Indonesia
NovelToon NovelToon
Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Aplikasi Toko Dewa Tiga Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah menyelesaikan masa militernya, Jiang Ming mendapati dirinya terjebak dalam kerasnya realita sebagai pemuda tanpa uang, pekerjaan, maupun koneksi, yang harus memutar otak demi menghidupi adik perempuannya.

Di tengah himpitan utang dan cibiran orang-orang yang meremehkannya, sebuah aplikasi aneh bernama "Toko Dewa Tiga Alam" tiba-tiba terinstal secara paksa di ponsel bututnya.

Aplikasi tersebut menjual berbagai barang supranatural dan keajaiban dari dimensi para dewa, namun ironisnya, semua benda ajaib itu hanya bisa dibeli jika Jiang Ming memiliki uang.

Alih-alih menjadi pahlawan super, Jiang Ming menggunakan kecerdasan dan insting bisnisnya untuk memanfaatkan barang ajaib termurah demi membangun kekayaan dari nol, perlahan memutarbalikkan nasibnya dari seorang pengangguran rendahan menjadi sosok yang mengendalikan kekuatan Tiga Alam di dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Swosh.

Tongkat kayu tebal itu berayun turun dengan kecepatan mengerikan mengincar kepala Bibi Wang.

Bibi Wang hanya bisa menutup matanya pasrah menanti rasa sakit yang akan datang.

Namun rasa sakit itu tidak pernah tiba.

Tak.

Sebuah suara benturan keras menggema di udara, menghentikan waktu di tempat itu seketika.

Pria botak itu melebarkan matanya dengan tatapan tidak percaya.

Tongkat bisbolnya yang diayunkan dengan tenaga penuh kini berhenti total di udara.

Sebuah tangan yang terlihat tidak terlalu berotot sedang menggenggam ujung tongkat itu dengan sangat santai.

Itu adalah tangan Jiang Ming.

Pemuda itu berdiri tegak di depan Bibi Wang yang masih berlutut di tanah.

"Kau... siapa kau?!" bentak pria botak itu mencoba menarik tongkatnya kembali.

Namun tongkat itu seolah terjepit di dalam rahang baja, tidak bergeser satu milimeter pun meski dia sudah mengerahkan seluruh tenaganya.

"Menindas orang tua dan wanita di siang bolong, apakah Grup Tianyu hanya mempekerjakan anjing-anjing pengecut seperti kalian?" ucap Jiang Ming dengan nada dingin.

Bibi Wang membuka matanya dan menatap punggung Jiang Ming dengan mulut ternganga.

"Jiang Ming? K-kau..." gumam wanita galak itu kehabisan kata-kata.

"Bocah tengik, lepaskan tongkatku atau kubunuh kau!" raung pria botak itu dengan wajah memerah karena malu.

Jiang Ming tersenyum sinis.

"Kau mau ini? Ambil saja."

Jiang Ming melepaskan genggamannya secara tiba-tiba sekaligus mendorong tongkat itu ke depan.

Brak.

Gagang tongkat itu menghantam keras dada pria botak tersebut akibat gaya tarik-dorong yang mendadak.

Pria botak itu terbatuk darah dan terhuyung mundur hingga lima langkah sebelum akhirnya jatuh terduduk di tanah.

"Bos!" teriak beberapa preman kemeja hitam yang terkejut melihat pemimpin mereka dipukul mundur.

"Brengsek! Habisi bocah itu sekarang juga!" perintah pria botak itu sambil menahan sakit di dadanya.

Enam preman bertubuh kekar langsung mencabut pipa besi dari balik baju mereka dan menerjang maju ke arah Jiang Ming.

Warga kontrakan menjerit panik dan berhamburan mundur mencari perlindungan.

Paman Li yang masih berbaring di tanah memucat melihat Jiang Ming dikepung.

'Ini saatnya mencoba batas maksimal tubuh baruku,' batin Jiang Ming dengan tenang.

Dia tidak mundur sedikit pun, melainkan maju satu langkah menyongsong serangan pertama.

Seorang preman mengayunkan pipa besinya ke arah pelipis Jiang Ming.

Wush.

Di mata Jiang Ming, gerakan preman itu terlihat sangat lambat dan penuh dengan celah.

Dia dengan santai memiringkan kepalanya sedikit, membiarkan pipa besi itu lewat hanya beberapa sentimeter dari telinganya.

Sebelum preman itu bisa menarik senjatanya kembali, tangan kanan Jiang Ming melesat ke depan seperti kilat.

Bruk.

Satu pukulan keras mendarat telak di ulu hati preman tersebut.

Preman besar itu langsung memuntahkan cairan lambungnya dan roboh seketika tanpa sempat berteriak.

Lima preman lainnya terperanjat, namun mereka sudah terlanjur maju dan tidak bisa berhenti.

Dua pipa besi melayang dari arah kiri dan kanan mengincar pinggang dan kaki Jiang Ming.

Jiang Ming melompat ringan ke udara, menghindari sapuan pipa di bawahnya.

Brak.

Dia mendaratkan kedua kakinya tepat di dada dua preman itu secara bersamaan saat masih berada di udara.

Kedua preman itu terlempar ke belakang seolah ditabrak oleh mobil yang melaju kencang, menghancurkan tumpukan kasur warga di belakang mereka.

Kini tersisa tiga preman yang berdiri gemetar memegang senjata mereka.

Mereka saling berpandangan dengan wajah penuh ketakutan, nyali mereka hancur lebur melihat kecepatan dan kekuatan Jiang Ming yang tidak masuk akal.

"Siapa lagi yang mau maju?" tantang Jiang Ming sambil membersihkan debu di pundak jaketnya perlahan.

Tidak ada satu pun preman yang berani bergerak maju.

Pria botak yang menjadi bos mereka perlahan bangkit berdiri dengan kaki gemetar.

"K-kau... kau tahu siapa bos besar kami di belakang Grup Tianyu? Kau mencari mati, bocah!" ancam pria botak itu masih mencoba menyelamatkan harga dirinya.

"Katakan pada manajer proyek kalian, Wang Hao," ucap Jiang Ming dengan suara keras yang bisa didengar oleh semua orang.

"Jika dia ingin bermain kotor denganku, suruh dia datang sendiri ke hadapanku."

Jiang Ming berjalan pelan mendekati pria botak itu, memancarkan aura membunuh yang sangat pekat.

"Kalian punya waktu sepuluh detik untuk membawa alat berat kalian keluar dari pandanganku, atau aku akan mematahkan kaki kalian satu per satu."

Pria botak itu menelan ludah dengan susah payah merasakan ancaman maut di mata Jiang Ming.

"Mundur! Semuanya mundur ke truk sekarang!" teriak pria botak itu panik.

Para preman kemeja hitam itu langsung berhamburan lari terbirit-birit menaiki mobil pikap dan truk mereka.

Ekskavator kuning itu juga langsung dihidupkan dan diputar balik menjauhi area gang dengan tergesa-gesa.

Dalam waktu kurang dari semenit, jalanan berdebu itu kembali sunyi.

Hanya tersisa rintihan pelan dari beberapa preman yang tertinggal dan terkapar di tanah.

Warga kontrakan yang tadinya bersembunyi kini keluar perlahan dengan wajah penuh kekaguman dan rasa tidak percaya.

Bibi Wang segera merangkak mendekati Jiang Ming dan memegang ujung celananya.

"Jiang Ming, terima kasih... terima kasih banyak telah menyelamatkan nyawa dan uangku," isak Bibi Wang penuh rasa penyesalan.

Wanita galak itu kini menyadari betapa bodohnya dia selama ini karena selalu menghina pemuda di depannya ini.

Paman Li yang dibantu berdiri oleh istrinya juga menundukkan kepalanya dalam-dalam saat menatap Jiang Ming.

"Maafkan aku, Jiang Ming. Selama ini aku selalu memandang rendah dirimu padahal kau adalah pemuda yang hebat," ucap Paman Li dengan tulus.

Jiang Ming menatap warga lingkungan kumuhnya itu satu per satu dengan pandangan datar.

"Aku melakukan ini bukan untuk menjadi pahlawan kalian."

"Aku hanya menyelesaikan utang budi karena tempat ini pernah memberiku atap saat aku tidak punya apa-apa," jelas Jiang Ming dengan suara tenang.

Jiang Ming melepaskan pegangan tangan Bibi Wang dari celananya dengan lembut.

"Bibi Wang, tempat ini sudah tidak aman lagi. Kalian semua sebaiknya segera mengambil uang kompensasi itu dan pindah mencari tempat yang jauh dari incaran Grup Tianyu."

"Lalu bagaimana denganmu, Ming? Kau mau melawan perusahaan besar itu sendirian?" tanya Paman Li khawatir.

"Itu urusanku sendiri," jawab Jiang Ming singkat.

Dia berbalik dan berjalan masuk ke dalam gang menuju kamar kontrakannya.

Tujuannya kembali ke sini hari ini memang hanya untuk berkemas dan pergi untuk selamanya.

Dia akan menyewa sebuah apartemen di pusat kota yang memiliki sistem keamanan tingkat tinggi.

Konfrontasi fisik hari ini telah menyadarkan Jiang Ming akan satu hal penting.

Wang Hao dan Grup Tianyu bukan sekadar lalat kecil yang bisa diabaikan.

Mereka adalah musuh nyata yang akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkan orang-orang lemah demi uang.

Dan Jiang Ming bersumpah, dia akan menggunakan kekuatan dari Toko Tiga Alam untuk menghancurkan dominasi Grup Tianyu dari akarnya.

1
Armoire
10 roses meluncur lah Thor... /Drool//Drool//Smirk//Smirk/ ... Thanks, dah update banyak... Next lanjut ... GPL yah
Armoire
Perfect story.. Perfect MC... No doubt /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Armoire
1 vote meluncur lah Thor /Drool//Drool//Smirk//Smirk/
Yui: makasih kk😊
total 1 replies
MW
bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor mantap nih👍👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha...menghancurkan mental mereka🤣👍mantap Thor lanjut bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 👍👍😀😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mempunyai karyawan untuk topeng seorang penguasa petir🤣👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
memiliki sekutu yang cerdas🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh ngaku ga ya😀😀👍 bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣patung nya benar2 bekerja dan bisa berguna🤣🤣👍👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...ayoooo bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...balas dendam akan segera terlaksana 👍🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
bantaaaaaaaiiiiii Thor bantaaaaaaaiiiiii 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
salah pilih lawan 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita yang bagus
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
baca sampe bab 7 alur ceritanya menarik 👍👍lanjut Thor
Äï
klo di curigai dan dia langsung ngaku sih percuma, percuma nyamar klo sekali nya di curigai ngaku
Dewiendahsetiowati
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!