Bram seorang menantu pria yang lemah setelah menikah dengan Sherly,,rumah tangganya selalu dapat hinaan.
hingga pada suatu hari,ia menunjukkan identitas sebenarnya yang luar biasa, ia sembunyikan selama ini ternyata dia memiliki kekayaan luar biasa dan dia akan balas dendam kepada orang selalu menghinanya dan dia akan mendapatkan istri kembali.
apakah Bram bisa hidup bahagia bersama istri kembali...????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13 Tangerang
Teman Sherly pergi dari restoran itu setelah dia menghina Sherly lalu dia meninggal Cafe itu.
''Mareka sudah keterlaluan sudah menghina kita.''Ucap ibu Alexia sambil beranjak dari tempat duduknya karena dia ingin menghampiri teman Sherly.
''Ibu jangan.''Ucap Sherly sambil memegang tangan ibunya.''Jangan ibu layani orang seperti itu,mendingan kita makan saja.Ayolah Bu duduk lagi kita lanjutkan makan ?
Ibu Alexia mendengar perkataan Sherly sehingga dia duduk kembali lalu mereka pun kembali makan.Setelah mereka makan, dia keluar dari Cafe itu, lalu kembali ke mobil.
Beberapa jam, mereka sudah sampai di perumahan Tangerang dan dia menemui pemilik perumahan itu.
''Apa betul ini dengan ibu sari ? tanya Sherly yang sedang perdiri di depan rumah ibu sari.
''Ia saya sendiri.''Ada apa ya ?''tanya ibu Sari
''Begini Bu.''Saya ingin menyewa perumahan ibu Sari di daerah di sini.Ucap Sherly
''Oh ia..kebetulan sekali perumahan saya ada yang kosong dua.''Kalian boleh pilih yang mana saja ?ucap ibu Sari.
'' Berapa harga perbulan ?''tanya Sherly kepada ibu Sari.
''Oh ..harganya murah kok.''Cuma satu juta perbulan ,ada juga dua juta perbulan.Ucap ibu Sari dengan wajah yang datar.
''Baiklah saya akan ambil yang satu juta perbulan saja.Ucap Sherly
''Nona bisa menempati rumah itu sekarang.'' Biar saya temani nona pergi ke rumah itu ? ucap ibu Sari sambil menutup pintu rumah.
Mereka pun pergi di perumahan itu dan Beberapa menit,mereka sudah sampai.Setelah itu mereka masuk, tapi ibu Sari hanya mengantar mereka di halaman rumah itu lalu dia pergi setelah memberikan kunci rumah kepada Sherly.
''Apa kita akan tinggal di rumah sekecil ini ?'' ucap Alexia sambil melangkahkan kakinya masuk rumah itu.
''Ia Bu.'' Kita akan tinggal di sini sementara waktu, sampai Sherly mendapatkan pekerjaan. Kalau Sherly punya banyak uang lagi ,saya akan membelikan ibu rumah yang besar.
''Tapi Sherly rumah ini sumpek banget dan
cuma memiliki kamar dua.''Apa ibu bisa bertahan di rumah ini ?'' tanya ibu Alexia sambil menghembuskan nafasnya yang
merasa sesak.
''Ibu harus sabar.''Kalau kita tidak tinggal
di sini, dimana lagi Bu ? tanya Sherly kepada ibu Alexia.
''Baiklah aku akan bersabar.'' Tapi ibu mau mandi dulu ya ?''setelah itu kita istirahat soalnya aku capek sekali dan saya tidak bisa membantu kalian beres-beres rumah.Ucap ibu Alexia.
''Ia ibu boleh istirahat.'' Biar aku dan Verrel yang beres beres rumah ini.''Ucap Sherly yang lagi duduk di kursi
Sherly dan Verrel pun membersihkan rumah itu. Karena banyak debu yang menempel di lantai dan dia menyimpan baju-baju mereka di lemari mereka. Sherly merasa lelah membersihkan rumah, karena dia sama sekali tidak pernah membersihkan rumah sama sekali,waktu Sherly masih memiliki segalanya.Namun sekarang dia harus mengerjakan semua tugas itu, bersama Verrel.Walaupun ini terasa berat untuk di jalani mereka.
Hendra Wijaya yang berada di perusahaan Ayahnya.Dia tidak mengerti tentang perkantoran dan dia bingung mau ngapain.
Tapi dia akan mempelajari semua berkas-berkas yang telah diberikan kepadanya dan Hendra menelpon sekertaris ayahnya.
''Halo... anita.''Kamu datang sekarang di
ruangan saya ? ucap Hendra yang lagi duduk.
''Baiklah bos.''Ucap Anita.
''Saya tunggu kamu di ruangan saya ?''ucap Hendra sambil melihat-lihat berkas yang ada di meja,lalu menutup telpon
Anita pun melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Hendra.Tak berselang lama Anita sampai di ruangan Bos Hendra
''Apa yang bisa saya bantu bos hendra ?''tanya Anita sambil melirik wajah Hendra yang tampan.
''Saya tidak mengerti berkas-berkas ini semua.''Tolong kamu jelaskan kepada saya..? ucap Hendra yang merasa pusing
''Oh berkas ini.'' Bos Hendra harus tanda
tangani berkas ini ?ucap Anita sambil menjelaskan kepada Hendra.''Besok Bos Hendra juga akan pergi di Tangerang karena ada pembangunan di sana yang harus kita kunjungi.''Ucap Anita lagi kepada Hendra.
''Oh begitu.''Terima kasih ya sudah di jelaskan kepada saya.''Ucap Hendra sambil menatap Anita
''Tidak usah berterima kasih kepada saya
bos.''Karena itu sudah tugas saya sebagai sekertaris,kalau tidak ada lagi pertanyaan lagi Bos, saya keluar ya bos ?''ucap Anita sambil mengipas rambutnya di hadapan Hendra.
''Kamu boleh keluar sekarang.''Karena aku juga mau menemui ayah saya.''Ucap Hendra kepada Anita.
Mereka pun keluar dari ruangan itu, lalu Hendra menemui ayahnya.
''Hei tuan.''Kata menejer tuan memanggil ku.
Ada apa ya tuan ?''tanya Hendra.
''Jangan sekali-kali kamu memanggil saya tuan. karena mulai sekarang kamu sudah menjadi anak saya.Saya tidak mau mendengar kamu lagi memanggil saya dengan sebutan tuan.
''Maaf ayah aku keceplosan.''Ucap Hendra yang lagi perdiri di hadapan ayahnya.
''Aku memanggil kamu kesini,karena kita
harus pulang sekarang.Karena nanti malam aku mau mengajak kamu ke rumah teman saya, soalnya anaknya ulang.''Apa kamu mau ikut sama ayah.Tanya Wijaya kepada Hendra.
''Aku mau ikut kok sama ayah.''Ucap Hendra sambil tersenyum tipis kepada ayahnya.
Mereka pun pulang dari kantor menuju ke rumah.
Malam pun telah tiba, tapi Verrel dan Sherly
baru selesai beres-beres rumah.Namun ibu Alexia sudah tertidur pulas dengan sambil mengorok di tempat tidur. Padahal tadi ibu Alexia keberatan tinggal di rumah itu, karena dia merasa sesak.Tapi nyatanya dia tertidur pulas di rumah itu.
''Lihat ibu.''Dia tidur dengan pulas sedangkan kita yang beres beres rumah.Dia sama sekali tidak membantu kita ?''ucap Verrel yang merasa jengkel.
''Biarkan ibu tidur.''Ini sudah menjadi tugas kita sebagai anak.''Ucap Sherly sambil memegang kakinya yang sedang sakit habis beres-beres rumah.''Mendingan kamu pergi mandi sana ?
''Ia kak Sherly saya pergi mandi dulu ya ?''ucap Verrel sambil melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.
Setelah Verrel selesai mandi dia keluar dari kamar mandi itu.Sherly pun masuk ke kamar mandi itu setelah Verrel keluar dari kamar mandi.Beberapa menit Sherly selesai mandi lalu pergi ke kamar lalu tidur bersama ibunya. Karena rumah itu hanya memiliki dua kamar dan Sherly naik di tempat tidur lalu berbaring di kasur.Tapi ibu Alexia terus mengorok sehingga
Sherly merasa risih sampai-sampai dia menutup telinganya dengan headset sambil mendengar lagu pop.
********************************************
Masih teringat bayanganmu yang telah membekas di relung hatiku hujan tanpa henti seolah pertanda cinta tak di sini lagi.
Kau telah berpaling biarkan aku menjaga
perasaan ini menjaga segenap cinta yang
telah kau berikan.
Engkau pergi, aku takkan pergi
kau menjauh, aku takkan jauh sebenarnya diriku masih mengharapkanmu.
Masih adakah cahaya rindumu yang
dulu selalu cerminkan hatiku aku takkan
bisa menghapus dirimu meski kulihat
kini kau di seberang sana.
Biarkan aku menjaga perasaan ini menjaga segenap cinta yang telah kau berikan.
**************************************
Asik asik Sherly mendengar musik, tiba tiba ibu Alexia mendorong Sherly dari kasur sehingga jidat Sherly benjol.
Bersambung....
Lanjut Thor Sampai Tamat
Lama banget UP nya
Semangat Thor💪 Lanjut Lagi ceritanya penasaran nihh !! Masak dikit ceritanya😩
kurang ndong
Lanjut Sampai Tamat dong Thor
Yuk mampir di novel perdanaku
" 100 hari pertama menjadi janda"
Kisah novel yang diadaptasi dari pengalaman pribadi. Perjuangan mempertahankan kewarasan dari cengkraman kesulitan ekonomi pasca diceraikan oleh suami. mendapatkan tekanan mental dari keluarga mantan dan masyarakat.
100 hari pertama harus dilalui seorang janda agar ia dapat benar-benar bangkit menjadi pribadi yang baru dan siap menjalani hari berikutnya.
Ikuti kisahnya ya🤗 jangan lupa like dan comment untuk mendukung penulis❤️ terimakasih
semangat ya Thor lanjutin ceritanya.