Indonesia
NovelToon NovelToon
99 HARI MALAIKATKU

99 HARI MALAIKATKU

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama / Model / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: sahisa

Karena keinginannya untuk hidup abadi di Surga, Shienna terpaksa harus menjalani kehidupan sebagai manusia biasa selama sembilan puluh sembilan hari di bumi. Namun, dengan syarat ia tidak boleh jatuh cinta pada siapa pun selama menjalankan misinya.

Akankah Shienna berhasil menyelesaikan misinya? Ataukah ia akan gagal karena jatuh cinta pada manusia yang ia ditemuinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sahisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Halo kakak cantik!" sapa Jiddan sambil melambaikan tangannya pada Shienna. Senyumannya yang mengerikan itu membuat Shienna merasa sedikit takut. Ia tidak tahu bagaimana Jiddan bisa masuk ke dalam.

"Kau ... Siapa?" tanya Shienna ragu.

"Biasa saja, kak. Mengapa kau terlihat seperti sedang ketakutan?" Jiddan bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.

Perlahan Jiddan mulai melangkah mendekati Shienna. Shienna mundur dan ia menjatuhkan gelas minumannya hingga pecah di lantai. Kakinya juga menginjak pecahan kaca dan membuatnya terluka.

"Aku bukan orang jahat, kak. Tapi jika kau berpikir seperti itu ... Maka aku bisa menjadi orang jahat untukmu," ucap Jiddan sambil terkekeh kecil.

"Berhenti di sana, atau aku akan menelepon Jeffrey!" ancam Shienna, tetapi Jiddan tidak memedulikannya.

Jiddan malah tertawa dan merasa senang saat Shienna terlihat takut padanya. "Kau lihat, bukan aku yang menyakitimu tapi dirimu sendiri. Harusnya kau diam saja, tidak perlu banyak bergerak," ucapnya. Ia berhenti melangkah dan menatap Shienna dengan datar.

Mengambil ancang-ancang, Shienna kemudian berlari masuk ke dalam kamarnya tanpa menyadari kakinya terluka. Dengan segera ia mengunci pintu dan mengeluarkan ponsel untuk menelepon Jeffrey.

Seketika sambungan telepon terhubung, tapi yang mengangkatnya itu bukan Jeffrey, melainkan Jake.

"Ada apa, Ling?" tanya Jake dari dalam telepon.

"Kau Jake? Bisakah kau pulang sekarang karena ada seseorang yang begitu mengerikan! Dia ada di dalam rumah. Cepat datang, aku ketakutan di sini," balas Shienna dengan panik.

"Tunggu di sana, Ling!" Jake menutup panggilan telepon dan ia segera turun ke parkiran.

Ia tidak memberitahu Jeffrey karena pria itu tengah mengadakan rapat. Ia buru-buru mengemudi dan berkendara menuju apartemen. Sedangkan di rumah, Shienna bersandar pada pintu dengan tubuh yang gemetar saat Jiddan berteriak di luar kamarnya.

"BODOH! MENGAPA KAU MENELEPON KAKAKKU!? PADAHAL AKU HANYA INGIN MENGAJAKMU BERKENALAN. SIALAN!" Jiddan mengumpat dan ia segera keluar dari sana. Bisa-bisa Jeffrey mengetahui keberadaannya.

Tepat saat Jake datang, Jiddan sudah tidak ada di rumah. Entah di mana ia bersembunyi, tapi syukurlah ia sudah tidak ada di sana.

Saat masuk, matanya langsung tertuju pada pecahan kaca dengan darah di sana. Jake panik dan segera menghampiri kamar Shienna. Ia pun mengetuk pintu pelan-pelan sembari memanggil Shienna.

"Ling ... Kau baik-baik saja?" tanya Jake dan seketika pintu kamar terbuka.

Jake mengarahkan pandangannya ke bawah dan bisa ia lihat kaki Shienna yang berdarah. "Sebentar, Ling. Aku ambilkan kotak P3K dahulu," ucap Jake, meninggalkan Shienna di sana.

Shienna hanya diam dan tak lama kemudian Jake kembali sambil membawa kotak yang ia sebutkan barusan. Shienna juga berbalik dan melangkah menuju kursi di dalam kamarnya. Ia duduk di sana, lalu Jake menyusulnya.

"Tidak ada siapa-siapa di sini, Ling." Jake berucap sembari mengobati luka di kaki Shienna.

"Tadi ada. Mungkin saat ia tahu aku menelepon, dia langsung pergi dari sini," balas Shienna.

"Namun, apakah kau ingat dia bagaimana? Atau mungkin kau mengenalinya?" tanya Jake.

"Aku tidak tahu, tapi tadi aku dengar dia berteriak dan menyebutkan bahwa Jeffrey itu kakaknya," jawab Shienna sambil mengingat-ingat.

Ah, sudah pasti Jiddan yang datang. Jake membatin.

"Sudah, Ling."

Selesai, Jake lalu merapikan kembali kotak P3K-nya. Ia pun berdiri dan menghadap Shienna. "Oh, iya. Aku akan bilang pada Jeff untuk mengganti kode akses masuk ke rumah dan juga meminta bibi untuk tidak mengizinkan Jiddan masuk kesini lagi," ucap Jake.

"Jiddan?" tanya Shienna karena tidak tahu.

"Iya. Jiddan, adik Jeffrey." Jake menjawab.

Shienna mengangguk saja. "Oh begitu.."

"Mulai sekarang, kau harus hati-hati jika bertemu Jiddan lagi. Dia berbahaya, siapa tahu kau akan menjadi salah satu korban kemarahannya. Dia memang seperti itu, tidak baik jika dekat dengannya." Jake bertutur.

......................

Setelah mendapat kabar dari Jake tentang Shienna tadi, Jeffrey langsung pulang ke rumah orang tuanya. Ia ingin bertemu dengan Jiddan, tetapi anak itu tidak ada di rumah. Orang tuanya juga mengira kalau Jiddan itu berada di sekolah.

"Tidak, bu. Jiddan tidak masuk ke sekolahnya," ucap Jeffrey resah. "Tadi pagi dia datang ke perusahaan dan seperti biasa dia memaksa agar aku memberikan perusahaan padanya. Itu sangat mustahil, bu. Bagaimana bisa bocah SMA seperti dia bisa mengelola perusahaan."

"Apa ayah tahu masalah ini?" tanya ibu.

Jeffrey menggelengkan kepalanya. "Jake juga bilang, dia datang ke apartemenku dan membuat sedikit kekacauan. Ling juga sampai merasa ketakutan," lanjutnya.

"Lalu sekarang Ling bagaimana?" tanya ibu lagi.

"Jake bilang baik-baik saja, tapi aku tidak tahu karena aku belum pulang ke rumah," jawab Jeffrey.

"Kalau begitu kau pulang saja. Biar nanti ibu bilang pada ayah soal masalah ini. Ibu juga akan meminta pekerja-pekerja ayah untuk mencari Jiddan." ucap ibu dan Jeffrey mengangguk.

Pria itu bangkit dan berpamitan pada ibunya. Melangkah keluar dari rumah, Jeffrey lalu menghampiri mobil dan memasukinya. Mengendarai dengan santai, Jeffrey akhirnya sampai di apartemennya.

"Ling, kau tidak apa-apa?" tanya Jeffrey seketika.

Shienna yang sedang menonton televisi itu menoleh dan tersenyum pada Jeffrey. Ia mengangguk dan menjawab bahwa ia baik-baik saja. Jeffrey menghembuskan napasnya lega dan ia pun ikut duduk di samping Shienna.

"Maaf karena tadi tidak ada saat kau terluka," ucap Jeffrey sambil menundukkan kepalanya.

"Tidak apa. Lagipula tadi Jake datang dan mengobati kakiku ini," balas Shienna.

"Maaf juga karena Jiddan membuatmu takut."

"Dia memang menyeramkan. Auranya sangat berbeda denganmu. Bukankah dia adikmu? Tapi mengapa dia seperti itu?" tanya Shienna penasaran.

"Dulu dia anak yang baik, tapi setelah dia tahu bahwa aku dan Kak Nat mendapat warisan lebih duluan dia menjadi seperti itu." jawab Jeffrey.

"Mengapa dia belum mendapat warisannya?" tanya Shienna lagi.

"Mungkin karena belum waktunya. Namun, sebenarnya ayah sudah menyiapkan bagiannya, tapi ia tidak menerima dan ingin mendapatkan perusahaan."

"Ah, dia buruk sekali.."

"Maaf, Ling."

"Mengapa manusia selalu ingin mendapat semuanya? Tidakkah mereka menerima apa yang seharusnya mereka dapat dan berhenti bersikap serakah?" tutur Shienna tanpa menghadap Jeffrey.

"Memangnya kau bukan manusia?" tanya Jeffrey tiba-tiba.

Shienna langsung menoleh panik pada Jeffrey dan ia menggelengkan kepalanya cepat-cepat. "Bukan begitu! Tentu saja aku juga manusia. Kau ini mengapa?" katanya sambil cemberut.

Jeffrey terkekeh kecil dan ia mencubit pipi Shienna. "Aku bercanda, Ling. Mengapa kau menanggapinya dengan serius?" tanyanya.

"Ah, iya. Jika nanti kau bertemu Jiddan lagi, kau harus segera menghubungiku atau tidak menghubungi Jake. Dia itu berbahaya, apalagi setelah dia tahu bahwa kau takut padanya," tutur Jeffrey.

"Aku bukan takut, hanya saja aku tidak bisa melawan jika dia melakukan sesuatu padaku."

"Iya, iya. Intinya kau harus berhati-hati."

Shienna mengangguk-anggukkan kepalanya saja.

......................

To be continued..

1
Asep Ridwan
KEREN SEKALI!!!
sahisa
Keren
Jiraiya
Kagum!
Edith
Sudah gila menanti update-an baru!
khun :3
Karakter-karakternya hidup dalam imajinasi saya. 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!