Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Menikahi Wulan

Jelang Maghrib, Kanaya dan Yudha baru kembali ke rumah Danur. Yudha memang sengaja menahan Kanaya di rumahnya lebih lama. Rasa canggung berhadapan dengan papa mertuanya membuat dia lebih nyaman menghabiskan waktu di rumahnya sendiri bersama Kanaya.

"Kamu baru pulang,Ya?" tanya Anita karena hampir seharian Kanaya dan Yudha pergi keluar rumah. "Udah ketemu rumah kontrakannya?"

"Nggak ada yang cocok, Ma," sahut Kanaya.

"Kenapa nggak beli rumah aja sih, Ya? Papa pasti bantu." Anita berpikir, daripada mengeluarkan uang untuk mengontrak, lebih baik membeli rumah, apalagi kemampuan finansial keluarganya mampu memberikan rumah untuk Kanaya sebagai hadiah pernikahan.

"Kami sudah memutuskan akan tinggal di rumah pribadinya Yudha, kok, Ma," jawab Kanaya kemudian.

Anita langsung menarik tangan Kanaya, membawa ke ruangan yang lebih sepi, karena tak ingin percakapan mereka didengar suaminya.

"Si Yudha punya rumah sendiri?" tanya Anita penasaran.

"Dia 'kan manager, Ma. Masa iya seorang manager nggak punya rumah pribadi?" canda Kanaya menjawab pertanyaan mamanya.

"Kalau dia punya rumah kenapa kalian berencana cari kontrakan segala?" tanya Anita heran.

"Karena aku yang kepingin ngontrak, Ma." Kanaya tertawa menyeringai, "Pernikahan aku sama Yudha 'kan mendesak, Ma. Nggak direncanakan sebelumnya, nggak enak aja tinggal di rumahnya, jadi aku pikir mending kontrak. Tapi, pas dia ajak mampir ke sana, ternyata lingkungan di sana enak, adem dan jauh dari kebisingan," paparnya sedikit menggambarkan tentang rumah Yudha.

"Memang kamu betah di sana?" tanya Anita memastikan.

"Kayaknya sih, Ma. Di sana belum banyak penghuni. Dekat hutan buatan juga, jadi udaranya lebih fresh." Kanaya merasa cocok tinggal di rumah Yudha, hingga akhirnya ia memutuskan menerima tawaran suaminya itu.

"Ya sudah kalau kamu memang sreg tinggal di sana, Mama sih dukung aja." Anita tak menghalangi putrinya pindah ke rumah Yudha. Memang sudah sewajarnya seorang Istri tinggal di rumah suaminya. "Oh ya, apa di sana sudah ada perabotannya, Ya?"

"Udah lengkap semua, paling tinggal beli sedikit perabotan dapur aja," sahut Kanaya, "Kayaknya dia memang sudah menyiapkan rumah buat tempat tinggal kalau menikah," ucapnya, tak membayangkan jika dialah yang dinikahi oleh Yudha.

"Seusia Yudha apalagi seorang pria, menyiapkan rumah itu suatu kewajiban," ujar Anita.

"Iya, Ma. Ya udah, aku mau mandi dulu deh, Ma." Kanaya meminta izin untuk meninggalkan mamanya, karena ingin membersihkan tubuhnya sebelum waktu Magrib tiba.

***

Yogi memperhatikan pintu ruang ICU yang terbuka hingga seorang dokter keluar dari ruangan itu. Dia segera bangkit dan menghampiri sang dokter yang baru saja mengecek kondisi Wulan, karena hingga saat ini Wulan masih belum tersadar dari koma akibat kecelakaan yang dialaminya.

"Bagaimana kondisi pasien, Dok?" tanya Yogi menuntut jawaban dari dokter.

"Alhamdulillah, masa kritisnya sudah lewat, namun pasien masih belum tersadar." Dokter memberi sedikit kabar gembira soal kondisi kesehatan Wulan pasca kecelakaan.

"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu." Yogi menarik nafas lega.

"Semoga pasien secepatnya sadar." Dokter menepuk bahu Yogi, gestur memberi dukungan pada pihak keluarga pasien. "Saya permisi." Setelah memberi informasi yang diminta oleh Yogi, dokter pun berpamitan.

"Terima kasih, Dok." Yogi lalu berjalan ke arah pintu kaca ruangan, menatap Wulan yang terbaring lemah tak berdaya.

"Gi, Wulan udah sadar?" Suara Dicky, ayah dari Wulan terdengar dari arah belakang Yogi.

Yogi menoleh lalu melangkah mendekat pada Dicky

"Belum, Pa. Tapi Dokter bilang kalau masa kritisnya sudah lewat, tinggal menunggu Wulan siuman aja, Pak," jawab Yogi.

Dicky menarik nafas lega. Meskipun putrinya belum tersadar, tapi mendengar Wulan sudah melewati masa kritis sudah membuatnya bahagia.

"Pak, kalau Wulan sadar nanti, saya akan segera menikahi dia." Yogi menyampaikan niatnya untuk segera mengikat Wulan dengan pernikahan.

Dicky terkejut mendengar rencana Yogi yang ingin menikahi putrinya. Dia tahu kalau pria itu mencintai Wulan, hanya saja ia mendengar kabar jika Yogi sudah dijodohkan dengan wanita lain dan akan melangsungkan pernikahan. Namun, Dicky tidak tahu kalau Yogi justru kabur di hari pernikahannya kemarin.

"Saya ... saya batal menikah, Pak. Pernikahan kami dibatalkan." Yogi tidak secara terang-terangan mengakui jika dirinya kabur meninggalkan calon mempelai wanita yang kini sudah menjadi istri sah adiknya sendiri. Sebab, Ia khawatir Dicky tidak akan merestui rencananya menikahi Wulan.

"Apa karena kecelakaan Wulan yang membuat pernikahanmu dengan wanita pilihan orang tuamu batal?" tanya Dicky khawatir, anaknya yang menjadi penyebab gagalnya rencana pernikahan Yogi.

Yogi menggelengkan kepala pelan. "Ini nggak ada hubungannya dengan kecelakaan ini, Pak. Saya mencintai Wulan dan saya nggak mencintai wanita itu. Dia juga sama, dia terpaksa menyetujui rencana pernikahan kami karena desakan dari orang tua. Jadi, kami memutuskan untuk membatalkannya demi kebaikan bersama." Walau benar sama-sama tidak mencintai, tapi Yogi tetap berbohong tentang gagalnya rencana pernikahan dirinya dengan Kanaya.

"Tapi kondisi Wulan pasca kecelakaan masih belum pasti, Yogi. Bapak khawatir terjadi sesuatu pada Wulan." Dicky khawatir soal kondisi putrinya setelah sadar nanti. Semisal Wulan mengalami kelumpuhan, dia khawatir hal itu akan mengecewakan Yogi.

"Saya nggak akan mempermasalahkannya, Pak. Apapun yang terjadi pada Wulan, saya akan tetap menikahinya. Saya hanya minta restu dari Bapak agar saya bisa tenang dengan rencana pernikahan ini." Tekad Yogi sudah bulat, tak perdulikan apapun kondisi Wulan nanti.

Dicky menghela nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, tak mengira akan kesungguhan cinta Yogi pada putrinya. "Baiklah, kalau memang tekad kamu seperti itu. Bapak harap kamu nggak menyesalinya nanti ...."

"Saya nggak akan menyesal, Pak!" tegas Yogi memotong ucapkan Dicky.

"Baiklah, Bapak percaya sama kamu, Yogi. Bapak akan restui kalian," ucapnya dengan mantap.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
sunaryati jarum
Siapa yang mengatakan pak Yudha apes,itu salah besar.Padahal.malah untung .Tidak keluar biaya sendiri tanpa persiapan dan lamaran langsung menikah.Malah lebih dewasa perempuan itu yang laki dimanja,lho.😉😉
ρυтяσ kang'typo✨
🧐🧐apa Ayumi dengar mereka gosip yaaaa, jangan sampe dia baper donk🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
heh...ada kang ghibah😏😏😏

apa harus melihat perbedaan usia di saat menikah ya
ρυтяσ kang'typo✨
kenapa tadi u datang Yum kalo u pengen pergi secepat itu, bukan kah u juga penasaran dengan istri Yudha... sabar saja lah jangan terlalu terlihat kalo u itu kecewa banget, ingat jodoh rezeki maut g ada yang tau😇☺
Septi
eh eh eh.. nggak usah komen jelek deh.. kalau nggak tau hubungan mereka kayak gimana
Septi
ya emang niatnya nggak PHP tapi kamu yang deketin.. tetep aja Ayumi mikirnya kamu PHP.. 🤭
sryharty
hey Lusy itu mulut di jaga yah,,kayanya kamu sama Naya aja mukanya masih mudaa. Naya,dan pasti cantikan Naya,,
mau Naya lebih tua dari Yudha apa hak kamu,,toh mereka serasi ko,,
julid amat loh
Teh Fufah
klw ayumyum yg denger pasti masih menyimpan harapan
Teh Fufah
yeaaahhhh gosip nihhhh
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
coba Yudha denger mereka pada bergosip,pasti langsung di skakmat .biasa orang luar cuma denger ceritanya tapi gak tau gimana yang sebenarnya terjadi.
seolah olah Kanaya yang salah padahal pihak keluarga Yogi dan Yudha yang bikin masalah.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
tapi Ayumi sudah terlanjur baper 😁
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
sekate Kate nih pak Yudha kalau ngomong.suka fitnes.belum amnesia kan kalau dia sendiri yang mengajukan diri menggantikan Yogi jadi mempelainya
Septi
sabar Yum. nanti pulang rumah puasin puasin nangis biar lega...
besoknya anggap angin lalu. siapa tau jodoh sebenarnya udah deket
Septi
Langsung tepat sasaran 🤣
Septi
ya ampun candaannya lepas banget.. 😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
Ayumi sudah berangan-angan terlalu jauh jadinya dia kecewa ketika yang diharapkan tidak jadi kenyataan.
terima nasib aja ayy,positif thinking aja kalau Yudha bukan jodohmu. jangan coba2 buat nikung ya,..
sryharty
berfikir positif aja yum yum,mungkin bukan jodoh kamu mas Yudha nya.
sryharty
jangan gitu yum,,kan mas yud2 pelum sempet katakan cinta sama kamu,baru mulai pedekate saja
nuraeinieni
kenapa harus sakit hati dan kecewa ayumi,lagi pula kan kamu dan yudha nggak pacaran,baru pedekate.
Teh Fufah
keren kamu nayaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!