Indonesia
NovelToon NovelToon
Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Anomali Medis 2 : Sebuah Pembuktian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kenjiro Dominic

Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"

Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.

Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.

Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 : Latar Belakang Kevin Sanjaya!

Setelah makan siang, Kevin masuk ke dalam rumah. Dengan sengaja, dia berkata,

“Kakek, sebenarnya ada satu hal yang sangat penting yang ingin kubicarakan dengan Kakek sekarang setelah aku pulang.”

Ardi Sanjaya sama sekali tidak terlihat terkejut. Dia hanya menghela napas sebelum menjawab,

“Kebetulan, Kakek juga punya sesuatu yang ingin Kakek ceritakan kepadamu. Kau sudah dewasa sekarang. Sudah waktunya kau mengetahui beberapa hal.”

“Kau mungkin penasaran dengan orang tua kandungmu, bukan?”

Tubuh Kevin langsung menegang. Jantungnya berdegup kencang dan tenggorokannya terasa kering.

“Kakek... Kakek sudah tahu apa yang ingin kutanyakan?”

Ardi Sanjaya tidak langsung menjawab.

Tatapannya justru tertuju pada sebuah bingkai foto di atas meja. Sorot matanya dipenuhi berbagai macam emosi.

“Ini mungkin satu-satunya foto keluarga yang tersisa dari orang tuamu.”

Kevin mengembuskan napas pelan sambil memperhatikan foto tersebut.

Di dalam foto itu terlihat sepasang pria dan wanita muda sedang menggendong seorang bayi yang baru lahir.

Namun, ada satu hal yang sangat menarik perhatian Kevin.

Di leher bayi itu tergantung sebuah liontin giok berbentuk bulan sabit.

Seketika, Ardi Sanjaya berkata dengan suara sedikit bergetar,

“Namun sebenarnya... anak yang ada di dalam foto itu bukan kau.”

Tubuh Kevin bergetar.

Wajahnya seketika memucat.

Ardi Sanjaya akhirnya menguatkan hati untuk mengungkapkan kenyataan yang selama ini disembunyikannya.

“Kevin, sebenarnya... kau bukan cucu kandung Kakek. Bahkan, kau juga bukan anak kandung dari orang tua yang selama ini kau kenal sebagai ayah dan ibumu!”

“Apa?!”

Kevin menatap Ardi Sanjaya dengan wajah penuh ketidakpercayaan.

Dia awalnya hanya ingin menanyakan tentang kematian orang tuanya.

Namun, jawaban sang kakek justru membuat pikirannya kacau balau.

Untuk sesaat, berbagai pikiran memenuhi kepalanya.

Kalau dia bukan anak kandung orang tuanya sekarang, lalu siapa sebenarnya orang tua kandungnya?

Apakah dia dulu ditinggalkan oleh mereka?

“Ini kenyataannya, Kevin. Kakek tidak pernah membohongimu.”

Ardi Sanjaya menghiburnya dengan tatapan sedih.

“Lagipula, kau memang sehebat ayah kandungmu. Sepertinya sekarang kau sudah mencapai Tingkat Leluhur. Dan penguasaanmu terhadap Jurus Memetik Bunga juga benar-benar luar biasa.”

“Kakek tahu semua itu?”

Kevin menatap lelaki tua itu dengan kaget.

Dia tahu betul bahwa Kakeknya hanyalah orang biasa, bukan seorang ahli bela diri.

Lalu bagaimana mungkin Kakek mengetahui kekuatannya?

Dan yang lebih penting, bagaimana dia bisa mengetahui bahwa Kevin menguasai Jurus Memetik Bunga?

“Kevin, tidak perlu terkejut.”

Ardi Sanjaya tersenyum penuh nostalgia.

“Memangnya kau pikir Kakek benar-benar tidak tahu apa-apa?”

“Lagipula, Jurus Memetik Bunga adalah salah satu keahlian ayahmu. Kakek tidak pernah menyangka kau juga akan berhasil menguasainya.”

Kevin menarik napas tajam.

Baru sekarang dia menyadari betapa banyak rahasia yang selama ini tersembunyi di balik kehidupannya.

Ardi Sanjaya kemudian membuka sebuah lemari dan mengeluarkan setengah keping giok.

Dia menyerahkannya kepada Kevin.

“Kevin, benda ini bisa membuktikan identitasmu. Simpan baik-baik dan jangan sampai hilang.”

“Sekarang kau sudah mencapai Tingkat Leluhur dan sudah memiliki kemampuan untuk melindungi dirimu sendiri. Karena itu, Kakek bisa mempercayakannya kepadamu.”

“Ini...”

Bibir Kevin bergetar ketika menerima keping giok tersebut.

“Kakek... maksud Kakek, Apa aku berasal dari Keluarga Sanjaya di Ibu Kota Kekaisaran?”

Ingatan tentang keping giok yang pernah diperlihatkan Ardi Sanjaya kepadanya langsung muncul di benaknya.

Retakannya benar-benar cocok!

Kedua keping itu jelas merupakan bagian dari satu benda yang sama.

Meski sebelumnya sulit dipercaya, sekarang kenyataan itu sudah tidak terbantahkan lagi.

“Kau sudah mengetahui asal-usulmu?”

Ardi Sanjaya tampak sangat terkejut.

Dia tidak menyangka Kevin bisa menemukan rahasia yang selama ini dijaga begitu ketat.

“Di Kota Jaya, aku bertemu Paman Ridel Sanjaya.”

Kevin menjelaskan dengan perasaan campur aduk.

“Dia mengatakan bahwa wajahku sangat mirip dengan kakaknya, Christian Sanjaya. Dia juga menunjukkan kepadaku sebuah keping giok dan bertanya apakah aku memiliki bagian yang lainnya...”

Pikiran Kevin terasa kacau.

Ada kegembiraan karena kemungkinan orang tuanya masih hidup.

Namun, pada saat yang sama, identitas baru yang tiba-tiba muncul juga membuatnya merasa terbebani.

“Aku mengerti.”

Ardi Sanjaya bergumam pelan.

“Jadi kau sudah bertemu PamanMu?”

Dia menghela napas, lalu berkata,

“Kalau begitu, tidak ada gunanya lagi menyembunyikannya darimu.”

“Kevin, kau memang berasal dari Keluarga Sanjaya di Ibu Kota Kekaisaran. Kau adalah keturunan langsung keluarga itu, sekaligus cucu dari kepala keluarga Sanjaya saat ini... Denni Sanjaya!”

Jantung Kevin langsung berdegup kencang.

Jadi semuanya benar!

Kemudian dia tiba-tiba teringat sesuatu.

“Kalau begitu, bagaimana dengan Kakek?”

Kevin menatap Ardi Sanjaya dengan cemas.

“Kakek?”

Ardi Sanjaya tersenyum getir sebelum menjelaskan,

“Sekitar tiga puluh tahun yang lalu, Kakek bekerja sebagai kepala pelayan Keluarga Sanjaya.”

“Kepala keluarga saat itu memperlakukanku dengan sangat baik. Bahkan, beliau memberiku marga Sanjaya.”

“Aku juga beruntung bisa menyaksikan ayahmu tumbuh dewasa.”

“Namun kemudian terjadi sebuah tragedi. Istriku meninggal dunia dan berbagai keadaan memaksaku meninggalkan Keluarga Sanjaya. Karena itu, aku membawa keluargaku dan menetap di Kota Jaya.”

“Kakek.”

Kevin menatap lelaki tua itu dengan sungguh-sungguh.

“Bagaimanapun juga, apa pun yang terjadi... Kakek akan selalu menjadi kakekku.”

Hati Ardi Sanjaya terasa hangat mendengar perkataan tersebut.

Namun Kevin masih memiliki pertanyaan yang jauh lebih penting.

“Kakek, apakah Kakek tahu di mana orang tuaku sekarang?”

“Apakah mereka masih berada di Keluarga Sanjaya?”

Kevin menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengajukan pertanyaan yang selama ini paling membebani pikirannya.

Ardi Sanjaya terdiam sejenak, lalu menggeleng.

“Kakek rasa tidak.”

“Dulu ayahmu berada dalam situasi yang sangat sulit. Karena itulah dia datang mencariku dan menitipkanmu kepadaku.”

“Sudah terlalu lama sejak Kakek meninggalkan Keluarga Sanjaya. Jadi, Kakek tidak pernah mendengar kabar tentang ibumu lagi.”

“Bahkan... Kakek juga tidak tahu siapa sebenarnya ibu kandungmu.”

Kevin mengepalkan tangannya.

“Kalau kau benar-benar ingin mengetahui semuanya,” lanjut Ardi Sanjaya, “kau harus kembali ke Keluarga Sanjaya.”

“Dengan identitasmu, kau sebenarnya adalah kandidat yang sangat kuat untuk menjadi kepala keluarga berikutnya.”

Namun Kevin sama sekali tidak terlalu tertarik dengan statusnya sebagai anggota Keluarga Sanjaya.

Yang dia inginkan hanyalah satu hal.

Kebenaran.

Tiba-tiba sebuah pertanyaan muncul di benaknya.

“Kakek, bisakah Kakek memberitahuku dengan tepat bagaimana kecelakaan mobil yang menimpa orang tua angkatKu dua puluh tiga tahun lalu?”

“Bukankah itu sebenarnya bukan kecelakaan biasa?”

Jantung Ardi Sanjaya berdegup keras.

Dia menutup matanya dan terdiam cukup lama sebelum akhirnya berkata perlahan,

“Kevin, ingat baik-baik perkataan Kakek.”

“Jangan pernah memperlihatkan seluruh kekuatanmu kepada orang lain sebelum kau memiliki kekuatan mutlak untuk melindungi dirimu sendiri.”

“Kalau tidak, bencana pasti akan datang.”

Melihat Kakeknya kembali menghindari pertanyaan, kegelisahan Kevin semakin menjadi-jadi.

Dia pulang kali ini justru untuk mencari tahu kebenaran tentang orang tuanya.

Meskipun mereka bukan orang tua kandungnya, mereka tetaplah satu-satunya ayah dan ibu yang pernah dia kenal.

“Kevin, jangan membicarakan masalah ini lagi.”

Ardi Sanjaya memotongnya dengan suara serius.

“Ada banyak hal yang berada di luar kendalimu saat ini.”

“Kalau kau benar-benar ingin mengetahui kebenarannya, tingkatkan kekuatanmu terlebih dahulu.”

“Dan ingat nasihat Kakek. Selama kau belum cukup kuat, jangan terlalu menonjol.”

“Selain itu, buku pengobatan leluhur itu adalah warisan yang ditinggalkan ayahmu. Jaga baik-baik.”

Kevin menatap Ardi Sanjaya.

Ada begitu banyak hal yang ingin dia tanyakan.

Namun kata-kata itu tidak mampu keluar dari mulutnya.

Jelas sekali sang kakek sengaja menyembunyikan beberapa hal dan tidak ingin Kevin mengetahui semuanya sekarang.

Meski begitu, Kevin memahami niatnya.

Kakek melakukan semua ini demi melindunginya.

Dengan berat hati, Kevin mengangguk.

“Baiklah.”

Melihat suasana yang mulai berat, Ardi Sanjaya tiba-tiba tersenyum dan berkata,

“Sudah lama sekali kita tidak bermain catur.”

“Bagaimana kalau kita bertanding satu permainan?”

“Baik...”

Kevin menarik napas dalam-dalam dan memaksakan dirinya untuk tersenyum.

Namun, pikirannya masih dipenuhi berbagai pertanyaan tentang orang tua kandungnya di Keluarga Sanjaya Ibu Kota Kekaisaran, dan kecelakaan dua puluh tiga tahun lalu yang menewaskan orang tua angkatnya.

1
K4k3k 8¤d¤
👍👍
Hardware Solution
kereeeen abissss
Divka
lama " x update ..pdhal novel ne ckup bgus
Divka
la jut thorr..smg makin smngt menulis😍
Divka
bagus
GEMBONG SAKTI
lanjuuuut
Was pray
gak kelar. kelar kayak gangsing muter2
GEMBONG SAKTI
🤣🤣🤣🤣ni mo berantem apa curhat curhatan 🤣🤣🤣🤣🤣
GEMBONG SAKTI
apakah dagumu berkumis?
bibirmu berjenggot?
VirgoRaurus 31Smile
kenapa baru sekarang tingkat kultivasi dijelaskan... pada jilid satu kayaknya belum deh...
VirgoRaurus 31Smile
dengan musuh kok ber"anda"... sopan sekali... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
batu tahu kumis di dagu... 🤣🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
massi terussssss... paham bahasa gak sih... buka tuh kamus....
Was pray
preeeeeet, kalau gak ada sangkut pautnya dengan ramalan dari Jonathan kamu mungkin gak penting buat Amel vin
Was pray
seharus identitas sebagai anggota biro suoer nasional menjadi rahasia tidak diobral ke mana2...
Was pray
seperti di negeri Konoha polisi membela yg mbayar, beda banget kinerja polisi di negeri komodo.... 🤣🤣
VirgoRaurus 31Smile
hitung hitungannya gimana Thor...?
VirgoRaurus 31Smile
Nah... ini baru benar Ridel Sanjaya...
VirgoRaurus 31Smile
harusnya keping giok yg pernah diperlihatkan Ridel Sanjaya, bukan Ardi Sanjaya.... INGAT... pernah di perlihatkan...
VirgoRaurus 31Smile
lho... pada jilid pertama setengah liontin giok kan sudah dipakai kalung MC... lha di bab ini kok kakeknya baru nyerahin liontin tsb... MEMBAGONGKAN.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!