Pernikahan yang didasari cinta belum tentu selamanya akan abadi. Akan ada badai yang akan menghampiri, apakah sang nahkoda bisa mengatasinya atau tidak tergantung kesiapan diri.
Begitu juga dengan rumah tangga Ima, kebahagian yang ia nikmati hancur lebur saat suaminya punya Wanita lain dan lebih menyakitkan mertuanya ikut andil atas pengkhianatan putranya.
Ima yang sakit hati bertekad dalam hati akan membalas semua pengkhianatan suami dan mertuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Ima bangun kamu?" Aldi membangunkan Ima dengan paksa.
"Udah pulang mas? Tumben kesini, nangi ada yang ngambek dan nyalahin aku lho." ujar Ima dengan mata yang masih nampak mengantuk. Sesekali Ima terlihat menguap.
"Kamu bisa ga sih, ga ribut dengan mama dan Tina ga sih tiap hari? Kamu itu dulu ga sepembangkang ini ."Lama - lama sabar Aldi juga ada batasnya, meskipun cinta tapi jika terus seperti ini bisa - bisa Aldi jadi benci Ima.
"Ooh ada yang sudah ngadu rupanya. Kira - kira ngadu apaan ya mas? " ujar Ima sambil tertawa sinis.
"Kamu ini bener bener ga ada sopan - sopanya sama mama dan Tina." ujar Aldi dengan suara meninggi. Sikap lembutnya menguar begitu saja.
"Kalau aku yang ngadu duluan sama mas Aldi, apakah mas Aldi akan membela aku juga?" tanya Ima dengan tatapan penuh kebencian.
"Tapi kamu kan emang benar salah. Wajar dong jika aku marahi kamu."
"Kamu aja tak percaya sama aku lagi mas? Kamu percaya hanya satu sisi aja tanpa mencari kebenarannya." Ima berkata sedikit lemah, karna ia memang lelah dengan sikap suaminya yang tak mengerti perasaanya.
"Aku percaya, tapi aku lebih percaya ibuku. Kamu itu sekarang sudah banyak membantah." ucap Aldi membuat Ima makin betambah membenci Iparnya.
"Trus mau mas apa?" tanya Ima sambil menguap kembali.
"Minta maaf sama mereka dan kedepanya kamu itu harus sopan."
"Sopan sama siapa, mas?" ujar Ima bersikap manja, membaut Aldi merasa jumawa.
"Kamu suruh aku meminta dengan Tina? dasar ulat bulu gatal ga pantes aku menunduk untuk maafkan apa yang pernah ia lakukan padaku. ."gumam Ima kesel.
"Kamu ini emang ga bisa di atur sama sekali. " Aldi keluar kamar dan menutup pintu kamar mandi dengan kasar. Ia tak bisa berlama - lama berada di sisi Ima yang mampu membangkitkan emosinya.
"Cemen, bela sono kedua wanita tak tau malu itu." ucap Ima lirih karna kesel juga sikap suaminya yang hanya percaya satu pihak tanpa mencari pembenaran.
Keesokan harinya Ima yang malas memasak untuk sarapan, demi tak mau mendengar kicauan mama mertua memilih membelikan sarapan saja yang ada di depan kompleks.
"Ima, mau kemana kamu pagi - pagi gini?" tegur suaminya.
"Beli sarapan."
"Mas anter ya!" Aldi yang merasa bersalah karna sering melupakan Ima dan lebih memilih Tina berniat menebus sedikit lalainya selama ini.
"Boleh." Ima membiarkan saja Aldi mengantarnya untuk membeli sarapan.
"Pagi nak Ima, turut berlangsungkawa ya. Maaf saya kemaren tak datang karna baru pulang dari kampung." tegur seorang ibu yang juga tengah membeli sarapan.
"Makasih ya, bu."
"Nak Ima, maaf ya sebelumnya. Ibu dengar gosip katanya suaminya menikah lagi ya?"
"Benar, bu." jawab Ima jujur membaut Aldi malu.
"Kok bisa sih kamu membiarkan pelakor menganggu rumah tangga mu?"
"Suami dan mertua saya suka, saya mau gimana lagi." Ima memasang wajah sedih mencoba mencari simpati orang lain.
"Ya Allah nak, ada ya suami dan mertua kaya gitu." ibu yang tadi mengelus lembut pungung Ima karna merasa miris dengan kehidupan rumah tangga Ima saat ini.
"Tuh ibu - ibu, wanita secantik dan sebaik nak Ima aja di khianati apalagi kita - kita yang wajahnya pas - pasan." timpal yang lain. Tempat beli sarapan berubah jadi ajang gosip. Semuanya tertawa termasuk Ima.
"Ternyata selara suamimu turun nak Ima."
"Turun gimana bu RT?" tanya yang lain.
"Ya, kalau mau mendua itu cari kek yang lebih dari istri pertama. Ini malah jauh dari istri pertama."
"Masa sih bu RT?"
"Beneran bu, Ira. Kan saya udah liat langsung seperti apa tampang pelakor itu."
Aldi yang sudah merasa panas kupingnya menarik paksa tangan Ima tanpa berkata apapun, hanya ekpresi wajahnya terlihat emosi. Ima tersenyum sekilas karna merasa puas dengan rasa malu yang suaminya rasakan.
"Nak Bima, jangan kasar gitu dong." tegur bu RT.
"Ini istri saya, jadi terserah saya mau ngapain aja. Dasar ibu - ibu tukang gosip." umpat Aldi kesel.
"Bu ibu, saya duluan ya." pamit Ima.
"Ga jadi beli nak Ima?" teriak penjual nasi kuning saat melihat Ima di tarik paksa Aldi.
Ima menggeleng dan terpaksa mengikuti suaminya yang malu setengah mati di hujat oleh ibu - ibu kompleks.
...****************...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 👍🙏🙏