Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Menikahi Wulan

Jelang Maghrib, Kanaya dan Yudha baru kembali ke rumah Danur. Yudha memang sengaja menahan Kanaya di rumahnya lebih lama. Rasa canggung berhadapan dengan papa mertuanya membuat dia lebih nyaman menghabiskan waktu di rumahnya sendiri bersama Kanaya.

"Kamu baru pulang,Ya?" tanya Anita karena hampir seharian Kanaya dan Yudha pergi keluar rumah. "Udah ketemu rumah kontrakannya?"

"Nggak ada yang cocok, Ma," sahut Kanaya.

"Kenapa nggak beli rumah aja sih, Ya? Papa pasti bantu." Anita berpikir, daripada mengeluarkan uang untuk mengontrak, lebih baik membeli rumah, apalagi kemampuan finansial keluarganya mampu memberikan rumah untuk Kanaya sebagai hadiah pernikahan.

"Kami sudah memutuskan akan tinggal di rumah pribadinya Yudha, kok, Ma," jawab Kanaya kemudian.

Anita langsung menarik tangan Kanaya, membawa ke ruangan yang lebih sepi, karena tak ingin percakapan mereka didengar suaminya.

"Si Yudha punya rumah sendiri?" tanya Anita penasaran.

"Dia 'kan manager, Ma. Masa iya seorang manager nggak punya rumah pribadi?" canda Kanaya menjawab pertanyaan mamanya.

"Kalau dia punya rumah kenapa kalian berencana cari kontrakan segala?" tanya Anita heran.

"Karena aku yang kepingin ngontrak, Ma." Kanaya tertawa menyeringai, "Pernikahan aku sama Yudha 'kan mendesak, Ma. Nggak direncanakan sebelumnya, nggak enak aja tinggal di rumahnya, jadi aku pikir mending kontrak. Tapi, pas dia ajak mampir ke sana, ternyata lingkungan di sana enak, adem dan jauh dari kebisingan," paparnya sedikit menggambarkan tentang rumah Yudha.

"Memang kamu betah di sana?" tanya Anita memastikan.

"Kayaknya sih, Ma. Di sana belum banyak penghuni. Dekat hutan buatan juga, jadi udaranya lebih fresh." Kanaya merasa cocok tinggal di rumah Yudha, hingga akhirnya ia memutuskan menerima tawaran suaminya itu.

"Ya sudah kalau kamu memang sreg tinggal di sana, Mama sih dukung aja." Anita tak menghalangi putrinya pindah ke rumah Yudha. Memang sudah sewajarnya seorang Istri tinggal di rumah suaminya. "Oh ya, apa di sana sudah ada perabotannya, Ya?"

"Udah lengkap semua, paling tinggal beli sedikit perabotan dapur aja," sahut Kanaya, "Kayaknya dia memang sudah menyiapkan rumah buat tempat tinggal kalau menikah," ucapnya, tak membayangkan jika dialah yang dinikahi oleh Yudha.

"Seusia Yudha apalagi seorang pria, menyiapkan rumah itu suatu kewajiban," ujar Anita.

"Iya, Ma. Ya udah, aku mau mandi dulu deh, Ma." Kanaya meminta izin untuk meninggalkan mamanya, karena ingin membersihkan tubuhnya sebelum waktu Magrib tiba.

***

Yogi memperhatikan pintu ruang ICU yang terbuka hingga seorang dokter keluar dari ruangan itu. Dia segera bangkit dan menghampiri sang dokter yang baru saja mengecek kondisi Wulan, karena hingga saat ini Wulan masih belum tersadar dari koma akibat kecelakaan yang dialaminya.

"Bagaimana kondisi pasien, Dok?" tanya Yogi menuntut jawaban dari dokter.

"Alhamdulillah, masa kritisnya sudah lewat, namun pasien masih belum tersadar." Dokter memberi sedikit kabar gembira soal kondisi kesehatan Wulan pasca kecelakaan.

"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu." Yogi menarik nafas lega.

"Semoga pasien secepatnya sadar." Dokter menepuk bahu Yogi, gestur memberi dukungan pada pihak keluarga pasien. "Saya permisi." Setelah memberi informasi yang diminta oleh Yogi, dokter pun berpamitan.

"Terima kasih, Dok." Yogi lalu berjalan ke arah pintu kaca ruangan, menatap Wulan yang terbaring lemah tak berdaya.

"Gi, Wulan udah sadar?" Suara Dicky, ayah dari Wulan terdengar dari arah belakang Yogi.

Yogi menoleh lalu melangkah mendekat pada Dicky

"Belum, Pa. Tapi Dokter bilang kalau masa kritisnya sudah lewat, tinggal menunggu Wulan siuman aja, Pak," jawab Yogi.

Dicky menarik nafas lega. Meskipun putrinya belum tersadar, tapi mendengar Wulan sudah melewati masa kritis sudah membuatnya bahagia.

"Pak, kalau Wulan sadar nanti, saya akan segera menikahi dia." Yogi menyampaikan niatnya untuk segera mengikat Wulan dengan pernikahan.

Dicky terkejut mendengar rencana Yogi yang ingin menikahi putrinya. Dia tahu kalau pria itu mencintai Wulan, hanya saja ia mendengar kabar jika Yogi sudah dijodohkan dengan wanita lain dan akan melangsungkan pernikahan. Namun, Dicky tidak tahu kalau Yogi justru kabur di hari pernikahannya kemarin.

"Saya ... saya batal menikah, Pak. Pernikahan kami dibatalkan." Yogi tidak secara terang-terangan mengakui jika dirinya kabur meninggalkan calon mempelai wanita yang kini sudah menjadi istri sah adiknya sendiri. Sebab, Ia khawatir Dicky tidak akan merestui rencananya menikahi Wulan.

"Apa karena kecelakaan Wulan yang membuat pernikahanmu dengan wanita pilihan orang tuamu batal?" tanya Dicky khawatir, anaknya yang menjadi penyebab gagalnya rencana pernikahan Yogi.

Yogi menggelengkan kepala pelan. "Ini nggak ada hubungannya dengan kecelakaan ini, Pak. Saya mencintai Wulan dan saya nggak mencintai wanita itu. Dia juga sama, dia terpaksa menyetujui rencana pernikahan kami karena desakan dari orang tua. Jadi, kami memutuskan untuk membatalkannya demi kebaikan bersama." Walau benar sama-sama tidak mencintai, tapi Yogi tetap berbohong tentang gagalnya rencana pernikahan dirinya dengan Kanaya.

"Tapi kondisi Wulan pasca kecelakaan masih belum pasti, Yogi. Bapak khawatir terjadi sesuatu pada Wulan." Dicky khawatir soal kondisi putrinya setelah sadar nanti. Semisal Wulan mengalami kelumpuhan, dia khawatir hal itu akan mengecewakan Yogi.

"Saya nggak akan mempermasalahkannya, Pak. Apapun yang terjadi pada Wulan, saya akan tetap menikahinya. Saya hanya minta restu dari Bapak agar saya bisa tenang dengan rencana pernikahan ini." Tekad Yogi sudah bulat, tak perdulikan apapun kondisi Wulan nanti.

Dicky menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, tak mengira akan kesungguhan cinta Yogi pada putrinya. "Baiklah, kalau memang tekad kamu seperti itu. Bapak harap kamu nggak menyesalinya nanti ...."

"Saya nggak akan menyesal, Pak!" tegas Yogi memotong ucapkan Dicky.

"Baiklah, Bapak percaya sama kamu, Yogi. Bapak akan restui kalian," ucapnya dengan mantap.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
Ernalita Sitompul
senangnya jadi Kanaya
sryharty
co cwiit kalian ini
Naya Yuda bener2 terbaik
Rika Fitriana
ajak kanaya main k'rmh mmh yudha biar wulan tambah iri melihat perhatian yudha k'kanaya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Wulan, Wulan... semoga kelak aku ngga punya menantu kayak Wulan 🥺🥺
Juwitae
Wulan nih penyakit hati di piara.. bahagia selalu Naya dan Yudha
sunaryati jarum
Up rutin lagi, Thoor
sunaryati jarum
Wulan perasaan irimu terhadap perhatian mertuamu kepada Kanaya itu berlebihan.Kamu tidak bekerja kamu bisa memberi perhatian pada dirimu sendiri.Kamu itu di tempat mertua segala kebutuhan rumah tangga tercukupi kamu dan suami hanya mengeluarkan untuk kebutuhan pribadi.Sedsngksn Yudha dan Naya sejak awal perkawinan menanggung semua kebutuhan rumah tangga sendiri, masalah Mbak Atin dipindah karena Naya belum mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,saat ini bau mengalami morning sicknes.Wulan itu sok- Sokan mengancam pulang ke Bali, memanggil orang tuamu mampu mencukur kebutuhan harian seperti mertuamu.Sudah hidup enak masih kurang.Yogi sekarang terbuka ya sifat asli istrimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
disana Wulan selalu diliputi rasa resah gelisah merasa kurang di perhatikan,merasa diabaikan padahal hatinya sendiri yang gak menerima keadaan.sedang Kanaya begitu menikmati masa2 kehamilannya,suami yang perhatian dan pengertian.
Yogi kurang perhatian sama Wulan,sibuk kerja sampai lupa kalau istrinya juga butuh dukungan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baru ketahuan kan sisi lain Wulan yang suka iri.
Septi
tahan dulu Yud... sabar🤭
Septi
akhirnya. selamat
ρυтяσ kang'typo✨
Atin g sabar buat cerita masalah tentang Wulan, sampe keceplosan pas di ajak ngobrol sama Kanaya🤭🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
Wulan lagi hamil tapi pikiran'y selalu negatif, awas loh nanti bahaya g buat kesehatan mu 😌😌
nuraeinieni
jgn di bikin jahat dong thor peran wulannya,,,kasian,di bikin sabar biar wulan nyaman tinggal di rumah mertua.
sunaryati jarum
Dobel up Thoor
sunaryati jarum
Wulan kamu harus tahu diri dan bersabar,juga hilangkan sikapmu yang sombong dan sok berkuasa mentang- mentang menantu dari majikan para ART.Ingat yang membayar gaji ART mertuamu buka Yogi atau kamu.Seharusnya kamu malu Yudha yang muda mandiri kamu masih menumpang,tapi tidak masalah,toh mertuamu juga suka,tapi kehamilan kamu jangan kau jadikan alat untuk mendapatkan kasih sayang seperti yang diterima Kanaya.Asal sifat iri, sombong,sok berkuasa kau hilangkan mertua dan ART respect sama kamu.Ingat kau hamil pikiran ,hati,dan perilaku harus bersih nanti berdampak pada fisik dan aura bayimu.Jika hatimu bersih bayimu juga ceria dan bersinar.Namun jika hatimu penuh dengan iri ,dengki dan sombong, jangan harap bayimu beraura bersinar.Efek jadi menantu kaya jangan untuk sombong,tiru perlakuan ibu mertuamu saat minta ART mengerjakan sesuatu.Tuh Atin di rumah Naya sangat karena terbebas dari sifat arogan dan sombongmu
Ernalita Sitompul
wulan,kamu harus extra sabar,semua itu terjadi bukan niat mertuamu membedakan kalian tp semata mata krn proses awal yang jauh dari biasanya saat pernikahan diantara kalian,mertuamu lebih cemas pd rumahtangga Yudha krn insiden dr Yogi..yakinlah jika wulan tenang dan sabar,perlahan ibu mertuamu akan menyesali tindakannya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lama2 Wulan stres karena terlalu mengharap perhatian lebih.kasihan bayinya kalau ibunya banyak memendam pikiran karena ingin perhatian lebih.nanti jadi iri dengki.jalani sajalah hidupmu,buat dirimu sendiri bahagia tanpa iri melihat orang lain.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Akhirnya sifat asli Wulan lama-lama jadi ketahuan deh 😁
sunaryati jarum: Benar
total 1 replies
Selin Tari
di tahan dulu y papa Yudha 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!