Indonesia
NovelToon NovelToon
SEPERTIGA (MANUSIA, DEWA DAN SILUMAN)

SEPERTIGA (MANUSIA, DEWA DAN SILUMAN)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:419
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Lu Chen adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang hidup terasing di pinggiran Desa Qingfu. Di balik penampilannya yang sederhana sebagai peracik obat herbal yang pendiam, ia menyimpan sebuah rahasia besar dan mengerikan: garis keturunan gila yang menggabungkan tiga unsur sekaligus, yaitu darah manusia yang fana, cahaya dewa yang suci, dan kutukan siluman kegelapan.

Secara fisik, Lu Chen memiliki daya tarik yang kuat dengan garis wajah tegas, namun tubuhnya menyimpan ketidakseimbangan yang berbahaya. Matanya memiliki dua warna yang berbeda; mata sebelah kanan memancarkan cahaya keemasan yang hangat dan tenang, melambangkan sisa-sisa kekuatan dewanya, sementara mata sebelah kiri sering kali berubah menjadi ungu legam yang dingin saat emosinya tak terkendali. Di leher hingga sebagian wajahnya juga tersembunyi rajah alami berupa sulur-sulur hitam yang menandakan segel kutukan siluman purba.

Dari segi sifat dan kepribadian, Lu Chen adalah sosok yang sabar, lembut, dan sangat peduli

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 — PENCARIAN LU CHEN

Tiga bulan berlalu sejak hari kehancuran di puncak kahyangan. Di reruntuhan bekas Penjara Langit yang kini telah berubah wujud menjadi sebuah ibukota baru yang megah, nama Kota Harapan dikukuhkan sebagai pusat peradaban baru Tiga Alam.

Shen Yue memegang tampuk kepemimpinan tertinggi. Meskipun warna rambutnya telah kembali hitam legam dan luka cambuk petirnya telah pulih sepenuhnya, tatapan matanya senantiasa menyimpan kehampaan yang mendalam. Di dalam genggamannya, sebuah pecahan Segel Penyelamat yang retak menjadi satu-satunya benda yang ia peluk setiap malam.

[Panel: Status Dunia] PERANG BERAKHIR: TIGA ALAM DAMAI PEMIMPIN: SHEN YUE - RATU KOTA HARAPAN MISI UTAMA: MENCARI KEBERADAAN LU CHEN PETUNJUK: NIHIL

Fragmen Pertama: Jiwa Iblis

Malam itu, di dalam ruang meditasinya, Shen Yue memejamkan mata erat-erat sambil menyalurkan energi spiritual ke pecahan segel di telapak tangannya.

CAHAYA!

Sebuah kilasan memori masa lalu berkelebat cepat di dalam kesadarannya. Flashback memperlihatkan detik-detik Lu Chen di dimensi Kehampaan; tubuh pemuda itu tampak transparan, dengan suara lirih yang bergema: “...Bu... aku masih ada di sini...”

Shen Yue terbangun secara mendadak, air matanya tumpah seketika. "Nak!"

Xue Ling mendobrak masuk ke dalam ruangan. "Ratu Shen! Sensor menara pengamat mendeteksi anomali energi yang sama!"

Mereka berdua segera berlari menuju Menara Pengamat Tertinggi. Di sana, Luna menunjuk ke arah bentangan langit malam. "Lihat ke sana. Sebuah bintang baru muncul tiga bulan lalu, dan ia terus bergerak."

[Panel: Scan Bintang] NAMA: BINTANG CHEN LOKASI: DIMENSI KEHAMPAAN ANTAR ALAM KANDUNGAN ENERGI: TIGA JENIS DARAH + SEGEL

"Itu benar-benar dia," ucap Shen Yue penuh keyakinan. "Dia masih hidup."

Wolf menyilangkan tangannya di dada. "Tapi kawasan Kehampaan adalah tempat di mana jiwa-jiwa tersesat untuk selamanya. Memasuki tempat itu berarti tiket satu arah."

Shen Yue bangkit berdiri. "Kalau begitu, kita akan menjemputnya pulang."

Memasuki Dimensi Kehampaan

Tim inti yang terdiri dari Shen Yue, Xue Ling, Luna, Lin Yue, dan Wolf melangkah maju. Menggunakan sisa pecahan segel sebagai kunci pembuka, mereka merobek dimensi dan melompat masuk ke dalam portal.

SHUUU!

Dunia di sekeliling mereka berubah menjadi hamparan kehampaan tanpa batas atas dan bawah; yang tersisa hanyalah taburan bintang-bintang redup dan gumpalan kabut hitam pekat.

Tiba-tiba, suara gaung yang menggema dari segala penjuru menyapa mereka: "SELAMAT DATANG DI MAKAM PARA DEWA."

Sesosok makhluk purba berwujud bayangan transparan muncul di hadapan mereka—Leluhur Waktu.

[Panel: Scan] NAMA: LELUHUR WAKTU RAS: DEWA KUNO STATUS: PENJAGA JIWA TERSESAT

"Kalian sedang mencari anak berdarah campuran itu?" tanya Leluhur Waktu tenang. "Jiwanya pecah menjadi tiga bagian saat menahan ledakan."

"Pecah?!" teriak Shen Yue panik.

"Benar. Untuk menahan kekuatan ledakan maha dahsyat itu, ia menggunakan ketiga jenis darahnya sebagai jangkar pertahanan. Kini, ketiga fragmen jiwanya tersebar di tiga tempat berbeda."

[Panel: Tiga Fragmen Jiwa] 1. FRAGMEN IBLIS - JURANG NERAKA LAPISAN KESEPULUH 2. FRAGMEN MANUSIA - DESA BATAS YANG HILANG 3. FRAGMEN DEWA - ISTANA LANGIT YANG RUNTUH

"Kumpulkan ketiga fragmen itu kembali," pesan Leluhur Waktu sebelum menghilang. "Namun berhati-hatilah. Setiap fragmen dijaga ketat oleh Bayangan Hatinya sendiri."

Fragmen Pertama: Sisi Iblis

Mereka bergegas turun menuju Jurang Neraka Lapisan Kesepuluh—tempat yang jauh lebih dalam dan mengerikan daripada sarang Mo Tian sebelumnya.

Di sana, sesosok bayangan Lu Chen berwujud iblis murni berdiri menatap mereka dengan mata merah menyala dan tanduk hitam yang besar. Aura pembunuh yang dipancarkannya begitu pekat.

"SIAPA KALIAN?!" raung wujud iblis itu menggelegar.

Shen Yue melangkah maju perlahan. "Nak... ini Ibu."

Fragmen Iblis itu menatapnya tajam sejenak, lalu mendesis buas. "IBU?! TIDAK ADA IBU DI TEMPAT INI!"

Ia langsung menerjang ganas. Cakar Iblis: 100%. BOOM! Tebasan itu menghancurkan tebing gunung di sekitar mereka.

Xue Ling dan Luna mengerahkan seluruh tenaga untuk menahan serangan tersebut, namun kewalahan.

Shen Yue berteriak lantang melintasi badai angin: "LU CHEN! INGAT SIAPA DIRIMU!"

Fragmen Iblis itu tiba-tiba menghentikan serangannya. Ia mencengkeram kepalanya sendiri kesakitan. "Sakit... aku... aku bukan monster..."

Shen Yue melompat menerjang, memeluk erat tubuh bayangan itu penuh kasih sayang. Fragmen Iblis itu menangis tersedu-sedu, lalu meleleh menjadi pendaran cahaya yang masuk terserap ke dalam pecahan segel.

[Panel: Segel Update] FRAGMEN TERKUMPUL: 1/3 - IBLIS

Fragmen Kedua: Sisi Manusia

Perjalanan berlanjut ke Desa Batas yang kini telah menjadi desa hantu yang sunyi.

Di tengah-tengah reruntuhan rumah tua, duduk seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun berlumuran darah—wujud manusia Lu Chen saat ia merasa paling lemah dan tak berdaya.

Anak itu meringkuk memeluk lututnya sendiri. "Aku sangat lemah... aku tidak bisa menyelamatkan siapa pun..."

Shen Yue berlari menghampiri dan berlutut di hadapannya. "Nak..."

Fragmen Manusia mendongak dengan air mata bercucuran. "Bu... aku merasa sangat takut..."

Shen Yue mendekapnya erat ke dalam pelukan hangat seorang ibu. "Kau adalah anak terkuat di dunia ini. Kau telah menyelamatkan lima ratus orang dan ibumu."

Anak itu tersenyum tulus, lalu tubuhnya berubah menjadi serpihan cahaya yang masuk ke dalam segel.

[Panel: Segel Update] FRAGMEN TERKUMPUL: 2/3 - IBLIS + MANUSIA

Fragmen Ketiga: Sisi Dewa

Destinasi terakhir membawa mereka ke reruntuhan singgasana tertinggi di Istana Langit Lapisan Kesembilan.

Di atas takhta emas yang hancur, duduk wujud Lu Chen berwujud dewa sempurna; mata keemasannya memancarkan dingin tanpa emosi sedikit pun.

"Kalian melanggar batas keseimbangan kosmik," ucap Fragmen Dewa datar. "Kalian harus dihapus."

Ia mengangkat tangannya, merapal Hukum Langit untuk melenyapkan mereka.

Shen Yue melangkah maju tanpa ragu, membiarkan serangan itu mengarah langsung padanya. "Hukum? Akulah ibu kandungnya."

Fragmen Dewa itu tertegun kaku. "Ibu... berikan buktinya."

Tanpa ragu, Shen Yue membuka sedikit jubah di punggungnya, memperlihatkan bekas luka cambuk petir yang membekas abadi. "Inilah bukti bahwa aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri."

Air mata berwarna keemasan menetes perlahan dari mata sang dewa. Suaranya bergetar hebat. "Aku... aku sangat merindukan Ibu..."

CAHAYA!

Fragmen terakhir itu melesat masuk, menyatu sepenuhnya dengan segel di tangan Shen Yue.

[Panel: Segel Update] FRAGMEN: 3/3 LENGKAP STATUS: SIAP MELAKUKAN REKONSTRUKSI JIWA

Rekonstruksi Jiwa

Mereka kembali ke pusat dimensi Kehampaan yang dipenuhi taburan bintang.

Shen Yue meletakkan pecahan segel itu di udara terbuka, sementara kelima anggota tim mengalirkan energi spiritual mereka secara bersamaan.

"NAK! KEMBALILAH!" jerit Shen Yue penuh harap.

CAHAYA TIGA WARNA MELEDAK DAHSYAT.

Dari dalam pusat cahaya tersebut, sesosok pemuda perlahan terbentuk sempurna. Rambutnya berwarna hitam bercampur putih di ujungnya, manik matanya memancarkan tiga warna harmoni, dan Segel Penyelamat kini telah utuh kembali tertanam di dadanya.

Tinggi badannya seratus tujuh puluh lima sentimeter, dengan usia fisik enam belas tahun.

Dialah Lu Chen.

Pemuda itu perlahan membuka kelopak matanya. "...ibu..."

DUAR!

Shen Yue langsung menerjang maju, mendekap erat tubuh putranya tanpa mau melepaskannya lagi. "NAK...!"

Lu Chen membalas pelukan itu dengan sama eratnya. "Aku... aku mengingat semuanya. Maafkan aku karena membuat Ibu menunggu begitu lama."

Xue Ling menyeka matanya yang basah. "Bocah bodoh. Kau benar-benar hobi membuat orang lain khawatir." Luna tersenyum lega. "Selamat datang kembali di rumah." Wolf tertawa lebar. "Bos! Kita benar-benar menang!"

Lu Chen menatap kedua belah telapak tangannya sendiri. "Aku... sudah utuh kembali."

[Panel: Status Final] LU Chen: HIDUP KEMBALI SEPENUHNYA KOMPOSISI DARAH: IBLIS 65% | MANUSIA 32% | DEWA 3% - SEIMBANG SEMPURNA SEGEL: MENYATU ABADI DI DALAM TUBUH JURUS UTAMA: TINJU PEMBEBASAN: 100%

Penutup Arc 5

Mereka kembali melangkah turun menjejakkan kaki di tanah Kota Harapan. Kedatangan mereka disambut oleh lautan manusia dari sepuluh ribu rakyat yang bersorak gembira.

"RAJA CHEN TELAH KEMBALI!" teriak mereka riuh.

Lu Chen mengangkat sebelah tangannya tersenyum ke arah rakyat. "Aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah seorang anak yang pulang kepada ibunya."

Ia memandang ke arah bentangan langit luas yang kini terbebas dari segala bentuk peperangan dan penindasan.

Shen Yue berbisik lembut di sisinya. "Terima kasih karena telah kembali padaku, anakku."

Lu Chen menggenggam jemari ibunya erat-erat. "Sekarang, tugas kita adalah menjaga kedamaian dunia ini."

Di kejauhan angkasa, Bintang Chen memancarkan pendaran cahaya terangnya paling benderang, menyinari masa depan Tiga Alam yang damai abadi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!