Indonesia
NovelToon NovelToon
ADX Florence

ADX Florence

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Perperangan
Popularitas:654
Nilai: 5
Nama Author: @_Mastura

Alesya Seraphina dijatuhi hukuman seumur hidup setelah dituduh membunuh sahabatnya secara brutal. Bukti video menunjukkan dirinya sebagai pelaku, tetapi Alesya sama sekali tidak mengingat kejadian itu.

Di ADX Florence, penjara paling mematikan, ia justru bertemu kembali dengan Kael Jendral Kanagara—sahabat masa lalunya yang kini menjadi ketua mafia paling ditakuti.

Kael tidak tahu sisi berbahaya Alesya. Alesya pun tidak tahu alasan Kael berada di sana.

Di balik dinding penjara, rahasia, pengkhianatan, dan cinta berbahaya mulai terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @_Mastura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ADX FLORENCE

TIGA JAM KEMUDIA

Bus tahanan melaju menembus jalan yang sepi.

Alesya duduk sendirian di balik jeruji, kedua tangannya masih terborgol. Tatapannya terpaku pada pemandangan di luar jendela kecil yang diperkuat besi.

Untuk pertama kalinya, ia melihat tempat yang akan menjadi rumahnya.

ADX FLORENCE

Penjara yang namanya saja sudah cukup membuat banyak narapidana bergidik.

Tempat itu bukan sekadar penjara.

Di balik tembok beton dan pagar-pagar tinggi, hukum seolah memiliki arti yang berbeda.

Para sipir tidak selalu peduli dengan apa yang terjadi di antara para tahanan. Kekerasan, pemerasan, pertikaian, bahkan kekerasan seksual, hingga kematian bisa terjadi tanpa ada yang benar-benar tahu siapa yang akan menjadi korban berikutnya.

Ada pula para sipir penjara yang bahkan ikut melakukan kekerasan seksual kepada para napi wanita. Tidak ada satuan terpisah di dalamnya. Tempat tidur bahkan kamar mandi, semua nya sama. pria dan wanita di tempatkan di tempat yang sama.

kekerasan seksual sudah biasa terjadi, bahkan di semua tempat. tidak ada tempat untuk batas privasi disini, kecuali beruntung jika satu sel dengan wanita.

Tidak ada tempat yang benar-benar aman.

Tidak ada teman yang bisa dipercaya.

Di sana, manusia dengan segala jenis kejahatan dan sifat buruknya dikumpulkan di balik satu dinding.

Alesya menatap bangunan besar yang semakin dekat.

Ia menarik napas perlahan.

“Jadi... ini nerakanya.”

Bus berhenti.

KLANG!

Pintu belakang terbuka. Seorang sipir berdiri di sana.

“Keluar.”

Alesya bangkit, Kakinya menginjak tanah ADX Florence untuk pertama kalinya. Ia tidak tahu berapa lama dirinya akan bertahan di tempat itu.

Tidak tahu siapa yang akan menjadi musuhnya.

Tidak tahu siapa yang bisa dipercaya.

Dan yang paling penting—

Alesya tidak tahu bahwa di balik tembok penjara itu...

Mungkin seseorang dari masa lalunya sedang menunggunya.

***

Pintu besi di belakang Alesya tertutup dengan suara keras.

KLANG!

Untuk pertama kalinya, ia benar-benar berada di dalam ADX Florence.

Seorang sipir membawanya melewati lorong panjang menuju sebuah halaman berpagar besi. Tempat itu menjadi area bagi para narapidana untuk berjalan, berbicara, atau sekadar menghabiskan waktu di luar sel.

Begitu Alesya melewati pagar pembatas, beberapa suara langsung terdengar.

“Cantik, tunggu abang!”

“Lihat sini, sayang!”

Seorang narapidana bertubuh besar berdiri di balik pagar. Kepalanya botak dan tubuhnya dipenuhi tato ular. Ia menyeringai sambil menjulurkan lidah dengan gerakan menjijikkan.

Alesya hanya meliriknya sinis, Lalu berjalan lagi. Tidak sedikit pun ia tertarik meladeni, Teriakan dan umpatan terus terdengar dari berbagai arah. Alesya tetap berjalan.

Namun ketika melewati sisi lain halaman, matanya menangkap pemandangan yang membuat langkahnya hampir terhenti.

Perkelahian.

Dua narapidana saling menghantam tanpa ampun.

Beberapa meter dari sana, sekelompok tahanan melakukan tindakan yang tidak pantas secara terbuka, seolah tidak peduli dengan siapa pun yang melihat.

Anehnya, para sipir hanya berdiri di kejauhan, Tidak terburu-buru menghentikan mereka. Alesya mengerutkan kening, namun tetap acuh. Ia kembali berjalan, Beberapa menit kemudian, Alesya dibawa menuju bagian penerimaan tahanan.

Di sanalah semua narapidana baru diproses sebelum ditempatkan di blok masing-masing. Identitasnya diperiksa, Barang-barang pribadinya dicatat dan disimpan.

Ia menjalani pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan keamanan sesuai prosedur penjara. Setelah semuanya selesai, ia diberikan pakaian tahanan dan perlengkapan dasar yang diperbolehkan.Kemudian seorang petugas menyerahkan nomor selnya.

“Blok C. Sel 217.”

Alesya menerima pakaian itu tanpa banyak bicara. Tertulis Angka 0486. Petugas membawanya kembali melewati beberapa pintu besi.

KLANG!

Satu pintu.

KLANG!

Pintu berikutnya.

Semakin jauh mereka berjalan, semakin sunyi tempat itu. Hingga akhirnya mereka berhenti di depan sebuah sel.

Pintu dibuka.

Alesya masuk, Di dalam hanya ada dua tempat tidur dan sebuah meja kecil. Seorang gadis duduk di salah satu ranjang, Gadis itu langsung menoleh, Mereka saling menatap beberapa detik.

Gadis itu menggeser tubuhnya sedikit. Alesya meletakkan barang yang diberikan petugas di ranjang kosong.Pintu besi kembali ditutup.

KLANG!

Alesya menatap pintu itu, Kemudian menoleh kepada gadis di sampingnya, Dua perempuan, Satu sel. Dan sebuah penjara yang tidak mengenal kata aman.Alesya menarik napas pelan. Ia belum tahu siapa gadis di sampingnya.

Namun sesuatu memberitahunya...

tinggal di ADX Florence tidak akan pernah sesederhana sekadar menjalani hukuman.

(( Sampai di sini dulu cerita kita di bab ini.

Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan menemani perjalanan Alesya. 🤍

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di komentar, ya.

Sampai bertemu di bab berikutnya—karena cerita ini masih jauh dari kata selesai. 🖤

— by_Mastura ))

1
Tuan Tuan
💪😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!