Indonesia
NovelToon NovelToon
Kisah Kasih Di Sekolah

Kisah Kasih Di Sekolah

Status: tamat
Genre:Romansa / Diam-Diam Cinta / Teen School/College / Teen Angst / Tamat
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Ferina

Ini adalah kisah sederhana dari masa SMA Milkita, masa yang sangat berarti baginya. Milkita jatuh cinta pada seorang pria bernama Rayanza yang memiliki luka bakar parah di wajahnya hingga harus memakai topeng. Namun, bagi Milkita kekurangan itu tidak pernah menjadi masalah.

Kisah cinta itu selalu membekas dalam hidup Milkita. Setiap kali mengingatnya, senyuman selalu menghiasi wajahnya, terutama saat ia menyadari bahwa Rayanza tahu ada seorang wanita yang sangat peduli padanya. Pada hari itu, Milkita merasa cintanya terbalas.

Rayanza sering menjadi korban perundungan di sekolah. Beruntung ia memiliki sahabat setia bernama Axe yang selalu mendukungnya. Namun, kehadiran Axel juga menjadi salah satu alasan Rayanza kerap dibully, karena ia sering dibanding-bandingkan dengan Axel yang tampan dan populer.

Meski banyak orang mengidolakan Axel, Milkita tetap teguh pada perasaannya. Baginya, hanya Rayanza yang ada di hatinya, sementara Axel tak pernah menjadi sosok yang menarik perhatiannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 12

Milkita menarik napas panjang. Perempuan itu menatap ke depan dengan pandangan yang sedikit sayu. Ada rasa sedih di wajahnya.

Sebab baru saja Milkita dimarahi oleh orang tuanya karena tak becus mendapatkan ulangan yang bagus.

Apalagi saat orang tuanya tahu jika ia bergaul dengan Rayan membuat murka ayahnya.

Sebab sang ayah tak ingin jika Milkita bersama dengan Rayan. Sebab yang ia tahu Rayan adalah anak jalanan yang tak terurus. Dan lantas orang tua mana yang menginginkan menantu seperti itu.

Ia tahu jika sang anak menyimpan rasa dengan Rayan. Ia bisa melihatnya dengan jelas saat Milkita yang setiap hari datang untuk menemani Rayan bekerja di restoran miliknya.

Sang ayah pun masuk ke dalam kamar dan dengan cepat Milkita membuang pandangannya dari sang ayah.

"Kau masih marah kepada ku?" tanya sang ayah seraya menghampiri anaknya tersebut.

Milkita sama sekali tak ingin memandang sang ayah. Ia sangat sakit hati pada saat sang ayah menghina Rayan.

"Bagaimana mungkin aku tak marah kepada mu," ucap Milkita sembari membuang pandangannya. Ia sama sekali tak ingin jika sang ayah melihat dirinya.

Ayahnya menghela napas yang sangat panjang. Anaknya ini perempuan dan ia sedikit mengerti tentang perempuan yang sangat sensitif.

"Kau tahu setiap orang tua menginginkan yang terbaik."

"Tapi dia baik ayah."

"Dia selalu menggunakan topeng dan yang aku dengar wajahnya terkena luka bakar. Apakah pria seperti itu yang kau inginkan? Satu lagi kau masih kelas sebelas seharunya kau tak boleh memikirkan tentang cinta-cintaan. Apakah kau tak tahu malu dengan diri mu ini?"

Milkita pun diam. Melawan ayahnya juga percuma sebab tak mempengaruhi hasil akhir juga.

"Kau tahu apa yang terjadi pada ku saat ini sungguh membuat ku tak lagi percaya dengan ayah."

"Kau sangat lelah. Sepertinya kau sangat membutuhkan untuk tidur."

Sang ayah pun pergi setelah mengatakan itu dan Milkita menarik napas panjang setelah ayahnya pergi. Perempuan itu kembali menangis tak tega membayangkan bagaimana Rayan yang dihina oleh ayahnya tadi.

Rayan tak seburuk itu. Mereka selalu saja memandang Rayan dengan sebelah mata hanya karena Rayan memiliki kekurangan fisik dan juga materi.

Milkita menarik napas panjang dan kemudian memejamkan matanya. Ia pun mengambil selimutnya lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Kemudian ia menagis sepuasnya.

Dalam posisi seperti itu adalah yang paling enak untuk menangis sepuasnya.

Pada saat ia sedang larut dalam tangisan, Milkita tak sadar jika ada ponsel yang berdering.

Ia pun menarik napas panjang dan mengambil ponselnya dengan malas. Tapi saat melihat nama si penelpon barulah matanya benar-benar terbuka.

"Rayan, ada apa dia ingin menelpon ku?" tanya Milkita dan kemudian mengangkat telpon dari Rayan.

"Halo?"

"Kenapa hari ini kau tak ingin menelpon ku?"

"Hah?"

Oh Tuhan jadi Rayan menunggu telepon darinya? Ini serius? Milkita benar-benar tak menyangka.

"Kau sedang berusaha untuk menelpon ku?" tanya Milkita dengan raut yang bahagia.

"Hm seperti itu. Mungkin hanya rindu kepada orang yang selalu memperhatikan aku bekerja."

Telepon itu kemudian dialihkan kepada sambungan video. Milkita bisa ia melihat dengan jelas jika saat ini Rayan berada di kamarnya.

"Apakah hari ini kau tak bekerja?"

Rayan diam. Ia menatap ke arah mata Milkita yang bengkak. Rayan pun mengerutkan keningnya.

"Kenapa dengan mata mu? Apa ada seseorang yang sedang menyakiti mu?" tahta Rayan kepada Milkita.

Milkita pun kaget dan langsung menutup matanya. Ia bau sadar jika ia tadi menangis.

"Aku tidak apa-apa. Mungkin aku sangat ngantuk jadi mata aku bengkak."

"Kau tak perlu berbohong Milkita. Pasti ayah mu menyuruh mu untuk tak lagi berteman dengan ku, kan? Tapi sepertinya memang lebih bagus seperti itu."

Milkita pun membulatkan matanya. Apa yang sedang dibicarakan oleh Rayan. Ia tak terima dengan ucapan pria itu.

"Hey apa yang kau katakan. Kau tak ingin berteman dengan ku, ya?"

"Bukan maksud ku seperti itu. Baiklah jika kau salah menanggapi ucapan ku."

"Habisnya kau benar-benar sangat mengesalkan," ucap Milkita dan kemudian menarik napas panjang.

"Jika benar karena itu aku mohon maaf. Mungkin aku hanya pembawa masalah bagi mu."

"Apa yang kau katakan. Sama sekali aku tak pernah berpikir seperti itu."

"Oke-oke aku percaya. Baiklah sebagai permintaan maaf ku aku ingin menemani mu malam ini tidur."

Mereka pun melakukan video call hingga sampai menjelang pagi. Mereka tidur bersama-sama.

_________

Milkita menyapa Axel yang sudah berdiri di depan gerbang sekolah menunggu dirinya.

"Hay! Pasti nungguin seseorang, kan?" tanya Milkita kepada Axel.

"Kamu nannya? Kamu bertanya-tanya?" Axel sengaja mengucapakan itu hingga membuat kesal Milkita.

"Aish aku padahal bertanya kepada mu dengan baik-baik," ucap Milkita dan kemudian memasang wajah yang cemberut yang di mana di mata Axel sangat menggemaskan.

Axel pun mencubit pipi Milkita hingga sang empu pun naik pitam dan memukul lengan Axel hingga terdengar suara yang sangat nyaring.

Milkita memandang marah ke arah Axel.

"Apa yang sedang kau lakukan? Kau ingin bermain-main dengan ku?" tanya Milkita kepada Axel.

"Dasar singa betina." Axel pun memandang ke depan dan melihat jika Rayan baru saja datang dengan wajah yang sedikit mengantuk. "Sepertinya kau malam tadi bekerja lembur hingga wajah ku tampak tak pernah tidur selama satu tahun."

Rayan pun diam dan juga begitu dengan Milkita. Mereka pun tak berkomunikasi karena keduanya malam tadi tidur hingga tengah malam karena asyik melakukan video call.

"Ah seperti itu."

Rayan, Axel dan Milkita pun masuk ke dalam kelas bersama-sama. Para pembully yang sedang menunggu Milkita dan juga Rayan itu pun tak bisa berkutik saat Axel memberikan tatapan yang tajam.

"Kau benar-benar mengerikan di mata mereka."

"Ck, dia hanya sok cool. Padahal aslinya sama sekali tak begitu. Dia hanyalah anak yang benar-benar mengesalkan," balas Rayan sembari mengingat masa lalunya.

"Hahahaha, aku juga tahu ketika aku berteman dengannya," ucap Milkita yang membuat Axel langsung diam.

Hanya dengan mereka Axel tak bisa berbuat banyak dan selalu salah di mata mereka karena Axel sendiri juga tahu bahwa dirinya tak bisa terlihat bijak jika sudah bersama Rayan dan juga Milkita.

"Hari ini ada tugas. Aku tak mengerjakan Pr jadi bisa kah aku meminta jawaban mu?" tanya Milkita sembari mengedipkan matanya.

Percayalah yang melakukan rencana ini adalah Rayan karena ia tahu jika Milkita yang meminta jawaban Axel maka pria itu akan memberikannya berbeda dengan Rayan yang meminta sudah pasti dicermahai.

"Apakah kau malam tadi tak belajar?"

Milkita mengangguk. "Aku ketiduran."

"Baiklah nanti di kelas aku akan memberikannya."

Milkita pun sangat senang. Ia pun memberikan kode kepada Rayan.

________

TBC

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.

1
Khoerun Nisa
seandainya milka TDK ngajak kabur mungkin dia masih ada wlu takdir belum merubah mnjdi manis
Khoerun Nisa
kasihan Rayan udh menderita dr kecil Bru aja mndptkn kbhagiaan eh lngsung lenyap brsama dgn kehidupan mu
Evi
ini kisah nyata ya thoor atau gimana,, sedih sekali ceritanya
Dysha♡💕
author tega ih masa dipisahin sih,dibuat meninggal,,padahal ceritanya bagus,,aturannya ya dibuat ceritanya tuh dibikin si rayanza nya sukses untuk membuktikan kepada keluarga nya
Dysha♡💕
aaaa aku yg baper
Sitti Nur Aisyah
👍
mintandrose
Keren kak 🤩🤩 Semangat terus...
Suhar Tini
bagus, karyanya meski pendek tapi tidak membosankan
Mulya Damanik
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
Tia Maelani
nangis bngt baca nyh😭
🌻Ruby Kejora
Karya baru lg kak? Bnyk bgt karya barunya.
Sukses bwt kak Amanda,
🌻Ruby Kejora: Novel barunya bnyk bgt kk
total 2 replies
Miyura Rajati
lanjut othor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!