Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Saat tiba di kamar Grace pun merebahkan dirinya, namun setelah berbicara membahas soal pernikahan nya dengan Carson, Grace merasa sedikit lega. Setidaknya soal pernikahan itu sudah tidak masalah penting baginya saat ini.
Grace pun kembali teringat dengan Arga, dia pun mengambil ponselnya.
" kak .... Apa semuanya baik-baik saja?" Grace mengirim pesan kepada Arga dan tidak lama kemudian kini panggilan masuk dari Arga
" halo kak" ucap Grace
" hallo, Grace.... Ternya begini rasanya jadi anak yatim-piatu". Jawab Arga namun dari balik telepon suara Arga terdengar serak dan tidak bersemangat dan sedang menahan tangisnya, Grace tahu bahwa saat ini sangat berat baginya karena Grace juga dulu mengalami hal yang sama dengannya.
" kak Arga yang sabar ya, kita memang tidak pernah menginginkan hal ini terjadi kepada kita. Akan tetapi Tuhan sudah punya rencana dan kita hanya bisa menerima nya dengan ikhlas walaupun perasaan hati ini sangat berat dan sakit" ucap Grace menangis karena dia tahu bagaimana perasaan Arga saat ini.
" aku tidak menyangka ibu akan pergi secepat ini" jawab Arga dan kini dia juga menangis.
" kakak harus kuat agar bisa mengantarkan Tante Yohana sampai ke peristirahatan terakhirnya" ucap Grace
" apa kamu tidak akan datang?" tanya Arga
" kalau urusan disini selesai aku akan usahakan pulang ke kampung kak" kata Grace
" tadi malam pak Iwan menghubungi ku, katanya kamu berangkat ke kota Sumatera. Apa kamu tidak jadi berangkat?" tanya Arga
" jadi kak, saat ini aku masih di Sumatera dan jam 1 nanti kami akan survei lapangan. Setelah urusan disini selesai aku akan usahakan untuk pulang" kata Grace
" jika tidak bisa, tidak usah memaksakan diri Grace " kata Arga
" tidak kak, pokoknya aku akan berusaha" kata Grace akan tetapi kini seseorang menghampiri Arga.
" Grace...."
" udah dulu ya, aku masih ada urusan" kata Arga
" baik kak...." jawab Grace
Setelah panggilan terputus Grace pun berjalan ke arah jendela. Dari balik jendela Grace dapat melihat pemandangan persawahan di hadapannya.
Di ujung sana terlihat gunung-gunung seakan memagari desa itu dan gunung tersebut di tumbuhi beberapa batang pohon cemara yang sangat banyak jumlahnya, di bawah kaki gunung terdapat air danau yang tenang dan luas berwarna putih kebiruan, matahari mulai terlihat dan air danau juga memantulkan sinar cerminan dari matahari itu, di pinggiran danau terdapat Warna padi-padi yang kini mulai menguning dan juga tanaman hijau yang lainnya sangat segar.
Grace mengakui pemandangan itu memang sangat indah dan desa itu sangat asri, suasananya tenang dan tranportasi yang lewat juga hanya sedikit saja sehingga membuat udara disana masih sangat sejuk dan bersih.
Sangat jauh berbeda dari suasana dikota tempat dia tinggal saat ini.
Grace pun mengambil beberapa foto, kini Grace mendengar suara anak-anak, pandangan nya pun tertuju ke sekelompok anak-anak yang kini sibuk bermain di halaman STAY Home tempat mereka tinggal.
Grace pun fokus memperhatikan anak-anak itu bermain dan kadang-kadang dia tertawa. Akan tetapi Grace semakin penasaran dan kini dia pun keluar dari dalam kamarnya.
Saat keluar dari dalam kamar, Grace tidak melihat siapa pun diruang tamu. Grace membuka pintu dan tidak lupa menutupnya kembali. Grace keluar menemui anak-anak itu dan sontak saja anak-anak itu berhenti bermain dan pandangan mereka semua tertuju kearah Grace.
Grace pun tersenyum canggung karena tatapan anak-anak itu.
" hai....." sapa Grace dan sambil tersenyum
" apa kami mengganggu istirahat tante?" ucap salah satu dari anak itu.
" oh.... Tidak kog, kalian kenapa berhenti bermain. Ayo main lagi" kata Grace menyuruh mereka agar tidak berhenti bermain.
" tante maaf,, kami tidak tahu ada orang tinggal didalam, karena biasanya tempat ini kosong" kata salah satunya lagi.
" oh iya.... Siapa namamu?" Grace bertanya kepada salah satu dari mereka dan dia pun duduk berjongkok agar tinggi mereka berdua sejajar.
" nama ku Marta Tante" ucap Anak itu.
" berapa usiamu, kamu kenapa tidak sekolah?" tanya Grace
" umur kami belum cukup. Kata mamak, kami tidak sekolah karena umur kami belum enam tahun" kata salah satu dari mereka
" oh begitu.... " kata Grace
" lalu dimana rumah kalian? Kenapa bermain jauh-jauh. Kalau ibu kalian mencari kalian bagaimana?" ucap Grace karena di sekitar Stay home tidak ada rumah.
" rumah ku yang itu" tunjuk seseorang dan diujug sana terletak sebuah rumah kecil.
" itu jauh" ucap Grace
" itu mana jauh, itu sangat dekat" ucap anak-anak itu bersamaan.
" lalu bagaimana jika ibumu mencari mu" ucap Grace
" Mamakku pergi keladang orang, nanti sore baru pulang" ucap anak itu
" oh... begitu" ucap Grace dengan merasa sedih
" lalu ayahmu?" ucap Grace
" bapaknya sudah meninggal" kata anak yang lainnya.
" mamakku juga pergi keladang" jawab anak yang satunya.
" mamakku juga" ucap yang lainnya bersamaan
" jadi apa setiap hari kalian bermain disini?" ucap Grace
" iya tante, rumah si Boris kan disitu, tapi kadang kami bermain ditempat yang lain juga" kata anak itu dan Grace melihat jarak rumah sekitar 15 meter dari tempat tinggal mereka.
" tante dari kota ya, tante Kok cantik sekali" kata seorang anak kecil berbicara dengan logat desa itu.
" hehehehe " Grace pun tertawa
" terima kasih " ucap Grace