Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4 Lautan Spiritual Tingkat 6
Long Aotian menggertakkan giginya. Ucapan Li Tianxuan barusan bagaikan tamparan keras di depan begitu banyak orang. Tatapan dinginnya berubah suram, sementara urat-urat di dahinya mulai menonjol.
Di Kota Qingyu, namanya bukan sekadar dikenal. Ia adalah putra Patriark Keluarga Long, keluarga terkuat di kota itu.
Selama bertahun-tahun, tak seorang pun berani menentangnya. Bukan karena mereka menghormatinya, melainkan karena mereka takut pada kekuatan Keluarga Long.
Ayahnya, Long Zhentian, adalah salah satu kultivator terkuat di Kota Qingyu. Siapa pun yang berani menyinggung keluarga mereka biasanya hanya memiliki satu akhir.
Disiksa hingga mati.
Namun hari ini...
Seorang pemuda asing justru berani menghinanya di depan umum.
Long Aotian tersenyum dingin.
"Sudah lama... tidak ada orang yang berani berbicara seperti itu kepadaku."
Ia mengangkat tangan kanannya perlahan.
Dua pria bertubuh kekar segera melangkah maju sambil mencabut pedang dari pinggang mereka.
Aura mereka langsung menyebar. Ranah Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan.
Salah seorang dari mereka menunjuk Li Tianxuan dengan ujung pedangnya.
"Bocah! Berlutut lah.. Kemudian minta maaf kepada Tuan Muda Long. Mungkin kami akan mengampuni nyawamu."
Li Tianxuan bahkan tidak melirik mereka. Tatapannya tetap lurus ke arah Long Aotian.
Seolah dua orang itu bahkan tidak layak memasuki pandangannya.
Suasana mendadak hening. Lalu suara Li Tianxuan terdengar pelan.
"Dua ekor anjing... Berani menggonggong di hadapanku?"
Ekspresi kedua bawahan itu langsung berubah.
"KAU MENCARI MATI!"
Swish!
Keduanya menyerang bersamaan.
Pedang mereka membelah udara dari dua arah berbeda, mencoba menutup seluruh jalan mundur Li Tianxuan.
Melihat itu, orang-orang di sekitar segera menjauh.
"Astaga..."
"Pemuda itu tamat."
"Dua pengawal pribadi Long Aotian menyerang bersama."
"Mustahil dia bisa selamat."
Namun... Tatapan Li Tianxuan tetap tenang.
Saat dua bilah pedang hampir menyentuh tubuhnya...
Tap!
Ia melangkah setengah langkah ke belakang.
Gerakannya sederhana. Tetapi kedua serangan itu hanya mengenai udara kosong.
"Apa?!"
Kedua pengawal membelalakkan mata. Belum sempat mereka bereaksi, Li Tianxuan sudah muncul di antara mereka.
Pedangnya terhunus.
Kilatan dingin melintas.
Sreet!
Darah muncrat.
Lengan kanan salah satu pengawal langsung tergores panjang hingga pedangnya terlepas dari genggaman.
"Aaargh!"
Jeritan menyayat telinga bergema di jalan utama.
Li Tianxuan tidak berhenti, tubuhnya berputar.
Pedangnya kembali berkelebat menuju leher pengawal kedua. Tepat ketika ujung pedang itu tinggal sejengkal lagi...
Dentang!
Sebuah suara logam beradu menggema. Pedang Li Tianxuan terpental. Sebuah pedang panjang berwarna hijau tua telah menghalangi serangannya.
Long Aotian. Ia akhirnya bergerak.
Seluruh jalan mendadak sunyi. Semua mata tertuju pada pemuda berpakaian mewah itu.
Long Aotian memandang Li Tianxuan beberapa saat. Lalu ia tersenyum tipis.
"Kau... Jauh lebih menarik daripada sampah yang biasanya kutemui." Ia mengibaskan pedangnya dengan santai. "Bagaimana kalau begini? Menjadi pengawal pribadiku. Aku akan melupakan semua penghinaanmu hari ini."
Semua orang tercengang. Mereka tidak menyangka Long Aotian justru mencoba merekrut Li Tianxuan.
Namun, jawaban Li Tianxuan membuat seluruh jalan kembali membeku.
"Aku juga punya tawaran." Li Tianxuan mengangkat dagunya sedikit. "Mulai hari ini... Jadilah anjingku. Gonggonglah setiap kali aku lewat. Mungkin... Aku akan mengampuni nyawamu."
Sunyi. Tak seorang pun berani bernapas.
Lalu... Wajah Long Aotian perlahan berubah mengerikan. Senyumnya menghilang. Tatapannya dipenuhi niat membunuh.
"Kau... Benar-benar ingin mati."
Boom!
Ledakan energi spiritual meletus dari tubuh Long Aotian. Gelombang tekanan menyapu seluruh jalan. Batu-batu di tanah mulai retak.
Debu beterbangan ke segala arah. Orang-orang yang berada di sekitar spontan mundur beberapa langkah.
"Ranah Lautan Spiritual!"
"Dan... Tingkat Enam!"
"Mustahil! Bukankah Tuan Muda Long baru berusia delapan belas tahun?"
"Jenius!"
"Dia benar-benar jenius!"
Di tengah decak kagum semua orang, Li Tianxuan tetap berdiri tanpa bergeming. Tatapannya masih sedingin sebelumnya.
Hal itulah yang paling dibenci Long Aotian.
Tatapan itu. Tatapan seseorang yang sama sekali tidak menganggapnya sebagai ancaman. Long Aotian menggenggam pedangnya erat.
"Kulihat... Kau masih belum mengerti perbedaan antara langit dan bumi." Ia mengangkat ujung pedangnya. Lalu menunjuk tepat ke arah Li Tianxuan.
"Aku akan memberimu satu kesempatan terakhir. Berlutut! Atau... Mati."
Li Tianxuan perlahan mengangkat pedangnya. Ujung pedang mereka kini saling berhadapan. Tatapan keduanya bertemu.
Udara di sekitar seakan membeku.
Li Tianxuan hanya mengucapkan 2 kata.
"Silakan mencoba."