Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Etika
Dalam sebuah drama atau novel mungkin segalanya adalah hal yang wajar. Ketika protagonis pria menghabiskan waktu dengan protagonis wanita hingga melupakan bagaimana dunia berjalan.
Angel melambaikan tangannya, menatap ke arah suaminya yang kini melajukan kendaraan pergi.
Jabatannya saat ini adalah direktur bagian pemasaran. Ketika Angel melangkah, maka beberapa karyawan mulai menjilatnya.
“Selamat pagi Angel…”
“Angel, Kamu benar-benar kelihatan cantik lagi ini.”
“Angel krim perawatan apa yang kamu gunakan? Wajahmu terlihat begitu cerah.”
Beberapa pujian didapatkannya dari karyawan lainnya. Dirinya hanya menjawab dengan senyuman dan sapaan.
Kehidupannya yang begitu sempurna dimulai.
Tidak menyadari mata arabella mengawasi dari lantai dua kantor. Benar-benar mengamati apa yang Angel lakukan. Perlahan wanita itu tersenyum…keterlambatan…tinggal mengevaluasi bagaimana kinerjanya.
Dirinya menikmati satu cup coffee yang dibelikan oleh sekretarisnya.
“Nona arabella…Apa yang harus dilakukan? Haruskah menghubungi bagian HRD atau menghubungi tuan besar yang ada di luar negeri?” Tanya Fitria, sekretaris yang sudah menemaninya selama 5 tahun.
“Tidak perlu…sebentar lagi saat perjodohanku kakek juga akan pulang. Tentang Angel yang tidak disiplin ini. Lebih baik selidiki langkah-langkah bodoh apa saja yang dibuat olehnya. Aku ingin mempersulit ayahku tercinta di rapat dewan direksi nanti.” Arabella melangkah membawa satu cup kopi miliknya.
Angel sejatinya tidak bodoh. Hanya saja kurang disiplin dan bertanggung jawab. Hingga perlahan dirinya memasuki ruangannya. Tidak lama…sekitar 10 menit kemudian, suara ketukan pintu terdengar di area depan ruangannya.
“Masuk!” Ucapnya menghentikan pekerjaannya.
Entah kenapa dirinya sudah menebak akan seperti ini. Hampir setiap hari sama, apa ayahnya dan Angel tidak memiliki pekerjaan menumpuk seperti dirinya? Hingga sempat-sempatnya mendatangi ruangannya, seakan ruangannya adalah toilet umum.
“Ada apa kalian kemari? Jangan bilang kalian ingin bermain rumah-rumahan denganku?” Tanya arabella terdengar begitu tenang.
“Akan ada investor bernama Julian. Dia baru saja datang dari luar negeri, pria itu memang melanjutkan studi di negara lain. Kamu memiliki pengalaman kuliah di luar negeri. Apa salahnya membantu Angel untuk bertemu dengannya?” Nasehat yang diucapkan oleh Vino kepada putrinya.
“Kalau proyeknya berhasil, nama siapa yang akan tercantum di sana?” Arabella mengangkat sebelah alisnya.
“Tentu saja nama Angel. Ibumu secara khusus berpesan kepada ayah untuk menjaga Angel. Dia memang tidak begitu pintar, Tapi dia itu baik dan sopan. Ayah yakin dengan kebaikannya, itu akan memberikan dampak positif untuk perusahaan.” Lagi lagi ayahnya berkata bagaikan hidup di dunia kuda poni. Di mana Kalau kamu baik, kamu pasti akan menerima kebaikan.
Tapi sayangnya untuk seukuran dunia bisnis semuanya adalah kekejaman dengan perhitungan yang matang. Arabella benar-benar mengerti, Kenapa perusahaan tidak akan diwariskan kepada ayahnya.
“Benar! Kakak pernah kuliah di luar negeri pasti memiliki banyak pengalaman dan bahan pembicaraan dengan Tuan Julian. Berbeda denganku yang hanya kuliah di universitas dalam negeri. Aku harap, Kakak bisa mengajariku lebih banyak. Kakak bisa membimbingku. Karena itu secara khusus Ayah merekrut Kakak menjadi asistenku di kesempatan kali ini.” Ucapannya begitu manis penuh dengan pujian. Tapi sejatinya tengah menghina arabella secara terang-terangan.
“Aku? Menjadi asisten? Lalu semua pekerjaan yang aku handle mati-matian, semua tepuk tangan dan rasa terima kasihnya akan jatuh padamu? Kamu gila ya!?” Arabella masih tidak habis pikir, Bagaimana ada orang yang terang-terangan ingin menghinanya.
Air mata Angel mengalir. Matanya menatap ke arah Arabella.”Bukan begitu maksudku kakak. Kakak hanya kurang memiliki etika, lebih baik Kakak menemaniku, nanti supaya bisa belajar lebih banyak etika dariku.”
“Orang yang lahir di kampung, dibesarkan dalam kemiskinan ingin mengajariku tentang etika!?”
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.