Aurora Monique Ragnhild Nicandro, gadis berusia dua puluh delapan tahun yang ingin mempunyai anak, tapi dia tidak mau menikah.
Apakah yang akan dilakukan oleh Aurora.??
Apa dia akan mengadopsi seorang anak, atau memilih akan melakukan donor sp3rma.??
Ide gila tiba-tiba muncul dari dalam otaknya, ketika takdir mempertemukannya dengan seorang laki-laki yang bernama Enzo.
Mau tahu, apa yang akan di lakukan Aurora kepada Enzo.??
Dan bagaimana reaksi dari Enzo, ketika tahu jika Aurora hanya memanfaatkannya saja demi mendapatkan anak darinya.
Yuk, simak kisah mereka berdua di novel saya yang ke sekian, maaf jika nanti banyak typo🤗😉.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maria_azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERGI
Martin yang melihat Enzo malah bengong, dia lalu mengejutkan Enzo dengan cara memukul pundaknya.
" Apaan sih kamu Martin ," kata Enzo kepada Martin.
" Kamu itu kami ajak bicara, malah melamun saja ," jawab Martin kepada Enzo.
" Dan kamu sepertinya biasa saja mendengar jika gadis itu keguguran anak kalian?? ," kata Martin lagi kepada Enzo.
" Engh, bukan begitu Martin ," jawab Enzo.
" Sekarang bagaimana keadaannya Aurora, apa aku sudah bisa melihatnya?? ," tanya Enzo mengalihkan pembicaraan.
" Sebentar, biar aku pindahkan dia dulu ke ruang perawatan biasa ," jawab Martin.
Enzo hanya mengangguk saja kepada Martin, dan ketika sudah di pindahkan ke ruang perawatan biasa oleh Martin, Enzo langsung duduk di kursi samping brankar, sambil menatap lekat ke arah Aurora yang masih memejamkan matanya.
" Siapa dia Enzo?? ," tanya Martin kepada Enzo.
" Kamu belum bercerita kepadaku tentang dia ," kata Martin lagi sambil berdiri di samping brankar satunya.
" Dia bernama Aurora, dia cuma gadis biasa, dari desa, miskin dan ....... ," Enzo menjeda perkataannya.
" Pekerja keras ," kata Enzo, masih sambil menatap ke arah Aurora.
" Entahlah, aku tidak tahu, apakah dia sudah tahu apa belum kalau dia sedang hamil, namun, ketika mendengar dia keguguran, ada rasa di dalam sini, rasanya sangat sakit sekali ," kata Enzo sambil memegangi dadanya.
" Lalu apa yang akan kamu lakukan kepada gadis ini, lagipula kamu sekarang sudah tidak ada ikatan dengannya, karena anak kalian sudah tidak ada ," kata Martin kepada Enzo.
" Entahlah, aku juga tidak tahu ," jawab Enzo.
" Pikirkanlah baik-baik, jangan sampai kamu membuat keputusan yang akan membuatmu menyesal nanti atau gadis ini tersiksa Enzo, aku pergi dulu, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan ," kata Martin kepada Enzo.
Enzo hanya mengangguk saja kepada Martin, dan Martin langsung saja berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan Aurora.
Sepeninggal dari Martin, Enzo menatap lagi ke wajah Aurora, seperti menyimpan bentuk wajah Aurora di dalam ingatannya, dan tidak lama, Aurora pun akhirnya sadar dari masa pingsannya karena efek obat tadi, ketika di kuret.
" Engh, aku ada di mana?? ," kata Aurora sambil menetralkan matanya.
" Aaahh ," kata Aurora ketika tangannya yang sedang di infus terasa sakit.
" Infus, apa aku sedang ada di rumah sakit?? ," kata Aurora lagi, dan Enzo hanya diam saja melihat Aurora sudah sadar.
Aurora yang tidak sengaja mengalihkan pandangannya ke arah samping dan langsung melihat Enzo, dia langsung menampilkan wajah yang terkejut serta takut.
" Biarkan saya pergi Tuan, dan kenapa saya ada di rumah sakit?? ," kata Aurora kepada Enzo.
" Kamu ...... ," Enzo sedikit kesusahan menjawab.
" Emm ...... ," kata Enzo lagi.
" Aaah, perutku sakit sekali, apa yang sebenarnya terjadi?? ," kata Aurora ketika merasakan perutnya sakit.
" Kamu keguguran Aurora ," jawab Enzo pada akhirnya.
" Apaaa!! ," teriak dari Aurora sambil menahan rasa sakit di perutnya.
" Tidak,!! jangan keguguran, aku sangat menginginkan anak ini ," kata Aurora lagi.
" Andai aku tahu jika aku sedang hamil, pasti aku akan menjaganya, atau jangan-jangan .......?? ," kata Aurora lagi sambil menatap lekat ke arah Enzo.
" Gara-gara anda yang sudah memp3rk054 saya tadi dengan sangat kasar sekali, jawab saya Tuan!! ," kata Aurora kepada Enzo dengan nada yang terdengar sangat marah sekali.
" Maafkan saya Aurora ," jawab Enzo kepada Aurora.
" 63r3n953k,!! dasar semua laki-laki tidak pernah bisa sayang kepada anaknya, bahkan sebelum dia lahir pun sudah di bunuh lebih dulu ketika masih berada di dalam kandungan, pergiiiiiiii!! ," kata Aurora kepada Enzo sambil berteriak.
" Aurora, jangan begini, maafkan aku, aku juga tidak tahu jika kamu sedang hamil, dan akan begini akibatnya ," kata Enzo kepada Aurora.
" Pergiiiiiiiiiiii!!! ," teriak dari Aurora lagi.
" Tidak Aurora ," kata Enzo.
Ketika mereka sedang berdebat, tiba-tiba pintu ruang perawatan Aurora terbuka dari luar dengan sangat kasar sekali, dan orang itu adalah Ayah Pippin.
Mata Enzo langsung melotot dengan sangat lebar sekali, ketika melihat kedatangan sang Ayah yang sangat mengejutkannya.
Sedangkan Aurora, hanya menatap bingung, kenapa ada laki-laki tua yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatannya.
" Saya bilang pergi, dan anda Tuan, saya mohon tolong anda pergi juga dari sini, karena saya sedang tidak ingin diganggu ," kata Aurora lagi kepada Enzo dan Ayah Pippin.
" Tidak Nak, saya tidak akan pergi, sampai saya bisa tahu sendiri bagaimana keadaan kamu sekarang ," jawab Ayah Pippin kepada Enzo.
" Saya sudah kehilangan janin saya, karena dia sudah memperk054 saya dengan sangat kasar ," jawab Aurora sambil menunjuk Enzo.
" Apa!! ," jawab Ayah Pippin sangat terkejut.
" Apa itu benar Enzo?? ," tanya Ayah Pippin kepada Enzo.
Enzo hanya diam saja, sambil menundukkan kepalanya.
" Dasar anak kurang 474r,!! kamu sudah membunuh calon cucu Ayah!! ," marah Ayah Pippin kepada Enzo.
" Oh, jadi dia anak anda Tuan, baguslah, suruh dia pergi dari hadapan saya, karena saya muak melihat muka dia ," kata Aurora kepada Ayah Pippin.
" Dan sekarang anda sudah tahu bagaimana keadaan saya, jadi saya mohon ke luarlah juga dari dalam sini ," kata Aurora lagi kepada Ayah Pippin.
" Kamu ke luar Enzo ," kata Ayah Pippin kepada Enzo.
" Tidak Ayah ," jawab kekeh dari Enzo.
" Ke luar Ayah bilang,!! karena Ayah ingin berbicara berdua saja sama gadis ini ," kata Ayah Pippin lagi kepada Enzo.
Tanpa banyak berbicara, Enzo pun langsung berlalu ke luar meninggalkan sang Ayah bersama Aurora.
Enzo sangat penasaran sekali apa yang sedang di bicarakan oleh sang Ayah kepada Aurora, karena Enzo sangat tahu sekali, walau sang Ayah orangnya humble, tapi dia akan sangat menyeramkan jika sedang marah.
Enzo tiba-tiba menjadi gelisah sendiri, dan dia ingin segera melihat Aurora lagi, untuk meminta maaf dan meluluhkan hati Aurora, yang sekarang sedang sangat marah sekali kepadanya.
Ketika Enzo sedang gelisah tidak menentu, tiba-tiba saja dia mendapatkan telepon dari koleganya untuk membahas proyek yang sedang mereka jalani.
Enzo sangat serius sekali membicarakan ini dan itu, hingga tanpa dia sadari sudah setengah jam lamanya dia menerima telepon.
" Baik Tuan, nanti akan saya hubungi anda kembali, karena saya saat ini sedang ada urusan mendesak ,"
Begitulah kata Enzo yang ingin mengakhiri sambungan teleponnya itu.
Enzo yang merasa sudah cukup lama meninggalkan sang Ayah dengan Aurora, dia lalu ingin masuk ke dalam ruang perawatan lagi.
Kedatangan Enzo ke dalam ruang perawatan, langsung saja mengalihkan pandangan Ayah Pippin dan Aurora ke arah Enzo.
" Ayah sudah lama berbicaranya dengan Aurora, sekarang pulanglah, karena ada yang ingin Enzo bicarakan dengan dia ," kata Enzo kepada Ayah Pippin.
" Tidak, Ayah tidak akan pulang, karena ada yang ingin Ayah bicarakan dengan kamu sekarang juga ," kata Ayah Pippin kepada Enzo.
" Besok lagi saja Ayah ," jawab Enzo kepada sang Ayah.
" Tidak!! ," jawab Ayah Pippin.
" Baiklah, tapi di sini saja, karena Enzo ingin menunggu Aurora ," kata Enzo kepada Ayah Pippin.
" Untuk apa kamu menunggu dia Enzo, lagi pula dia bukan istri kamu, dan kamu sama dia juga sudah tidak ada ikatan anak lagi ," kata Ayah Pippin kepada Enzo.
" Ayo cepat ikuti Ayah ," kata Ayah Pippin kepada Enzo sambil berlalu ke luar.
" Ayah tunggu di luar, nanti Enzo menyusul ," jawab Enzo.
" Baiklah ," kata Ayah Pippin.
Ketika Ayah Pippin sudah berlalu ke luar, Enzo pun langsung mendekat ke arah Aurora.
" Awas jangan pergi lagi dari saya, atau kamu akan menyesal nanti, saya pergi dulu ," kata Enzo kepada Aurora.
" Lebih baik saya mati, daripada harus hidup bersama 6471n94n seperti anda!! ," jawab Aurora kepada Enzo.
Enzo yang mendengar jawaban Aurora, dia memilih tidak peduli, dan dia langsung berlalu ke luar dari dalam ruang perawatan tersebut.
Ayah Pippin ternyata mengajak Enzo ke Cafe yang ada di depan rumah sakit, untuk mengintrogasi Enzo tentang Aurora.
Enzo menjawab sekedarnya saja, dan ada yang sengaja dia tutup-tutupi dari sang Ayah.
Di saat perbincangannya dengan sang Ayah sudah selesai, Enzo pun lalu kembali lagi ke dalam ruang perawatan Aurora.
Akan tetapi alangkah terkejutnya Enzo, ketika sudah masuk ke dalam ruang perawatan tersebut, dia tidak menemukan Aurora sama sekali di manapun dia berada.
...✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️...
...***TBC***...