Indonesia
NovelToon NovelToon
Ratu Sihir

Ratu Sihir

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Perperangan / Kutukan / Fantasi / Kerajaan / Sihir / Tamat
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: raineoko

Setelah beberapa tahun menikah akhirnya ratu Padatya dan raja Rawikara dikaruniai seorang putri, putri yang memiliki paras yang cantik dan mata yang indah, dia diberi nama Haritala.
Mereka terkena kutukan yang membuat mereka hanya bisa memiliki satu keturunan. Dan karena kematian ratu dan raja Haritala lebih cepat diangkat menjadi ratu disaat dia berumur 21 tahun. Banyak hal baik maupun buruk telah ia lalui. Terutama memendam rasa cinta selama 6 tahun dan itu menjadi hal yang sia-dia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon raineoko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Bertemu peneror

"Biar aku yang mengawasi pergerakan wanita itu." Ucap Haritala yang ditujukan pada Manika.

...____...

Haritala kembali duduk di singgasana. Dia melihat dari arah depan ada prajurit dan rakyat yang sedang berjalan ke arahnya.

Haritala menatap prajurit itu, meminta penjelasan.

"Dia berkata, jika dia dipaksa seseorang untuk menyampaikan langsung pada, yang mulia ratu." Ucap Prajurit itu, ia mendorong rakyat itu untuk lebih maju kedepan.

"Yang mulia. Orang itu berkata jika yang mulia harus pergi bersama ku, hanya berdua tanpa dikawal." Pria itu menunduk, menunggu balasan dari Haritala.

"Sekarang?" Tanya Haritala yang diangguki oleh pria itu.

"Bawa dia ke depan." Perintah Haritala.

Haritala berjalan ke kamar, dia harus pergi mengenakan jubah hitam. Dia tidak ingin pergi sebagai ratu istana ini, dia ingin pergi sebagai Haritala.

"Jangan biarkan siapapun masuk ke istana ini. Tutup gerbang."

Sesuai perintah Haritala gerbang ditutup setelah Haritala mulai berjalan menjauh dari istana.

Pria itu membawa Haritala menuju hutan. Hutan yang tidak pernah Haritala masuki dan bahkan jalan yang mereka gunakan untuk menuju hutan ini tidak pernah Haritala lalui sebelumnya. Dia bahkan baru saja mengetui jika ada jalan ini.

"Kau sering ke hutan ini?" Tanya Haritala. Sepanjang jalan mereka memasuki hutan ini dia selalui menapakkan kaki dengan hati-hati, banyak akar-akar pohon yang muncul itu bisa saja membuat seseorang yang ceroboh tersandung. Dan ranting pohon di mana-mana itu juga bisa melukai.

"Lumayan, yang mulia. Di saat persediaan daging habis aku kemari untuk berburu."

Pria itu berjalan lebih dulu, dan Haritala berjalan di belakang. Sesekali Haritala menatap pergerakan pria itu, memang terlihat orang yang sudah memiliki pengalaman memasuki hutan ini.

Hutan ini cukup luas, dan mereka berjalan sudah sangat jauh. Bahkan saat Haritala menoleh kebelakang dia tidak dapat lagi melihat jalan masuk.

"Yang mulia, sebentar lagi kita sampai. Di depan sana ada sebuah gubuk." Ucap pria itu sambil menunjuk menggunakan sebelah jempol tangannya.

Mereka telah tiba disebuah gubuk yang dikatakan pria itu. Dan memasuki gubuk itu.

Haritala tidak langsung menyadari keberadaan pria asing yang sedang duduk dengan tersenyum licik memandang dirinya.

Saat Haritala menyadari keberadaan pria asing itu, dia terkejut dalam diam.

"Kau," Haritala menatap nyalang pada pria yang adalah rakyatnya.

"Kau bekerjasama dengan orang ini." Sungut Haritala. Dia tidak terima salah satu rakyatnya adalah penghianat.

"Yang mulia, sama sekali tidak. Aku dipaksa, dia mengancam akan membunuh anak istriku, jika aku tidak menurut." Pria itu tentu merasa bersalah, dia tidak pernah berniat untuk menjadi penghianat.

"Queen. Tidak apa, santai saja." Pria asing itu berdiri dan berjalan perlahan mendekati Haritala.

"Aku hanya ingin kita bermain kecil. Satu lawan satu. Namun syarat yang harus kau patuhi, jangan menggunakan sihir." Ucap pria asing itu dengan tidak fasih. Ia menyeringai.

Seringaian itu membuat Haritala teringat Batara. Dia mengalihkan pandangannya, sangat waspada takut jika dia adalah murid Batara.

Seharusnya aku curiga sejak awal. Namun aku terlalu berpikiran baik, kenapa aku berpikiran jika dia memohon untuk membantu tentang kesulitan ekonominya. Batin Haritala.

Haritala berpikir jika rakyat itu dipaksa oleh atasannya untuk memperlihatkan kebun yang kurang baik. Dan atasannya ingin meminta pada ratu untuk dibantu.

"Queen. Kau tidak harus menumpahkan darah untuk berkelahi melawan diriku, asal kau mau membantuku untuk menangkap wanita phoenix itu!"

"Sebelum itu aku ingin bertanya," dengan berani Haritala menatap pria asing itu.

"Bahasa apa yang kalian gunakan untuk meneror diriku?"

Pria asing itu tersenyum miring. "Itu adalah bahasa Inggris. Aku terlalu membuang-buang waktu untuk mengirimkan itu, bahkan kau tidak mengerti satu kata pun." Ucapnya diakhiri teriakan.

Haritala menyeringai, dia cukup puas melihat pria asing itu merasa kesal.

Pria asing itu bernapas menggebu-gebu, terlalu kesal saat mengingat usahanya yang hanya sia-sia.

"Baik, Queen. Jadi mari bekerjasama?" Pria asing itu kembali tersenyum.

Haritala berdecak dalam hati, senyum palsu.

"Jikalau nama baikku menjadi buruk, apa kau akan bertanggungjawab atas itu semua?"

"Tentu, aku orang yang jujur."

"Benarkah?" Tentu saja Haritala tidak percaya, dati tampangnya saja sudah terlihat jelas wajah penipu.

"Queen, jangan membuang-buang waktu. Kau tahu, aku dengar ada seseorang yang membicarakanmu, dan dia mengatakan jika ratu yang dahulu cantik, kini menjadi jelek karna tua." Dengan sengaja dia menekan dibagian kalimat yang ia yakini itu membuat Haritala sakit hati dan juga kesal.

"Kau tidak percaya? Tanyakan padanya." Pria asing itu menunjuk pria—rakyat Haritala, yang berada di sampingnya.

Haritala menatap pria yang membawanya kemari itu, menunggu pria itu mengatakan yang sebenarnya.

"Yang mulia. Mohon jangan sakiti aku, tapi aku mendengar ini saat berjalan pulang."

"Apa dia rakyatku?"

"Ya–ya benar, yang mulia." Sahutnya dengan gugup.

"Bawa dia kehadapanku besok. Jika dia tidak mau, paksa dia." Terlihat dari nada bicara Haritala, dia benar-benar ingin marah saat ini.

"B–baik, yang mulia."

"So? Bagaimana, queen?"

"Aku terima." Haritala memberi gerakan kepala tanda agar pria yang adalah rakyatnya itu menunjukkan jalan untuk pulang.

Mereka pergi meninggalkan pria asing itu sendiri.

...__...

Saat gerbang dibuka lebar, Haritaka disambut dengan keberadaan Gendhis. Dengan berjalan anggun dia menghampiri Gendhis.

"Ada apa?"

"Ratu, memerlukan seseorang yang bisa berbahasa Inggris?" Tanya Gendhis. Karena Gardapati datang menemuinya dan mengatakan jika ratu membutuhkan seorang penerjemah.

"Sebenarnya sudah tidak perlu, namun aku ingin tahu apa yang mereka tulis."

Gendhis mengangguk. "Di sini saja?"

Haritala menunjuk kedepan dengan dagunya, ia kemudian berjalan lebih dulu. Lalu duduk disebuah ruang keluarga, tempat itu hanya digunakan untuk orang-orang tertentu.

Haritala menatap bertanya pada Gendhis yang hanya berdiri di samping sofa.

"Tidak apa?" Gendhis tahu ini ruangan penting dan dia merasa tidak pantas duduk di sini.

Haritala memberi gerakan kepala tanda menyuruh Gendhis untuk duduk.

Dengan perasaan tidak enak, Gendhis pun duduk. Dia juga merasa heran, hari ini Haritala tak banyak bicara padanya.

"Katakan." Desak Haritala, sungguh tak ingin bertele-bele.

Gendhis membuka lipatan kertas yang diserahkan Gardapati padanya. "Kata pertama dead itu berarti mati. Dan kalimat if he dies, you must die too. Itu berarti jika dia mati, kau juga harus mati." Gendhis meluruskan pandangannya menatap Haritala yang tersenyum padanya.

"Baik, terimakasih." Ungkap Haritala.

"Ratu, kau sudah mengatahui siapa orang dibalik itu semua?" Sebenarnya Gendhis tahu jika dia tidak pantas untuk mengetahui ini, namun dia benar-benar penasaran.

Haritala mengangguk, "kau bilang aku orang baik?"

1
lyp
bener juga /Facepalm/
lyp
baik tapi jahat /Sob/
lyp
Ceritanya lumayan menarik karna tidak terlalu memfokuskan pada percintaan saja, tapi mungkin penulisannya harus lebih diperhatikan, tapi ini juga udah bagus banget. /Bye-Bye/
lyp
banyak yang typo kak
IG : wnraineoko: Iya kak, nanti bakal aku revisi /Smile/
total 1 replies
IG : wnraineoko
Seharusnya tanda titik diakhir percakapan🙂
IG : wnraineoko
Ternyata banyak typo di sini.
Susu Kopi Cokelat
ceritanya bagus, keren
IG : wnraineoko: Terimakasih Author, telah mampir.
total 1 replies
IG : wnraineoko
Arti : Selamat datang Ratu, kita bertemu lagi.
Silvi Aulia
satu tontonan iklan buat Author ,

semangat 💪😁
IG : wnraineoko: Terimakasih banyak
total 1 replies
Silvi Aulia
makin seru cerita nya Thor 😍

semangat buat Author nya yang pintar dalam membuat karya ini 👍
IG : wnraineoko: Wah terimakasih untuk Author, komentarmu sangat berarti🤩
total 1 replies
IG : wnraineoko
Arti : hutan yang sama tempat yang berbeda.
spiderkid
Semangat author ditunggu update bab selanjutnya/Determined/
IG : wnraineoko: Okay kak
total 1 replies
spiderkid
saya suka sekali membaca cerita ini
icaica: Aku menemukan sebuah karya menarik di NovelToon, yuk lihat bareng!

You'Re My World
by, author; Dilawrsmr
total 2 replies
Silvi Aulia
aku udah subscribe novel Kaka , ceritanya makin ke sini makin seru kak 🥰 aku suka 👍
icaica: Aku menemukan sebuah karya menarik di NovelToon, yuk lihat bareng!

You'Re My World
by, author; Dilawrsmr
total 2 replies
Silvi Aulia
aku mampir Thor

semangat untuk author 🤗
Sartika Wati
lumayan
Yoh Asakura
Makin lama makin suka, top deh karya thor ini!
IG : wnraineoko: Terimakasih
total 1 replies
LOLA SANCHEZ
Aku ngerasa terhibur dan tidak sendirian setiap membaca cerita ini.
IG : wnraineoko: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!