Mimpi buruk ini seakan datang begitu saja bagi Diana, di saat ia menerima tunangan dari seorang pengusaha dan di saat ia memulai menjalani kehidupan pernikahannya , seakan ada hantaman besar yang menimpanya setelah mengetahui dia adalah pria yang dicintai dan mempunyai hubungan spesial dengan kakak tirinya di masa lalu , dan jalinan ikatan kuat itu masih terpatri di kenangan pria itu.
Seberapa ya harus berjuang mengalihkan penglihatan Handi Saputra untuk berpaling dari Mega ke arahnya , tapi lagi-lagi cinta menjerumuskannya dengan kata menyakitkan . Tidak adakah sedikit celah bagi dirinya untuk masuk dan merebut tempat yang seharusnya memang ? yang memiliki kenapa ya Harus bersaing dengan kakak tirinya sendiri sedangkan ialah pemilik Handi seutuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NMY_YEOJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
sementara di dalam mobil .
" Aku akan pergi sendiri, kamu tidak perlu menemaniku " suara Diana tanpa serak , membuat Andi mengedipkan baunya , pria itu masih fokus dengan menyetirnya .
" aku memang tidak akan menunggumu di salon, itu sangat membosankan . tapi aku akan menemanimu ke beberapa butik dan untuk ke salon Mungkin mama yang akan menemanimu, Karena Mama juga akan menghadiri pestanya ." ucap Handi yang membuat Diana mengangguk mengerti , matanya menatap jari manis Handi yang ada di kemudi , sebuah cincin melingkar indah di jari pria itu , cincin yang melambangkan pengikatan mereka berdua dua minggu yang lalu . Diana sedikit lega bahwa pria itu telah terikat dengan dirinya dan tidak akan ada yang berani mengusiknya lagi siapapun itu karena pria yang berada di sampingnya ini telah menjadi miliknya .
" Apa kau masih mencintainya?" ucapan Diana membuat Andi menoleh , dari situ bertanya dengan wajah sendu sambil menatap ke arah jendela , tidak menghiraukan atau menatap Wajah pria yang berada di sampingnya , tubuhnya bersandar menatap beberapa rintik hujan yang telah membasahi kaca jendela mobil .
" apa maksudmu?" jawaban Handi membuat Diana tersenyum miris.
' kamu masih ingin menyangkal hubungan di masa lalumu Andi ? dan masih berniat untuk menipu diriku ? dan kau akan semakin melukai hatiku lebih dalam lagi ? ' batin Diana.
" kamu jelas sangat mengetahui apa yang aku maksud Andi ?" ucap Diana. Gadis itu memejamkan matanya dan kembali membuka kelopak mata indah itu , ia menatap arah luar jendela dengan buram ya air matanya sudah mengenang di pelupuk matanya .
ia tidak bodoh untuk tidak melihat tatapan cinta dan penyesalan Andi di pintu tadi , beberapa kali Andi berkata tajam Dan dingin dengan Mega tapi diana tidak bisa menyangkal, bahwa Handi sering menatap Kakak tirinya dengan tatapan Memuja
" dia Masa Laluku " jawab Handi dengan suara beratnya .
" Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak awal ?"
" untuk apa ? Aku merasa tidak terlalu penting untuk dikatakan ."
" aku seperti gadis bodoh Andi , yang tidak mengetahui apa-apa tentang masa lalu suamiku sendiri ." ucapan Diana membuat hati tertegun bagaimana mungkin wanita ini menyadari apa yang ia lakukan selama ini.
" masa lalumu dengannya membuatku terpojok , aku merasa bagai permen yang baru didatangkan oleh Tuhan sebagai pengusir hidup kalian " suara-suara dari situ membuat Handy seakan kalut , pria itu menatap kosong jalanan .
"kamu akan mengerti nanti, kamu akan tahu jawabannya Diana " suara hati yang tampak dingin membuat Diana menghela nafas menatap beberapa air yang mengalir di jendela kacanya Bahkan ia ingin menjadi air , mengalir begitu saja tanpa ada hambatan . sekalipun ada hambatan air akan tetap mengalir mengikuti jalan yang tertuju , bukankah begitu ?"
kini mereka berada di sebuah butik terkenal, semua para pegawai butik mengikuti langkah Andi Saputra dengan Diana menuju ke arah sofa merasa seorang jutawan muda yang terkenal datang ke butiknya , mereka dengan segera menyambut untuk menanyakan apa yang bisa mereka bantu untuk seorang yang bisa Putra .
" berikan istriku gaun terindah untuk pesta malam, dan kalian tahu aku tidak akan peduli dengan harganya " suara dingin Handi menginstruksi mereka lalu mengangguk dan membawa Diana ke dalam salah satu ruangan , Andi bersandar di sofa sambil memainkannya ia merasa harus melihat bagaimana dirinya di luar sana , semua pemberitahuan tentangnya terpampang jelas di sana Berbagai judul semua lengkapdari ia menjadi pemimpin muda di perusahaan, sampai berita pernikahannya yang tertutup namun matanya menangkap satu judul yang tampak membuatnya sedikit penasaran .
~ Dicky mengagumi Diana istri dari jutawan muda Handi Saputra ~
Andi membukanya melihat beberapa foto istrinya dan seorang Dicky salah satu direktur pengusaha yang berhasil nomor ketujuh di negara mereka Dan beberapa fotonya dengan Diana yang tampak tidak kalah mesra dengan Dicky. ini jelas foto sebelum Diana menjadi istrinya , ia melihat bagaimana wawancara pria itu yang terlihat begitu santai menanggapi berita-berita tentangnya dari usahanya sampai jalinan Asmara yang mengarah kepada Diana istrinya .
~ dia Masa Lalu bahkan Kami memang telah memutuskan untuk berteman ~
~ awalnya Ya aku sangat tertarik dengannya tapi setelah aku mengetahui, kalau dia adalah tunangan dari seorang Handi Saputra , jadi aku memilih mundur bahkan sampai mereka menikah~
~Dia gadis cantik dan manis mempunyai mata indah dan senyum yang menawan , awal pertama aku mengenalnya, dia adalah anak dari rekan bisnis ayahku dan Kurasa untuk pertama kali aku mengenalnya Aku benar-benar tertarik padanya , dan Betapa beruntungnya Handi Saputra bisa memilikinya .~
~ pria gila mana yang tidak tertarik oleh Diana Dia memiliki daya tarik yang tinggi , bahkan jutawan Handi Saputra pun tertarik dan dengan cepat memperistrinya bukan ~
Handi menghembuskan napasnya tampak seperti berlebihan sekali Dicky itu mengagumi istrinya , dan Apa dia bilang ? pria gila mana yang tidak tertarik dengan pesonanya Diana? tentu saja dirinya ! Dia pria gila yang dimaksud Dicky yang tidak tertarik oleh Diana, bahkan saat Gadis itu telah menjadi istrinya sekalipun .
Cuih... tampak seperti Dicky yang mengandainya pria bodoh yang tidak tertarik oleh gadis itu, Bukankah memang dia tidak tertarik dengannya ? kenapa ya termasuk Lu yang gila dan bodoh itu ? tentu saja tidak! dia memang tidak tertarik dengan istrinya dan apa semua pria harus tertarik dan mengatakan menyukai istrinya itu ? Tc... sungguh perkataan yang sangat lebay .
~ Iya aku datang, keluarga Diana dan keluarga Handi mengundangku di acara pernikahan pasangan muda itu . aku harap mereka bahagia, Hanya itu yang bisa aku sampaikan ~
" Tuan Andi , istri anda telah selesai" tepat setelah ia membaca wawancara terakhir itu sebuah suara membuat Andi mengalihkan pandangannya ke arah pelayan tersebut . tangannya dengan segera mematikan tab nyadan menaruhnya di atas meja, ia masih terdiam sampai sebuah tirai terbuka dan menampakan seorang gadis mungil yang berdiridengan Anggun di sana sambil menatap Handi khawatir.... untuk beberapa saat Hendi menahan nafasnya nggak di situ tanpa sangat mempesona dengan gaun selutut berwarna hitam pekat yang menampakan punggung dan bahunya yang mulus,
rambut yang terikat rapi membuat punggungnya semakin mengekspor indah untuk dipandang dan yang dibilang sedikit diartikan itu memang benar adanya gadisnya mempunyai daya pikat yang tinggi yang mampu membuat mata mengalir kepadanya walau hanya sesaat.
"A- apa aku t-tidak pantas?" tanya Diana dengan suara rendah bahwa ia tahu tatapan suaminya membuatnya teras ini dan salah tingkah . hadits sadar lalu menggeleng dan mengalihkan matanya ke arah salah satu pelayan .
" kami yang bilang itu saja , aku sangat menyukainya" jawaban Hadi membuat Diana membelalakkan mata , apa secepat itu untuk memutuskan ? dan Apa dia bilang, dia menyukainya ? menyukai gaun yang Bahkan banyak mengekspor bagian tubuhnya?Apa ini gila ? bahkan untuk keluar dan mengetahui respon Andi saja ya Ragu Bagaimana mungkin Ia datang di pesta mewah itu dengan berbagai manusia yang nantinya menatapnya dengan pakaian seperti ini ?
"A-apa?" Diana menatap Handi tidak percaya , membuat hadiahnya mengeditkan baunya dan berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah kasir .
~ Bersambung