Indonesia
NovelToon NovelToon
Sisi

Sisi

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Romansa / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: egi Santomi

kisah perjuangan seorang lelaki untuk mencari cinta teman masa kecilnya yang terpisah saat masih SD.

Arsyan kenal dengan Sisi saat duduk di bangku kelas 5 sd. Tapi mereka hanya dua bulan dan Sisi kembali lagi ke Jakarta tempat dia tinggal.

Arsyan tidak bisa melupakan kenangan dua bukanya bersama Sisi, dan dia mencoba untuk mencari sahabatnya itu di Jakarta tempat Sisi tinggal.

Tapi tidak mudah bagi Arsyan untuk mencari Sisi, karena dia terakhir ketemu Sisi saat masih Sd.Tapi Arsyan tidak menyerah dan ingin berusaha terus mencari Sisi.

#kalau bisa baca sampai akhir ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon egi Santomi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAHASIA IBU

Tak lama setelah itu akhirnya kami berdua sampai di rumah Safira. Safira langsung turun dari motorku.

"Thanks ya." ucap Safira dengan tersenyum.

"Santai aja kali." ucapku.

"Lo habis ini mau ngapain?. " tanya Safira.

"Mungkin tidur." ucapku.

"Lo gak sholat. " ucap Safira dengan tersenyum.

"Ya sholat dulu maksudnya baru tidur." ucapku.

"Gak mampir dulu." ucap Safira.

"Gak,udah ngantuk gua." ucapku.

"Yaudah hati hati loh. " ucap Safira dengan tersenyum.

Kemudian aku pun pergi meninggalkan rumah Safira, dan menuju ke rumahku. Setelah beberapa saat akhirnya aku sampai di rumahku, aku parkirkan motorku di teras rumah dan kemudian aku masuk ke dalam.

"Asalamualaikum." ucap salamku.

Kemudian ibu menghampiriku.

"Waalaikum salam, eh sayang udah pulang." ucap ibuku dengan tersenyum.

"Iya ibu." ucapku dengan tersenyum.

"Di ajak Safira kemana?. " tanya ibuku.

"Jalan jalan ke taman bu." jawabku dengan tersenyum.

"Ohh, yaudah habis ini sholat dulu terus ibu ceritain." ucap Ibuku.

"Iya bu. " ucapku.

Setelah melakukan semuanya aku pun berbaring di kasur kamarku, sambil bersandar di bantalku, dan menunggu ibuku.

"Huh ngantuk banget ya." ucapku.

Kemudian setelah itu ibu datang ke kamarku, seketika aku pun langsung duduk, lalu ibu duduk di sampingku.Dan ibuku memulai cerita.

"Jadi ayah dulu adalah pacarnya tante Indri sayang, tapi ayahmu suka sama ibu." cerita ibuku.

"Kan ayah sudah punya pacar, kok suka sama ibu?. " tanyaku dengan bingung.

"Saat acara pernikahan tante Lina, ibu duduk  berdampingan dengan tante Indri sayang, pas itu ayah juga datang bersama dengan tante Indri karena ayah adalah pacarnya tante Indri,tapi saat acara itu ibu sudah merasa gak enak sayang, ayah selalu ngelihatin ibu sepanjang acara sayang." cerita ibu.

Aku menyimak baik baik cerita itu.

"Dan saat acara selesai,ibu pun langsung pulang ke rumah karena ibu sudah capek."

"Saat ibu mau pulang, tante Lina mencegahku, terlebih dahulu tante Lina mengajak ibu foto bersama dengan tante Rani juga tante Indri."

"Setelah foto ibu pun langsung pamit pulang."

"Satu bulan setelah pernikahan tante Lina, secara mengejutkan ayah datang ke rumah ini."

"Ibu mau tak mau, harus membukakan pintu untuk ayah, setelah itu ayah pun duduk di ruang tamu."

"Ayah terus terang jika ayah suka sama ibu,ayah menjadi pacarnya tante Indri hanya menjadi batu loncatan agar bisa dapetin ibu."

"Ibu pun sempat menolaknya karena waktu itu ayah masih jadi pacarnya tante Indri, tapi entah setan apa yang merasuki ibu kala itu, hingga ibu mau menerima cinta dari ayah." cerita ibu.

Aku hanya menyimak dengan baik cerita ibu.

"Tapi Arsyan janji ya jangan marah sama ayah setelah mendengar ini, marah saja sama ibu." ucap ibu dengan raut wajah sedih.

"Iya ibu Arsyan janji, terus bu." ucapku.

"Ayah mengajak ibu melakukan hubungan layaknya suami istri sayang di kamar ibu, dan bodohnya ibu menerimanya sayang, hingga akhirnya ibu hamil kamu sayang." cerita ibu.

Seketika aku pun kaget dengan cerita ibu.

"Sejak saat itu ibu sangat takut sayang, takut sama nenek kakek yang ada di bogor,juga sama tante Indri sayang ,ibu sempat ingin berniat bunuh diri, tapi ibu sadar jika itu bukan jalan yang tepat."

"Hingga beberapa hari itu hanya ayah yang menenangkan ibu, tapi ketika ayah pulang, tante Lina pun datang ke rumah memberitahukan jika dirinya hamil kepada ibu, tapi ibu bilang kepadanya jika ibu juga hamil, seketika tante Lina pun kaget dengan yang ibu katakan. "

"Apalagi setelah mengetahui jika, ibu hamil dengan pacar tante Indri, tapi sebagai sahabat,tante Lina mau membantu ibu mengatakan semuanya ke tante Indri."

"Tante Rani ketika mendengar hal itu juga kaget,tapi tante Rani gak mau ikut campur urusan ibu."

"Terus setelah itu hubungan ibu sama tante Indri?. " tanyaku dengan penasaran.

"Hubungan persahabatan ibu dan tante Indri hancur ketika mendengar hal memalukan itu."

"Tante Indri langsung mengusir ibu dari rumahnya sayang."

"Respon nenek dan kakek bu?. " tanyaku lagi.

"Nenek sangat marah dengan ibu, tapi semarah marahnya nenek, nenek tetap maafin ibu, dan kakek serta nenek menyuruh ibu untuk segera menikah di waktu dekat."

"Tapi saat pernikahan,tante Indri tidak datang, tante Indri masih sakit hati dengan ibu dan ayah."

"Baru setelah beberapa bulan ketika kamu sudah lahir, ayah dan ibu memberanikan diri ke rumah tante Indri."

"Dan untungnya tante Indri mau maafin ibu,di saat itu juga ibu memeluk tante Indri dengan erat, ibu menyesal telah melakukan itu."

"Tapi bukan berarti ibu menyesal hamil kamu sayang, tapi ibu sangat menyesal bisa berbuat jahat pada sahabat ibu sendiri, merampas milik sahabat ibu." cerita ibu dengan terus mengeluarkan air mata.

"Ibu." ucapku dengan sedih juga.

"Kalau mau marah, marah aja ke ibu sayang. " ucap ibu dengan menangis.

Kemudian aku memegang tangan ibuku.

"Ibu, Arsyan sudah besar bu, gak mungkin Arsyan marah sama ibu, tapi Arsyan seneng banget ketika mendengar ibu sudah baikan sama tante Indri." ucapku dengan sedih.

"Maafin ibu dan ayah ya sayang." ucap ibu.

"Gak apa apa bu." ucapku.

Kemudian ibu memelukku dengan penuh kasih sayang.

"Arsyan janji ya gak bakal ngikutin jejak ayah sama ibu." ucap ibu yang sedang memelukku.

"Iya bu, Arsyan janji." ucapku dengan tersenyum.

Kemudian ibu melepaskan pelukannya.

"Ngomong ngomong jadi pilih Sisi atau Safira." ledek ibu ku dengan tersenyum.

"Ibu apa apaansih, pokoknya Arsyan gak mau pacaran sampai Arsyan lulus nanti." ucapku.

"Bagus itu sayang." ucap Ibu dengan mengelus rambutku.

Setelah itu ibuku mencium keningku, kemudian ibu pun keluar dari kamarku, aku yang ngantuk pun langsung berbaring di kasur ku. Aku pun mengambil boneka pangeran itu, dan terus mengingat Sisi.

"Sisi aku kangen sama kamu. " ucapku dengan memeluk boneka itu.

Keesokan harinya aku pun terbangun jam lima pagi.aku langsung menghampiri ibu yang sedang masak di dapur.

"Bu, ayah udah berangkat?. " tanyaku.

"Udah sayang." jawab ibuku.

"Oh." ucapku.

Kemudian aku mandi terlebih dahulu, setelah itu sholat. Setelah melakukan keduanya aku pergi ke dapur menghampiri ibuku yang sedang masak.

"Udah matang bu masakanya?. " tanyaku.

"Udah sayang." jawab ibu dengan tersenyum.

Kemudian aku membantu ibu membawa makanannya ke meja makan, lalu setelah itu aku dan ibu duduk di meja makan kemudian sarapan.

"Enak gak masakan ibu?. " tanya ibu.

"Enak ibu, masakan ibu itu selalu enak." ucapku dengan tersenyum.

"Oh iya kemarin wali kelas kamu bilang, kalau kamu dan teman teman sering tawuran sama stm sebelah ya?." tanya ibuku.

Aku pun diam tak menjawab.

"Jawab Arsyan!. " perintah ibuku.

"Iya bu." ucapku.

"Kalau kamu kenapa kenapa gimana sayang?." tanya ibuku dengan tegas.

Aku hanya terdiam.

"Ibu gak mau ya kalau kamu tawuran lagi." ucap ibuku.

"Tapi mereka yang mulai duluan bu." ucapku.

"Kamu gak usah ikut tawuran dong." ucap ibuku dengan tegas.

"Tapi kan Arsyan ketuanya bu, gak enak sama teman teman. " ucapku.

"Hah." ucap Ibu dengan kaget.

Aku tetap memakan makananku.

"Jadi kamu biang keroknya, kamu pelopornya?. " tanya ibuku.

"Gak bu, mereka nunjuk Arsyan jadi ketua, karena Arsyan jago berantem ibu." jelasku lagi.

"Pokoknya jika ibu dengar kabar ini sekali lagi, ibu akan jual motor dan handphone kamu." ucap ibuku.

"Iya bu." ucapku dengan mengangguk.

Tak lama setelah itu kami pun selesai sarapan,aku langsung pergi ke kamar ku dan berganti seragam sekolah.

"Kok ibu bisa tau ya." ucapku dengan heran.

Tak lama setelah itu aku pun telah berseragam rapi,ku gendong tas ku, kemudian ku duduk di teras rumah menunggu Safira menjemputku. Setelah itu ibuku menghampiriku di teras rumah, dan duduk di sampingku.

"Gak di siapin dulu motornya?. " tanya ibuku.

"Arsyan gak bawa motor bu." jawabku.

"Terus, mau jalan kaki?. " tanya ibuku.

"Sama asisten pribadiku dong." ucapku dengan tersenyum.

"Siapa asisten pribadimu?. " tanya ibuku dengan penasaran.

"Ibu kepo ya." ucapku dengan tersenyum.

Kemudian tak lama setelah itu Safira pun sampai di rumahku.

"Itu Asistenku bu. " ucapku dengan tersenyum.

Kemudian Safira berhenti di halaman rumahku.

"Eh ada tante Indah."  ucap Safira dengan tersenyum.

Kemudian Safira menghampiri kami berdua yang sedang duduk di teras rumah,tak lupa Safira bersaliman dan mencium tangan ibuku.

"Duduk dulu Safira." ucap ibuku.

Kemudian Safira duduk di kursi, di samping ibuku.

"Berangkat nanti saja Safira baru jam segini." ucapku dengan tersenyum.

"Iya Arsyan." ucap Safira dengan tersenyum.

"Habis sma mau lanjut kuliah kemana Safira?." tanya ibuku.

"Mau kuliah di bandung tante, dekat rumah kakek dan nenek."  jawab Safira.

"Oh, jauh ya." ucap ibuku.

"Iya tante. " ucap Safira dengan tersenyum.

"Kalau Arsyan mau kerja ke Jakarta katanya." ucap ibuku dengan tersenyum.

"Bu, masa sih ibu gak tau rumah tante Lina?. " tanyaku.

"Gak tau sayang, tapi kalau rumahnya yang di kota ibu tau." jelas ibuku.

"Aneh kan Safira, rumah sahabatnya sendiri gak tau, mana gak punya nomernya lagi." ledekku dengan tersenyum.

"Ye, ngeledek ibu ya." ucap ibuku dengan tersenyum.

"Coba deh ibu main sosmed, Facebook, instagram atau apa gitu. siapa tau ibu nemu sosmednya tante Lina." ucapku.

"Ibu udah punya Facebook tau." ucap ibuku dengan tersenyum.

"Masa sih." ucapku dengan kaget.

"Siapa sih namanya?. " tanyaku sembari membuka Facebook di handphoneku.

"Kepo banget ya." ucap ibuku dengan tersenyum.

Safira hanya tersenyum melihat aku bercanda dengan ibuku.

"Oh ini aku nemu." ucapku.

Aku menemukan akun facebook ibuku, dengan foto profil masa muda nya dulu.

"Cantik kan ibu dulu." ucapku dengan teraenyum.

"Ibu nya siapa dulu. " ucapku dengan tersenyum.

"Arsyan lah siapa lagi." ucap ibuku dengan tersenyum.

"Oh iya, ngomong ngomong ibu punya foto tante Lina gak?. " tanyaku.

"Punya, tapi fotonya sma bareng sama ibu, tante Indri, dan tante Rani." ucap ibuku.

"Yang udah umur tiga puluh gak ada?." tanyaku lagi.

"Gak ada." jawab ibuku.

Kemudian tante Rani dan Prisila menghampiri kami yang sedang duduk di teras.

"Eh Arsyan minta tolong anterin Prisila ke sekolah ya." ucap tante Rani.

"Siap tante." ucapku.

"Tanya tante Rani mungkin punya fotonya tante Lina umur tiga puluh tahun." ucap ibuku.

"Buat apa fotonya Lina, Indah?. " tanya tante Rani.

"Setelah lulus Arsyan mau kerja ke Jakarta katanya, sekalian cari rumahnya Lina."  jelas ibuku.

"Oh, tante punya tapi kalau mau berangkat aja ya tante kasih." ucap tante Rani.

"Siap tante." ucapku.

Kemudian jam pun telah menunjukan  setengah tujuh, aku, Safira dan Prisila pun berniat untuk berangkat.Sebelum itu kami bertiga bersaliman dan mencium tangan ibuku dan tante Rani.

"Mana kunci motor lo?. " tanyaku.

"Ini." ucap Safira sembari memberikan kunci motornya padaku.

Kemudian kami bertiga pun naik motor, lalu langsung berangkat menuju ke sekolah.Tapi aku terlebih dahulu berhenti ke sd ku dulu mengantarkan Prisila. Lalu Prisila pun turun dari motor.

"Da da mas Arsyan, hati hati di jalan." ucap Prisila dengan tersenyum padaku.

"Iya Prisila, semangat sekolahnya." ucapku dengan tersenyum.

"Selalu kak." ucap Prisila.

"Dengerin penjelasan guru loh, dan jangan nakal." pesan Safira.

"Iya kak Safira." ucap Prisila.

Kemudian Prisila masuk ke dalam sekolahan, sementara aku dan Safira melanjutkan perjalanan menuju ke sma,tempat aku sekolah.

.........................BERSAMBUNG.......................

1
LilCutie
Kau membangkitkan jiwa kekepoan ku thor! Next, next, next~
Erarefo Alfin Artharizki
semangat bang
Erarefo Alfin Artharizki
keren bang
Mrextinct Hashtag
Thor aku jarang banget nih komen di karya org, tapi aku gregetan mau komen disini soalnya ceritanya bagus dan aku kepo parah sama lanjutannya!!!
MouthofMexico
Kutunggu jandamu thor! Ehh kutunggu lanjutannya haha
floufrouu
Aku belum bisa move on dari bab sebelumnya.. tapi aku nungguin bab baru.. gimana dong..
rachel Febina
lanjut thor
champagnefabulous
Kakak author tau candu, kan? Ya ituuu kayak ceritanya author hua! Semangat menulis thor!!
SnowySecret
aku enggak suka digantung thor!
egsato: di gantung gimana
total 1 replies
Weng Candra
cerintanya menarik loh
Weng Candra
semangat kak
egsato: siap kak
total 1 replies
Weng Candra
baca juga novel ku kak
Weng Candra
hai kak mampir juga dinovel ku
Miraafas
cerita ini sangat menarik, cuma kalau alur ceritanya lebih ke sesuatu yang baru kemungkinan banyak pembacanya 🤩👍
Miraafas
kak, aku punya saran nih. kan novel ini ikutan di lomba pelajar kan? nah biar bisa menang coba tambahin alur cerita yang belum ada di pasaran, kemungkinan nanti banyak yang baca 😇👍
egsato: iya siap akan aku coba☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!