Charista yang biasa di panggil dengan cherry, gadis lugu dari orang biasa yang memiliki kehidupan yang kelam. Sepanjang hidupnya Cherry tinggal bersama dengan sang ibu, Ibu Cherry bekerja sebagai sekretaris perusahaan terkenal. Suatu hari Cherry bertemu dengan Hasan Mark, pemuda dingin dan kaya anak dari CEO perusahaan tempat sang ibu bekerja. Hasan Mark sangat menyukai Cherry secara diam - diam namun Cherry kurang menyukai Hasan karena sikapnya dan dihati Chery hanya ada Sandy, sahabatnya semasa kecil. Karena setiap hari Cherry dan Hasan Mark bertemu, benih - benih cinta muncul di antara keduanya. Tapi ternyata ada seorang laki - laki tampan yang hadir di kehidupan Chery tanpa di duga, laki - laki itu mengetahui seseorang yang membunuh ayahnya dan membuat rencana awal Cherry berubah drastis. Apakah Cherry akan memilih Hasan ataukah Sandy atau Cherry akan memilih laki - laki tampan itu? Apakah Cherry akan menemukan cinta sejatinya dan membalas dendam ayahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 : Perlakuan Berbeda
Tidak tahu kenapa aku semalam bisa tidur dengan lelap dan aku merasakan kehangatan yang aku rasakan dan aku merasakan ada seseorang yang sedang memelukku, akupun terbangun dan membuka mataku disaat itulah aku terkejut Hassan tidur lelap di sampingku
"Hassan, kamu tidur di sebelahku?"
"Ya kan menemanimu"
"Kamu gak jahatin aku kan" ucapku menutupi badanku dengan selimut
"Hahaha ... enggak lah, buat apa aku jahatin kamu. Aku akan menjaga kamu dengan sepenuhnya" ucap Hasasi memegang janggutku
"Kenapa kamu melakukannya? padahal aku bukan siapa - siapamu"
"Kamu orang yang spesial buatku"
"Spesial gimana maksudnya? ... dari tadi malem bilangnya spesial mulu, aku kan jadi penasaran" gumamku kesal
"Nanti aku kasih tau, udah kamu mandi terus ganti pakaian nanti ikut aku" ucap Hassan lembut dan keluar dari kamar
"Kemana?" ucapku dan tidak dijawab oleh Hassan.
Akhirnya aku bergegas mandi dan berjalan menuju lemari pakaian yang ada di kamar tersebut. aku kaget ternyata di lemari ini banyak gaun - gaun yang indah. aku masih heran ini kamar siapa kok bisa ada gaun - gaun yang indah ini. setelah memilih salah satu baju aku keluar kamar dan melihat Gassan sedang menungguku diluar kamar
"Wah cantik" gumam Hassan
"Mmm tadi kamu ngomong apa?"
"Ti ... tidak ada, ayo kita keluar" ucap Hassan berjalan mendahuluiku
"Hassan ... di kamarmu itu baju milik siapa?"
"Milikmu"
"Milikku?"
"Ya ... mulai sekarang kamu tinggal disini"
"Ta ... tapi kan aku tinggal bersama dengan ibuku"
"Ya ... itu dulu sekarang kamuu tinggal disini"
"Aku tinggal dengan siapa?" tanyaku penasaran
"Dengan ... aku" ucap Hassan dingin dan aku hanya diam dan mengikuti langkah kakinya yang cepat
"Kita akan kemana?"
"Ke suatu tempat"
"Jalan - jalan kah?" tanyaku penasaran lalu Hassan mengehntikan langkah kakinya dan berbalik mengarahku
"Tidak ... jalan - jalan mulu yang kamu pikirkan ... ada banyak agenda yang datang ... PAHAM" bentak Hassan
"I ... Iya paham" ucpku lirih dan Hasasi kembali melangkahkan kakinya
Hassan berjalan menuju mobil yang terparkir di depan rumah dan langsung memasuki mobil tersebut sedangkan aku berusaha mengejar langkah kaki Hassan dan hal itu membuatku terengah - engah
"Telat 3 detik" ucap Hassan dingin
"Ya Tuhan dihitung dong" gumamku
"Kamu mencoba protes" tanya Hassan dingin
"Ti ... tidak tuan" ucapku takut
"Kan semalam sudah aku katakan ... jangan panggil bos atau tuan ... panggil aku sayang" ucapnya dingin
"Tapi ..."
"Tidak ada tapi" ucap Hassan dengan tatapan dingin dan itu membuatku takut berada di dalam mobil tersebut
"Kamu bisa tidak mengerti apa yang aku katakan, kamu itu sudah dewasa bukanlah anak kecil lagi bukan lagi anak mama yang setiap waktu membutuhkan mama mu terus" ucap Hassan dingin
Hassan yang dari tadi terus mengoceh membuatku sedih karena dia hanya merendahkanku,
"Ta .. tapi kan aku baru lulus SMA" ucapku membela
"Bodo amat, mau kamu baru lulus SMA atau masih anak kecil atau masih apalah itu yang terpenting kamu sekarang sekretarisku dan asisten pribadiku ... jadi kamu harus menuruti apa kata atasanmu ini" protes Hassan
Aku hanya bisa menunduk untuk menutupi rasa sedihku dan takut untuk menantap mata Hassan yang sedari tadi menatapku tajam
"Kenapa kamu menunduk seperti itu?" tanya Hassan dingin
"Ti ... tidak ada" ucapku lirih
"Aku sedang berbicara denganmu tau" bentak Hassan tetapi aku hanya diam saja. Namun, aku merasa ada seseorang yang sedang duduk di sebelahku
"Kamu menangis?" tanya Hassan memegang daguku dengan lembut sambil menatap wajahku
"Ti ... tidak"
"Apa tadi aku kasar kepadamu?" tanya Hassan khawatir
"Ti ... tidak kok " ucapku berusaha tersenyum
"Kamu jangan bohong" ucap Hassan mulai dingin
"I ... iya ... a ... aku takut ... a ... aku sedih" ucapku lirih
Saat aku mulai meneteskan air mataku lagi dan lagi, Hassan melepaskan tangannya dari daguku dan mulai memelukku lembut
"Emmm ... maaf ... bukan aku sengaja membuatmu takut, emang diriku yang seperti ini ... maaf ya" ucap Hassan lembut dan memelukku erat
"I ... iya tidak apa - apa kok" ucapku mencoba tenang tetapi Hassan tidak melepaskan pelukannya
Aku masih penasaran dengan Hassan, kenapa dia selalu berubah - ubah memperlakukanku. kadang lembut kadang dingin kadang tegas dan kadang tidak terduga seperti ini. aku hanya bisa diam dalam pelukan Hassan. aku takut nanti aku dimarahi lagi oleh Hassan.
dapet salam dari psikopat cantik , jangan lupa tinggalkan like dan komen yah
~ Two world ~
feedback baliknya ya 😉 salam dari Perjalanan Melawan Dunia 🍀
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaakk🤗
tkan prfil q aja yaaa😍
vielen danke😘
feedback ya thor ke lapak aku, salam dari Perjalanan Melawan Dunia :)
aku udh like dan rate 5 bintang ya
msmpir balikya thor..
"Pendekar dewa siluman"
maaf....baca juga novelku ya.
" Oliv "
terimakasih