Kisah Rumah William yg angker tapi siapa sangka di dalamnya tercipta rasa cinta dan kesetiaan terhadap pasangan masing masing walau berbeda suku,agama dan ras cinta itu tetap mereka teguhkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Try yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan
Mas pram ditugaskan ke perbatasan indonesia malaysia untuk waktu yg cukup lama membuatku tidak betah lagi tinggal di Banjarmasin.
Atas izin mas pram aku kembali ke manado bersama anakku yg kuberi nama Alif.
Ayah dan mama menyambut kedatanganku dengan rasa bahagia,mereka menggendong cucunya dengan penuh kasih sayang.
Atas inisiatif mas pram,aku kembali melanjutkan kuliahku yg sempat tertunda 3 tahun karna pernikahan.
Mas pram selalu menelponku,kadang Vc kalau jaringan sedang bersahabat,hanya dengan cara itulah kami saling melepas rindu.
Alif kian menggemaskan diusianya yg baru menginjak 15 bulan ia sudah pandai menyebut semua nama orang walau masih kurang dalam penyebutan huruf "R".
"Bundaaa,***** alif akiit", terdengar rintihan alif dari luar
"Ya Allah alif,,titik kamu kenapa nak?", tanyaki penuh rasa khawatir sambil membuka celana alif dan membuatku sangat terkejut,buah ***** alif tiba tiba membengkak,dan membuatku panik
"Ayah,mamaaa tolongin ferikha!", teriakku memanggil kedua orang tuaku
"Cucuku kenapa fer?", tanya ayah panik saat melihat buah ***** alif yg membesar dan alif yg kian menjerit jeeit kesakitan
"Ada apa lagi ini Ya Allah", teriak mama tak kalah paniknya
Ayah segera menyispkan mobil dan tak menunggu lama,alif kami larikan ke rumah sakit
"Cucu ku sakit apa dokter?", kata ayahku dengan wajah penuh rasa khawatir.
"kok sepertinya gak ada kelainan ya", kata dokter sambil terus memeriksa alif
Kami agak kecewa saat dokter mengatakan hanya bengkak biasa,mustahil alif sampai menjerit jerit begini,kalau tak ada kelainan
"kita bawa pulang saja ke rumah,kita cari pengobatan alternatif lainnya" kata ayah menahan marah.
"Opa gendong ya nak", kata ayah yg segera menggendong alif ke mobil yg terus saja mengigau dan menangis.
"kita kerumah habib saja,siapa tau ada solusi untuk penyakit dan kelainan pada alif", kata ayah sambil membelokkan mobilnya ke arah warga yg mayoritas muslim.
sekitar 10 menit kami tiba dirumah bercat hijau yg sangat sederhana tapi enak dipandang.
"Assalamu alaikum tuan habib", ucap Ayah dengan suara agak keras agar kedengaran hingga kedalam
"Wa alaikum salam tuan Charles,tumben datang kesini", jawab habib dengan rasa hormat, matanya tak lepas dari alif yg dalam gendongan.
"Masya Allah,Cucu tuan kena teluh", kata habib sambil meraba dahi alif
"Betul tuan habib,ia dari tadi pagi menangis menjerit jerit,buah zakarnya membesar dan kami kira penyakit medis jadi di bawa ke dokter,sekalinya tak ada kelainan apa apa kata dokter"tutur ayah membenarkan kata habib.
"Ayo sini nak,jangan takut abah hanya membacakan doa biar Jinnya pada kabur", kata habib sambil meraih alif ke gendongannya,terlihat ia membacakan ayat ayat suci Al qur an hingga membuat alif mulai tenang dan tertidur.
"Tuan Charles,sebaiknya anda pindah dari rumah yg tuan tempati itu" kata habib pada ayah
"emang ada apa dengan rumahku tuan habib?", tanya ayah heran
"Rumah tuan charles itu telah dikuasai Setan setan yg telah bersekutu dengan kekuatan seorang Wanita sihir yg memusuhi keluarga tuan", kata tuan habib penuh rasa hormat.
"sebenarnya andalah target utama teluh itu,tapi pertahanan tuan cukup kuat,jadinya ia mengincar cucu tuan,agar tuan panik dan hilang konsentrasi saat cucu tuan sedang sakit", tambah tuan habib yg membuat kami sekeluarga bingung,rasanya kami tak pernah menjahati orang
kamipun segera pamit dan pulang kerumah,dirumah baru kami musyawarahkan permintaan tuan habib tadi
"kurasa memang lebih baik bang", kata mama
" rumah ini memang terlalu besar, 3 lantai dan ada puluhan kamar yg menambah seram karna lebih banyak yg tak diisi,juga rumah ini peninggalan kolonial belanda yg sudah pasti banyak terjadi insiden berdarah di dalamnya", tambah mama lagi panjang lebar
"kalau begitu kita cari saja rumah yg mau dijual yg penting jangan yg terlalu besar" kata ayah yg menyetujui permintaan tuan habib
kabar kepindahan kami kerumah baru rupanya mendapat protes dari warga sekitar
Alasan rumah besar kami akan makin berhantu jika ditinggalkan dan mereka mengusulkan agar rumah besar kami hancurkan saja agar tak menjadi sarang hantu.
"Bunda ada orang manggil manggil alif disana", tunjuk alif di suatu sudut rumah
"jangan ngawur alif disitu tak ada siapa siapa,ayo masuk sama oma dan opa", kataku sambil menuntun alif ke ruang belakang dimana ayah dan mama duduk sambil minum teh
"Ayah,alif liat orang lagi di ruang tengah" , kataku sambil mendudukkan alif di pangkuan ayah
"Alif sayang,liat orang tua atau anak kecil", tanya ayah
"anak kecil opa, cantik lagi", ia manggil alif main bersama
Seketika bulu kudukku berdiri,aku sebenarnya pernah juga diajak main sama anak kecil yg dimaksud alif,malah aku sudah di bawah jauh ke rumpun bambu,untung waktu itu almarhum opa melihatku berjalan seperti kerbau yg dicucuk hidungnya.
Rupanya hantu penunggu rumah ini tak berhenti meneror kami,entah apa yg diinginkannya,padahal kami tak pernah mengganggunya,bahkan arwah marlina sudah kami kebumikan baik baik,lalu kenapa masih saja ada yg datang,sebanyak itukah penghuni rumah tua ini.
****
Siang yg teramat sangat terasa membakar kulit memaksa kami keluar bernaung di bawah pohon besar depan rumah yg daunnya menghalangi sinar matahari turun,di baeah pohon itu kami biasa istirahat di waktu siang,karna ayah membuat bale bale dari bambu yg bisa muat hingga 10 orang.
Tiba tiba kami dikejutkan suara mobil yg berhenti tepat di depan kami .
"Mas praaamm!!!", teriakku dan sangat terkejut akan kedatangannya yg tak memberi kabar sebelumnya.
"Alif anakku sayang,sudah besar", kata mas pram menggendong alif,ia begitu bahagia melihat anaknya sudah besar.
Kemudian mas pram memelukku dan memeluk ayah dan mama bergantian,hari yg sangat membahagiakan bagi kami.
"pram,mengundurkan diri dari militer yah", kata mas pram mengejutkan kami semua
"lhoo,kenapa bisa pram!", pekik mama yg menyayangkan keputusan pram
"pram tak mampu berpisah dengan istri dan anak pram", jawabnya sedih
"bagiku keutuhan keluarga diatas segala galanya ma,aku merasakan betapa sulitnya hidup tanpa kasih sayang yg lengkap", tutur mas pram
Keputusan mas pram sudah bulat,ia mengajakku berwiraswasta saja agar selalu bersama,ayah dan mama tak mampu berkata apa apa lagi selain memberi dukungan
------------
Paman jose datang dari surabaya,ia begitu menyesali perbuatan jo yg semena mena ke aku waktu masih di surabaya.
"sudahlah paman,semuanya sudah berakhir,takdir tak ada yg bisa menghalangi", ucapku saat paman seperti menyesali perceraian antara aku dan jo.
"suamimu mana fer?",tanya paman jose
"sebentar lagi datang dari kebun paman", jawabku sambil membersihkan meja makan
Paman memandangi foto pernikahanku dengan mata nyaris tak bisa berkedip,aku haran melihat gelagat paman yg seperti menyimpan sesuatu di hatinya
"suamimu orang mana nak?", tanya paman jose masih menatap lekat foto mas pram
"Orang Bandung paman,namanya Pramudya Prameswara", kulihat paman memegang dadanya dan terduduk di kursi
"paman kenapa?", tanyaku heran melihat reaksi paman yg seolah sangat terkejut saat kuberitahu asal dan nama suamiku
"Assalamu alaikum,rupanya ada tamu ya", ternyata mas pram tiba tiba sudah di dekatku
Mata mas pram dan paman beradu pandang seolah olah mereka pernah kenal sebelumnya.
"nama ibumu siapa pram?", tiba tiba paman jose tanpa komando langsung bertanya ke inti permasalahan yg membuatku tambah heran
🤔🤔