Indonesia
NovelToon NovelToon
The CEO'S Speed Limit

The CEO'S Speed Limit

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Raelyn Elamora, mahasiswi cerdas yang keras kepala dan doyan balapan liar, mendadak lemas saat sang papa menjodohkannya demi melunasi utang. Calon suaminya adalah Alvarez Arran Danadiaksa CEO muda super dingin dan cekatan yang menguasai bisnis sekota. Raelyn bersumpah tidak akan tunduk pada si "balok es," sementara Alvarez punya seribu cara pintar untuk menjinakkan istri liarnya. Apakah si kepala batu bisa meluluhkan hati si raja es?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2

Tentu saja, seorang Alvarez Arran Danadiaksa tidak akan membiarkan sebuah penolakan menghentikan langkahnya. Pria itu tidak pernah kalah dalam negosiasi bisnis, dan dia jelas tidak akan kalah oleh seorang mahasiswi yang hobi balapan liar.

Sore harinya, saat Raelyn baru saja keluar dari gerbang kampus, sebuah mobil sedan hitam mewah yang harganya setara dengan tiga rumah mewah di kawasan elit sudah terparkir manis di depannya.

Seorang pria dengan setelan jas rapi tanpa dasi, berambut hitam legam yang ditata rapi, bersandar di pintu mobil. Wajahnya tampan, namun tatapan matanya setajam elang dan sedingin es.

"Ikut aku. Kita perlu bicara," ucap Alvarez langsung pada intinya begitu Raelyn berdiri di hadapannya.

Raelyn melipat tangannya, mendongak menantang pria yang tingginya hampir 185 cm itu.

"Gue sibuk. Mau kerja kelompok."

"Aku sudah meminta sekretarisku memeriksa jadwalmu, dan aku juga sudah tahu jadwal kuliahmu hari ini. Kamu bebas sampai malam," balas Alvarez dengan suara datar tanpa riak.

"Masuk ke mobil, Raelyn. Jangan membuatku menggunakan cara paksa."

"Lo ngancem gue?" tanya Raelyn, matanya menyipit tajam.

"Ini namanya efisiensi waktu," jawab Alvarez santai sambil membukakan pintu mobil untuk Raelyn.

Karena tidak mau menjadi tontonan gratis anak-anak kampus yang mulai berbisik-bisik, Raelyn akhirnya masuk ke dalam mobil dengan menghentakkan kakinya kesal.

Di dalam mobil, keheningan terasa begitu mencekam. Alvarez fokus menyetir dengan kecepatan stabil, sementara Raelyn membuang muka ke luar jendela.

Mereka akhirnya sampai di sebuah kafe privat yang sangat sepi. Alvarez memesankan secangkir kopi hitam untuk dirinya sendiri dan matcha latte untuk Raelyn tanpa bertanya terlebih dahulu.

"Gue gak suka matcha," ketus Raelyn begitu minuman itu datang.

"Tapi itu bagus untuk menenangkan sarafmu yang sedang tegang," sahut Alvarez tenang, menyesap kopi hitamnya yang pekat.

"Jadi, mari kita bicarakan pernikahan ini."

"Pernikahan apa? Gue gak sudi nikah sama lo! Kita gak saling kenal, dan gue bukan barang jaminan buat melunasi utang bokap gue!" cerocos Raelyn berapi-api.

"Gue pintar, gue bisa cari uang sendiri buat bayar utang itu. Kasih gue waktu!"

Alvarez menatap Raelyn lekat-lekat. Matanya yang hitam pekat seolah bisa membaca seluruh isi kepala gadis di depannya.

"Utang ayahmu pada keluargaku berjumlah lima puluh miliar rupiah. Ditambah utang budi karena keluargaku merahasiakan kesalahan fatal penyelewengan dana yang dilakukan manajer kepercayaannya. Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk menghasilkan uang sebanyak itu sebagai mahasiswa tingkat akhir?"

Raelyn bungkam. Otaknya yang cerdas langsung menghitung secara matematis. Bahkan jika dia menjadi hacker bayaran paling mahal sekalipun, butuh bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang sebanyak itu secara instan.

"Pernikahan ini adalah jalan pintas terbaik untuk kita berdua," lanjut Alvarez.

"Orang tuaku menuntutku segera menikah agar saham perusahaan bisa dialihkan sepenuhnya kepadaku. Dan ayahmu butuh perlindungan finansial serta hukum. Kita saling menguntungkan."

"Menguntungkan buat lo, merugikan buat gue!" balas Raelyn sengit.

"Gue bakal kehilangan kebebasan gue! Gue gak bisa balapan, gue gak bisa nongkrong sampai pagi, dan gue harus melayani cowok kaku kayak lo!"

Alvarez sedikit menaikkan sebelah alisnya.

"Aku tidak butuh dilayani. Aku punya pelayan di rumah. Dan mengenai kebebasanmu... selama kamu tidak mencoreng nama baik keluargaku di media, aku tidak akan peduli apa yang kamu lakukan di luar rumah."

Raelyn tertegun.

"Serius lo? Gue bebas ngapain aja?"

"Ya. Tapi ada syaratnya." Alvarez memajukan tubuhnya, menatap Raelyn dengan intensitas yang membuat jantung Raelyn mendadak berdegup aneh.

"Kamu harus tinggal satu rumah denganku, menghadiri acara keluarga bersamaku, dan bersikap sebagai istri yang baik di depan publik. Di luar itu, kita adalah orang asing yang berbagi atap."

Raelyn terdiam sejenak. Otak cerdiknya mulai menyusun rencana. Jika Alvarez secuek itu, maka ini tidak akan sesulit yang dia bayangkan.

Dia bisa memanfaatkan fasilitas Alvarez untuk menyelesaikan skripsinya, tetap balapan sembunyi-sembunyi, dan setelah beberapa tahun, dia bisa meminta cerai.

"Oke. Gue setuju," ucap Raelyn dengan senyum licik yang terukir di bibirnya.

"Tapi jangan harap gue bakal jadi istri penurut. Lo jual, gue beli."

Alvarez menyunggingkan senyum tipis sangat tipis hingga hampir tidak terlihat. "Aku menantikannya, Raelyn."

1
Muchammad Shobris
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!