Indonesia
NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Diantara Dua Bayang

Lampu-lampu Restoran Horizon yang megah perlahan memudar dari pandangan Mia ketika ia melangkah keluar menuju pelataran parkir.

Udara malam yang dingin langsung menyapa kulitnya, membawa aroma samar tanah basah sisa hujan yang tampaknya baru saja mereda di area ini.

“Mungkin sebaiknya kita pulang bersama,” tawar Liam.

“Tidak, terima kasih. Saya bisa pulang sendiri,” tolak Mia halus.

“Baiklah. Kalau begitu hati-hati di jalan.”

Liam tidak memaksa. Pria itu cukup cerdik untuk memberikan ruang, paham betul bahwa memburu mangsa yang sedang ragu hanya akan membuat umpan di tangannya terlepas.

Sepanjang perjalanan pulang di dalam taksi, pikiran Mia dipenuhi bayangan Ethan yang berdiri basah kuyup di depan toko.

Mengapa Ethan harus bertindak sejauh itu?

Rasa bersalah dan marah berkecamuk di dadanya. Masa lalu mereka sudah berdebu, terkubur di bawah tumpukan kebohongan dan luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Namun, mendengar pria itu mengabaikan kesehatannya hanya demi sebuah penjelasan, membuat benteng pertahanannya sedikit goyah.

Ketika taksi berhenti beberapa meter dari toko perhiasan tempatnya bekerja, jalanan sudah sepi. Lampu jalan membiaskan cahaya remang-remang di atas aspal yang basah.

Ia melangkah perlahan. Dari kejauhan, ia melihat sosok tinggi yang familiar bersandar di pilar toko.

Kemeja Ethan yang basah melekat di tubuhnya. Rambutnya meneteskan air, dan ia menggigil pelan sembari menatap layar ponsel yang redup di genggamannya.

Pemandangan itu begitu kontras dengan Liam Vance yang sempurna dan penuh kendali di balik meja Restoran Horizon.

Pendengaran Ethan yang tajam menangkap suara langkah kaki Mia. Ia mendongak, dan matanya langsung terkunci pada sosok Mia.

“Mia...” suara Ethan parau, hampir tenggelam oleh deru angin malam. Ia melangkah mendekat, namun Mia refleks mengambil satu langkah ke belakang, menahan jarak.

“Kenapa kamu masih di sini, Ethan?” tanya Mia dingin, mengabaikan kondisi Ethan yang memprihatinkan. “Kamu bisa sakit.”

Ethan tersenyum tipis, sebuah senyuman getir. “Aku tidak peduli, Mia. Aku hanya butuh kamu mendengarku. Pesan-pesanku... buket mawar itu... kamu bahkan tidak menyentuhnya.”

“Karena semuanya sudah tidak ada artinya lagi. Sekarang kamu sudah punya kehidupanmu, duniamu, dan popularitasmu, Ethan Tolong jangan ganggu kehidupanku yang tenang hanya karena rasa bersalahmu,” potong Mia tegas.

“Ini bukan hanya soal rasa bersalah, Mia!” tegas Ethan, suaranya meninggi sebelum akhirnya melunak.

“Aku kehilangan arah sejak kamu pergi. Aku tahu aku salah, aku tahu aku pengecut waktu itu, Mia. Tapi tolong... beri aku satu kesempatan untuk menjelaskan semuanya.”

Mia mengepalkan tangannya rapat-rapat di balik lipatan gaun birunya. Di dalam kepalanya, tawaran proyek dari Vance Group dan bayangan masa depan yang aman terus beradu dengan mata Ethan yang memohon.

“Sudah terlambat, Ethan,” bisik Mia pelan namun menancap dalam. “Kesempatan itu sudah tidak ada lagi. Pulanglah.”

Mia berbalik, berniat melangkah pergi menuju kontrakannya. Namun, sebelum ia sempat mengambil tiga langkah, sebuah mobil hitam mewah meluncur pelan dan berhenti tepat di pinggir jalan di dekat mereka.

Kaca mobil itu diturunkan, memperlihatkan Liam Vance yang menatap mereka berdua dengan senyum penuh arti.

“Butuh tumpangan, Mia?” suara Liam terdengar tenang, memecah ketegangan di antara Mia dan Ethan.

Ethan membeku seketika. Matanya membelalak menatap Liam yang tiba-tiba muncul di sana.

****

Langkah Mia terasa berat saat ia membuka pintu mobil hitam mewah Liam dan duduk di kursi penumpang. Tanpa membalas tatapan hampa Ethan yang berdiri terpaku di bawah guyuran sisa hujan, ia menutup pintu dengan rapat.

Suara dentum halus pintu mobil seolah menjadi garis tegas yang memisahkan dunianya dengan pria dari masa lalunya itu. Mobil pun melaju perlahan, meninggalkan sosok Ethan yang kian mengecil dan menghilang di balik kegelapan malam.

Di dalam kabin, udara hangat dan aroma Bergamot yang elegan langsung menyelimuti Mia. Keheningan sempat menyita ruang di antara mereka, hanya terdengar suara dengung halus mesin dan gesekan roda pada aspal yang basah. Ia menatap lurus ke depan, jemarinya meremas kain gaun birunya, menahan kecamuk emosi yang masih bergolak di dalam dada.

Liam tetap fokus mengemudi, kedua tangannya mencengkeram lingkar kemudi dengan tenang. Senyum tipis yang penuh kendali masih tersisa di sudut bibirnya. Ia tidak mengajukan satu pun pertanyaan tentang siapa pria basah kuyup yang baru saja mereka tinggalkan, atau hubungan apa yang terjalin di antara mereka.

Liam tidak perlu bertanya. Sejak Mia menarik perhatiannya, tim internal Vance Group telah mengumpulkan seluruh data mengenai latar belakang Mia. Termasuk masa lalunya dengan Ethan.

Liam sudah tahu betul siapa Ethan, apa yang pernah terjadi di antara mereka, hingga luka yang belum sepenuhnya sembuh di hati Mia.

Bagi Liam, kehadiran Ethan malam ini bukanlah sebuah kejutan, melainkan sekadar variabel yang sudah ia prediksi.

“Suhu AC-nya terlalu dingin?” tanya Liam pelan, memecah kesunyian dengan nada suara yang begitu ramah dan perhatian. Ia melirik Mia sekilas melalui kaca spion tengah.

Mia tersentak pelan dari lamunannya, lalu mengontrol nafasnya agar terdengar tenang. “Tidak, Liam. Ini sudah cukup nyaman. Terima kasih,” ujarnya melupakan kalimat formal.

“Baguslah,” sahut Liam lembut, kembali menatap jalanan yang sepi. Ia sengaja memberi jeda, membiarkan Mia menata emosinya tanpa rasa tertekan.

Liam menghentikan mobilnya tepat di depan gang sempit menuju kontrakan Mia. Penerangan di sekitar sana cukup minim, membuat kilat dari bodi mobil mewahnya terlihat makin mencolok di tengah lingkungan yang sederhana itu.

Mesin mobil dimatikan. Suasana kabin kembali hening untuk beberapa saat.

“Kita sudah sampai, Mia,” ucap Liam lembut. Pria itu memutar tubuhnya sedikit ke arah Mia, menatapnya dengan tatapan hangat yang menenangkan.

Mia mengembuskan napas perlahan, merasa sedikit lega karena akhirnya sampai di tempat tujuan.

“Terima kasih banyak atas tumpangannya, Liam. Dan maaf sudah merepotkanmu malam ini.”

“Sama sekali tidak merepotkan,” balas Liam dengan senyum tipisnya. “Aku hanya memastikan kamu sampai rumah dengan aman. Kamu terlihat sangat lelah malam ini.”

Jemari Mia yang memegang tali tas sedikit mengencang. Ia menyunggingkan senyum tipis yang dipaksakan. “Hari yang cukup panjang, memang.”

“Kalau begitu, beristirahatlah. Soal proposal proyek Vance Group, jangan terlalu terbebani. Kita bisa membahasnya lagi saat kamu sudah merasa lebih tenang,” ujar Liam tanpa sedikit pun mengungkit sosok Ethan yang tadi mereka tinggalkan.

Perhatian Liam yang terasa pas, tidak menuntut dan sangat menghargai batasannya membuat pertahanan emosional Mia makin melunak.

“Terima kasih atas pengertianmu, Liam. Aku sangat menghargainya,”  tutur Mia jujur.

Mia membuka pintu mobil, lalu melangkahkan kakinya keluar menyentuh dinginnya udara malam. Namun sebelum ia benar-benar menutup pintu, suara Liam kembali menahannya.

“Mia?”

Mia menoleh. “Ya?”

“Selamat malam. Semoga mimpimu indah,” ucap Liam ramah, diiringi anggukan kecil yang begitu sopan.

“Selamat malam, Liam. Hati-hati di jalan.”

Pintu mobil tertutup dengan ketukan halus. Mia berdiri sebentar di tepi jalan, memperhatikan mobil hitam itu berputar arah dan menghilang perlahan di balik belokan.

Setelah mobil Liam benar-benar tak terlihat, Mia membalikkan badan dan melangkah menyusuri gang menuju rumah kontrakannya. Di bawah paparan angin malam yang merengkuh tubuhnya, bayangan tatapan memohon Ethan dan kehangatan yang ditawarkan Liam terus berputar di kepalanya, meninggalkan jejak dilema yang kian mendalam.

–tbc–

Ethan Voss

Mia Taylor

1
Tiara Bella
what Liam nyosor tp gk kena....
Tiara Bella
ngeyel bngt si Ethan km ya
Tiara Bella
rumit jg ya hubungan mereka Mia sm Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): yaaah lumayan rumit sih🤧🤧 karir Ethan juga bakal jadi taruhan kalau sampai pernikahan rahasianya terbongkar. tapi skenario yg dia perankan dlm film akan jadi kenyataan stlh ini, seorang laki² yg mempertaruhkan segalanya demi seorang wanita🤧
total 1 replies
Tiara Bella
yah ms Mia msh ngarepin si Ethan sh....
Tiara Bella
visual Liam ganteng bngt...../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Tiara Bella: hooh....Ethan jg ganteng tp aku gk suka sm sifatnya yg plin plan....
total 2 replies
Tiara Bella
tuh kan Liam udh nyari tw tentang Mia dan Ethan.....
Tiara Bella
terima aja Mia ngapain ngarepin Ethan yg udh pernah ngecewin km
Tiara Bella
jangan² Liam Vincen ini tw klu Mia mantan istrinya Ethan.....
Tiara Bella
saingan Ethan ini Liam vance ini ternyata.....
Tiara Bella: hooh ya....
total 2 replies
Tiara Bella
Liam siapa lg ini apakah dia suka sm Mia.....
Tiara Bella
bingunin orng sh Ethan mah ya....
Tiara Bella
mwnya apa sh Ethan ini Herman aku
Tiara Bella
nh loh Ethan km bingung skrng.....
Tiara Bella
bener kenapa hrs skrng Ethan setelah ceria br nyariin....
Tiara Bella
Ethan yg aneh ....bilang aja bang klu suka....🤭
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
penyesalan pasti dtngnya belakangan.....
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
baru terasa setelah gk ada ya kan Ethan.....
Tiara Bella
salam kenal aku mampir Thor.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): salam kenal juga. makasih udah mampir😊😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!