Indonesia
NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Karina menggenggam erat uang itu ditanganya, pikiranya masih terbayang jelas pria muda yang memberi nya uang tanpa berfikir lebih dulu, ia berjalan disamping Jono yang terus mendorong motor mereka hingga sampai kembali dibengkel pak Hendra. Karina sempat berkata pada Jono sebelum meninggalkan motor itu didalam bengkel

"Kalau saja setiap hari kita dapat uang sebanyak ini... kita bisa cepet kaya Jon." ungkap Karina kepada Jono yang menampakan wajah tidak senang diwajahnya.

"Pokonya aku gak mau lakukan ini lagi, kamu kan tinggal minta tolong sama Dimas, pasti dia kasih ko."kata Jono hingga dirinya berlalu dari Karina

Mendengar itu Karina sempat terdiam,

"Mungkin benar, tapi aku tidak bisa terus menerus menjadi beban nya." ucap karina sambil melihat Jono memghilang dari pandangan nya.

Setelah dari bengkel, kini Karina berlari menuju rumah bu Rasti, ia berniat memberikan uang itu untuk membayar uang sewa rumah

"Aa... Karin, sudah ada uangnya? Jangan bilang mau minta tambahan waktu lagi" sapa bu Rasti didepan pintu rumahnya. Karina menggeleng pelan lalu menyerahkan beberapa lembar uang ratusan,

"Ini Bu...., sisanya segera saya bayarkan."

Tanpa pikir panjang, bu Rasti langsung menghitung lembaran uang yang diberikan Karina

"Hm... Dari mana kamu dapat uang ini karin?, jangan jangan kamu pinjam ke mekar ya?, "Rumah ku gak kamu jadiin jaminan kan Karin?"

Wajah Karin mulai memerah, kata kata yang dikeluarkan Bu Rasti membuatnya merasa rendah, dengan mata berkaca - kaca Karin meninggalkan bu Rasti, ia berharap obsesinya bisa segera terwujud yang mana bisa membawa nya dalam kehidupan mewah, yang mana dirinya tidak harus membayar uang sewa rumah tiap bulan nya.

****

Malam ini keluarga pak Hendra beserta Dimas putra nya, sengaja datang ke rumah Karina, keluarga mereka memang sering mengunjungi rumah karina, sekedar membawakan makanan atau sekedar menengok kondisi Bu Rahma yang sering jatuh sakit, rumah meraka hanya terpaut 2 rumah dari tempat tinggal karina, namun kali ini kedatangan mereka, bukan hanya sekedar bersilahturahmi, melainkan ada maksud lain.

"Bagaimana Bu Rahma....?, sebenarnya sejak dulu kami ingin mengatakan ini."

Seketika wajah karina membeku, dirinya seperti mendengar petir saat tidak ada hujan, sedang kan Bu rahma hanya menengok sekilas kearah Karina, selama ini memang keluarga Dimas sudah banyak membantu dirinya dan Karina, tak ada alasan buat sang ibu menolak pinangan dari keluarga yang sudah banyak berjasa bagi keluarganya, Begitu pula dengan Karina, diri nya hanya mampu menelan ludah dengan tatapan kosong, Obsesi nya seperti hilang seketika saat mendengar rencana kedua orang tua mereka, sementara itu Dimas memperhatikan perubahan wajah Karina, ia terus menatap ke arah sang gadis pujaan nya, Dimas sadar sejak sang Ayah pergi, Karina hanya ingin merubah hidupnya menjadi seorang yang banyak uang dan memiliki rumah impian, dan Dimas sadar dirinya belum mampu memberikan itu pada Karina.

Keesokan harinya...Dimas sengaja mengajak Karina pergi ke sebuah mal, Ia berharap bisa membuat gadis itu kembali ceria sekaligus mencari tahu alasan perubahan sikap Karina semalam, Mereka sempat makan di salah satu tenant. Namun perhatian Karina tiba-tiba teralihkan, dari kejauhan ia melihat seorang pria yang familiar dibenaknya. Setelan jas hitam yang pas di tubuhnya, kemeja putih, jam tangan mahal, dan langkah penuh wibawa membuat Karina Yakin, dia pria yang kemarin memberinya uang tanpa berpikir panjang, Jantungnya berdetak semakin cepat, hari ini...aura pria itu jauh lebih mengintimidasi, ditambah lagi berapa orang berpakaian rapi berjalan di belakangnya.

Seorang asisten terus membuka jalan.

Sementara petugas mal tampak menundukkan kepala memberi salam.

Karina terpaku. Baru kali ini ia benar-benar melihat betapa besar perbedaan dunia mereka.

Pria itu bukan sekadar kaya, tapi pria itu juga hidup di dunia yang sedang Karina Impikan sejak dua tahun terakhir, tanpa sadar, Karina bangkit dari kursinya.

"Karina?"

Suara Dimas tak lagi didengarnya.

Seluruh pikirannya hanya tertuju pada pria didepannya, Ia berlari kecil menyusul pria itu, saat jarak mereka tinggal beberapa langkah...

Karina sengaja menabrakkan bahunya.

"Maaf... maaf."

Ia berharap pria itu berhenti, berharap pria itu mengingat wajahnya, namun pria itu bahkan tidak menoleh, Ia tetap berjalan menuju pintu keluar, pria itu bernama Adrian Mahardika, putra CEO satu satu nya yang kini memegang aset perusahaan Ayahnya. Usianya masih mudah sekita dua puluh delapan Tahun, sang Ayah sudah memberikan kepercayaan padanya, sekitar 2 tahun lalu Mahardika Grup hampir mengalami kebangkrutan karna ulah seorang kepercayaan sang Ayah yang berkhianat.

Di depan lobi, sebuah mobil mewah telah menunggu.

Seorang pria berjas tak lain asisten dari Adrian segera membukakan pintu belakang, dan asisten itu tampak mengenali Karina,

"Maaf Mbak, sepertinya pak adrian sedang buru - buru?" kata sang asisten kemudian ia mengeluarkan sebuah kartu nama pada Karina

"Bapak masih ingat saya?" sapa Karina senang

"Iya ingat, begini saja besok mbak nya bisa datang ke alamat yang tertertera dikartu."

Suara Adrian terdengar dari dalam mobil.

"Tomy."

Sang asisten langsung menoleh.

"Baik, Pak."

Ia buru-buru berbalik badan sambil kemudian masuk ke dalam mobil. Karina masih terus memandangi mobil itu sampai menghilang dari pandangan, ia masih berdiri mematung sambil menggenggam kartu nama tersebut, di matanya...ia berharap Kartu kecil itu bisa menjadi pintu bagi nya menuju kehidupan yang selama ini ia impikan.

Beberapa saat kemudian Dimas datang tergesa-gesa.

"Karin... ngapain kamu di sini? Aku nyariin dari tadi."

Karina buru-buru memasukkan kartu nama itu ke dalam tas.

"Nggak... cuma lihat-lihat saja."

Sepanjang perjalanan pulang, Karina nyaris tidak berbicara. Yang terus memenuhi pikirannya hanyalah satu nama yaitu Adrian, pria yang memberinya banyak uang dan pria yang ditemuinya hari ini.

Keesokan hari nya, berbekal kartu nama yang dia miliki, tanpa ragu karina memberanikan diri pergi ke alamat yang tertera pada kartu nama tersebut, sebelumnya dia sudah meminta izin pada pak hendra kalau tidak bekerja karna ada keperluan. Tak butuh waktu lama karina akhirnya sampai pada alamat yang ditiju dengan menggunakan ojek langganannya, Dihadapanya tampak gedung pencahar langit yang menjulang dengan tingginya, karina langsung menuju lobi utama, tak disangka langkahnya dihentikan satpam yang berjaga didepan pintu utama. Karina sempat memberikan kartu nama ditanganya pada satpam itu, namun usaha karina untuk masuk tetap tidak diperbolehkan,

"Maaf, Mbak, tanpa ada janji ketemu, kami tidak bisa mengizinkan bertemu Direktur."

Karina mencoba membujuk, namun hasilnya tetap sama, dengan langkah lesu ia akhirnya berbalik.

Baru beberapa meter berjalan...

Suara klakson mobil terdengar dari belakang.

Sebuah mobil SvP hitam perlahan memasuki halaman kantor, Karina langsung mengenali mobil itu. Mobil yang sama, Jantungnya kembali berdegup kencang, Mobil berhenti itu berhenti tepat di depan pintu lobi, Seorang sopir turun lebih dulu, kemudian membuka pintu belakang, beberapa detik kemudian...sosok Adrian keluar dari dalam mobil, tatapan dinginnya langsung bertemu dengan mata Karina, mereka pun saling bertatapan satu sama lain, dan untuk pertama kalinya...Pria itu benar-benar memperhatikan wajah Karina, dari tatapan itu akan mengubah hidup Karina menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar dari impian nya.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!