Indonesia
NovelToon NovelToon
Janji Cerai Di Malam Pertama

Janji Cerai Di Malam Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Single Mom
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

"Satu tahun lagi kita cerai. Hati aku cuma buat Rosa"
Di malam pertama, Fitri dibuang demi wanita lain. Ia pergi membawa luka... dan rahasia besar di rahimnya. Tiga tahun kemudian, pernikahan Adam hancur oleh pilihan hatinya sendiri. Saat penyesalan datang, ia justru bertemu kembali dengan Fitri yang kini menjadi 'Dokter Cantik' sukses bersama seorang anak yang sangat mirip dengannya.
"Fitri... anak siapa yang kamu pangku itu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Resmi ke jalan masing-masing

Suara ketukan palu itu memantul keras di telinga Adam. Seketika, ikatan pernikahan yang telah bertahan selama 365 hari itu resmi terputus di mata hukum dan agama. Adam merasakan ada sesuatu yang patah dan luruh di dalam dadanya, meninggalkan rasa hampa yang amat sangat.

Mereka berdua berjalan keluar dari gedung pengadilan menuju area parkir yang mulai terik. Angin siang berhembus pelan, mengibaskan ujung jilbab Fitri.

"Fitri..." panggil Adam parau, menghentikan langkah wanita yang kini sudah menjadi mantan istrinya itu.

Fitri membalikkan badan, menyunggingkan senyum tulus yang amat bersih. "Iya, Mas Adam? Ada berkas yang tertinggal?"

"Fitri.. kamu... betul-betul mau langsung pergi hari ini?" tanya Adam dengan tenggorokan yang terasa amat kering.

"Iya, Mas. Barang-barangku sudah kuasukkan ke dalam taksi tadi pagi sebelum kita berangkat," jawab Fitri tenang. "Kunci rumah dan kartu akses sudah kuletakkan di atas meja makan. Rumah itu sepenuhnya kembali jadi hak kamu."

Adam menelan ludah gatal, ada desakan di dadanya untuk menahan wanita ini, untuk meminta maaf atas segala kekhilafannya selama satu tahun terakhir. Namun, bayangan perjanjian yang ia buat sendiri serta gengsi yang masih tersisa membuatnya terkunci.

Fitri mengulurkan tangannya pelan. Adam menerima uluran tangan itu dengan gemetar. Fitri mencium punggung tangan Adam untuk yang terakhir kalinya—sebuah gestur penghormatan terakhir sebagai seorang mantan istri.

"Terima kasih untuk satu tahun ini, Mas Adam," tutur Fitri lembut. "Maaf kalau selama ini aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu. Semoga kamu bahagia dengan kehidupan barumu bersama Rosa."

Tanpa menunggu balasan Adam, Fitri berbalik dan berjalan mantap menuju taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. Ia membuka pintu, masuk, dan menutupnya pelan. Saat mobil itu perlahan melaju membelah jalanan kota, Fitri tak sekali pun menengok ke belakang.

Di tepi jalan, Adam berdiri sendirian. Ditatapnya mobil yang membawa Fitri hingga menghilang di belokan jalan. Hari yang selama ini ia tunggu-tunggu akhirnya tiba, tetapi mengapa rasanya seperti kekalahan paling telak dalam hidupnya?

"Kenapa dadaku rasanya sesak ya?" Gumam Adam.

***

Satu bulan berlalu sejak ketukan palu pengadilan memutus ikatan pernikahan mereka. Di sebuah klinik kecil di sudut kota, Fitri duduk sendirian di bangku tunggu. Bau khas antiseptik memenuhi udara. Wajahnya agak pucat, dan tangannya yang gemetar memegang erat selembar kertas hasil pemeriksaan laboratorium yang baru saja diterimanya dari petugas medis.

Positif HCG / Kehamilan (+)

Fitri menatap tulisan itu dengan napas tertahan. Jemarinya perlahan turun menyentuh perut ratanya yang masih pipih. Ada kejutan besar yang berdesir halus di dalam dadanya, bercampur antara rasa haru, takut, dan kebingungan yang amat sangat. Malam kelam satu bulan lalu—malam saat kesadaran Adam terenggut obat ternyata telah menanamkan benih kehidupan di rahimnya.

"Dokter fitri?" panggil dokter kandungan dari dalam ruangan.

Fitri menarik napas panjang, menegakkan punggungnya, lalu tersenyum tipis. "Iya, Dokter."

Saat dokter menjelaskan usia kandungannya yang baru memasuki minggu kelima dan memberikan resep vitamin, Fitri mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia tidak akan memberitahu Adam. Pria itu telah memilih jalannya sendiri, dan Fitri tak sudi menjadikan bayi di rahimnya sebagai alasan untuk mengemis belas kasihan atau mengikat pria yang tak pernah mencintainya. Anak ini adalah miliknya sepenuhnya sebuah anugerah yang akan ia besarkan dengan penuh kasih sayang dan kemandirian.

"Jaga kesehatan ya dokter fitri, kalau ada apa-apa kabari saya"

"Terimakasih banyak dok atas perhatiannya"

***

Sementara itu, sebulan setelah perceraian Adam dan Fitri, Adam memenuhi janji nya untuk menikahi Rosa. Di sebuah hotel berbintang lima di pusat kota Jakarta, denting gelas kristal dan alunan musik jazz megah memenuhi ballroom yang dihiasi ribuan bunga mawar putih. Hari ini adalah hari pernikahan Adam dan Rosa.

Rosa tampak anggun mengenakan gaun pengantin mewah bertabur kristal, tersenyum lebar ke arah para tamu dan kamera para influencer yang hadir. Ia merasa berada di puncak dunia, berhasil menggeser posisi Fitri dan mendapatkan pria mapan yang siap menuruti segala keinginannya.

"Rosaa.. aaa kamu cantik banget siih" Ucap teman-teman rosa.

"AAw, tentu aja.. Aku kan selalu cantik" Jawab Rosa bangga akan dirinya.

"Uuh ini pesta juga megah banget sih, kamu ini kalau cari calon kaya bagi dong tips nya"

Semua terkekeh, lalu rosa berbisik pada teman-temannya.

"Gampang, temani aja dari nol tapi dengan gaya" bisik rosa.

"Ah, nanti di tinggalin."

"Pakai tubuh mu dan gaet maksimal, cari yang polos"

Semua teman-teman Rosa nampak mengangguk.. Namun, di sampingnya, Adam berdiri dengan raut wajah yang hampa. Jas hitam elegan yang melekat di tubuhnya tak sanggup menyembunyikan kelelahan dan ketegangan di matanya. Sepanjang pesta, senyumnya terasa begitu hambar dan dipaksakan. Setiap kali ia melihat bunga-bunga mawar dan kemewahan di sekelilingnya, bayangan tentang betapa borosnya biaya pernikahan ini yang menguras hampir separuh tabungannya terus membayangi pikirannya.

"Mas Adam! Senyum dong! Itu teman-temanku lagi live Instagram!" bisik Rosa tajam di balik senyum cantiknya, mencubit pelan pinggang Adam.

Adam hanya mengangguk tipis, berusaha mengukir senyum palsu ke arah kamera. Di tengah keriuhan pesta yang serba pamer itu, mata Adam tanpa sadar melirik ke sudut ruangan yang sepi. Di kepala dan dadanya, bayangan Fitri mendadak melintas bayangan seorang wanita bersahaja yang dulu selalu menyambutnya dengan teh hangat, tanpa pernah menuntut barang mewah atau pesta pora.

Selepas itu, Rosa tengah fokus bersama teman-temannya, teman-teman adam menghampiri adam.

"Dam.. selamat yaa pernikahan kedua mu" ucap Budi rekan kerjanya.

"Iya, makasih bud.." jawab Adam.

"Super meriah ya bro.. fantastis ini biaya nya" sahut Rendy

"Iyaa begitu lah," jawab Adam dengan datar.

"Yaa.. semoga kamu tetap bahagia ya dam"

"Iya ren, makasih yaa sudah datang"

Malam itu, di dua tempat yang berbeda, dua takdir baru resmi dimulai. Fitri melangkah keluar dari klinik dengan langkah mantap, siap menyongsong masa depan baru bersama benih buah hatinya. Sedangkan Adam resmi memasuki rumah tangga barunya bersama Rosa. Sebuah pernikahan megah tanpa jiwa yang perlahan akan menyeretnya ke dalam jurang penyesalan teramat dalam.

***

Seminggu setelah pesta pernikahan megah di hotel berbintang itu berlalu, tirai kehidupan nyata akhirnya tersingkap. Rumah bergaya minimalis milik Adam yang dulu selalu tertata rapi dan harum, kini tampak bagaikan kapal pecah. Kotak-kotak bekas belanjaan online, pakaian kotor yang menumpuk di atas sofa, serta sisa makanan semalam yang memburu aroma tak sedap menjadi pemandangan pertama yang menyambut Adam saat melangkah keluar kamar.

Adam memegangi kepalanya yang terasa pening. Dengan seragam kemeja kerja yang agak kusut karena belum disetrika, ia melangkah ke dapur untuk mencari secangkir kopi. Namun, jangankan kopi hangat, kompor pun bahkan belum tersentuh sejak kemarin.

"Rosa..." panggil Adam dengan suara serak menahan rasa lelah.

~Bersambung~

1
sunaryati jarum
Rasain Adam,kau kan sudah diberi kenikmatan selangkah Rosa jadi nikmati 😂😂
sunaryati jarum
Makin tidak tahu malu, Adam.Lihat dulu kelakuan kamu gimana pada Fitri, Adam,? Sekarang kau mengemis padanya.Segera resmikan kalian dr Danu dan dr Fitri agar dr Danu punya hak dan kewajiban melindungi kamu dan Aiden dengan penuh.Sepertinya Adam mulai tidak waras, kalian harus waspada, jangan sampai Adam berbuat nekat.
sunaryati jarum
Tidak sadar diri Adam,itu hanya akan menggali kuburan kamu sendiri.Kamu lihat dari jauh saja.Apa yang kau rasakan itu dulu juga dirasakan oleh Fitri.Ingat saat kamu selalu memberikan perhatian pada Rosa.Bagaimana kabar Rosa,ya.
Jika Adam berharap pada Fitri ,itu berarti Adam sudah putus urat malunya.
sunaryati jarum
Tidak akan menang, sampai uangmu habis Adam.Selembar tes DNA yang kau gunakan sebagai senjata tidak akan mempan.Anak di bawah umur akan ada di bawah hak asuhnya apalagi riwayat Aiden dari kandungan sampai dua tahun ini tidak ada andil dari kamu, apalagi pekerjaan kami yang tidak akan mungkin bisa merawat Aiden.Sadar diri Adam!!
sunaryati jarum
Silahkan tes DNA toh tidak merubah apapun, seharusnya kamu terima kenyataan itu akibat kesombongan dan pengabaian,serta pengkhianatan kamu pada Fitri dan mendiang ibumu
sunaryati jarum
Adam tingkahmu menunjukkan rasa tidak bersalah, malah merasa jadi korban,lebih dewasa' dari dr Fitri tapi malah labil dan plin-plan
sunaryati jarum
Sekali , Fitri kamu jangan mau diajak balikan / rujuk sama Adam.Dia ingat kamu karena ekspektasinya pada Roda tidak sesuai harapan.Jika dia bahagia sama tidak akan ingat kamu.Kamu wanita berharga bukan barang,jika mau dipakai dicari sudah tidak dipakai dibuang.Emak suka cerita ini,tapi jika kamu rujuk sama Adam,emak berhenti mengikuti kisahmu
sunaryati jarum
Jangan sampai balikan ke Adam, berikan jodoh lain, jika Adam tahu ada anaknya jangan sampai ada perebutan hak asuh anak yang dimenangkan Adam
sunaryati jarum
Makan tuh Penyedalan, itulah jika mengabaikan amanah ALMH ibumu
sunaryati jarum
Ternyata banyak yang melindunginya ,Adam
sunaryati jarum
syukurin tuh makan sampah
sunaryati jarum
Baru mampir
Lee Mba Young
aku suka Fitri teges banget. 👍. keren
Lee Mba Young
bagus Fitri. jng smp kalah.
jng mau balikan nnti apa lagi demi anak. jijik banget.
sekarang ngemis ngemis dulu sombong.
aku
aq salah baca ato apa. ahr bab sbelumnya bukane udh diusir, rosa bw koper gt ya 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!