Indonesia
NovelToon NovelToon
The Rose Of The South

The Rose Of The South

Status: tamat
Genre:Romansa / Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Pink Winter

Lanjutan dari The Rose That Blooms in North.
Kerajaan Nordhalbinsel diselimuti duka.
Putra Mahkota Xavier dinyatakan tewas dibunuh dan mayatnya tidak dapat ditemukan. Pengawal pribadinya, Anna, dicurigai sebagai dalang dibalik pembunuhan Sang Putra Mahkota. Di saat yang sama, beredar desas-desus bahwa Putri Mahkota sedang mengandung. Sementara itu, kondisi kesehatan Raja Nordhalbinsel semakin mengkhawatirkan. Istana membutuhkan pewaris takhta secepatnya!
Seorang gadis berambut merah akan membuat sejarah yang merubah empat negara. Singa dari Selatan serta Naga Api Agung, raja dari para naga, akan menjadi pedang dan perisainya. Mawar yang sempat layu itu, sudah mekar kembali di tengah badai salju yang berkecamuk di Utara. Lebih indah dan lebih kuat dari sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pink Winter, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prologue

"Yang Mulia Putra Mahkota..."

Pemuda itu tidak mempedulikan suara yang memanggilnya dan terus berjalan melewati taman itu seorang diri. Matanya yang berwarna merah cerah menatap bintang-bintang di langit malam dengan tatapan sendu. Angin malam yang hangat membelai lembut wajahnya. Malam itu cuacanya jauh lebih hangat dari malam biasanya. Salju sudah mencair sejak beberapa hari yang lalu. Bunga-bunga di taman Istana juga mulai bermekaran, pertanda musim dingin sudah berakhir dan dimulainya musim semi.

"Yang Mulia Putra Mahkota Edward."

Pemuda itu menoleh ke arah datangnya suara yang memanggilnya. Dia belum terbiasa dengan sebutan itu. Baru beberapa hari yang lalu dirinya dimahkotai sebagai Putra Mahkota Schiereiland yang baru. Baru beberapa hari yang lalu dirinya kembali dari perang yang dimenanginya. Perang yang membuatnya menjadi Putra Mahkota. Perang yang merenggut nyawa kakaknya yang sangat dihormatinya, Putra Mahkota Phillip. Perang yang juga merenggut nyawa sahabat baiknya dan gadis yang dicintainya. Perang yang membuatnya tidak bisa tidur sepanjang malam selama berhari-hari karena dihantui perasaan bersalah dan menyesal.

"Ada apa?" Tanya Edward. Saat melihat pengawal pribadinya datang menghampirinya dengan membawa sesuatu yang ditutupi selimut, Edward kembali bertanya, "Apa itu yang kau bawa?"

Pengawal pribadinya itu adalah pria yang usianya sama dengan Raja Eustacius, ayahnya. Tapi pria itu membungkuk sangat rendah di hadapannya. Karena dia adalah Putra Mahkota Schiereiland, tentu saja semua orang harus bersikap seperti itu padanya.

"Apa yang kau bawa, George?" Tanya Edward sekali lagi.

George, pengawal pribadi Putra Mahkota yang baru, membuka selimut yang menutupi sesuatu yang dibawanya itu. Memperlihatkan bayi laki-laki yang tersenyum ceria saat menatap Putra Mahkota Edward dengan matanya yang berwarna hazel. Saat melihat mata itu, Sang Putra Mahkota tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.

"Apakah Kris... Tunggu... Itu tidak mungkin kan?"

"Benar, Yang Mulia. Tuan Muda Smirnoff dan Jendral Irene adalah orang tuanya. Kami menemukan bayi ini di kediaman mereka. Diperkirakan bayi ini lahir beberapa bulan lalu saat Jendral Irene masih di medan perang. Tapi karena tidak memungkinkan merawatnya di sana, Jendral mengutus salah satu ksatria Schiereiland untuk membawanya ke rumahnya."

Edward mengambil bayi itu dari tangan George dan menggendongnya. Bayi laki-laki itu tampak senang. Tapi Edward menatapnya dengan penuh kesedihan.

"Maafkan aku... Orang tuamu mati karena aku. Mereka mati demi menyelamatkanku. Maafkan aku... Aku tidak tahu kalau Irene..." Edward tidak sanggup membendung tangisannya saat melihat bayi itu. "Maafkan aku... Maafkan aku..."

"Yang Mulia... Ini bukan kesalahan Anda. Tolong berhenti menyalahkan diri Anda." Kata George.

Edward menggeleng, "Tidak. Ini salahku. Kematian Phillip, Kris, Irene dan banyak lagi yang lainnya itu karena aku bukan pemimpin yang baik. Ayahanda memberikanku kepercayaan untuk memimpin perang kali ini, tapi aku gagal melindungi mereka. Kenapa hanya aku yang bertahan hidup? Andaikan saja aku bisa mengulang waktu..."

Andaikan saja Edward bisa mengulang waktu. Ada banyak hal yang ingin Edward ubah. Dia akan lebih mendengarkan saran Phillip saat di medan perang sehingga dia tidak perlu mengambil strategi yang salah yang menyebabkan kakaknya itu mati. Dia akan meminta Kris dan Irene untuk tidak ikut dalam perang itu sehingga Irene bisa melahirkan bayinya di kediaman mereka dengan aman dan nyaman. Bayi itu juga tidak perlu kehilangan orang tuanya. Tapi lebih dari semua itu, jika Edward dapat mengulang kembali waktu, Edward akan meminta Irene untuk kembali pada keluarganya di Nordhalbinsel. Meski Irene akan bersikeras untuk tetap berada di Schiereiland karena dia mencintai Kris. Meski itu artinya Edward tidak akan bisa bertemu dengan Irene lagi selamanya. Paling tidak gadis itu akan tetap hidup di Nordhalbinsel sebagai putri dari Grand Duke Winterthur. Irene mungkin akan tetap menikah dengan Kris, atau mungkin menikah dengan bangsawan dari Nordhalbinsel, tapi Edward tidak peduli. Yang dia inginkah adalah Irene tetap hidup dan menjauhi perang yang merenggut nyawanya. Edward akan melakukan segala cara agar Irene mau menerima permohonan Grand Duke Winterthur saat itu untuk kembali ke Nordhalbinsel. Tapi itu hanya lah harapan kosong. Manusia tidak dapat mengulang waktu.

"Yang Mulia..." George menyadarkan Edward dari lamunannya. Dia tidak tega melihat Putra Mahkota yang dilayaninya tenggelam dalam kesedihan seperti itu. George menatap Edward dengan tatapan serius seolah apa yang akan dikatakannya adalah sesuatu yang sangat penting yang mungkin dapat merubah segalanya.

"Apa Yang Mulia pernah mendengar soal Jam Pasir Grimoire?"

...****************...

1
Sri Astuti
kami tunggu buku ke 3 thor..
ternyata Luna beneran Selena.. bkn cm suruhannya.. Alexis bener2 dlm bahaya
Sri Astuti
mrk punya telepati istimewa semoga semua membaik.. yg busuk2 masuk tempat sampah
Sri Astuti
klo orang ambisius sdh bertindak mk dunia bkll rusak
Sri Astuti
Alexis ini oon.. Luna kan ansk buah Selena.. justru gadis itu yg licik dan ingin menjadikannya boneka.. Leon blm pulang juga
Sri Astuti
terimakasih sist author
Sri Astuti
mantap... Xavier akhirnya berhasil membawa perdamaian.. tamat ya
Sri Astuti
wah.. kok gt.. mati betulsn dong
Sri Astuti
trrnyata.. mrk bgt dekat tapi tsk ada yg tahu
Sri Astuti
Xavier sdh kembali
Sri Astuti
orang2 yg sangat patut dikasihani krn menjadi korban arogansi dan ambisi manusia yg membesarkan ego dan keserakahan
Sri Astuti
waduh..lsg ketahuan deh
Sri Astuti
akhirnya Elle datang juga
Sri Astuti
sedih banget
Sri Astuti
semoga Alexis ga beneran cari jantung naga
Sri Astuti
waah ratu Isabella datang
Sri Astuti
seremm
Sri Astuti
masa mati..Xavier
gpp.. ciuman Anna mungkin menghidupkannya
Sri Astuti
tp naga kembar bs merasa keberadaan Xavier.. dan syukurlah si naga kembar ini ga brner2 mo bantu pangeran Yi yg jahat
Sri Astuti
spt nya anak2 Irena Wintenthur alergi keju
Sri Astuti
disini bkl dibuka siapa Leon.. kalian bertiga seorang Witenthur.. meskipun darah Leon tdk murni..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!