Indonesia
NovelToon NovelToon
Terryl

Terryl

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: yrp putri

Berkisah mengenai cinta lama bersemi kembali antara Tere dan Darryl yang sebelumnya berstatus sebagai kekasih masa muda (alias cinta monkey). Tere dan Darryl bertemu kembali dinegeri yang Tere singgahi saat pertukaran pelajar setelah 10 tahun kemudian.

Anehnya dalam kisah, Tere amat menyukai revan dan Darryl sudah jatuh cinta pada Cecile. Revan dan Cecile adalah sahabat dekat mereka sejak kecil.

Bagaimana Takdir mampu mengalahkan friendzone yang tegas mengukir cinta diantara kempat tokoh ini?

yuk mampir, dan selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yrp putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyatanya.

Apa yang telah Darryl lakukan hingga semua sikapnya mampu mendapatkan para pemilik hati itu dengan mudah?

Darryl menoleh dan ia mulai berlari kearah Tere beberapa waktu kemudian untuk mengambil Air minum yang diletakan di dekat Tere duduk.

"Ada apa memandangku dari tadi?" tanya Darryl spontan.

"Jangan macam-macam denganku" singkat Tere lagi.

"Apa yan dia katakan?" tanya Darryl lagi.

"Banyak" singkat Tere.

Darryl tersenyum lebar.

"Bukankah seorang wanita dewasa harusnya tidak bersikap seperti ini saat ada anak-anak? Semua masalahmu denganku, harusnya semua bisa kita sembunyikan di hadapan anak-anak" ucap Darryl dengan spontan.

"Benar. Tapi ku pikir-pikir dulu" singkat Tere lagi.

Darryl mengangkat satu alisnya, seraya meminum air mineralnya.

"Berdamailah sebentar, dan bermain bersama seperti seorang teman" singkat Darryl.

“Jika kamu tidak berada di sekitar anak itu, aku pastikan aku tidak bersikap seperti ini" tanggap Tere lagi.

"Itulah permainannya" singkat Darryl.

"Ku peringatkan jangan mengambil kesempatan saat aku berikap baik padamu dihadapan anak itu" singkat Tere lagi.

“Wah jika kamu mengatakan ini, kamu justru sedang mencoba mengambil hati ayahnya" ucap Darryl seraya tersenyum lebar.

Ya! Mungkin Itulah alasan terbesarnya mengapa Darryl bisa sampai tersandung banyak kisah cinta. Tere hanya mengerti bahwa Darryl adalah pria yang berbahaya atas ucapannya yang sering terasa menggoda.

Tere mengubah sikapnya dengan spontan dan justru berusaha mengambil alih perhatian anak itu dari Darryl. Tere mampu mengambil alih perhatian anak itu dengan mudahnya.

"Kita menang! Kamu menang, papamu menginjak garis!! Yes!" ucap Tere dengan antusias dan memeluk anak yang tertawa lebar.

Tere pun tertawa lepas.

Darryl tersenyum lebar.

"Dia wanita yang bodoh, dan tidak akan mengerti sikapmu Darryl. Itu sebabnya aku selalu membencinya dari dulu" ucap wanita itu pada Darryl.

Darryl menoleh seraya memandang dalam-dalam wanita disisinya. Raut wajah Darryl berubah spontan.

"Dia sudah memutuskan bersamaku dan dia hanya wanita yang keras kepala. Jika terlanjur terjadi, maka aku akan bertanggung jawab" ucap Darryl dengan serius.

"Tidak! Semua hal setelah itu bukan bertanggung jawab namanya! Jangan lakukan itu atau kamu akan benar-benar menyesal. Darryl tolong kendalikan emosimu tentangnya. Aku dan Cecile selalu berpesan tentang emosimu itu!" ucap wanita itu dengan gusar.

Darryl mulai tidak menanggapi lagi dan hanya memanggil Tere.

"Ini curang, Tere!" ucap Darryl seraya meminta Tere mengikuti arahannya untuk memainkan wahana permainan yang lain.

Tere ikut berlari melepas kepenatannya di beberapa waktu ini. Tere tertawa dengan cerah. Wanita itu mencoba mengubah gurat wajahnya untuk kembali ceria hingga permainan selesai.

Akhirnya, hanya waktu yang bisa mengalahkan setiap peristiwa. Anak kecil itu hanya bisa menangis memeluk ibunya saat Darryl berencana mengantar mereka pulang.

"Aku janji papahmu akan datang lagi untuk bertemu denganmu. Jika aku melanggar, maka aku dan Robotmu akan membantumu menghancurkan rumah papahmu” celetuk Tere tiba-tiba.

Anak itu mengangguk berulang kali.

"Rumahku banyak, yang mau dihancurkan yang mana?" tanya Darryl dengan tenang.

Tere melotot. Wanita itu tersenyum lebar

"Kami pulang naik taksi saja. Arah rumah kami jauh berbeda dari tempat tujuanmu. Terimakasih untuk hari ini" ucap wanita itu dengan spontan.

Wanita tadi mencium pipi Darryl dan memeluknya dengan erat. Darryl melepaskan peluknya, namun wanita itu mulai mengubah gurat wajahnya dan menghilangkan senyumannya. Dengan spotan ia menarik tangan Tere untuk ikut pulang bersamanya. Ia juga dengan serius berjanji akan mengantar Tere kembali ke rumah Cecile.

"Aku tidak pulang tanpa Darryl. Maafkan aku, tapi lain kali, jika waktu memberikan kesempatan, maka aku akan datang lagi menemui kalian" ucap Tere seraya tersenyum lebar.

Wanita itu memeluk Tere dengan erat. Ia tetap memeluknya seraya mengatakan "Hati-hati” yang terdengar sangat serius.

Tere terdiam.

Hati-hati atas apa?. Tere samakin tidak mengerti, tapi hatinya justru menjadi semakin kacau. Darryl mulai merubah gurat wajahnya lagi setelah wanita itu pergi dan memberikan alamat yang sedang Darryl tuju sejak awal.

Jangan kaitkan dengan masa lalu.

Semua memang bisa berubah dengan senaknya. Ya, Darryl memang tak bisa dengan mudah dipercaya, bahkan oleh dirinya sendiri. Darryl hanya mengatakan maaf pada Tere. Darryl sangat serius dengan ucapan maafnya.

"Memang! Memang sudah seharusnya terus meminta maaf padaku" ucap Tere.

"Inilah bayarannya, meskipun awalnya aku ragu saat membawamu datang" ucap Darryl dengan tatapan yang gusar.

“Ya aku tau permainanmu" singkat Tere dengan tenang.

Darryl melirik dan ia mulai berpikir ulang setelah melihat senyuman Tere. Ia mulai memutar balik dari alamat yang sedang ia tuju.

"Kenapa memutar balik?" tanya Tere dengan spontan.

"Iya" singkat Darryl.

"Kenapa tidak jadi?" tukas Tere.

Darryl mulai memutar kemudinya lagi dan ia justru kembali lagi ke arah yang semula.

Tere mulai melirik heran, Darryl memang terlihat tenang, namun rasanya ia juga sedang kacau memikirkan segala konsekuensi sikapnya. Tere tak lagi memikirkan konsekuesnsi yang buruk karena ia tau, bahwa ini mungkin akan menjadi pembuktian lain dari sikap yang baik dari Darryl.

Benarkah? Entahlah.

Malam memang telah jatuh saat Darryl menghentikan mobilnya di jajaran rumah klasik. Warna cat rumah lain yang rata-rata pudar membuat dedaunan di sepanjang jalan menjadi tampak lebih mencolok. Menjadi lebih hijau dan indah. Cahaya lampu memantulkan tetesan air hujan seperti mutiara. Pemilik salah satu rumah dari jajaran rumah klasik ini pasti baru merenovasi rumahnya. Wangi catnya masih tercium kuat.

Senja baru saja hilang sesaat setelah Darryl mengetuk sebuah rumah yang tampak tenang. Darryl tersenyum pada wanita pirang yang anggun. Wanita itu menyapa Tere dengan jabatan tangan yang hangat.

"Siapa?" tanya wanita itu.

"Darryl"

Wanita itu melotot dan menutup kembali pintunya.

Tak lama, justru seorang pria paru baya dengan wajah yang tak menunjukkan ekspresi apapun membuka kembali pintunya.

"Aku saja yang masuk" singkat Darryl.

Darryl masuk, Tere tetap menunggu di luar, mondar mandir menebak nebak sikap Darryl.

“Aku datang hanya untuk menawarkanmu seorang gadis. Dia turis tanpa paspor. Ilegal. Harganya murah. Dia belum pernah melakukannya, tapi aku bisa meyakinkanmu soal kualitas" ucap Darryl tanpa basa basi.

"Siapa yang memberi tau alamatku?" tukas pria itu lagi.

“Pekerjamu. Katanya ia sukses karenamu" singkat Darryl.

"Ada apa datang jauh - jauh?" tanyanya lagi.

"Aku ingin menjual wanita yang ku bawa” ucap Darryl dengan spontan.

Apakah permainan ini baru Darryl mulai?

Pria itu berdiri.

“Hmmm, aku akan mencoba tawaranmu dulu” tukas pria itu mulai mendekatkan langkahnya pada Tere.

" Masuklah" ucap Darryl.

"Darryl, apa maksudmu?!" tukas Tere spontan.

Darryl tidak mengatakan apapun, dan pria itu merangkul erat Tere.

"Tidak! Aku tidak mau!" singkat Tere spontan.

Pria itu tetap menarik Tere untuk berjalan mengikutinya. Tere hampir terhalang dinding ruangan yang berbeda. Tere hanya menoleh dan ia sangat tidak percaya bahwa Darryl benar-benar serius dengan ucapannya.

Apakah Darryl bisa dipercaya?

Pria di sisi Tere tak bergeming.

"Tidak apa-apa" bisik pria itu di telinga Tere.

"Tidak apa-apa?!" apa maksudnya. Tere tau semua ini berubah menjadi permainan yang sangat serius. Atau Darryl justru tidak sedang bermain-main? Dalam hitungan Tere, jika tidak ada respon apapun dari Darryl, maka Tere akan mengambil langkah untuk melindungi dirinya sendiri.

Tere mulai melawan, namun ternyata pria itu tetap lebih kuat mendekap mulut Tere untuk masuk ke ruangan khusus, dan pintu ruangan tertutup dengan rapat tanpa suara langkah Darryl sedikitpun.

Pria itu melepaskan dekapannya setelah mengunci pintu.

Tere melotot merasa ketakutan.

"Darryl!!" Teriak Tere spontan.

Pria itu mulai mendekati Tere lagi, Tere terus berteriak memanggil Darryl.

Toilet. Tere harus segera mengunci dirinya di toilet. Tere pun berlari kearah pintu lain yang ada dalam ruangan itu.

Pria itu justru menghadang Tere.

"Darryl!" teriak Tere lagi, namun Darryl tidak datang juga.

Gagang pintu dari toilet bergerak. Seorang wanita yang ragu berdiri mencoba berjalan dengan tenang menghampiri Tere. Ia meminta Tere untuk diam dengan spontan. Ia mengisyaratkannya dengan jarinya.

Tere terdiam .

"Darryl pasti membawamu karena alasan. Jangan salahkan keyakinanku kali ini" singkat wanita itu spontan.

Tere mulai menghela nafas dan Ia mulai melirik pria itu.

Pria itu mulai duduk di ranjang, menunduk dan mulai menyangga kepalanya sendiri dengan kedua tangannya. Wanita itu mulai berjalan ke arah pria parubaya itu.

"Aku sama sekali tidak pernah menyangka seperti inilah anggapan Darryl" singkat pria itu.

"Kenapa kamu tetap bersikap seperti ini?! Sudah kukatakan, hanya katakan maaf padanya, bukan ini! Bukan seperti ini lagi!" ucap wanita itu dengan spontan.

Pria itu dan istrinya mulai terdiam tak membahas solusi apapun. Mereka tak pernah menyangka Darryl akan datang seperti ini.

Tere menggigit bibirnya sendiri, seperti sedang berada dalam kelam yang tidak ia mengerti. Tere pun mulai berbicara dengan ragu.

"Ayo kita keluar. Nona, tolong katakan pada tuan Darryl, kami menyesal. Aku yakin setelah kita meminta maaf, semua akan baik-baik saja! Ini mungkin kesempatan untuk maaf itu lagi!" singkat wanita itu seraya menarik tangan Tere.

"Dia tidak datang untuk itu!" singkat Pria itu lagi, seraya menarik tangan wanita itu dari Tere.

"Lalu apa?! Apa dia akan membuatmu masuk penjara lagi?! Aku lebih baik berlutut sampai mati padanya jika itu tujuannya datang! Aku ingin mati tanpa rasa penyesalan ini sama sekali!" singkat wanita itu mulai menangis.

Pria itu mulai menoleh pada Tere.

"Pergilah dari jendela itu nona" singkat Pria itu dengan tegas pada Tere.

Tere berlari kearah jendela.

"Nona, jika kamu mengenal seorang wanita bernama Cecile, tolong berikan ini padanya. Jika tidak, kamu boleh membuangnya dimanapun" singkat Pria itu kearah Tere, seraya memberikan kaset lama tanpa judul.

Tere justru terdiam.

"Kami, maksudku aku dan Darryl sudah tidak pernah saling berkomunikasi. Jadi aku tidak tau bagaimana Darryl setelah lulus SMA. Apakah dia akan melakukan hal yang buruk setelah aku keluar dari sini?" singkat Tere.

"Hubungan kami pun mulai kacau sejak saat itu. Pergilah. Kamipun tidak tau apa yang akan ia lakukan setelah ini" singkat pria itu lagi.

Pria itu mulai terdiam memandang Tere lebih dalam, dan Istrinya mulai berjalan mendekati Tere dengan raut wajah yang lebih serius.

"Sudah lama kami mengharapkan pertemuan ini lagi dengan Darryl, dan kami hanya ingin memulai semuanya lagi dengan baik. Tapi sayangnya semua ini justru menjadi lebih buruk dari apa yang kami kira" ucap wanita disisi Tere dengan serius.

"Maaf menanyakan hal yang lancang. Tapi apakah ada kaitanya dengan keluarga Darryl?" tanya Tere dengan ragu.

Wanita itu mengangguk dan memegang pundak suaminya untuk mengatakannya pada Tere. Mungkin ini memang satu-satunya cara agar mereka mendapatkan jalan keluar untuk masalah ini.

Wanita itu dengan spontan berjalan kearah Tere meminta kaset yang ada di genggaman Tere. Ia mulai menghidupkan televisi.

"Cukup! Nona pergilah!" Ucap pria itu dengan serius.

"Kamu menyelingkuhi ibu biologisnya. Hanya kalimat itu yang bisa wanita ini simpulkan nanti. Bukankah kita sudah mencoba memberikan video ini padanya?. Darryl tidak akan menerima secarik alasan dari kertas apapun, apalagi berkenan meyakinkan dirinya untuk semua masalalu kita yang kelam" ucap wanita itu pada suaminya.

Televisi mulai dihidupkan dan Tere mulai mengingat wajah wanita yang tak asing. Wanita dalam rekaman itu mulai tersenyum. Tere lebih mudah menyamakan gurat wajahnya seperti cara Darryl Tersenyum.

Cincin di tukar dan kecupan mesra menghiasi video kebahagiaan singkat pria itu dan ibu biologis Darryl. Layar menghitam dan wanita itu tersenyum lebih lebar, lalu menangis haru melihat isak tangis bayi mungil dalam timangannya.

"Itu Darryl" singkat pria itu.

Lalu rekaman itu mulai menyisipkan sesedikit wanita pirang yang kini bersama pria itu, dan bagaimana lembutnya ia merawat Darryl dulu. Tere mulai-menebak-nebak arti rekaman singkat ini.

Lalu jeda singkat mulai menggambarkan wajah yang sama dari wanita yang sudah terlihat sangat berbeda. Ia terlihat sangat lemah dan sayu.

"Aku selalu menyukai momen-momen itu. Ternyata aku sangat bahagia saat itu. Boleh aku memanggilmu sayang dalam video ini walau kita tidak muda lagi? Rasanya waktu sangat cepat berlalu ya?" ucap seorang wanita dalam video itu dengan kedua matanya yang mulai memerah, namun ia tetap tersenyum. Ia juga payah menyembunyikan kerinduan yang buncah.

"Sayang, akhirnya sekarang kamu bisa melihatku tidak seperti dulu. Sejujurnya sekarang rasanya sudah tidak sekuat seperti saat itu. Aku sangat merindukanmu dalam hidupku, tapi aku tidak tau kapan kamu kembali lagi" ucap wanita dalam rekaman, lalu mulai menoleh dan tersenyum pada suster yang masuk dengan permisi.

Video terjeda sesaat dan ibu biologis Darryl terdiam beberapa saat, dan meringis sakit saat suster menyuntik selang infus yang terpasang.

Ia mencoba tersenyum lagi setelah suster itu pergi. Tere tau, rasanya pasti tidak semudah itu.

"Maaf aku membuat video di saat-saat seperti ini. Aku hanya tidak tau apa yang sebaiknya ku lakukan. Ternyata baru disaat inilah aku menyadari bahwa aku tidak pernah menghormatimu dan berulang kali menyalahkanmu atas kegagalanku" singkat wanita itu mencoba mengambil tisyu diatas meja.

"Hidupku justru semakin hancur melihat putra kita harus tumbuh sendirian. Ternyata aku sudah gagal dalam menjadi seorang istri dan ibu untuk anak kita. Aku tidak bisa mengurusnya lagi seperti biasanya, sedangkan aku bersyukur dia tumbuh dengan baik tanpa sepengetahuanku. Tapi saat ia meluangkan waktunya untukku, aku hanya merasakan kasih sayangmu darinya. Ternyata semua ini memang salahku telah membuat kebencian atasmu muncul dimatanya. Sekarang aku tidak bisa mengubahnya, aku bersalah karena sudah membuatnya semarah ini padamu. Tolong kembali dan bantu aku menjelaskannya pada putra kita" tukas wanita dalam video seraya menghela nafasnya dalam-dalam dan menangis terisak.

“Aku.. Sebenarnya aku sudah menemui lagi wanita yang pernah ku maki-maki karena ulahmu. Bukan. Bukan. Semua ini juga salahku. Kalau saja aku tidak mementingkan kesibukanku sendiri, dan tidak secara egois membiarkanmu pergi, mungkin.. Ah.. Semua sudah terjadi dan sejujurnya rasanya masih sangat menyakitkan saat menemui wanita itu. Terlebih saat dia benar-benar memiliki putrimu. Sayangku, apakah sampai selama itu aku membuatmu kesepian? Putrimu bahkan sudah menjadi anak yang ceria seperti saat Darryl kecil. Putrinya juga memiliki kedua mata yang sama indahnya dengan Darryl. Kedua mata mereka semakin mengingatkanku pada kedua matamu yang meneduhkanku" ucap wanita itu, dan menghentikan ucapannya sejenak.

"Aku mengkui mereka adalah milikmu, dan dia akan menjadi putri kedua kita yang cantik. Kamu selalu berharap memiliki seorang putri kecil dalam pernikahan kita kan? Maaf aku tidak pernah mau mewujudkan permintaanmu" ucapnya.

Wanita dalam rekaman mulai menggigit kedua bibirnya lagi.

"Tapi sekarang aku tidak akan menyalahkan apapun lagi, karena wanita itu juga menyampaikan rasa sakit yang sama sepertiku, terlebih ia yang sudah membesarkan Darryl bersamaku. Maka aku hanya berharap bahwa kamu mau mempertanggung jawabkan semua itu dalam hidupmu. Aku sengaja menitipkan rekaman ini pada ibu dari putrimu agar ia bisa mendapatkan haknya darimu, karena semua memang menjadi salahku" ucap wanita itu terhenti, lalu terbatuk-batuk.

Tere menoleh sesaat dan pria itu mulai menutup kedua matanya menyembunyikan air matanya juga.

“Aku sangat mencintaimu sayang. Maka aku mohon kembalilah, atau jika kita tidak sempat bertemu lagi, maka doakan aku dan ingatlah aku, bahwa aku adalah wanita yang sangat bahagia mendapatkanmu dalam hidupku" ucap wanita itu dengan senyuman yang hangat namun terasa sangat lara.

Tere mulai melepas jaketnya dan merobek sedikit bajunya. Ia tak berkedip. Kedua air matanya secara tiba-tiba jatuh sejak mendengar pengakuan wanita yang sedang lara. Tere tidak mempertimbangkan apapun kecuali memutuskan untuk menyampaikan pesan ini secara langsung pada Darryl.

"Apa yang kamu lakukan?" tanya pria itu dengan spontan dan menatap heran.

"Darryl tidak akan mendengarkanku, kecuali jika ia merasa sangat bersalah atas sikapnya. Aku akan mencoba menyampaikan semua pesan kalian kepadanya. Harusnya dia tidak menutup telinganya sampai selama ini" ucap Tere dengan spontan.

Wanita disisnya mulai meneteskan air matanya seraya tersenyum lebar.

Tere menarik nafasnya dalam-dalam. Bolehkah ia sedikit berbohong kali ini? Hanya itu yang sebenarnya selalu mengganggu pikiran Tere.

Tere keluar perlahan, seraya menunduk.

"Aku sudah selesai. Sekarang sudah selesai" singkat Tere dengan lirih.

Darryl yang semula tersenyum, ia justru mulai mengubah gurat wajahnya secara spontan setelah melihat pakaian Tere yang tak karuan.

Harusnya Darryl tidak perlu melibatkan rasa bersalahnya.

Harusnya semua terasa biasa saja.

Tapi kenapa rasanya justru sangat kacau melihat Tere terdiam seraya mengepal kedua tangannya?

"Ayo kita pulang. Tiba-tiba aku tidak ingin berada disini lagi" singkat Darryl seraya menggenggam Tere.

Tere melepaskan genggaman Darryl dengan paksa.

"Aku akan pulang sendiri!" singkat Tere mencoba bersikap dingin, dan berjalan mendahului Darryl.

Darryl justru berteriak

"SIALl!!"

ucap Darryl dengan spontan seraya menendang meja hingga hiasan diatasnya jatuh, dan gelas-gelas diatasnya pecah berserakan.

Tere dan wanita itu sontak terkejut melihat luapan emosi yang tidak terkendali.

Darryl justru berjalan dengan cepat mendobrak setiap ruangan yang ada. Akhirnya Darryl menjadi semakin kacau saat mendapati wanita yang ia kenal terdiam bersama pria itu saat Darryl mendobrak ruang kamarnya.

“Papah!” tukas wanita pirang dengan spontan saat Darryl menghantam pria itu dengan pukulan pertama yang sangat keras.

Darryl tak melihat sekelilingnya, dan ia terus m*muk*l pria itu tanpa ampun. Emosinya semakin menjadi-jadi dengan kedua matanya yang terbelalak berubah menjadi merah dengan am*r*h.

Tere sontak berlari masuk mencoba menghentikannya dengan terus menarik tangan Darryl. Tere berulang kali terdorong saat Darryl terus mengh*ntam pria itu. Emosi Darryl meledak dengan sangat luar biasa kali ini. Tapi perasaan macam apa ini?

"Darryl, tolong jangan seperti ini!" ucap Tere berulang kali.

“Perlu ku sampaikan. Tujuh tahunku lebih diberkahi setelah uangku dicuri untuk mabuk dan bersenang-senang!” ucap Darryl dengan spontan, saat Darryl menghentikkan puk*lanny* sejenak.

“Ya, mungkin ini satu-satunya cara agar kamu membalas pukulan yang pernah kulakukan saat itu. Aku juga mengakui kesalahanku atas kematian Sonya karena hal itu. Sekarang kamu boleh menuntutku lagi atas hal itu” tukas pria itu seraya mulai berdiri.

Darryl tidak menggubris, lalu mem*k*lnya lagi.

“Aku juga ingin menyampaikan permintaan maaf untuk Cecile” tukas pria itu lagi.

“Kau sudah mati, dan aku tidak sudi menuntut orang yang mati!" tukas Darryl dengan serius.

"Tolong hentikan Darryl. Maafkan ibu, tolong dengarkan penjelasan kami. Tolong kita biacarakan semuanya. Nyonya Sonya menitipkan pesannya padaku untukmu" ucap wanita itu dengan kalut.

"Untuk apa semua itu sekarang? Apakah semua itu bisa membuat mami kembali lagi?! Rasa hormatku sudah hancur di waktu yang bersaman padamu nyonya!” ucap Darryl tak kuasa membendung emosi seraya keluar tanpa menggubris apapun lagi.

Tere masih sangat terkejut dengan peristiwa ini. Darryl menarik tangan Tere dengan paksa.

"Sakit Darryl!!"ucap Tere berulang-ulang dan berulang kali juga Tere mencoba menggigit tangan Darryl, namun Darryl tetap memegangnya dengan kuat.

Darryl memaksa Tere masuk dan ia menutup pintu mobilnya dengan kencang. Tere duduk dan melirik diam menatap amarah yang masih terasa menggebu.

"Aku tidak yakin dia melakukan itu padamu saat wanita itu juga berada si sana" ucap Darryl dengan spontan.

"Dikhianati. Bukankah itu juga maksud lain dari ucapanmu tadi pada wanita itu? Bukankah ini cara yang paling tepat bagi pria itu untuk membuatmu percaya bahwa ia sudah menebus pengkhianatannya dulu? Wanita itu akhirnya tersakiti karenaku. Itu kan tujuanmu membawaku kesini?!" ucap Tere.

Darryl menoleh dengan kedua mata yang masih sama merahnya.

“Lalu apa sebenarnya yang sedang ada dalam pikiranmu?!. Kenapa kamu membiarkannya menyentuhmu?! Bukankah kamu bisa memukul? Harusnya kamu memukul seperti apa yang sudah aku lakukan padanya! Sial bagaimana bisa orang sepertimu membiarkan dia melakukan itu!!” singkat Darryl dengan kacau.

“Katamu dia sering mengajarkanmu berkelahi. Aku lebih takut mati. Jika aku mati, bagaimana aku bisa kembali menemui orang tuaku? Bukankah kehormatan wanita selain Cecilemu tidak penting? Sebenarnya tadi aku sempat berpikir bahwa kamu akan menghentikannya. Awalnya aku yakin semuanya tidak serius” tanggap Tere dengan spontan.

Darryl mulai memukul setir mobilnya dengan kacau.

"Tidak! Aku selalu sangat serius dengan semua hal yang aku putuskan!" tegas Darryl seraya berteriak.

"Kalau begitu semua terjadi sesuai dengan rencanamu. Tidak perlu di bahas lagi. Antar aku pulang ke rumah Cecile sekarang!" ucap Tere tanpa memandang Darryl.

"Ya! Harusnya pilihan seperti ini tidak pernah kamu pilih! Itu intinya!" ucap Darryl lagi dengan kalut.

Tere tau, Darryl pasti akan seperti ini jika nama Cecile kembali terlibat dalam hal ini.

“Kenapa kamu meluapkan penyesalanmu padaku?! Baik. Aku akan memukulnya seperti caramu memukul. Aku akan menuntutnya jika kamu tidak mau menuntutnya. Semua ini sudah menghancurkanku, dan sekarang apakah aku harus memintanya bertanggung jawab juga?! Bolehkah aku menyalahkanmu Darryl? Tidak. Bukankah aku tidak bisa menyalahkan Darryl, karena aku sudah setuju ikut bersamamu?" tegas Tere.

Tere mengubah gurat wajahnya. Ia mulai menyadari bahwa Darryl sedang tidak bisa berpikir dengan jernih. Tere membuka pintu mobil Darryl, namun Darryl telah menguncinya lebih dulu.

"Apa yang akan kamu lakukan?!" tegas Tere.

"Dengar! Bukankah aku harus melakukan ini agar aku bisa mempertanggung jawabkan kesalahan yang aku lakukan juga padamu?!" tegas Darryl dengan serius dan kedua matanya tampak merah.

“Hati nuranimu yang akan menghentikanmu melakukan itu padaku” singkat Tere dengan serius.

Darryl tak bicara seraya mulai memegang kedua pundak Tere.

Darryl memejamkan kedua matanya dan mendekatkan wajahnya dengan paksa seraya menarik jaket Tere.

Tere berusaha mengelak, namun Tere tak bisa mengalahkan tenaga seorang pria yang sedang meledakkan emosinya. Tere semakin payah mengelak.

“Tidak Darryl! Jangan!” tukas Tere dengan gusar.

Tere mulai menangis karena takut. Jika hal ini benar-benar terjadi, entahlah, Tere tak pernah tau hal apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini.

Darryl memandang Tere *****-***** dan ia mulai melepaskan kedua tangannya. Tere mulai memegang lenganya yang terasa sakit. Tangan Darryl sangat kuat hingga membuat lengan Tere terasa mati rasa tiba-tiba.

“Dengar! Kamu bebas menuntutnya atau memukulnya nanti, tapi tidak sekarang dan tidak untuk memintanya bertanggung jawab!. Pria itu tidak pernah bisa bertanggung jawab atas apapun dalam hidupnya dan jangan buat aku menyakitimu hanya karena hal ini!" ucap Darryl dengan tegas.

"Aku ingin keluar sekarang!" tukas Tere dengan serius.

“Aku bilang tidak!" perintah Darryl.

"Aku bilang aku ingin keluar!" tukas Tere lebih serius seraya memukul bahu Darryl dengan keras.

Darryl menahan jemari Tere dengan kuat, lalu dengan sengaja membuka pintunya dan membiarkan Tere keluar.

Tere berlari sebisa yang ia lakukan untuk menjauhi mobil Darryl.

Darryl mulai menginjak pedal gasnya untuk mengikuti Tere.

Tere terus melangkahkan kakinya membuang rasa takut dalam hatinya sendiri. Darryl keterlaluan. Hanya itu yang ada dalam benaknya.

Darryl mulai menginjak pedal rem saat Tere berhenti tiba-tiba. Tere membalik tubuhnya dan meminta Darryl membuka pintu mobilnya lagi untuk Tere.

Darryl melirik. Tere masih diam tertunduk seraya duduk dan mengenakan sabuk pengamannya lagi.

"Tolong jangan lakukan itu lagi. Kamu boleh menganggap sama semua wanita. Aku tau tidak ada yang lebih berharga dari Cecile dan ibumu. Tapi harusnya bukan dengan cara yang sejahat ini" singkat Tere.

Darryl mulai menghela nafasnya menyadari detak jantung yang berangsur membaik setelah melihat kedua pandang mata Tere yang mulai terlihat tenang bagi Darryl.

"Harusnya dia tidak membunuh mami, tidak pernah menjual Cecile, dan tidak menjadi pemabuk yang hanya bisa bersenang-senang dengan wanita seusiamu. Ibu dari anakku tadi siang adalah salah satu dari wanita seusiamu yang berhasil ia jual. Kamu cukup pintar untuk menebak anak yang bukan darahku memanggilku papah. Hidup wanita itu sudah sangat hancur karenanya, dan aku tidak bisa melihatnya hidup lebih sulit dari ini. Aku harus selalu bertangggung jawab atasnya. Atas apa yang pria itu lakukan padanya" singkat Darryl tanpa mengedipkan kedua matanya sama sekali.

Tere mulai mengigit bibirnya sendiri.

"Pria itu orang yang tidak bisa melakukan apa-apa saat bisnis keluarga kami sangat kacau. Cecile pernah dijualnya kepada pria hidung belang yang kaya raya. Cecile tidak pernah menyadari ini, karena aku segera menebusnya dengan uang mami. Saat itu aku tidak bisa membiarkan masa depan Cecile hancur. Tapi sangat disayangkan, hidupku sendiri justru berakhir setelah kabel dan alat bantu untuk mami benar-benar harus di cabut hanya karena tidak punya sepeser uang lagi. Aku melakukan banyak cara untuk mengumpulkan kembali apa yang pernah mami miliki dalam hidupnya. Bekerja sepanjang waktu hanya untuk menebus semuanya. Tapi saat uangku, barang-barangku, bahkan segala omong kosong yang semua orang katakan soal penebusan dosa, rasanya semua itu selalu tak bisa mengganti apapun juga” jelas Darryl dengan spontan.

Darryl terdiam sejenak.

"Aku sudah selesai dan aku hanya meledakkan ini padamu. Rahasiakan ini dari siapapun. Jika sesuatu yang sulit terjadi padamu suatu hari nanti, maka aku yang akan mempertanggung jawabkan semuanya. Aku sadar, semua ini tidak akan terjadi jika aku tidak membawamu ke sini. Tolong jangan pernah meminta pertanggung jawaban itu dari pria sepertinya. Katakanlah semuanya padaku setelah ini" tukas Darryl serius.

Tere terdiam cukup lama.

“Tidak adakah yang ingin kamu sampaikan?" singkat Darryl lagi.

“Ada". singkat Tere.

Darryl mengela nafas dalam-dalam seraya memandang Tere.

"Darryl dengar, aku ini hanya ruang kedap suara di hadapanmu. Hanya bisa menampung kebisingan dalam pikiranmu, dan hanya bisa sampai sebatas itu. Jadi tolong jangan pernah melakukan hal menakutkan dihadapanku lagi! Berjanjilah” tukas Tere mencoba menahan detak jantungnya sendiri.

Darryl memandang Tere *****-*****, lalu mengangguk kecil.

Tere menghela nafasnya.

“Sejujurnya terkadang aku seringkali bertanya sendiri dan ragu menanyakannya secara langsung padamu. Aku terlalu sering menebak-nebak alasan yang sebenarnya tidak pernah dengan jelas kamu sampaikan padaku. Ada apa denganmu dan Cecile?. Sebenarnya apakah kamu menyadari kalau kamu sudah mengorbankan banyak hal untuk Cecile?. Tapi kenapa kamu justru memberikannya pada orang lain sampai seperti ini?” tanya Tere dengan spontan.

Darryl terdiam beberapa saat. Ia tetap memandang Tere *****-*****.

Sahabat Pena

"Jika akhir ceritanya akan menjadi seperti mami dan kematian. Jika cinta mulai berubah menjadi kebosanan, maka kebosanan pasti akan merubahku menjadi seperti pria itu. Tidak akan ada bedanya antara aku dengannya" jelas Darryl.

"Itu ucapan tidak masuk akal yang sama seperti jawabanmu tentang sebuah komitmen. Bukankah sebelum ini kamu bahkan sudah bertunangan dengan wanita yang terlihat sempurna? Bukankah pernikahan adalah satu-satunya komitmen yang serius?!" ucap Tere dengan serius.

"Aku bertunangan hanya untuk membuat Cecile melupakanku dan menjauhiku, ternyata Cecile sudah bisa menilai wanita itu lebih dulu, dan mungkin inilah sebabnya kenapa ia tidak pernah membahas wanitaku, dan tetap menganggap pertunanganku tidak ada sama sekali" ungkap Darryl lagi.

"Jika aku menjadi Cecile, maka aku akan sangat membencimu. Harusnya bukan cara itu yang kamu pilih dalam hidupmu" tukas Tere dengan serius.

“Jika kamu adalah Cecile, maka apa lagi yang kamu harapkan dari pria sepertiku? Keluargaku kacau, namaku buruk dan sudah banyak wanita yang ku permainkan. Hidupku lelucon dan aku sangat membenci hidupku sendiri kecuali saat sedang bersama Cecile. Jika aku yang membenci hidupku, bukankah aku tidak boleh menyeretnya juga? Kamu pernah mengatakan itu padaku saat kita SMA, saat dia dihukum karena aku?” tanggap Darryl.

“Saat itu kita masih remaja, dan setidaknya sekarang kamu memiliki banyak uang untuk diharapkan oleh Cecile” tanggap Tere dengan serius.

Darryl mulai menatap Tere *****-*****.

“Cecile tidak begitu. Ah, dan kamu bahkan sedang mengatakan uang sebagai sebuah lelucon” tanggap Darryl.

Tere mulai tersenyum.

“Aku serius". singkat Tere.

"Itu matrealistis" ucap Darryl.

"Aku baru mengerti bahwa kamu selalu mengartikan sesuatu dari sisi yang paling negatif" tukas Tere masih tersenyum.

"Jangan tersenyum, karena aku tidak sedang mengucapkan lelucon apapun sekarang!" tukas Darryl dengan serius.

Tere mulai merubah gurat wajahnya.

"Entahlah, bagiku caramu, sikapmu dan semua hal yang kamu lakukan hanya alasan untuk menyadari bahwa uang hanya alat, bukan penentu mutlak waktu. Uangmu ternyata tidak lebih berarti jika harus ditukar dengan hal yang sangat berharga untukmu. Jadi kenapa tidak mencoba melepaskan semuanya yang membuatmu terluka? kenapa tidak mencoba untuk mendengar kebenaran yang sering membuatmu marah?." ucap Tere lagi.

"Jadi Cecile lebih berharga karena aku memakai uang mami untuk Cecile? Aku membenci pria itu seperti aku selalu membenci diriku atas kepergian mami. Apa bedanya aku dengannya, saat aku mencuri uang mami demi menyelamatkan seorang gadis yang ku kira akan menjadi pasangan hidupku?!. Cecile tidak bersalah, tapi ini masih tidak adil untuk mami " tukas Darryl merasa kacau.

"Kamu memang menggunakan uang untuk menebus Cecile. Tetapi rasa bersalah juga hidup. Kamu selalu mencari-cari jawaban atas sesuatu yang paling bisa mengendalikanmu. Maka cobalah untuk berpikir bahwa ini juga sudah cukup untuk menebus kepergian ibumu. Semua memang sudah menjadi batas waktu hidupnya. Terlebih kamu juga menyadari kalau kamu sudah mendapatkan hati Cecile, tapi kamu sendiri yang menolak kesempatan itu. Darryl, semua mungkin hanya soal takdir tentang nama seseorang yang sudah tertulis untukmu selamanya, mungkin saja nama itu memang bukan Cecile" jawab Tere dengan serius.

"Berikan aku pilihan" tukas Darryl serius.

"Merubah komitmen untuk mencoba membuat kisah yang serius. Cari lagi kebahagiaan dan jangan putus asa seperti ini" tanggap Tere

1
Imursadboy:)
Diksi yang di pakai dalam cerita sangat bagus di tambah alur cerita yang menarik. Semangat terus kak💪
Novex
Semangat Thor, lanjutkan 🔥
yrputri: Iya sih, kemarin juga saran dari editor memperbaiki sinopsis.
total 3 replies
Mυɳҽҽყ
cinta sendiri an ya tere
yrputri: iya nih..
total 1 replies
Mei Shin Manalu
Lanjut mampir dan ninggalin jejak like
Queen Bee✨️🪐👑
Walaupun tarik ulurnya agak bikin emosi tapi lumayan seru cerita nyaa. Semangat thor!
Queen Bee✨️🪐👑
yaa i fell you tere
Queen Bee✨️🪐👑
huft, susah yaa nikah ternyata :")
Queen Bee✨️🪐👑
seharusnya Cecile udah ga mikirin daryl lagi karena udah ada suami. Cuma karena cecile masih nguntit daryl terus, jadi daryl harus cari cara buat cecile menjauhinya. Ya dengan dekatin tere gituu
Queen Bee✨️🪐👑
spontan bngett😱😱
Queen Bee✨️🪐👑
whats going on??
Queen Bee✨️🪐👑
kesal kali yaa Re wkwkwk
Queen Bee✨️🪐👑
bagaimananya selalu typo kakk wkwkwk semangatt!!!
Queen Bee✨️🪐👑
ohhhh ternyata paragraf tengah untuk flashbackk??
Queen Bee✨️🪐👑
hilihh ryl
Queen Bee✨️🪐👑
ini emng ditengah gini paragrafnya yaa??
Queen Bee✨️🪐👑
agak kesal yaaa
Queen Bee✨️🪐👑
Gak mudah sih jatuh cinta dua kali ke orang yang sama kalau kenangannya ga indah
Queen Bee✨️🪐👑
kan dia mudah memikat wanitaa
Queen Bee✨️🪐👑
uuuuu to the point sekaliiii
Queen Bee✨️🪐👑
kenapa dengan revan :)
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!