Indonesia
NovelToon NovelToon
TIRAKAT 6

TIRAKAT 6

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Sebagian besar cerita berdasarkan kisah nyata.

(SERI KE 6 DARI UNIVERSE NOVEL TIRAKAT)

Perjalanan hidup seorang lelaki bernama Zaki tak semulus dan semudah kelihatannya. Semenjak kematian kedua orang tua kandungnya, Zaki menjalani kehidupan yang cukup berat. Dirinya haru melanjutkan hidup sebagai seorang lelaki yang normal. Namun di sisi lain, dirinya juga hidup dalam TIRAKAT yang tak biasa. Sampai akhirnya takdir membawanya berjumpa dengan tambatan sejati hatinya.

Bagaimana kisah hidup Zaki?
Dan siapakah tambatan hati Zaki yang sejati itu?

SELAMAT MEMBACA...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
.
.
.
DISCLAIMER‼️

Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar tempat, agama, ritual, budaya, dan laku tirakat tertentu dengan para pembaca sekalian, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 "PAK, BU... AKU UDAH PULANG..."

Setelah menempuh perjalanan sebelas jam yang melelahkan namun penuh warna menggunakan Kereta Api Brantas bersama Nisa, disusul perjalanan darat membelah jalur utama Ngawi, Jawa Timur, Zaki akhirnya menginjakkan kaki di pelataran sebuah rumah di pelosok desa.

Bangunan yang kini berdiri diam di hadapannya itu adalah peninggalan mendiang kedua orang tuanya. Dahulu, di sinilah Zaki kecil merajut kebahagiaan.

Mereka hidup rukun dan normal, selayaknya potret keluarga sederhana di pelosok pedesaan Jawa Timur.

Namun, roda waktu membalikkan segalanya.

Sebuah insiden tragis di masa lalu merenggut nyawa ayah dan ibunya dengan paksa, menyisakan Zaki seorang diri di dunia.

Sejak saat itu, ia dipaksa keadaan untuk hidup mandiri, bertahan dengan bantuan seadanya dari beberapa kerabat mendiang orang tuanya.

Rumah itu jauh dari kata mewah, bahkan terlampau sederhana.

Dindingnya hanya berupa perpaduan setengah semen halus dan papan kayu yang mulai sedikit lapuk. Lantainya masih beralaskan lantai yang terbuat dari tanah liat tebal berwarna cokelat kemerahan, khas hunian lawas yang menyimpan banyak cerita.

Jendela-jendela krepyak dan daun pintu yang seluruhnya terbuat dari kayu jati tua itu seolah menjadi saksi bisu.

Benda-benda mati itulah yang menyimpan rapat-rapat segala memori—baik kepingan kenangan indah maupun sisa-sisa kengerian—yang kini membebani pundak Zaki.

Zaki mulai mengayunkan langkahnya perlahan. Ia menyusuri halaman rumah yang kini tampak terbengkalai. Rerumputan liar tumbuh tak beraturan, berbaur dengan tumpukan dedaunan kering yang gugur dari dahan pepohonan di sekitarnya.

Tatapannya menyapu ke kanan dan kiri, merekam lekat-lekat setiap sudut halaman hingga area teras depan. Tempat yang dulunya penuh kehangatan itu, kini telah sepenuhnya jatuh ke tangannya sebagai pewaris tunggal.

"Tap... tap... tap..."

Suara derap langkahnya bergesekan dengan tanah, seolah menjadi satu-satunya nada yang memecah keheningan pekarangan.

Langkahnya terhenti di depan sebuah meja bundar yang diapit dua buah kursi di sisi kanan dan kirinya. Permukaan perabotan usang itu telah terselimuti debu yang cukup tebal.

Zaki mengulurkan tangan, jemarinya perlahan mengusap permukaan meja dan sandaran kursi yang kotor itu.

Sentuhan tersebut bagai pelatuk yang menembakkan ribuan memori ke dalam kepalanya.

Zaki membeku sejenak.

Kedua matanya menatap lekat set kayu tersebut dengan sorot yang nanar—sebuah paduan rumit antara kerinduan yang mendalam dan kesedihan yang tak berujung.

Membuang napas pelan, Zaki kembali melangkah mendekati teras. Kini ia berbalik, menatap lurus ke arah halaman luas yang baru saja ia lewati.

Seketika, bayang-bayang masa lalu itu berputar bagai kaset pita di pelupuk matanya.

Ia seperti bisa melihat siluet sang Bapak yang baru saja pulang dari kebun, memikul sekarung penuh biji kopi merah yang memancarkan aroma khas. Ia juga seakan bisa mendengar senandung kecil sang Ibu saat sedang menjemur pakaian dan menebar biji kopi hasil panen bapaknya di bawah terik matahari.

Tak ketinggalan, riuh tawa dirinya sendiri semasa kecil, yang berlarian dengan riang gembira mengejar teman-teman sebayanya di hamparan tanah itu.

Zaki menarik napas panjang, rongga dadanya mendadak terasa sesak.

Helaan napas berat yang meluncur dari belah bibirnya seakan menjadi melodi pilu yang merangkum seluruh masa lalunya di tempat ini.

Terlalu lama tenggelam dalam pusaran kenangan membuat pertahanan Zaki akhirnya luruh. Ia memutuskan untuk menghempaskan tubuhnya di salah satu kursi berselimut debu tadi. Ia sama sekali tak memedulikan celana dan bajunya yang kini ikut kotor.

Baginya, bisa kembali menduduki kursi yang menyimpan kehangatan keluarganya itu jauh lebih berharga daripada sekadar mengkhawatirkan pakaian yang ternoda.

Sejenak...

Zaki menyandarkan punggungnya yang letih. Ia memejamkan mata rapat-rapat.

Menarik napas dalam-dalam... lalu menghembuskannya perlahan dari sela-sela bibir.

Udara sejuk khas pedesaan, perpaduan sempurna antara aroma daun basah, getah pepohonan, dan pekatnya bau tanah, seketika merasuk bebas memenuhi relung paru-parunya.

Kemudian, Zaki membuka kedua matanya.

Dengan suara parau yang nyaris menyerupai bisikan, ia bergumam pelan.

"Pak, Bu... Aku udah pulang...."

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
yang sekelas Nisa punya 2 perewangan 3 sama punya haruma saja perjuangan melawan santet kiriman yuli apalagi yg orang biasa ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Ada pepatah yang terkenal dari dulu, Kak:

"Semakin tinggi pohon kelapa, semakin kencang angin yang menerpa."

Mungkin itu pepatah yang sesuai sama kondisi kebatinan dan kemampuan Nisa yang sekarang. Kalau di awal-awal seri, Nisa kan cuma menghadapi bangsa lelembut kelas rendah (sosok Gilang misalnya). Nah, sekarang yang dihadapi adalah rasa dendam dari manusia yang bersekutu dengan iblis.
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh seperti itu ya serem juga ya dua santet kutukan tsb
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: klo nggak baca karya ini aku mana tau yg namanya santet
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
6 tahun di waktu yg sama

Zaky ke jakarta bwt menghapus trauma masa lalu.
Dan Yuli ke kota udang bwt memupuk dendam.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Berburuk sangka pada manusia saja tidak dianjurkan, apalagi berburuk sangka pada Tuhan, yulll.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
astaga yullll barbar skali, udah kek preman cewek
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
wkwkwk asyuuu wong cerbon


aku yg tau kota itu, msh suka kaget klo ngomong sama orang sana, intonasi nya tinggi trs klo ngomong
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 🤭🤭🤭

Makanya saya juga nulis dialognya natural aja, Kak... Wkwkwk... Biar terasa semirip mungkin sama kondisi nyatanya...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Cirebon kota yang biasa disebut sebagai kota udang, kota nya sunan gunung jati.

Jangan jangan Yuli turun mobil nya di terminal harjamukti.

Selamat Datang di Cirebon Yuli.
Irman
kesedihan yang datang berturut-turut untuk Yuli...😢
semangat yul💪💪
Irman: rasanya sakit hati ini, ka othor sukses buat pembaca serasa masuk dalam cerita... 👍👍👍
total 2 replies
Irman
aku juga pasti sedih jika d posisi keluarga Wiwi,,,😢
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak Irman...

Saya juga pas menulis naskah BAB ini, benar-benar meresapi bagaimana rasanya kalau saya yang jadi Yuli... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh sadissss

seperti itu ya orang klo udah ketutup dendam. sumpah serapah nya ngerii
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak...

Sebenarnya, dari semua seri TIRAKAT yang aku tulis, TIRAKAT 6 ini yang akan paling banyak pesan moralnya buat para pembaca, buat saya juga...

Pesan moral tentang rasa cinta, pengorbanan, dendam, amarah, kasih sayang, dan keluarga... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
nggak cinta Zaky ke Wiwi tulus... itu knpa dia mengabaikan omongan mbah joyoo

yuli juga jngn terlalu menjudge zaky biar gimana pun zaky juga yg paling sangat terluka dan trauma, Zaky udah kna Karma nya. jangan ditambah lgi dgn saksi kmu yull
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Siap, Kaaak... 🥰🥰🥰

Semoga nggak bosen-bosen ya Kak bacanya... hehehe...

Insya Allah, rencana saya buat TIRAKAT ini, The Last Chapternya ada di TIRAKAT 9.
total 3 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh Zakk ada yg nangis darah kna keegoisan kmu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Ohh si mbok juga jadi korban ya? pantes Yuli dendam.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Iya, Kak... Karena Si Mbok pas hari dimana tragedi itu terjadi, beliau juga ada di dapur yang sama dengan Dek Wiwi... Hanya saja tidak banyak diekspos keberadaan Si Mbok, fokusnya memang ke Zaki dan Dek Wiwi saja...

Bahkan Yuli, Kakaknya Dek Wiwi pun, dari awal kisah pertemuan Zaki-Dek Wiwi, dirinya sama sekali nggak muncul satu dialogpun.

Sengaja baru dimunculkan sekarang... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Waduhhh dendam kna mungkin mikir gara-gara zaky ngeyel dek wiwi jadi korban kali ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: TEPAT!!! 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Setiap orang ada ujian nya masing-masing Zak... ada nya ujian itu kna kita mampu melewati nya. Ujian kamu, ujian Nisa berbeda kna kekuatan N kemampuan kalian juga berbeda, yg terpenting jngn lupa tetap bersyukur N bersabar ya Zakk

( duhh aku komen apa sihh) next aja ya
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: 🥰🥰🥰

Komen Kakak bisa jadi Quote of The Night, nih... Mwehehehe...
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Aku lupa Sekar Arum masa lalu nya. klo Dayang putri sama sekarang mayang aku inget masa lalu mereka. perewangan Haruma ini ada pernah di bhs di Tirakat sblom nya kah
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ: ohh itu iya iya aku inget terimakasih udah diingatkan kak
total 7 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Seperti Tirakat nya, Cinta Nisa ke Zaky juga nggak kaleng kaleng. 6 tahun menunggu, bukan mencari tapi menunggu tanpa berburuk sangka. klo jaman sekarang ada kah Seperti Nisa?
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Mungkin ada... Tapi... Sejuta banding satu kayaknya, Kak... 😭😭😭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Tirakat nya Nisa nggak kaleng kaleng Zakk... bukan waktu yg sebentar tapi waktu yang lama, wajar klo nisa bisa seperti itu.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️: Nggak kebayang gimana kalau seandainya saya beneran jadi Zaki, terus lihat istri sendiri kayak begitu...

Wah... 🤨🤨🤨
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Semangat sembuh Zakk, tenang obat yang sesungguhnya udah kamu miliki
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ
Nisa ketempelan sekarang mayang kek nya wkwkwk jadi nggak pasif
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!