Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikahi CEO?

Menikahi CEO?

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Kaya Raya / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:824.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Donna Octaria Ayin

"Ikuti semua perintahku atau kau akan lihat bagaimana aku menghancurkan keluargamu tanpa sisa hanya dalam satu detik" ucap Varel yang mencengkeram kuat dagu Vania

"I-iya Tuan"
jawab Vania terbata.

Varel Andreas Fernandez, seorang pengusaha muda yang memiliki masa lalu menyakitkan, membuat perubahan besar didalam hidupnya terlebih dengan sikapnya.

Evivania Amanda, seorang gadis yatim piatu yang dijual oleh keluarganya untuk memperbaiki keuangan perusahaan sang paman.

Apakah pernikahan mereka bisa bertahan lama?
Apa Vania bisa menghadapi sikap kasar Varel?
Atau, kisah mereka hanya akan sementara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Donna Octaria Ayin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Hari

Jangan lupa untuk VOTE ya🥰😍...

Happy Reading Guys🥰😘!!!!

*****

Kamar Utama

Pagi hari masih di kamar utama, Vania terbangun dan terkejut melihat dirinya yang tertidur di samping sang suami tanpa mengenakan pakaian, hanya selimut tebal yang menutupi tubuh keduanya. Sesaat ia baru menyadari bahwa malam kemarin ia sudah memberikan mahkota yang selama ini ia jaga untuk sang suami sahnya

Kemarin sebelum tidur Vania sempat berpikir tentang perubahan Varel, bagaimana bisa si Tuan Muda yang selama ini kejam dan jahat terhadapnya bisa memperlakukannya dengan lembut? Pertanyaan yang masih hinggap di pikiran Vania yang belum ia temui jawabannya

Vania menatap wajah Varel yang tertidur dengan sangat pulas dengan memeluk dirinya. Tanpa membangunkan sang suami, akhirnya Vania pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Berjalan dengan sangat pelan karena ia merasakan bagian bawahnya yang terasa sangat nyeri

Tiga puluh menit kemudian

Ia sudah selesai membersihkan diri dan saat ini Vania sedang membuka tirai jendela membuat Varel terbangun karena cahaya matahari yang mengganggu tidurnya

"Sayang kau sudah bangun?" tanya Vania mendekati Varel, namun tiba-tiba Varel menariknya hingga ia terduduk

"Aw" ringis Vania karena bagian bawahnya kembali terasa sangat nyeri

Dengan cepat Varel duduk dan menangkup wajah sang istri

"Kenapa? Apa yang sakit?"

tanyanya dengan raut wajah yang sangat khawatir sedangkan Vania enggan menjawab dan hanya menampilkan senyumnya

"Apa masih sakit?"

tanya Varel dengan hati-hati

"Hanya sedikit"

jawab Vania tersenyum

"Maafkan aku, padahal aku berusaha melakukannya dengan sangat lembut tapi ternyata masih terasa sakit"

ucap Varel mencium kedua tangan Vania dan masih dengan raut wajah khawatir

"Sayang ini wajar kok, aku pernah mendengar ucapan teman-temanku yang sudah menikah, kata mereka memang wajar jika terasa nyeri karena pertama kali melakukan"

jelas Vania tersenyum menatap sang suami

"Jangan pergi bekerja"

perintah Varel yang membuat raut wajah Vania berubah kesal

Aku sudah tidak bekerja kemarin, bagaimana aku bisa membelinya jika aku terus menerus tidak bekerja?-Vania

"Sayang nyeri nya hanya sedikit kok, nanti juga akan membaik. Saat ini aku perlu bekerja karena aku sedang mengumpulkan uang"

ucap Vania jujur dengan maksud agar Varel menyuruhnya pergi bekerja namun ternyata sia-sia saja

"Uang? Kau ingin membeli apa? Katakan padaku"

"Tidak, aku tidak ingin menerima uangmu, aku juga tidak akan membelinya dengan uangmu"

Ucapan yang membuat Varel terdiam

Bagaimana bisa? Istriku selama ini tidak pernah meminta uang terhadapku? Bahkan dia tidak mau menerima uangku? Apa yang akan ia beli?-Varel

Tiba-tiba Varel menekan remote yang terhubung dengan kepala pelayan yang tak lain adalan Pak San

"Antar kan sarapan kami ke kamar" ucapnya lalu kembali menatap Vania

"Kau menabung uang ingin membeli apa?"

Bagaimana ini? Jika aku jujur apa dia akan membelikannya? Tidak, aku tidak ingin membeli rumah itu dengan uang suamiku. Aku ingin membelinya dengan uang kerja kerasku sendiri. Sepertinya aku harus sedikit memohon.-Vania

"Rumah" jawab Vania singkat

"Rumah? Apa kau tidak nyaman tinggal disini? Kau ingin membeli rumah yang sebesar apa? Katakan padaku akan ku suruh sekretaris Dim membelikannya" ucap Varel yang membuat Vania memutar kedua matanya

"Apa alasanmu ingin membeli rumah? Kau ingin mencoba kabur dariku hah?" bentak Varel

Jangan mengira dia sudah berubah karena sampai kapanpun dia adalah Tuan Muda Varel yang sangat kejam. Bahkan berbicara pun ia selalu membentak .-Vania

"Sayang kau salah paham, aku menabung uang karena ingin membeli rumah kedua orangtuaku yang dijual oleh bibi dulu, aku tidak pernah ingin kabur darimu, jangankan kabur untuk memikirkannya saja aku tidak pernah, alasanku tidak ingin menerima uangmu karena aku ingin membelinya dengan hasil jerih payahku sendiri"

Penjelasan yang membuat Varel lagi-lagi terdiam

Mengapa ada wanita seperti dia? Diluar sana banyak wanita yang menginginkan harta dan kekuasaan ku, namun istriku bahkan tidak ingin menerimanya.-Varel

Tok tok tok

"Sayang mandilah, biarkan aku yang membukanya" ucap Vania yang hendak berdiri namun Varel menahannya

"Tidak, jangan bergerak dan cukup diam, biarkan aku yang membuka pintu" ucap Varel lalu memakai celana pendeknya dan membuka pintu.

*****

Meja Makan

"Ada apa Pak San?" tanya Mama Melinda saat melihat Pak San mengangkat telfon yang terhubung dengan kamar utama

"Maaf Nyonya, Tuan Muda dan Nona Muda sepertinya akan sarapan di kamar" ucap Pak San dengan sopan

"Kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya Mama Melinda khawatir

"Maaf Nyonya saya tidak tau dan Tuan Muda juga tidak memberitahukannya" ucap Pak San menunduk

"Yasudah lanjutkan pekerjaanmu"

ucap Mama Melinda

"Mama ini tidak peka ya?" ejek Vandi menatap sang Mama

"Tidak peka apanya Van?" tanya Mama Melinda seraya memakan sarapannya

"Mereka kelelahan Ma, kemarin malam kan melanjutkan memproduksi cucu Mama" ucap Vandi yang membuat Mama Melinda tersenyum

"Kakakmu berubah ya nak?" ucap Mama Melinda

"Iya Ma, semoga saja kak Vania bisa membantu kak Varel keluar dari bayangan masa lalunya" ucap Vandi penuh harap

*****

Kembali ke Kamar Utama

"Heh kau mau apa?" tanya Varel saat melihat Vania yang hendak turun dari tempat tidur

"Melakukan kewajiban ku Sayang, aku akan memasang dasi untukmu" ucap Vania lalu berjalan mendekati Varel

"Pergi ke sofa dan tunggu aku sarapan atau jika kau menolak, aku tidak akan pergi ke kantor dan seharian berada di dalam kamar bersamamu"

Ancaman yang membuat Vania dengan refleks berjalan dan duduk manis di sofa

Hahaha...Begitu saja dia sudah takut. Tenanglah aku tidak akan menyakitimu apalagi kau masih merasakan perih. Namun jika kau sudah sembuh, aku tidak menjamin untuk tidak memakan mu.-Varel

**

Seharian dikamar? Kau ingin membunuhku hah? Dasar Tuan Muda tak punya otak.-Vania

*

*

*

1
donna
Luar biasa
Mimi Gheall Gheoll II
thor gimana sih alur ceritanya, lagi lagi vania ngamber gra gra dinda ngomporin dia lagi, sudah berapa kali varel memberitahu vania kl dia sdh gk cinta dinda lgi, ini msh cemburu terus si vanianya.
falea sezi
mampus
falea sezi
novel bagus kok sepi ya
Zahwa Putri Bunda
ceritanya sama seperti saga daniah ya.....
Zahwa Putri Bunda
kok ceritanya mirip.sama TMTM ya...saga-daniah...
Chibi Lovemather
lanjut kak
Chibi Lovemather
kok lama bnget kak upnya
Neng Desy
lanjut lagi kak
Chibi Lovemather
lanjut
Neng Desy
lanjut lagi kak
gang jasad
vvbbbbb
Neng Desy
lanjut lagi kak
Neng Desy
lanjut
Neng Desy
lanjut lagi kak
Neng Desy
lanjut kak
Neng Desy
lanjut lagi kak
Neng Desy
lanjut lagi dong Thor..
Neng Desy
lanjut lagi kakk
Neng Desy
lanjut kka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!