Indonesia
NovelToon NovelToon
Ren-Yu (Berawal Dari Pernikahan Rahasia)

Ren-Yu (Berawal Dari Pernikahan Rahasia)

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Friska Nanda Raisa

Seorang mahasiswa bernama Yuri yang akan menghadapi skripsi, tiba-tiba saja kabur dari pertunangannya lantaran tidak setuju dengan rencana orang tuanya.

Seorang Dosen bernama Rendi yang juga akan di tunangkan tapi dia malah memilih ingin menikahi kekasihnya yang kemudian di hari H pernikahan mereka, sang kekasih malah pergi keluar negeri.

Dengan latar belakang yang sama yaitu kabur dari perjodohan, keduanya pun bertemu dan akhirnya sepakat untuk saling membantu yaitu dengan pura-pura menikah dan akan berakhir setelah Yuri lulus kuliah.

tapi siapa sangka, pada kenyataannya, pihak para orang tua malah menginginkan Cucu sebagai syarat supaya mereka menyetujui pernikahan tersebut.

Lalu, kira-kira apa yang akan terjadi dengan keduanya ya?
Kita baca saja, yuk😘

Ingat!
Ini hanyalah semata-mata hanya halunya Author saja. jika ada ketidaksesuaian dengan kehidupan nyata, harap dimaklumi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Friska Nanda Raisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahpahaman yang pertama kali

Setelah hubungannya dengan Rendi hampir saja ketahuan oleh Syina, Yuri pun memutuskan untuk berhati-hati jika ada di depan sahabatnya itu. Dia tidak mau di saat-saat terakhir kehidupannya di kampusnya diwarnai dengan permusuhan oleh para fans Rendi. Itu sungguh merepotkan.

Setiap kali berpapasan dengan Rendi, Yuri pun langsung berbalik kanan dan di saat pelajaran Rendi, Yuri pun lebih memilih untuk pura-pura tidak melihat.

Rendi yang diperlakukan seperti ini pun menyipitkan matanya dan kemudian berkata, “Dia ini kenapa? Bukannya tadi masih baik-baik saja?”

Berbagai macam pikiran dan pertanyaan ada di dalam otak Rendi sehingga membuatnya sangat tidak nyaman sekali.

“Haisss... Kenapa aku jadi memikirkan semua itu!? Kenapa ada rasa khawatir dalam diriku tentang dia!?”

Rendi pun bergelut dengan pikirannya sendiri dan di saat yang bersamaan, Deni datang dan bertanya, “Lo ini kenapa lagi sih, Ren?”

“Den, gue benar-benar bingung sama Yuri,” ucap Rendi dengan tatapan kosong.

“Kenapa lagi, Ren?” tanya Deni.

“Dia itu seperti sedang ngehindarin gue terus dia juga seperti gak mau lihat gue, Den. Dan yang paling buat gue bingung juga kenapa gue bisa khawatir banget dengan sikap dia ke gue ini,” ucap Rendi.

Deni yang mendengar curhatan Rendi ini pun bertanya lagi, “Eh, Ren. Lo itu udah pacaran berapa kali sih?”

“Sering. Kan lo tahu sendiri, gue itu gak pernah serius kalau sama perempuan. Sekalinya gue hampir aja mau serius eh dianya malah ninggalin gue,” ucap Rendi lirih.

Deni pun menghela nafas panjang dan kemudian bertanya lagi, “Lo sama si Adelia sama gak rasanya seperti lo ke Yuri saat ini?”

Rendi pun terdiam sejenak dan kemudian berkata, “Gak sama, Den. Yuri itu perempuan pertama yang bisa buat gue ngerasain begini.”

‘Brak'

Seketika Deni memukul meja sehingga membuat Rendi pun spontan langsung melemparkan pulpen yang ada di tangannya ke arah Deni sambil berkata, “Sial lo. Bikin gue kaget aja. Hadeuh..”

“Eh sori-sori. Gue gak sengaja. Gue cuma kepikiran kalau lo tuh saat ini sedang terkena Virus,” ucap Deni serius.

“Virus!? Virus apaan?” tanya Rendi bingung.

“Aih, masih belum sadar juga. Ya virus cinta lha. Coba aja lo tanya ke hati lo sendiri, kenapa bisa sampai lo merasa itu semua dan itu hanya sama Yuri aja dan bukannya sama yang lainnya juga,” ucap Deni.

Mendengar ucapan Deni, Rendi pun terdiam sejenak dan berpikir apa bisa dalam waktu sesingkat itu dia mencintai Yuri.

Melihat Rendi yang hanya terdiam seperti ini, membuat Deni pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan kemudian berkata, “Ren, jangan terburu-buru. Nanti juga lo bakalan nemuin sendiri jawabannya.”

Setelah mengatakan hal itu, Deni pun pergi meninggalkan Rendi yang saat itu sedang termangu memikirkan ucapannya itu.

***

Jam pulang pun akhirnya tiba. Dengan secepat mungkin Yuri langsung pulang mendahului Rendi yang saat itu belum keluar dari kantor.

Dengan menaiki kendaraan umum, Yuri pun lagi-lagi tidak langsung pulang melainkan pergi ke taman tempat biasa dia menyendiri untuk belajar.

Sementara itu, Rendi yang merasa curiga karena Yuri tidak juga datang ke tempat parkir ini pun langsung memastikannya lagi dengan mendatangi kelasnya.

Sungguh terkejutnya dia karena sudah tidak ada satu orang pun yang ada di dalam kelas tersebut.

“Yuri, kamu itu ke mana lagi sih!?” gumam Rendi.

Hingga sesaat kemudian...

“Jangan-jangan dia ke tempat itu,” gumamnya lagi yang setelah itu langsung pergi.

Setelah beberapa saat kemudian...

“Yuri!?” ucap Rendi yang akhirnya bisa menemukan Yuri yang sedang serius membaca buku pelajarannya ini.

Merasa dirinya di panggil, Yuri pun langsung melihat ke arah sumber suara dan betapa terkejutnya dia karena dia melihat ada sosok Rendi sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.

“Mas? Kenapa Mas bisa ada di sini?” tanya Yuri.

Mendapatkan pertanyaan seperti itu, bukannya di jawab oleh Rendi, dia justru balik bertanya, “Lha kamu sendiri kenapa ada di sini?”

Yuri pun langsung menunjukkan buku yang sedang dia pegang sambil berkata, “Belajar.”

Mendengar jawabannya, Rendi pun langsung bertanya, “Memangnya kamu tidak bisa ya kalau belajar di rumah aja? Apa lingkungan di rumah membuat kamu sangat terganggu untuk belajar?”

Mendapatkan rentetan pertanyaan seperti itu, Yuri pun melongo. Dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi dengan Rendi hari itu.

Sementara itu, Rendi yang melihat ekspresi Yuri hanya melongo seperti itu pun langsung kembali berkata, “Yur, jawab. Jangan diam aja.”

Mendengar Rendi membentaknya, Yuri pun benar-benar semakin bingung. Dia tidak tahu apa yang membuat Rendi sebegitu marahnya padanya.

“Mas, Mas ini kenapa sih!? Kok belum apa-apa sudah berani membentak aku? Suka-suka aku lha mau pergi ke mana. Toh aku juga perginya gak ke tempat yang aneh-aneh dan itu pun untuk belajar. Sudahlah. Kalau begini caranya, jangan dekati aku. Aku gak suka di bentak. Benci,” ucap Yuri yang sesaat kemudian memutuskan untuk pergi.

Rendi yang mendapatkan respons seperti itu dari Yuri pun tiba-tiba kesal semaunya sendiri. Ada rasa sesal yang juga dia rasakan di saat yang bersamaan.

“Ya ampun, Ren. Lo itu kenapa sih!?” gumamnya pada dirinya sendiri.

***

Di rumah, Yuri sama sekali tidak mau keluar dari kamar. Dia pun enggan bertegur sapa dengan orang-orang yang ada di rumah tersebut. Termasuk ke orang tua Rendi sehingga membuat Ayah Feri pun bertanya, “Ren, Yuri kenapa?”

Rendi pun hanya terdiam saja tidak mau menyahut.

Mendapati anaknya hanya merespons seperti itu, membuat Ayah Feri pun berkata, “Ren, Ayah gak tahu kalian ini sedang kenapa. Tapi jika dia adalah benar pilihanmu, maka kamu harus menerima apa adanya dia dan jika ada yang masih belum kamu mengerti tentangnya, maka tanyakan padanya baik-baik, ya!?”

Mendengar ucapan Ayahnya, Rendi pun terdiam. Dalam hatinya bergumam, “Benar juga yang dikatakan Ayah. Kenapa aku tadi langsung membentaknya. Sekarang ini dia pasti sangat kesal dan marah padaku.”

Saat mengucapkan hal tersebut, pandangan Rendi pun langsung tertuju pada arah di mana arah tersebut menuju kamarnya dengan Yuri.

Tanpa membuang waktu, Rendi pun langsung menghampiri Yuri yang kala itu sudah berbaring.

Dengan perlahan, Rendi pun duduk di sebelah Yuri.

“Yur, kamu sudah tidur?” tanya Rendi.

Yuri yang masih kesal ini pun sangat enggan sekali menjawab hingga akhirnya membuat Rendi kembali berkata, “Baiklah, Yur. Aku minta maaf karena tadi siang aku sudah membentakmu. Maafin aku, ya.”

Walau sudah meminta maaf seperti itu, Yuri masih saja tetap terdiam dan tidak menjawab. Sehingga membuat Rendi pun bingung.

“Yur, maafin aku Yur. Aku sangat bingung sekali kalau sikapmu seperti ini padaku. Aku mohon, bicaralah,” ucap Rendi putus asa.

Setelah beberapa saat tidak menanggapi, akhirnya Yuri pun berkata, “Mas, aku benar-benar gak paham sama sikapmu hari ini. Kenapa saat itu kamu tiba-tiba datang dan marah-marah. Kenapa? Apakah salah jika aku belajar di tempat yang mampu membuatku nyaman?”

“A—aku,...”

Bersambung...

1
Fatih Asy Syauqie
bawa Polisi kalau donk om Fandi. penculikan kan termasuk perbuatan kriminal
Fatih Asy Syauqie
Pasti pak Deni yang ngajak Yuri datang. Pas banget moment ya. Adelia kabur tuh padahal dah dikurung omnya
Fatih Asy Syauqie
Di tunggu upnya thor
FJA: Siap. otw kakak..
total 1 replies
Fatih Asy Syauqie
nah belum ketemu sama calon pelakor hubungan Rendi sama Yuri jadi dingin. Ya sudah Yuri bilang saja mau cerai dengan Rendi. biar Rendi tahu apa posisi Yuri di hatinya.
FJA: Nah cakep bgt dah tuh 👍
total 1 replies
Fatih Asy Syauqie
Biasanya mantan yang udah ninggalin dan bakal balik jadi pelakor
FJA: hmm.. alur yang mudah di tebak.. ada saran gak Kak? aku semedi dulu deh..🏃🏃🏃
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!