Indonesia
NovelToon NovelToon
Selingkuhan Berhasrat

Selingkuhan Berhasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Clue

Keluarga suamiku merendahkanku setiap hari, aku di jadikan babu di rumah itu, rumahku sendiri. Tapi suamiku tak peduli, ia hanya bisa terus berselingkuh dengan wanita di Bar.
Satu malam, aku mabuk berat dan tidur dengan pria asing yang ku temui di parkiran, kami melakukannya di mobil.
"Ah...lakukan dengan pelan." Kataku, karena hanya itu yang bisa ku balas pada dunia yang menyakitiku.
Tapi aku tak tau, pria itu ternyata....ketua organisasi paling berbahaya di kota ini.
Sekarang aku terjebak
Antara pernikahan yang akan membunuhku pelan pelan, atau pria yang bisa membunuhku dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Clue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Hans berbalik, ia menyadari Clare dan Ayana tak ada di belakangnya

"apa yang kalian lakukan, rapat akan segera di lakukan, jangan berbuat hal bodoh!" ujarnya, nadanya yang tinggi dan sedikit kesal membuat bima dan Jhon ikut berbalik dan melirik

Jhon tersenyum lebar namun kejam, menatap ke arah Clare yang sedang drama terjatuh ke lantai

"Bu, Clare. Kita di liatin! Cepat bangun" ujar Ayana tergesa, sambil menyodorkan tangannya

"maaf, semuanya!" teriak Clare, lalu ia berdiri merapikan bajunya yang berantakan, dan berjalan kembali

*gadis kecil yang konyol*

***

Di ruang meeting

Ruang meeting di lantai paling atas kantor Hans terasa tenang. Sebuah meja panjang berada di tengah ruangan, dengan beberapa dokumen yang sudah tersusun rapi di atasnya.

Hans duduk di salah satu sisi meja. Di sebelahnya, Clare membuka laptop dan menyiapkan catatan.

Sementara Jhon berada di kursi sisi nya lagi berhadapan dengan Clare. di sebelahnya ada Bima

Setelah semua orang mengambil tempat, suasana kembali hening.

Hans memberi isyarat kepada Clare untuk membagikan dokumen.

"Seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya, perusahaan saya ingin mengajukan kerja sama dengan pihak Anda dalam proyek ini."

Jhon melirik dokumen di hadapannya lalu menatap ke arah Bima. bima melihat tatapan Jhon yang seram itu lalu langsung mengambil dokumennya.

Bima membaca beberapa halaman sebelum akhirnya mengangkat pandangan.

"Saya sudah mempelajari proposalnya."

Hans bersandar tenang. "lalu?"

Bima melirik Jhon bingung

"setujui" ujar Jhon namun matanya melirik ke arah Clare

"Kami melihat kerja sama ini cukup menguntungkan bagi kedua pihak" ujar Bima ragu, ia menatap lagi ke arah Jhon. Namun tatapan Jhon hanya tertuju kepada orang di depannya

*tuan muda ini! Aku harus bicara apalagi!? Kontrak ini sama sekali tak menguntungkan, dia bahkan rela meninggalkan kontrak yang bernilai triliunan demi ini, tapi tak heran ini demi nyonya!* batin Bima

"Na- Namun, ada beberapa poin yang ingin kami pastikan sebelum mencapai kesepakatan."

Hans mengangguk. "Silakan."

Bima menunjuk salah satu bagian dalam dokumen.

"Pembagian tanggung jawab. Dalam proposal ini, pihak anda akan menangani pengelolaan proyek, sementara pihak kami bertanggung jawab pada pendanaan dan distribusi. Benar?"

"Benar." jawab Hans

"Dan untuk pembagian keuntungan?" tanya Bima

Hans menjawab tanpa ragu. "Sudah saya cantumkan di halaman terakhir."

Bima membaca dokumen tersebut. Beberapa detik kemudian, ia menutupnya.

"Saya" bima membigu

*bagaimana ini! Mengapa aku yang harus di repotkan tuan dalam mengejar nyonya*

"se- setuju dengan sebagian besar ketentuannya."

Hans menatapnya. "Sebagian besar?"

"Ada satu hal yang ingin saya ubah."

"Berapa persentasenya?"

Setelah berdiskusi beberapa menit, keduanya akhirnya menemukan angka yang disepakati.

Hans mengulurkan tangannya ke tengah meja.

"Kalau begitu, saya rasa kita sudah sepakat."

Bima menjabat tangannya.

"Senang bekerja sama dengan Anda."

Clare segera mencatat keputusan terakhir mereka.

"Dokumen kerja sama akan kami siapkan untuk ditandatangani setelah revisi selesai," ujarnya

Bima mengangguk.

"Baik. kami tunggu."

Meeting itu pun berakhir dengan kesepakatan yang menguntungkan pihak Dewana

Semua orang berdiri dan saling berjabat tangan

"senang bekerja sama dengan anda" Hans mengulurkan tangannya kepada Jhon

Jhon menerimanya namun ia tak berkata apapun

Lalu Jhon melirik ke sebelah Hans

"senang bekerja sama dengan anda, nona" Jhon mengulurkan tangan terlebih dahulu kepada Clare

*mengapa pria ini terus menatapku seperti itu!? apa dia akan membunuhku di sini!?* batin Clare

Clare mengangguk takut, lalu langsung menjabat tangan Jhon "senang juga bekerja sama dengan anda"

setelah beberapa detik genggaman tangan itu tak Jhon lepaskan, ia mengelus telapak tangan Clare halus dengan telunjuknya sembari tersenyum kecil

Clare refleks menarik tangannya ketakutan *tidak mungkin dia benar-benar ingin menghabisi ku di sini bukan?* tanyanya

"nona, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" sindir Jhon, semua orang di situ melirik "wajah anda sedikit familiar"

"saya rasa ini adalah pertemuan pertama kita!" jawab Clare, cepat

Nitt... Nitt... Nitt... Tiba-tiba ponsel Hans berdering, ia melihat layar itu sekilas

"maaf saya akan mengangkat telepon sebentar" ujarnya, lalu ia menjauh sangat jauh

Jhon mengangguk lalu ia mengalihkan pandangan kepada Bima ia menatapnya tajam

Bima langsung mengerti, ia berbalik, badannya membelakangi Jhon dan Clare

Jhon melangkah maju ke arah Clare, jarak mereka semakin dekat

"gadis kecil" bisiknya pelan dengan suara serak

Clare mundur selangkah, jantungnya berdebar kencang "anda ingin melakukan apa!?"

Jhon tersenyum, lalu ia meraih saku jasnya "kamu lihat ini" Jhon menunjukan uang "bukankah ini penghinaan?!"

"saya tidak bermaksud, tuan. Kupikir anda adalah gigolo yang teman saya bayar!" Clare refleks menutup mulutnya, matanya melotot menyadari apa yang ia bicarakan

Bima yang membelakangi mereka pura-pura tidak mendengar, namun terlihat wajahnya mengerut *habis nyonya, selama beliau hidup tak ada yang berani berbicara seperti itu pada tuan* batin Bima

"kalaupun saya gigolo anda tetap harus bertanggung jawab bukan? Malam itu adalah yang pertama bagi saya"

Clare terkejut, mulutnya mengangap *tak kusangka bos seperti dia masih perjaka* kepalanya bergeleng

"saya harus bertanggung jawab bagaimana? Anda lebih kaya dari saya, anda tak membutuhkan apapun!"

Jhon menarik pinggang Clare lebih dekat, Jarak antara mereka hampir hilang. Napasnya mengenai kulit Clare

"kamu cukup patuh" Jhon menahan dagu Clare. Jempolnya mengusap pelan. Mata mereka saling mengunci

Tubuh Clare membeku, ia merasakan bibir Jhon yang lembut bersentuhan dengan bibirnya

Tangan Clare mendorong dada Jhon "jangan, ini perusahaan"

1
Hamzah
W untuk mbok Lastri ❤️‍🩹
Hamzah
noo mertua matre 🥲
Hamzah
belum apa - apa udah tegang aja nih🗿
Hamzah
halo kak, aku mau baca kalau ada waktu, jangan lupa saling support 😇
Starval
Waduh kak jadi takut, jangan lupa mampir ya kak saling suport
Maharani Martosono
😄
Nona Cloe: rating dong kak, makasih 😘🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!