Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12

****

Tak sampai satu jam setelah obrolan di paviliun belakang, Raden Ajeng Gayatri langsung mengeksekusi langkah tegas. Ibu mertua Lilianne itu memutuskan bahwa malam berikutnya akan diadakan makan malam privat keluarga besar di mansion Arya. Acara tersebut dirancang khusus sebagai bentuk pengukuhan resmi Lilianne Prameswari sebagai nyonya rumah yang baru, sekaligus memberikan kuasa penuh bagi Lilianne untuk mengomando seluruh staf—termasuk memimpin Widya di depan seluruh trah Soerjoatmodjo dan Djojodiningrat.

Keesokan harinya, mansion mewah milik Arya bergetar oleh kesibukan. Lilianne mengambil alih komando penuh. Dengan ketenangan ala bangsawan Eropa dan keanggunan putri Jawa, ia mengatur alur piring porselen limoges, rangkaian bunga peoni impor, hingga urutan fine dining yang dipadukan dengan hidangan keraton.

Widya, yang merasa posisinya sebagai kepala pelayan mulai terancam dan ingin mempertahankan martabatnya di depan keluarga besar, tak kehilangan akal cerdiknya. Ia memanfaatkan kedekatan historisnya yang sudah mengenal lama para sesepuh dinasti Soerjoatmodjo. Saat malam jamuan tiba dan para tamu kehormatan mulai berkumpul di ruang makan utama yang megah, Widya melangkah sangat sigap.

Saat menyajikan appetizer berupa canapé caviar ke hadapan Raden Mas Bambang Soerjoatmodjo dan para tetua, Widya dengan sengaja beralih menggunakan bahasa Inggris untuk memamerkan kapasitas dirinya yang seolah berkelas internasional dan pantas berada di mansion tersebut.

"Please enjoy the starter, Sir. It is crafted with imported Sturgeon caviar, paired with fine French vintage wine to suit your palate," ucap Widya dengan nada yang sengaja dibuat agak dibuat-buat dan artikulasi yang dipaksakan sopan.

("Silakan nikmati hidangan pembukanya, Pak. Hidangan ini dibuat dari kaviar Sturgon impor, dipadukan dengan wine antik Prancis berkualitas tinggi untuk memanjakan lidah Anda," ucap Widya dengan nada yang sengaja dibuat agak dibuat-buat dan artikulasi yang dipaksakan sopan.)

Widya melirik sekilas ke arah Lilianne, berharap aksinya itu bisa memberi impresi bahwa dirinya bukan sekadar pelayan lokal biasa, melainkan pengelola mansion yang berpendidikan tinggi.

Lilianne yang duduk mendampingi Arya di ujung meja hanya menyunggingkan senyum sinis yang amat tipis. Ibu jari dan jari telunjuknya yang dihiasi berlian memutar-mutar kaki gelas kristalnya. Mendengar pelafalan (pronunciation) dan kosa kata bahasa Inggris Widya yang kaku, patah-patah, serta kental akan aksen yang dipaksakan, Lilianne mendadak merasa terhibur.

Dia mau memamerkan bahasa Inggris di depanku? batin Lilianne dalam hati, netra hijaunya berkilat penuh kemenangan yang dingin. Aku lahir dan tumbuh besar di lingkungan bangsawan London, menyerap kosa kata British murni sejak kecil. Keberaniannya berpura-pura fasih di depan umum sungguh menggelikan.

Lilianne meletakkan gelasnya dengan denting halus di atas meja marmer, lalu memotong keheningan dengan suara yang teramat jernih, mengalir begitu natural tanpa usaha sama sekali dalam Received Pronunciation (RP) British English kelas atas.

"Widya," panggil Lilianne sangat halus namun tegas. "While I appreciate your enthusiastic attempt at English, I’d suggest ensuring your grammar and pronunciation are refined before addressing our distinguished guests. The phrasing you just used is rather clunky and grammatically mismatched for formal imperial dining. Wouldn't you agree, Mother?"

( "Meskipun saya menghargai usahamu yang begitu bersemangat dalam berbahasa Inggris, saya sarankan untuk memastikan tata bahasa dan pelafalanmu diperbaiki terlebih dahulu sebelum menyapa tamu-tamu kehormatan kita. Struktur kalimat yang baru saja kamu gunakan terdengar agak kaku dan secara tata bahasa tidak pas untuk jamuan makan malam resmi ala kekaisaran. Bukankah begitu, Ibu?")

Lilianne menoleh manis pada Gayatri, memberikan senyuman santun.

Ruangan mendadak hening seketika. Bahasa Inggris Lilianne yang terdengar begitu indah, berkelas, dan effortless bagai keturunan bangsawan Inggris murni membuat seluruh tetua keluarga menatap Lilianne dengan decak kagum. Sementara itu, Widya membeku di tempatnya, mukanya memerah padam ditelan rasa malu yang amat sangat akibat teguran halus tapi menohok tersebut.

"Benar kata Lilianne, Nduk," pangkas Gayatri tegas, menatap Widya dengan pandangan menilai yang dingin. "Gunakan bahasa Indonesia atau Jawa halus saja kalau pelafalan bahasa Inggrismu belum sempurna. Jangan mempermalukan tata kelola rumah ini di depan tamu."

"M-mohon maaf, Nyonya... Baik, Ibu Lilianne," bisik Widya dengan suara bergetar menahan malu, lalu mundur teratur menuju belakang barisan staf dengan kepala menunduk dalam.

Di sebelah Lilianne, Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo menyandarkan punggungnya pada kursi kayu jati berukir. Pria itu menyesap wine-nya perlahan, menyembunyikan senyuman miring di balik cangkir kristal. Mata kelam Arya berkilat ketertarikan saat menyaksikan bagaimana istrinya meruntuhkan keangkuhan Widya hanya dalam satu kalimat berkelas.

Namun, permainan malam itu belum berakhir. Sebagai sepasang pengantin baru yang disorot oleh dua klan old money paling berpengaruh, Arya dan Lilianne dituntut untuk menampilkan sandiwara pasangan serasi yang saling mencintai di hadapan kedua keluarga besar.

Eyang Putri yang duduk tak jauh dari mereka tersenyum hangat melihat keduanya. "Melihat kalian berdua bersanding seperti ini, Eyang rasanya lega sekali. Arya, bagaimana Lilianne di rumah? Apakah dia perhatian padamu?"

Arya menegakkan posisi duduknya. Pria itu mengulas senyum paling tampan dan ramah—sebuah topeng sempurna yang sangat jarang diperlihatkannya di luar. Tanpa aba-aba, tangan kanan Arya bergerak di bawah meja, merengkuh pinggang Lilianne secara posesif dan mengikis jarak duduk mereka hingga bahu mereka saling menempel.

"Lilianne adalah istri yang luar biasa, Eyang," jawab Arya dengan suara beratnya yang mengalun mesra. Arya berpaling menatap Lilianne dari jarak yang sangat dekat, mengusap pelan jemari Lilianne yang bertengger di atas meja. "Dia sangat perhatian, bahkan hal-hal kecil di rumah ini sekarang sepenuhnya diatur olehnya dengan sangat sempurna."

Lilianne menahan napas sejenak saat merasakan kehangatan telapak tangan Arya di pinggangnya serta sentuhan lembut ibu jari pria itu di punggung tangannya. Sensasi meletup yang asing kembali menjalar di dadanya. Namun, Lilianne menolak kalah dalam sandiwara ini.

Lilianne menyunggingkan senyum paling memikat, memiringkan kepalanya sedikit menatap Arya dengan manik hijaunya yang berbinar manis.

"Tentu saja, Eyang," sahut Lilianne dengan nada suara mendayu-dayu yang dipenuhi kepura-puraan mesra. "Lilianne hanya melakukan kewajiban Lilianne sebagai istri. Lagipula, Mas Arya ini tipe suami yang sangat manja kalau di dalam rumah, jadi Lilianne harus lebih ekstra memperhatikannya."

Arya menyipitkan matanya tipis mendengar balasan nakal Lilianne yang menyindirnya secara tak langsung. Arya justru makin mempererat cengkeramannya di pinggang Lilianne, mendekatkan bibirnya ke pelipis gadis itu dan mendaratkan satu kecupan hangat di depan seluruh anggota keluarga besar.

Ciuman di pelipis itu membuat bulu kuduk Lilianne meremang seketika.

"Terima kasih atas perhatianmu yang luar biasa, Sayang," bisik Arya tepat di telinga Lilianne, suaranya sangat rendah hingga hanya Lilianne yang bisa mendengar getaran ancaman manis di dalamnya. "Nanti di kamar, saya ingin melihat seberapa 'ekstra' perhatianmu itu saat tidak ada keluarga yang memperhatikan kita."

Darah Lilianne mendidih oleh perpaduan antara kekesalan dan ketegangan fisik yang kian memuncak. Namun di luar, di bawah sorot mata bangga dari Eyang Kakung, Subroto, dan Gayatri, mereka tampak seperti Pasangan Emas yang dimabuk asmara.

Jamuan makan malam itu ditutup dengan kemenangan telak Lilianne atas kendali kekuasaan mansion dan batas wilayah kepala pelayan. Namun saat seluruh keluarga besar akhirnya berpamitan pulang dan pintu ganda mansion tertutup rapat kembali, keheningan malam mendadak menyelimuti foyer.

Arya melepaskan kancing teratas kemejanya, merapikan jasnya, lalu berbalik menatap Lilianne yang berdiri tegap di bawah lampu kristal.

"Eksekusi yang sangat impresif, Nyonya Soerjoatmodjo," ujar Arya tenang seraya melangkah mendekati sang istri dengan tatapan kelam yang sarat akan dominasi. "Kamu tidak hanya memanfaatkan Ibuku untuk menggeser Widya, tapi juga sukses mempermalukannya di meja makan."

Lilianne melipat kedua tangannya di dada, menegakkan chin-nya tanpa rasa takut sedikit pun. "Aku hanya menegaskan siapa ratu sesungguhnya di rumah ini, Mas Arya. Dan pelayan kesayanganmu itu harus tahu tempatnya."

Arya terkekeh rendah, menghentikan langkahnya tepat dua inci di hadapan Lilianne. "Dan sekarang sandiwara di depan keluarga sudah selesai..." Arya menundukkan kepalanya, menyisir helai rambut blonde Lilianne yang terurai di bahu. "...mari kita bahas perjanjian di dalam kamar pengantin kita malam ini."

Bersambung....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!