Indonesia
NovelToon NovelToon
RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

RNG Absolut: Dari Pecundang Jadi Legenda

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anime / Game / Slice of Life
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: webnakama

Kurosawa Kaito adalah pria paling sial di seluruh Jepang bukan kiasan, itu fakta yang bisa dibuktikan lewat statistik. Payung selalu ketinggalan pas hujan deras, promosi kerja direbut orang lain di detik terakhir, bahkan mesin ATM pernah menelan kartunya di hari gajian.

Semua berubah saat sahabatnya memaksanya mencoba Aeon Requiem, VRMMORPG full-dive terbaru yang sedang jadi fenomena dunia. Saat membuat karakter, Kaito yang selama ini terlalu sial untuk berharap apa pun asal memasukkan seluruh poin stat awal ke satu parameter yang paling sering diabaikan pemain lain: Luck (Keberuntungan).

Yang tidak ia sangka: sistem game ini menghitung keberuntungan bukan sebagai angka kosmetik, tapi sebagai variabel nyata yang memengaruhi drop rate, critical hit, event tersembunyi, bahkan takdir NPC. Seorang pemain yang di dunia nyata tidak pernah menang undian apa pun, kini menjadi satu-satunya orang yang ditakdirkan untuk selalu beruntung di dunia yang bukan dunia nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon webnakama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 — Pertandingan

Arena itu jauh lebih megah dari yang Kaito bayangin, lapangan bundar luas dikelilingi tribun bertingkat yang penuh sesak sama penonton, langit virtual di atasnya berubah warna jadi ungu kemerahan, efek dramatis standar buat pertandingan resmi.

PERTANDINGAN PERSAHABATAN FORTUNA ASCENDANT vs ABSOLUTE ZERO Format: 3v3, Sistem Gugur — Tim yang menyisakan anggota hidup terakhir menang

Di sisi lawan, Todoroki Ren berdiri di tengah, diapit dua anggota timnya, seorang pria bertubuh besar dengan kapak raksasa, dan seorang wanita bermata tajam yang megang busur panah dengan gerakan tenang penuh perhitungan.

Di tribun penonton, Mei berdiri paling depan, kedua tangan mengepal di depan dada, matanya nggak lepas dari lapangan. Di sekitarnya, komentator sistem otomatis udah mulai narasiin profil singkat tiap tim, suaranya bergema ke seluruh arena.

"Di sudut kiri, guild veteran Absolute Zero, dipimpin sang juara bertahan Todoroki Ren! Dan di sudut kanan, pendatang baru yang lagi jadi buah bibir seluruh server, Fortuna Ascendant!"

Sorak-sorai dan siulan campur aduk menyambut pengumuman itu, sebagian penonton udah mulai teriak-teriak dukungan, sebagian lain melempar komentar sinis yang samar-samar masih kedengeran sampai ke lapangan.

"Siap?" suara wasit sistem otomatis bergema di seluruh arena.

Kaito narik napas, ngerasain jantungnya berdegup kenceng, tapi entah kenapa, begitu dia natap Rin sama Souma di kiri-kanannya, rasa gugup itu perlahan berubah jadi fokus yang lebih tenang.

"Ayo, kayak yang udah kita latihan bareng." gumam Rin.

MULAI!

Souma langsung maju duluan, ngangkat perisainya buat narik perhatian si pria bertubuh besar, sementara Rin gerak cepat ke sisi kanan, nyoba ngambil posisi buat nyerang si pemanah dari jarak deket sebelum dia sempet nembak dari jauh. Suara benturan logam pertama langsung menggema, disambut riuh tepuk tangan penonton yang udah nggak sabar dari tadi.

Kaito sesuai rencana tetep di belakang, nunggu celah buat masuk, matanya nggak lepas dari pergerakan Todoroki Ren yang masih berdiri diem di posisi awal, kayak lagi ngamatin dan ngukur kekuatan lawan sebelum bergerak.

Pertarungan Souma lawan si pria kapak berlangsung sengit, kapak besar itu ngayun dengan kekuatan brutal, tapi Souma dengan pengalaman tanking-nya, berhasil nahan tiap serangan dengan timing yang presisi.

Rin di sisi lain bergerak kayak bayangan, ngehindarin panah demi panah sambil terus ngedeketin si pemanah. Begitu jaraknya cukup deket, dia langsung ngelancarin combo cepat yang bikin si pemanah kewalahan.

Tapi Todoroki Ren yang dari tadi cuma berdiri diem natap pertarungan, tiba-tiba bergerak cepat banget, hampir nggak keliatan langsung ngincer Kaito yang masih berdiri di belakang.

"Kaito, awas!" teriak Rin, tapi udah terlambat.

Ren muncul di depan Kaito dalam sepersekian detik, pedangnya udah ngayun ke arah leher, serangan yang kalo kena telak, bisa langsung nge-KO Kaito dari pertandingan.

Panel kecil muncul di sudut pandangan Kaito, secepat kilat:

[Second Chance] telah aktif.

Kaito refleks miringin badan, dan pedang itu meleset cuma beberapa senti dari lehernya. Ren yang keliatan sedikit kaget serangannya meleset, langsung ngelancarin serangan susulan yang lebih cepat.

Kaito dengan gerakan yang udah jauh lebih terlatih dari minggu-minggu sebelumnya, berhasil ngeblok serangan kedua itu dengan pedangnya sendiri, walau tenaganya masih kalah jauh dari Ren.

"Lumayan, tapi keberuntungan nggak bakal selalu nyelametin lo." kata Ren, senyumnya makin lebar.

"Kita liat aja," jawab Kaito, suaranya lebih mantap dari yang dia sangka.

Mereka bertukar serangan cepat, Ren dengan teknik yang jauh lebih matang, Kaito dengan insting yang entah gimana, selalu berhasil nemuin celah kecil buat bertahan. Tapi jelas keliatan, dari segi skill murni, Ren jauh di atas Kaito.

Di sisi lain arena, Souma akhirnya berhasil ngalahin si pria kapak setelah pertarungan panjang yang menguras stamina keduanya, sementara Rin dengan kombinasi kecepatan dan presisi, berhasil ngerobohin si pemanah nggak lama setelahnya.

2 vs 1! Absolute Zero tersisa 1 anggota!

Sorak-sorai penonton meledak, dan Souma sama Rin langsung lari ke arah Kaito buat bantuin.

"Nggak usah, biar gue yang selesain ini." kata Kaito, suaranya cukup keras buat mereka denger.

Rin sama Souma berhenti, saling pandang sebentar, terus ngangguk, mundur ngasih ruang.

Ren natap Kaito, alisnya terangkat. "Sombong juga lo."

"Bukan sombong, ini emang harus gue selesain sendiri." kata Kaito sambil ngatur napas.

Mereka berdua berdiri berhadapan, dan buat sesaat, arena itu kerasa sunyi total, seolah seluruh dunia lagi nahan napas.

"Sebelum kita mulai, gue penasaran satu hal. Alokasi stat lo, itu beneran semua ke LUK?" kata Ren, natap Kaito dengan tatapan yang susah dibaca.

Kaito agak kaget ditanya soal itu di tengah pertandingan. "...Yeah."

"Menarik, gue udah main game ini sejak awal rilis, kerja keras siang malem buat sampe ke posisi sekarang. Dan sekarang ada orang yang cuma modal keberuntungan doang bisa nyamain, bahkan ngelewatin, semua usaha itu dalam waktu kurang dari sebulan." gumam Ren, senyumnya berubah jadi lebih tipis, lebih dingin.

"Gue nggak nyoba ngelewatin siapa pun, gue cuma nyoba jalanin apa yang gue punya." kata Kaito jujur.

"Kita liat aja apa itu cukup," kata Ren, ekspresinya balik tenang, terus maju duluan.

Kecepatannya luar biasa, pedangnya ngayun dari berbagai arah dalam rentetan serangan yang nyaris mustahil buat diikutin mata biasa. Kaito ngeblok, ngehindar, sesekali kena serempet yang bikin HP-nya perlahan turun, tapi dia terus bertahan nyari celah yang belum keliatan.

Di detik yang genting, waktu Ren ngelancarin serangan finishing yang keliatan bakal nutup pertandingan, Kaito ngerasa sesuatu di dalam dirinya, bukan panik, tapi semacam ketenangan aneh yang ngalir masuk, kayak insting yang udah dia latih tanpa dia sadari sepenuhnya.

Dia ngelangkah maju, bukan mundur.

Pedang Ren ngelewatin sisi tubuhnya, meleset tipis banget, sementara pedang Kaito dalam gerakan yang bahkan dia sendiri nggak sepenuhnya sadar udah dia lakuin, ngena telak di titik lemah armor Ren.

CRITICAL HIT!

Layar berkedip terang, dan angka damage besar muncul di atas kepala Ren, cukup buat ngabisin sisa HP-nya yang emang udah menipis dari pertarungan panjang tadi.

PERTANDINGAN SELESAI! FORTUNA ASCENDANT MENANG!

Keheningan sesaat, sebelum tribun meledak jadi sorak-sorai yang nyaris nggak keitung volumenya. Souma sama Rin lari ke arah Kaito, meluk dia bareng-bareng dengan teriakan penuh kegirangan.

"KITA MENANG! KITA BENERAN MENANG!" teriak Souma.

Kaito masih agak nggak percaya, cuma bisa ketawa lega, ngerasa badannya lemes tapi hatinya penuh sama perasaan yang susah dia jelasin, campuran antara excited, lega, dan rasa bangga yang belum pernah dia rasain sebelumnya seumur hidup.

Ren berdiri di seberang arena, natap mereka bertiga sebentar. Wajahnya keliatan tenang, senyum sopan masih terpasang, tapi Kaito bisa liat cuma sekilas kilatan sesuatu di matanya yang jauh dari kata "menerima kekalahan dengan lapang dada."

"Pertandingan yang bagus, kalian pantas dapet pengakuan ini." kata Ren, jalan mendekat sambil ngulurin tangan buat jabat tangan formal.

Kaito jabat tangannya. "Makasih. Lo juga kuat banget."

"Saya nggak biasa kalah, tapi saya orang yang selalu belajar dari kekalahan. Sampai jumpa lagi, Kaito. Saya rasa ini bukan pertemuan terakhir kita." kata Ren, suaranya masih tenang, tapi ada nada di baliknya yang bikin Kaito sedikit merinding,

Dia mundur, berjalan ninggalin arena bersama sisa timnya tanpa nunggu balasan.

Rin yang berdiri di samping Kaito, natap kepergian Ren dengan ekspresi waspada. "Itu bukan kata-kata orang yang beneran udah selesai sama ini."

"Gue tau, tapi buat sekarang, biar kita nikmatin dulu ini." kata Kaito, ngerasa euforia kemenangan mereka perlahan bercampur sama firasat yang nggak enak.

Sorak-sorai penonton masih membahana, dan di sudut pandangan Kaito, panel kecil muncul lagi, terpisah dari notifikasi kemenangan resmi:

Resonansi terdeteksi: 49%

Angka itu naik lagi, lebih besar dari lompatan sebelumnya. Kaito natap angka itu diem-diem, sambil ngeliat Rin sama Souma yang masih heboh ngerayain kemenangan mereka di tengah tribun yang bergemuruh.

Mei akhirnya berhasil nerobos turun dari tribun, lari ke arah mereka bertiga dengan mata berkaca-kaca. "KALIAN KEREN BANGET TADI!" serunya, meluk Souma duluan sebelum sempet nyadar apa yang dia lakuin, terus buru-buru mundur, muka merah karena canggung sendiri.

Souma cuma ketawa, nepuk kepala Mei pelan. "Makasih udah dukung dari tribun, Mei. Tanpa potion-potion tadi mungkin kita udah kehabisan napas dari lantai dua."

Mereka berempat berdiri di tengah lapangan yang masih diguyur sorak-sorai, ngerasain momen itu sepenuhnya, momen yang beberapa minggu lalu nggak pernah kepikiran bakal jadi bagian dari hidup Kaito.

Dia nggak tau apa yang nunggu di ujung angka seratus persen itu. Tapi buat pertama kalinya, dia nggak sabar buat nyari tau.

1
Zyren Vale
ikut meramaikan 🔥
Zyren Vale
kena kutukan nih
Zyren Vale
inti bumi kah
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Semangat ya thor🙏👍💪
Tio Buki
Lanjut
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Mampir gan👍👍👍👍
Tio Buki
Hadiah untukmu thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Ngak tau saya, yang hanya buang buang waktu saja
Tio Buki
Mungkin nama spesial
Tio Buki
Apa itu
Tio Buki
Tidak mengapa
Tio Buki
Bumi ya
Tio Buki
Siapakah dia
Tio Buki
Wow
Tio Buki
Seberapa jau kah
the virtuso
saling support yah thor👍
Giooooo
Keren ceritanya thorku 💪
Author Melda
salah suport kak mampir yah ke novel ak KKN DESA MATI👍
Author Melda: terimakasih kak👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!