Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlambat

Terlambat

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / CEO / Karir / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Cintapertama
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Starry Hill

Adriano yang hidupnya pas-pasan, karena semenjak lulus SMA dirinya tak kunjung mendapatkan pekerjaan. padahal Dia bercita-cita setelah lulus sekolah akan mencari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Selain itu Dia juga bertekad untuk meminang Michel pujaan hatinya. Namun perbedaan status sosial yang membuat Adriano terasa sulit mendapatkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starry Hill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chat dari Siska

Dikamar dengan ruang yang bernuansa ala princes, dengan warna dinding serba girls. Michi tak hentinya memikirkan Adrian. Namun ada sesuatu yang membuatnya bingung, saat sang Mama yang terlihat aneh ketika berhadapan dengan Pak Suryo dan Bu Murni.

"Kemarin, kenapa Mama tampak aneh ya? mereka seolah ingin menghindar dari mereka. Michi rasa Papa dan Mama menyembunyikan sesuatu dariku. Tapi apa?" Batin Michi.

Yang tak lama dari itu terdengar suara dari luar kamar yang dengan lembut memanggilnya.

"Michi sayang, bangun Nak. Sudah siang ini, apa tidak ada mata kuliah hari ini." Ucap sang Papa dari luar kamar.

"Iya Pa, Michi sudah bangun dari tadi kok. Ada Pa, tapi nanti siang. Biar nanti Michi bareng sama Siska aja ya Pa. Kasihan Pak Han, kalau harus bolak balik kerumah." Balas Michi dari dalam kamarnya.

Michi yang masih dalam posisi nyamannya, membuatnya malas untuk beranjak dari tempat tidurnya. Karena masih memikirkan Adrian yang berubah, membuatnya tak bisa tidur semalaman. Yang tak lama terdengar suara langkah sepatu sang Papa yang pergi meninggalkan kamarnya sembari berpamitan untuk berangkat kerja.

"Ya sudah kalau begitu, Papa berangkat dulu ya Michi sayang. Tapi ingat, tidak boleh diantar sama si anak petani sayur itu." Jawab sang Papa sambil melangkah pergi dari depan kamar Michi.

"Anak petani sayur?" ucap Michi lirih sambil memanyunkan bibirnya kearah pintu kamarnya.

Michi mengambil ponselnya yang berada dimeja yang letaknya tepat disamping tempat tidurnya. Dari layar ponselnya terlihat ada beberapa chat dan panggilan tak terjawab. Dibukanya chat dan panggilan tak terjawab tersebut yang ternyata chat dari Siska teman sekampus Michi.

"What!! Banyak banget nih Siska kirim chat, ada panggilan masuk juga. Kenapa gue gak denger kalo ada telpon ya. Coba gue lihat di pengaturan ponsel gue. Ya elah... mana mungkin kedengaran, orang gue silent nada deringnya." Bermonolog dengan dirinya sendiri.

"Ada apa ya? Kok tumben sampe telpon segala. Coba gue buka chatnya deh." Ucapnya.

Setelah membaca chat dari Siska, mata Michi terbelalak bahkan seakan tak percaya dengan chat yang dikirimnya. Mata yang terasa mengantuk, seketika itu rasa kantuknya hilang. Yang justru jantungnya yang kini berdegup kencang.

"Nih anak bener gak sih!! Jangan-jangan salah chat. Masa iya Siska chat kayak gitu. Gue telpon aja kali ya?" Gumamnya.

Rasa penasaran yang semakin menggebu-gebu akhirnya Michi yang tak sabar menunggu balasan chat dari Siska, memilih untuk segera menelponnya.

"Dari tadi gue lihat nih anak mengetik gak kelar-kelar. Memangnya nih anak ngetik apaan sih ya? Lama banget ngetiknya, sudahlah gue telpon aja." Ucapnya sambil menunggu Siska menjawab panggilannya.

Setelah menunggu beberapa detik, Siska pun menjawab teleponnya. Tanpa basa-basi Michi lagsung menanyakan kebenaran isi chat yang dikirim.

"[Halo Sis, gue gak mau belibet. Gue mau tanya, itu bener gak, chat yang Lo kirim ke gue.]"

"[Iya halo Chi, itu beneran. Masa gue bohong sama Lo. Nanti aja deh gue ceritain sama Lo pas di kampus.]"

"[Sekarang aja sih? Gue penasaran tau. Masa sampe segitunya, dah Lo cerita sekarang aja Sis. Bisa mati penasaran gue?]"

"[Udah, Lo gak usah khawatir. Gue ceritain nanti di kampus. Oh ya, Lo dianter apa mau bareng gue?]"

"[Gue bareng Lo aja, kasihan Pak Han kalau jemput gue.]"

"[Oke, nanti gue chat Lo kalau gue dah otw. Ya sudah gue mau mandi dulu. Bye!]"

Tanpa kompromi Siska langsung mengakhiri obrolan diteleponnya.

"Ugh! Sompret bener nih Siska, belum juga selesai ngobrol udah main matiin telepon. Gue harus pastiin dulu, baru gue tanya sama Papa. Tapi, Mama tahu gak ya soal ini. Apa sebaiknya gue tanya sama Mama ya?" Ucapnya lirih.

"Iya, kayaknya sekarang gue tanya aja sama Mama," imbuhnya sambil berjalan keluar kamar mencari sang Mama.

Michi terus memanggil sang Mama, kesana kemari terus memanggilnya namun tak kunjung datang.

"Mama kemana sih! Dari tadi dipanggil tidak ada jawaban sama sekali." Gumamnya dalam hati.

"Ya sudahlah, Michi mau siap-siap dulu aja, daripada Siska nanti bawel." Ucapnya dalam hati.

Michi pun kembali ke kamar untuk mengambil handuknya. Baru saja Michi hendak mandi, tiba-tiba ponselnya berdering.

"Ini siapa sih, baru saja mau mandi sudah ganggu aja." Gerutu Michi sambil berjalan untuk mengambil ponsel yang ada di atas tempat tidurnya.

Begitu melihat layar ponselnya, Michi terkejut. Karena yang menelpon ternyata Mamanya.

"Mama! Kok Mama telepon?" batinnya sambil menjawab panggilan masuk dari sang Mama.

"[Halo Ma, Mama dimana? Kok Michi cariin di rumah gak ada?]"

"[Maaf Nak, Mama tadi ikut pergi bareng Papa, karena ada acara jadi Mama baru bisa kasih kabar sekarang, Mama mau kerumah teman ini.]"

"[Iya dech Ma, pantesan Mama gak bisa ditelepon dari tadi. Ya sudah Ma, Michi mau mandi. Soalnya hari ini ada Siska yang jemput kerumah, Ma.]"

"[Oke Michi sayang, hati-hati ya sayang berangkat ke kampusnya.]"

"[Iya Ma.]"

Tak lama dari itu telepon dimatikan oleh Mamanya. Michi pun melanjutkan untuk pergi mandi.

Setelah kurang lebih 10 menit, akhirnya Michi selesai mandi dan bergegas untuk bersiap-siap mengenakan pakaian. Yang tak lama dari itu, Michi pun dikejutkan dengan suara seseorang yang terus memanggilnya dari luar rumah.

"Ini siapa lagi sih, jam segini udah datang ke rumah," decak nya dengan sangat kesal.

Michi berjalan untuk melihat ke luar rumah, memastikan siapa yang datang. Yang ternyata Siska sudah datang lebih awal. Michi yang melihatnya pun mulai tampak panik. Karena sedari tadi yang Michi lihat ternyata jam dindinya rusak.

"Astagfirullah, pantesan itu jarum jam situ-situ aja perasaan. Ternyata dari tadi gue lihatin jam gak gerak." Ucap Michi.

"Michi..."

"Michi..."

Siska yang ternyata sudah sedari tadi berada didepan rumah, membuat Michi semakin kebingungan.

"Haduh!! Siska gimana sih, katanya mau kasih kabar ke gue kalau dah mau berangkat. Mana gue belum mandi lagi. Ini gara-gara Mama nih?" Dengusnya kesal.

Tak lama dari itu Michi meminta Bi Inem untuk membukakan pintu rumahnya, agar Siska disuruh masuk ke dalam rumah untuk menunggunya.

"Bi Inem, Bi... tolong dong bukain pintunya." Pinta Michi sedikit teriakan.

Michi pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Siska dipersilahkan oleh Bi Inem untuk menunggu Michi diruang tamu. Setelah kurang lebih dua puluh menit, Michi selesai dari aktivitas mandi dan sudah berganti pakaian.

Michi keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih ditutup oleh handuknya. Siska yang melihatnya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Astaga Michi... Lo gimana sih? Masa jam segini Lo baru kelar mandi. Perasaan kita telponan dah dari sejam yang lalu." Kata Siska keheranan.

"Sorry Sis, gue pikir masih pagi, gak tahunya jam dikamar gue rusak. Pantesan gue tadi nyariin Nama gak ada dirumah." Kilah Michi membela dirinya.

Siska sudah terlalu hafal dengan alasan Michi, pasti ada aja alasannya untuk menjawab. Karena selalu saja ada alasan.

1
Sekar arum
next
Ina Yulfiana
semngt berjuang Siska semoga berhasil membuat Adrian membuka hati untukmu...

next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
udah Adrian buka hatilah buat Siska dia tulus ko apa lg kelurga'a...

next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
Udah mending cm Siska ja dia tulus apa lgi kelurga'a sudah menerima apaadanya gk memandang kya miskin'a...

next semngt sukses selalu
Ina Yulfiana
udah cih Adrian lo memng orang tua'a Michi gk setuju mending mundur Alon²...lebih baik cm Siska sudh jelas² kelurga yg menerima apa adanya...

next semngt sukses selalu
Sekar arum
lanjut dong
Heri Nur: sedikit terlambat ya kak
total 1 replies
Heri Nur
semangat banget ini... hehehehe
Diah Elvina
semangat Thor 👏
Sekar arum
dicky vs adrian nih siska, pilih yg mna
Sekar arum
👍👍
Sekar arum
next
Sekar arum
aku mau siska sama adrian ya thoorr
Heri Nur: semoga aja ya... hehehe
total 1 replies
Sekar arum
next, aku suka ceritanya
Heri Nur: makasih kk
total 1 replies
Hamsah Nurafsiah
semangat pak adriano
Ina Yulfiana
next semngt sukses selalu
Sekar arum
next thoorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!