Masing - masing orang memiliki latar belakang mereka sendiri. Ada yang dikucilkan sejak kecil. Ada yang hidup demi mencari seseorang. Ada juga orang yang melarikan diri dari keluarganya demi meraih tujuannya.
Latar belakang yang berbeda itulah yang menyatukan kelompok ini. Ini adalah kisah tentang seorang laki - laki yang pergi melintasi dunia demi mencari jati dirinya. Bersama teman - teman baru yang ia temui di sana, mereka berpetualang dan mencari petunjuk tentang misteri dunia ini. Takdir apakah yang akan dibawa oleh mereka? Perjalanan besar yang akan mengubah takdir di dunia Verden
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Al Triano, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11.) Magic Faun
Aukk...
“Hm, makhluk apa ini?” Tanya Luan yang melihat seekor hewan mirip rubah namun memiliki warna putih dan berekor tiga.
“Seekor bayi Three Tail Fox? Mungkin dia dikejar beruang tadi. Sehingga beruang itu sampai ke kawasan ini.” Ucap Ben setelah melihat luka pada kaki makhluk tersebut.
“Apa dia semacam monster?” Luan kebingungan karena belum tahu pasti jenis dan nama dari semua makhluk yang ada di Verden.
“Bukan, dia adalah Magic Faun dengan sihir api.” Tapi bagaimana dia bisa ada di sini? Seingatku habitat Three Tail Fox tidak di sini. Ungkap Ben mengenai Three Tail Fox. Namun Luan tidak bisa memahami sedikitpun maksud Ben.
Magic Faun, apa itu? Entahlah, akan kutanyakan kepada Bibi Vina nanti di rumah. Ben kemudian mengajak Luan pulang dan membiarkan Three Tail Fox tersebut. Ia berpikir kalau makhluk tersebut akan segera mati karena lukanya.
“Hei paman, apa kita tidak bisa membawanya pulang?” Tanya Luan yang merasa kasihan pada anak Three Tail Fox tersebut. Sejak kecil ia memang suka sekali terhadap hewan. Sehingga saat melihat bayi Three Tail Fox yang mirip dengan rubah itu terluka, ia tidak bisa membiarkannya.
“Boleh saja, tapi asal kau tahu, Three Tail Fox bukanlah makhluk yang ramah kepada orang.” Ucap Ben memperingatinya.
“Kalau memang begitu aku bisa melepasnya saat lukanya sudah sembuh, bukan?” Ia mengulurkan tangannya perlahan-lahan dan mencoba mengangkat rubah yang sedang cidera tersebut. Dan ternyata, rubah tersebut tidak marah, ia hanya diam saat dipegang oleh Luan.
“Tidak kusangka dia cukup ramah. Kalau beruntung, mungkin kau bisa mengikat kontrak dengannya.” Ucap Ben terkesan setelah melihat keakraban Luan dengan Three Tail Fox tersebut.
“Mengikat kontrak? Apa maksudnya itu?”
“Intinya kau bisa menjadikannya familiar sebagai partner bertarung atau sekedar menjadi hewan peliharaanmu.” Jelas Ben
“Eh, hal seperti itu juga bisa dilakukan? Hebat...” Ujar Luan dengan gembiranya karena berharap bisa mendapatkan teman baru.
...***...
Magic Faun adalah hewan yang sudah memiliki kekuatan sihir murni dari dalam dirinya. Sedangkan monster merupakan makhluk yang terkontaminasi oleh energi kegelapan. Meskipun keduanya tetap saja dijadikan target perburuan jika menjadi ancaman.
“Tapi, aku cukup terkejut kau membawa pulang seekor Three Tail Fox. Dia merupakan salah satu Magic Faun kelas atas. Terlebih dia sepertinya ramah padamu.” Vina terkejut saat melihat Luan membawa seekor Three Tail Fox ke rumah. Ia juga menjelaskan terkait perbedaan antara Magic Faun dengan Monster.
“Entahlah, dia sudah seperti ini sejak pertama aku menemukannya di hutan." Jawab Luan
“Itu bagus, kau mungkin bisa menjadikannya familiarmu.” Ucap Vina setelah melihat kedekatan mereka berdua.
“Nah itu, bagaimana caranya melakukan kontrak apalah itu?” Tanya Luan yang rasanya tidak sabar. Ia membayangkan memiliki seekor familiar yang mau menemaninya kapanpun.
“Kebetulan aku masih menyimpan segel familiar ini.” Vina kemudian menyerahkan sebuah kertas yang berisi pola lingkaran sihir dan buku. “Oleskan darahmu secara melingkar pada lingkaran sihir ini dan taruh pada kepala Three Tail Fox itu. Kemudian baca mantra yang sudah kutandai di buku itu.” Jelas Vina kepada Luan.
“Tapi hal itu tidak akan mudah, pertama kau harus memiliki kekuatan sihir yang–“ Ucapan Vina terpotong setelah melihat Luan melukai jarinya dan mulai mengolesnya ke kertas yang ia berikan.
“Kepada langit dan bumi, gerbang surga dan neraka, patuhilah perintahku dan tunjukkanlah jalan kepada makhluk yang fana ini....” sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk di bawah kaki Luan yang mengelilinginya bersama rubah tersebut.
“Namaku, Luan Nychta penuhilah harapanku dan jadilah bagian dari diriku.”
““Ehh...?”” Vina dan Ben yang mendengar nama Luan seketika membeku karena terkejut.
Pyar!! Brakk!!
“Aww... sakit!!” Luan menggeliat di lantai sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat kesakitan. “Apa yang terjadi?” Tanyanya yang melihat kontraknya tiba-tiba gagal. Vina pun menghampiri dan melihat apa yang terjadi.
“Kemungkinan itu disebabkan oleh dua hal. Pertama, hewan yang ingin kau jadikan familiar menolak kontraknya. Yang kedua, manamu belum mencukupi untuk membuat kontrak dengannya.”
Vina menjelaskan kalau Three Tail Fox merupakan salah satu dari beberapa Magic Faun tingkat atas. Sehingga walaupun itu masih anak - anak, tetap dibutuhkan kekuatan yang cukup besar untuk mengikat kontrak dengannya.
Luan baru saja belajar sihir, dan baru bertemu dengan Three Tail Fox tersebut beberapa jam yang lalu. Tidak mengherankan kalau mana miliknya belum cukup atau belum adanya kepercayaan antara satu sama lain.
“Sungguh disayangkan, maaf kalau aku terlalu terburu-buru. Apa kau mau menungguku? Suatu saat aku pasti akan menjadi orang yang kau percayai kemudian kita akan menjadi rekan.” Three Tail Fox tersebut mengelus-eluskan kepalanya ke tagan Luan sebagai tanda atas pertanyaannya.
“Omong-omong Luan, tadi saat kau membaca mantranya apa kau juga menyebutkan nama keluargamu?” Tanya Vina yang sudah penasaran sejak tadi.
“Huh? Iya, bukankah di buku dijelaskan kalau kita harus menyebutkan nama secara lengkap?” Jawabnya yang merasa heran terhadap pertanyaan Ben.
“Jadi selama ini kau memiliki nama keluarga?!” Ben cukup terkejut karena Luan belum pernah menyebutkan marganya.
“Eh, aku belum mengatakannya, ya?” Luan tidak sadar kalau selama ini ia hanya memperkenalkan nama aslinya. Ia kemudian mengulangi lagi perkenalannya. “Mungkin ini sudah terlambat tapi, sekali lagi perkenalkan, namaku adalah Luan Nychta.”
Dalam ruangan tersebut, hanya Vina yang merasa terkejut atas perkenalan ulang Luan. Ia terlihat seperti tengah berpikir terhadap sesuatu. Jangan-jangan... tidak, tu tidak mungkin, kan?
...***...
Kini Luan memiliki teman berlatih baru. Sejak ia mengobati Three Tail Fox tersebut, ia selalu membawanya kemana-mana bahkan saat berlatih. Vina berkata kalau hal itu akan membuat mereka berdua semakin dekat.
Pernah Luan bertanya kepada mereka berdua, apakah mereka berdua juga memiliki familiar atau tidak. Saat mendengarnya Ben membalas, “Melatih familiar membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Dan itu bisa mengganggu latihan juga pekerjaanku.”
Sedangkan Vina, “Aku sebenarnya ingin memiliki familiar sejak dulu. Hanya saja...” Three Tail Fox yang dibawa oleh Luan langsung menjauh dan menggeram tidak suka begitu Vina mendekatkan tangannya. “Setiap hewan ataupun Magic Faun selalu seperti itu saat kudekati.” Wajahnya langsung murung saat melihat reaksi dari rubah itu.
Pada saat berlatih, Luan tidak menyangka kalau rubah tersebut juga akan ikut berlatih bersamanya. Ia membantu Luan dengan menyelinap menyerang para monster dari belakang menggunakan sihir kegelapan. Hal itu sangat membantu Luan dalam mengalihkan perhatian.
Awalnya Luan berencana melatih Three Tail Fox tersebut pada saat mereka sudah menjalin kontrak. Dengan begini ia akan sangat terbantu karena kerjasama tim yang sudah terbangun sejak awal. Terlebih hal tersebut juga mulai menandakan kalau Three Tail Fox tersebut sudah menerimanya.
Walaupun jatah latihan dan waktu yang Luan perlukan untuk pergi berpetualang harus ditunda lebih lama karena ia juga disibukkan dengan melatih calon familiarnya. Tapi ia sepertinya tidak masalah dengan itu. Justru ia merasa senang karena memiliki teman baru.
Lambat laun hubungan antara keduanya sudah semakin berkembang. Sebisa mungkin Luan berusaha meningkatkan mananya agar bisa segera menjalin kontrak dengan Three Tail Fox tersebut. Karena semakin dewasa dan semakin kuat calon familiar, dibutuhkan kekuatan yang besar juga untuk bisa menjalin kontrak dengannya.
Pelatihan yang Luan jalani sangatlah lancar. Dirinya mengalami kemajuan yang sangat pesat, baik dalam bidang sihir maupun pedang. Waktu berlalu sangat cepat, dan tanpa disadari sudah satu setengah tahun ia berada di Verden.
karyamu baguss...👌👌👌👌👌
2. tulisan yang rapi.
3. cover yang bagus.
semangat terus, saya cukup terhibur.