. Banyaknya pohon-pohon yang sangat besar dipinggir jalan, karena jalanan itu jalur ke markas REDWOLF. Tidak ada yang berani memasuki wilayah mereka selain orang-orang yang ada disana.
“Kita bersantai di Coffe shop dulu.” Ucap Lucas.
“Coffe shop? Kenapa kau tiba-tiba ingin minum kopi?” Carlos dibuat Heran karena Lucas sangat jarang minum kopi.
“Kenapa kau banyak bertanya.”
“Tidak.”
Carlos menaikkan kecepatannya, kini mobil mereka melaju menuju salah satu Coffe shop terkenal. Sesampai di Coffe shop mereka menghabiskan waktu sekitar 1 jam disana, setelah itu mereka langsung ke Mansion.
...Bersambung……....
Jangan lupa dukung Karya ini agar Author tidak malas melanjutkan ceritanya:)