Indonesia
NovelToon NovelToon
The 30'S Club

The 30'S Club

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Kantor / Wanita Karir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elsje Artemis

Ok Bit Na, Jung Bo Ra, dan Min Seola tiga orang sahabat yang memutuskan ikut kencan buta, setelah kisah cinta mereka gagal.

Namun apa jadinya jika si mantan menyebalkan, terus-menerus menunjukan sisi manis?

"Hubungan kita diujung tanduk, tinggal menunggu kapan tanduknya patah" - Ok Bit Na

"Kalau dia tidak melamar, dia adalah bajingan yang tertunda" - Jung Bo Ra

"Pernikahan hanya terjadi jika pria menginginkan" - Min Seola

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsje Artemis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 : Pertanyaan Tiba-tiba Min Woo

Chapter 12 : Pertanyaan Tiba-tiba Min Woo

Min Woo tak menolak saat ku gandeng tangannya menuju pintu keluar. Kami berpapasan dengan Jae Yoon yang hendak masuk ke lobi. 

Wajah Jae Yoon tampak datar, dia membiarkan kami lewat begitu saja. Sejenak pandangan kami bertemu, tetapi Jae Yoon memilih mengabaikanku.

Hey Choi Jae Yoon, cepat tahan aku. Ayo hentikan aku dan Min Woo, ayo! teriakan-teriakan di kepalaku mulai menggila.

"Chagiya, sepertinya hubungan kalian sudah berakhir," bisik Min Woo senang.

"MWO," responku kesal.

Kepalaku masih meliuk mencari-cari kemana Jae Yoon pergi.

Aku berusaha menghempaskan gandengan kami, tetapi tangan Min Woo menahanku.

"Ayo pergi CHAGIYA," tekan Min Woo pada kata terakhir membuatku semakin kesal.

Kami berkeliling mencari restoran, kami merasa tidak ada yang cocok. Akhirnya kami kembali ke Cafe 30's club dan memesan tempat privat di sana.

Wajah kesalku tampak lucu bagi Min Woo, dia terus saja tertawa.

"Sepertinya kita tidak bisa membicarakan bisnis dengan baik hari ini," kata Min Woo.

Aku merasa bersalah telah membuat waktu berharga Min Woo terbuang percuma.

"Maafkan aku," ujarku.

"Jangan khawatir, kita bisa menjadwalkannya lagi," katanya.

"Bagaimana pendapatmu tentang wanita yang agresif dalam hubungan?," pertanyaan itu mengalir begitu saja dari mulutku.

"Tentu saja bagus. Kalau aku mendapat pasangan yang agresif tentu kami akan saling bertukar pikiran. Orang yang agresif cenderung kreatif dan punya inisiatif yang tinggi," kata Min Woo.

Andai semua lelaki berpikir seperti Min Woo …

"Perkataanmu barusan tidak mewakili pandangan para lelaki. Bisa saja ada yang berbeda pendapat," jelas Min Woo.

Wajahku langsung cemberut mendengar perkataan Min Woo yang terakhir.

Tanpa sadar, aku menceritakan Jae Yoon yang mengabaikanku demi acara makan-makan dan berfoto dengan gadis muda. Agak berlebihan memang.

"Kalau kau ingin tahu perasaan Jae Yoon kau harus menjalin hubungan dengan pria lain. Lelaki biasanya mementingkan ego dan mudah tersulut emosi apalagi tentang hal berharga miliknya," kata-kata ambigu Min Woo membuatku harus mencerna dua kali.

"Apa artinya?," tanyaku.

"Ayo berpura-pura pacaran, dengan begitu Jae Yoon akan cemburu dan mengungkapkan alasannya menghindari pernikahan," tawar Min Woo.

Mataku hampir keluar mendengar tawaran Min Woo yang terlalu vulgar. Si tua ini pandai sekali memanfaatkan situasi.

"Hey, hey, berhenti menonton drama. Jae Yoon bukan pria yang mudah percaya. Lagipula aku tidak ingin repot berakting setiap hari," kataku malas.

"Rupanya tidak mempan ya," gumam Min Woo nyaris tak terdengar.

"Kenapa kau belum menikah?," tanyaku lancang.

"Tidak ada wanita yang tertarik padaku," jawabnya datar.

Aku meneliti wajah Min Woo, meskipun mengaku berusia 40 tahun, wajah Min Woo terlihat seperti lelaki awal 30-an. Min Woo memiliki badan bugar idaman semua lelaki. Tanpa membuka bajunya, aku bisa menerawang Min Woo memiliki perut six pack. 

Aku juga pernah melihat sekilas black card di dompet miliknya. Hanya orang yang benar-benar kaya yang memilikinya. Kalau dibandingkan gajiku, bekerja satu abad tanpa libur pun belum tentu bisa mencapai saldo minimum black card. Itu pun kalau aku berumur panjang.

"Turunkan sedikit kriteriamu dan buka hatimu, sering-seringlah bergaul maka para wanita akan mendekatimu," ujarku sok puitis.

"Kau tak tertarik menjalin hubungan lagi?," tanya Min Woo.

Aku terdiam, memikirkan pertanyaan Min Woo. Sejauh ini aku masih berharap pada hubunganku dengan Jae Yoon. Tetapi lelaki itu selalu menghindar. Kalau begini terus, aku hanya akan terjebak pada cinta bertepuk sebelah tangan.

Bunyi pesan Line membuatku menyudahi lamunanku dan melihat pop up yang muncul. Nama Jae Yoon tertera di sana.

"Sudah malam, kenapa belum pulang?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
RyuLingka
Pengemar Aespa kah?
Rifca Farih Azizah
sambil bayangin drakor...
Rifca Farih Azizah
semangat authorrr
Elsje: Terima kasih kak, sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!