Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembalinya Ratu Telaga Biru

Kembalinya Ratu Telaga Biru

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Chicklit / Tamat
Popularitas:61.9k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa

Maldalya.

terpaksa balik ke kampung halaman demi merebut kembali tahta kekuasan sang ayah yang direbut oleh Paman ayahnya yang merupakan Kakeknya.

Malda pergi dengan harapan bisa merebut kekusaan itu kembali, Namun, nahas. dirinya malah terjebak dan tenggelam di telaga yang sengaja sang ayah buatkan untuk permaisurinya.

Mampukah Malda bertaha disaat ia dalam kehidupan antar hidupdan mati? Akanklah ia bisa merebut kembali tampuk kekuasaan sang ayah?

Inilah kisahnya!

Berkarya tidaklah mudah. Tanpa dukungan dari kalian, kami penulis tidak bisa apa-apa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai bergerak

Malda dan Satria baru saja selesai sarapan pagi saat salah satu pesuruh penasehat istana yang mengatakan bahwa saat ini mereka sudah bisa masuk kedalam kawasan istana.

"Kita masuk dari sini paduka, Yang mulia ratu bisa ikut bersama kami." ucap salah seorang anggota penasehat istana yang kini sedang berdiri dihadapan keduanya dengan menunduk.

Malda mengangguk. "Benar Bang. Kita harus terpisah saat masuk kesana. Tidak bisa bersama. Kalau bersama pasti akan ketahuan."

Satria menggeleng. "Kamu masih ingat nggak apa yang Abang katakan tadi malam, hem?" ucapnya membuat Malda memikirkan hal itu.

Saat ini keduanya sedang bersiap dan salah satu dayang istana orang kepercayaan penasehat istana yaitu Tuan Kasmir.

Satria melirik pelayan itu dengan mata tajamnya. Mereka pamit undur diri sesaat setelah baju zirah yang dipasangkan di tubuh Malda kini sudah selesai.

Begitu pun dengan para pengawalnya. Mereka tahu arti lirikan dari raja baru mereka. Satria mendekat pada Malda yang kini sedang berdiri dihadapan jendela dan membelakangi dirinya.

Satria melingkarkan tangannya di perut Malda dengan dagu nya ia letakkan di bahu sebelah kanan Malda.

Malda tersenyum, "Kenapa?"

Satria memejamkan matanya saat tangan Malda mengelus kepalanya. "Kamu melupakan sesuatu yang kita janjikan tadi malam, sayang."

"Hem? Yang mana?"

Satria semakin merapatkan tubuh nya di tubuh kecil Malda tetapi sudah sangat terlihat seperti tubuh gadis berusia tujuh belas tahun karena tingginya saat ini sudah sekitar 158 hampir setara dengan tinggi Satria 165 centi meter itu.

"Bukankah janji kita berdua, jika kita sudah melebur menjadi satu maka kita tidak boleh terpisahkan apapun keadaannya. Kamu harus selalu bersama Abang. Abang pun demikian. Jika tidak, kekuatan kita tidak akan seimbang." Jelas nya pada Malda yang kini tertegun dengan ucapannya.

Malda mengusap lembut tangan Satria. "Maaf.. Aku lupa Bang. Maafkan aku.. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi..."

"Tapi apa? Takut, jika keluarga kita yang di Medan tahu jika kita berdua sudah menikah tanpa sepengetahuan mereka?"

Malda mengangguk setuju. "Lalu dimana salahnya? Lah kita boleh menikah kok. Kamu itu sepupu Abang. Sah sah saja kalau kita menikah bukan?"

"Benar. Tetapi kendala nya di umurku, Abang.."

Satria terkekeh. "Ya sudah, kalau kita pulang ke Medan lagi nanti Abang akan mengatakan kepada mereka semua kalau Abang ini Panglima kamu. Tangan kanan kamu. Tetapi tidak untuk tidur terpisah! Abang nggak akan mau!"

Malda tertawa. "Tentu saja. Nanti akan aku beri alasan. Bahwa tangan kanan ku ini tidak boleh jauh dariku walau sejengkal saja. Tapi aku tidak yakin dengan Papi Lana. Abang tau lah seperti apa Papi Lana??" goda Malda pada Satria yang kini merengut masam.

Malda tertawa. "Udah ah. Kapan selesainya kita ini? Para pengawal udah menunggu kita loh sedari tadi?"

"Ck! Iya, iya! Kita keluar!" ketus Satria semakin kesal pada tingkah Malda saat ini.

Malda tertawa sambil mengikuti sang suami hingga tiba di halaman luar. Para dayang dan pengawal mereka sudah siap menunggu kedatangan dan keberangkatan keduanya.

Dengan menggunakan kuda putih sepasang, keduanya segera bergerak menuju ke dalam istana melalui tepi telaga biru yang tidak pernah dimasuki oleh orang lain terkecuali para anggota penasehat istana saja.

Dengan kata lain keduanya saat ini sedang melewati jalan rahasia yang hanya di ketahui oleh pengikut setia almarhum Ayah Malda dulunya.

Untuk mencapai tempat itu butuh waktu sekitar empat puluh lima menit dengan berkuda di dalam hutan di tepi telaga biru itu.

1
WaTea Sp
hiks hiks hiks
WaTea Sp
cakepppppoo
aryant
lanjut kisah kdua pangeran y kak.
Melisa Author: Semangat juga buat kamu 🤗🤗🤗
total 5 replies
WaTea Sp
cakedpppp, bener banget
uhuuyyyyyy
subhanallah...masya Alloh...merinding
Niel Locot
nyiman sambil meresapi ajja
uhuuyyyyyy
huaaaaaa😭😭😭
syora
ya allah jgn blng mami alisa dan opa gilang yg hrs berpulang
mski ada khidupan dan kmatian tp pasti ada kehilangaan😭😭😭
uhuuyyyyyy
waahh seruu critanya...aku syuka aq syuka😍😍😍
syora
kadang kluarga sendri dlm.mnyakiti buta akan sgalnya
smoga stlh ini malda dan satria srta krajaaannya makmur dan bhagia
syora
everything is wrong
syora
emmm klau dah nyangkut mslh belahan jiwa,melting deh si arjuna
syora
ternyata konflik sebuah kekayaan yg pelik tak hanya dlm dunia maya tp realita pun lbhembutakan mata hati
semoga pasanagn satria dan maldya samawa till jannah
syora
mkasih thor akhirnya bs slalu ikutin crtamu
syora: sm" harusnya kita yang brtrima kasih
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!