Indonesia
NovelToon NovelToon
Cintamu Bukan Untukku

Cintamu Bukan Untukku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:509.9k
Nilai: 5
Nama Author: relisya

Elvina Clarissa seorang gadis cantik yang harus melakukan pernikahan mendadak dan tanpa persiapan apa pun. Bukan hanya mendadak saja, tapi dia harus menikah dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal. Dia rela melakukannya hanya untuk membuat ibunya bahagia disaat-saat terakhirnya.
"Jika menikah denganmu adalah takdirku, maka akan ku pertahankan pernikahan ini walaupun cintamu bukan untukku. Karena aku yakin, suatu saat nanti kamu akan menerima semua kenyataan ini."
#Elvina

Mampukah dia mempertahankan pernikahan itu? Atau sebaliknya? Hanya waktu yang tau.
Jangan lupa like, komen dan vote.
Terimakasih 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon relisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Untuk Mencintai

Setelah pulang sekolah, Kania dan Friska mengajak Elvina jalan-jalan terlebih dahulu. Tapi Elvina menolaknya dan menyuruh mereka pulang duluan.

Kania dan Friska pun akhirnya pulang duluan.

Saat ini sekolah sudah sepi, Elvina sendiri sedang menunggu Varo di depan gerbang sekolahnya.

Saat sedang menunggu Varo, tiba-tiba saja mobil Saskia berhenti tepat di samping Elvina.

Saskia sengaja menunggu semua orang pulang, karena dia ingin membalas perbuatan dari Elvina. Bahkan dia menolak untuk jalan bersama Devian hanya karena rasa kesalnya pada Elvina.

Saskia turun dari mobilnya. Elvina yang melihat itu pun biasa aja, dia tetap menatap ke depan dan mengabaikan Saskia yang berjalan ke arahnya.

Saskia langsung menjambak rambut panjang Elvina sangat kuat.

Elvina pun meringis kesakitan karena perbuatan Saskia.

"Sekarang sudah tidak ada lagi yang akan bela lo," ucap Saskia yang mengencangkan tarikannya.

"Lepasin," berontak Elvina.

"Heh, salah siapa lo tadi siram gue pake jus,"

"Ya itu karena salah lo sendiri. Sadar diri dong!" Ketus Elvina yang menahan rasa sakit di kepalanya.

Saskia tak peduli, dia tetap menjambak rambut Elvina.

Saat ini Varo baru saja sampai di depan sekolah Elvina. Dia kaget saat melihat Elvina dijambak oleh temannya.

"Gue nggak nyangka, ternyata lo dibuli sama teman lo," ucap Varo seraya melepaskan seat belt dan setelah itu dia langsung keluar dari mobil.

Varo berjalan menghampiri Elvina, "Lepaskan dia!"

Saskia pun langsung menoleh. Saat dia melihat Varo, dia buru-buru melepaskan tangannya dan bersikap manis.

"Hai kak," sapa Saskia pada Varo dengan tersenyum manis.

Varo tak menanggapi sapaan dari Saskia. Dia mendekat ke arah Elvina dan langsung menarik tangan Elvina.

Elvina hanya pasrah saja, dia tidak terlalu berani membentak atau memberontak pada Varo.

Setelah itu Elvina dan Varo pergi dari sana.

Saskia yang melihat itu pun menjadi semakin kesal.

"Sial, ternyata pacarnya yang sekarang lebih tampan daripada Devian."

"Gue nggak akan biarkan ini terjadi."

Saskia langsung kembali ke dalam mobilnya dan pulang.

.

.

.

Varo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Tak ada percakapan diantara mereka berdua. Sampai akhir Elvina yang bicara, "Makasih kak, lo tadi udah tolongin gue." Ucapnya yang masih menatap lurus ke depan.

"Gue nggak nolong lo, gue hanya nggak mau nunggu lama aja."

Elvina tidak peduli itu. Bagi dia, Varo telah menolongnya tadi, "Gue tau pernikahan ini tidak kita inginkan, tapi gue akan berusaha mencintai lo walaupun gue tau, lo kagak akan pernah bisa cinta sama gue." Batin Elvina.

Tidak ada percakapan lagi di antara mereka, Elvina lebih memilih diam dan Varo pun sangat malas untuk berbicara.

Setelah mereka selesai mengurus buku nikah, Varo langsung mengantar Elvina pulang, dan setelah itu, Varo langsung pergi ke perusahaan sang papa.

.

.

Setelah selesai ganti baju, Elvina turun dan menemui Bi Siti,

"Bi, aku bantu bersih-bersih ya," pinta Elvina.

"Jangan non, nanti Bibi bisa dimarahi nyonya Willna," tolak Bi Siti.

"Nggak akan, nanti aku bilang kalau aku sendiri yang mau bantu bibi,"

"Jangan non," Bi Siti masih saja menolak permintaan Elvina.

"Bi, aku tuh bosen jika harus diam terus. Lagian Vika juga belum pulang, kan aku nggak ada teman ngobrol. Pokoknya aku mau bantu Bibi!" ucap Elvina yang langsung mengambil alat pel lantai.

Bi Siti hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dari menantu bosnya itu, "Non Elvina benar-benar berbeda dari yang lain, tidak salah Nyonya Willna menjadikannya menantu." Batinnya seraya tersenyum.

.

.

Varo baru saja masuk ke dalam perusahaan papanya. Saat itu pula Varo melihat papanya yang sedang mengobrol dengan papanya Agnes.

Tanpa berpikir panjang, Varo langsung menghampiri mereka.

"Hai pa, om." Sapa Varo setelah ada di samping Wilson dan papa Agnes.

"Akhirnya kamu datang juga," ucap Wilson.

"Varo, bagaimana kabar kamu?" tanya Felix papanya Agnes.

"Baik om," jawab Varo dengan tersenyum.

"Kamu mau apa datang ke sini? Apa papamu sudah memaksamu untuk bekerja?" tanya Felix.

Sebelum Varo menjawab, Wilson lebih dulu menjawabnya, "Dia kan anak laki-laki, jadi mau tidak mau dia harus mulai bekerja. Kalau sudah punya rumah sendiri, bagaimana dia menghidupi istri dan anaknya tanpa bekerja."

Wilson sengaja mengucapkan itu, tapi jelas saja Felix tidak akan memahaminya.

"Hahaha, kamu benar." Ucap Felix.

"Varo kamu harus bekerja keras, agar nanti Agnes tidak kesusahan saat hidup bersama dengan kamu," sambungnya lagi.

"Ternyata dia masih tidak memahaminya." Batin Wilson.

"Baik om, Varo pasti akan berusaha untuk membuat anak om bahagia," ucap Varo seraya tersenyum.

"Kalau begitu, kapan kamu akan melamar anakku Wilson?"

"Aku tidak bi-" sebelum menyelesaikan ucapannya, Varo yang mengetahui jawaban dari Wilson lebih dulu memotongnya.

"Om sepertinya aku ingin cepat belajar mengurus perusahaan papa. Jadi kita bahas ini lain kali aja. Permisi om,"

Varo langsung menarik tangan Wilson menuju ke lift.

Sedangkan Felix langsung pergi setelah melihat Varo dan Wilson pergi.

Di dalam ruangan Wilson.

"Pa, aku mohon sama papa jangan kasih tau yang sebenarnya pada om Felix," pinta Varo.

"Bukankah tadi papa sudah mengatakan secara tidak langsung? Tapi dia masih belum paham juga, jadi papa harus mengatakannya secara jelas." Jawab Wilson.

"Jangan pa, Varo tidak bisa meninggalkan Agnes. Varo sangat menyayangi Agnes,"

"Varo ingat, kamu itu sudah punya istri." Tegas Wilson.

"Pokoknya Varo nggak mau anggap dia sebagai istri Varo!" Varo langsung pergi begitu saja dari ruangan Wilson.

Wilson hanya terdiam saja. Dia tidak tau harus melakukan apa agar Varo bisa menerima Elvina.

Varo pergi ke ruangan yang tepat berada di sebelah ruangan Wilson. Wilson pernah memberi tau jika ruangan itu memang untuk dia.

"Pokoknya Agnes nggak boleh tau, gue nggak mau kehilangan dia." Gumam Varo.

.

.

.

Malam hari.

Kini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga.

Belum sempat duduk, Varo sudah berbicara, "Besok Varo tidak bisa antar jemput Elvina lagi. Varo sudah mulai bekerja dan Varo tidak mau kecapean gara-gara antar jemput dia."

Setelah mengucapkan itu, Varo langsung pergi ke kamarnya tanpa mendengar jawaban dari Willna dan Wilson.

"Gimana pa?" tanya Willna.

Wilson masih berpikir.

"Yaudah kalo gitu biar Vika aja yang antar jemput kak El," usul Vika.

"Jangan Vik, sekolah kita beda arah. Nanti lo akan terlambat jika antar gue dulu," tolak Elvina.

"Benar kata kakak ipar kamu, bagaimana kalo papa belikan kamu mobil?" tanya Wilson pada Elvina.

"Jangan pa, El bisa naik taksi aja kok," jawab Elvina.

"Kalo nggak mau mobil baru, gimana kalo kamu pake mobil mama yang satunya? Kebetulan mobil itu jarang mama pakai," usul Willna.

"Nggak usah ma, El nggak mau merepotkan kalian lagi." Elvina masih saja menolak.

"Kita ini sekarang sudah menjadi keluarga, kamu nggak usah sungkan gitu," ucap Wilson.

"Iya nak, mau ya pakai mobil mama," bujuk Willna.

"Ayolah kak, kalo nggak mau nanti gue yang akan antar jemput lo, gue nggak akan biarkan lo naik taksi." Ancam Vika.

Dia tidak mau jika Vika akan selalu terlambat gara-gara dia. Apalagi minggu depan sudah ujian. Elvina nggak mau jika gara-gara dia Vika menjadi tidak bisa konsentrasi dengan ujiannya.

"Baik, El akan pakai mobil mama." Jawab Elvina yakin.

Mereka semua pun tersenyum mendengar jawaban dari Elvina.

Elvina baru sadar jika ada tugas yang belum selesai, "Oh iya, El masih ada tugas yang belum selesai. El ke kamar dulu ya," pamitnya.

"Iya," jawab Willna.

"Selamat malam semua," ucap Elvina tersenyum seraya meninggalkan ruangan itu.

"Vika juga mau ke kamar aja deh, nggak asik kalo nggak ada kak El," ucap Vika yang langsung meninggalkan Willna dan Wilson.

"Untung saja Vika mau menerima Elvina ya pa." Ucap Willna dengan terus tersenyum.

"Iya ma, tinggal Varo aja yang masih belum bisa menerima Elvina." Jawab Wilson.

"Semoga aja suatu saat Varo bisa menerima semua kenyataan ini,"

"Amin."

.

.

Saat sampai di dalam kamar, Elvina melihat Varo yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Lo ngikutin gue ya," tuduh Varo.

"Nggak kok, gue mau kerjain tugas gue," ucap Elvina seraya pergi ke meja belajar Varo.

Ya, Elvina memang menaruh buku-bukunya di samping buku-buku Varo.

"Alah bilang aja kalo lo ngikutin gue,"

Elvina sudah mengambil bukunya, "Nggak kak, ini beneran gue mau kerjain tugas gue."

Elvina memperlihatkan bukunya, dan setelah itu dia berjalan ke sofa tempat dia tidur.

Varo sudah tidak mempedulikan Elvina lagi, dia mengambil ponselnya dan menghubungi Agnes. Bahkan dia sengaja membesarkan volumenya.

"Hai sayang, ada apa?" tanya Agnes setelah mengangkat telepon dari Varo.

"Tentu saja aku sangat merindukanmu," jawab Varo.

"Ternyata dia sudah punya pacar," batin Elvina yang sudah mengerjakan tugasnya.

"Oh iya bagaimana kerjaan kamu tadi?" tanya Agnes.

"Sangat lancar, itu juga berkat semangat dari kamu,"

"Kamu bisa aja,"

"Jika bukan semangat dan dukungan dari kamu, aku nggak akan mau untuk bekerja sayang." Varo melirik Elvina yang sudah sibuk dengan tugas sekolahnya.

"Gue akan kasih tau lo kalo cinta gue hanya buat Agnes." Batin Varo tersenyum smirk.

Elvina sudah tidak peduli lagi, dia tetap fokus pada tugasnya itu.

1
AS
akhirnya varo cemburu juga
AS
seru thorr
AS
keren thorr ceritanya sulit ditebak dan penuh makna tersembunyi
AS
varo dan pacarnya kah thorr yang menculik vina?
AS
sangat baik untuk dibaca sangat membuat pembaca penasaran dengan bab selanjutnya
AS
sangat seru juga ceritanya kak
Roha yati
Lumayan
Roha yati
Biasa
Fay
Luar biasa
Adinda
aku sukanya vina sama cris buat apa vina sama varo nyakitin hati
Adinda
jijik lihat tingkah varo
Reni Marlina
bagus
🌻Ruby Kejora
Halo kak
Aku mampir
Salam kenal 💐😄
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
R Rohulk
aku seneng ceritanya tyooor walau pun cerita yg sebenarnya juga tak kalah bagus . yg penting nggak labay ceritanya ok semangat thoooor....
Ida Rubaedah
cocok dipenjara sampai mati... 👍👍👍👎👎👎
Ida Rubaedah
manisnya mau ngeluarin mertua dr penjara...
dng membujuk mantan... 😵😵😵🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Ida Rubaedah
😭😭😭😭 kasihan elvina.. baru ada penyambung keluarga harus cepat meninggalkan lagi....
Ida Rubaedah
author gimana ni elvina...
mau dibiarin aja tuh c varo nikah ama ma lampiir ...
tp ada bagusnya elvina belum diapa apain tuh sama varo jd masih original... 😁😁😁😂😂
Ida Rubaedah
nah begitu harus ambil keputusan...
jangan gantungin anak orang
dibikin pajangan... tak disentuh... 😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!