Indonesia
NovelToon NovelToon
My Destiny

My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Widia Natasia

Berkisah tentang seorang gadis yang di jodohkan ayahnya dengan seorang peria yang sama sekali tak ia kenal latar belakangnya, namun karna itu permintaan dari ayahnya Sarah terpaksa menurut.

Namun sepanjang pernikahan Pandu mulai menunjukan gelagat aneh yang membuat sarah penasaran latar belakang suaminya itu.

Dan setelah mengetahui siapa sosok suaminya selama ini, ia pelan-pelan mulai di hadapkan dengan tantangan yang berat namun karna ada dukungan dari ayahnya, suaminya dan orang terdekatnya akhirnya ia bisa kuat dalam menjalaninya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Natasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengikuti

Malamnya saat sarah tengah melipat baju tiba tiba pandu datang.

"Dek mas mau ngomong sama kamu bentar."

Sarah pura pura tak tau "Mau bicara soal apa mas??"

"Jadi besok mas berencana mau ke ladang namun sekalian mau nginap buat jaga dari hewanliar kan bentar lagi itu sayur yang ada di kebun bisa di panen jadi mas mau menjaga biar nanti penjulanya bagus."

"Yaudah kalok mas mau kenapa tidak lagian itu juga biar hasil panen kita banyak."

"Benarkah, kamu tak masalah akan menginap di ruamh tante dulu??"

Sarah mengangguk pandu tersenyum singata "Terima kasih dek kamu udah mau ngertiin mas."

"Iya mas."

Dan keputusan sarah segera di beritahukan pada ayah mertuanya dan Seabenarnya Joko sedikit curiga karna takan semudah itu menbujuk putrinya namun karna ia pikir jika putrinya itu sudah berubah karna cinta jadi mengira itu lah keputusan putrinya jadi malam itu mereka bersiap siap.

...××××...

Besoknya setelah mengantar ayah mertua pandu pun bersiap dengan barang barangnya.

"Mas berangkat dulu nanti kalok sore langsung ke rumah tante Erna jangan lupa rumah di kunci dulu."

"Iya mas tenang saja akan ku lakukan."

Lalu pandu membawa satu tas ransel kecil yang isinya ada persedian makanya dan tak lupa ia membawa satu gerejen air minum 5 liter dan ia pun segera pergi sarah membiarkan kepergian suaminya cukup jauh baru ia cepat cepat menutup jendela rumah dan pintu dapur tak lupa ia memasukan berberapa bajunya ke dalam sebuah tas ransel kecil lalu ia segera keluar tak lupa ia menutup pintu luar dan memasukan kunci ke dalam sakunya.

"Baiklah mari kita ikuti dia."

Sarah sengaja menggunakan jalan pintas yang sama sekali tak diketahui pandu dan jalan itu membuatnya lebih dulu sampai ke ladang ketimbang pandu dan ia bersbunyi di balik pohon pisang yang tumbuh lebat hingga dapat menutup sarah dan ia memperhatikan gerak gerik suaminya  dan pandu terlihat masuk ke dalam daerah ladangnya dan sarah pun diam diam mengikutinya dari belakang.

"Kita lihat diman penipu ini akan pergi."

Lalu sarah menunggu sejenak dan setelah pandu sudah lama masuk baru ia mengikutinya lagi sesampai di landang suaminya ia justru menemukan suaminya masuk ke dalam hutan lebat itu yang meambuat sarah bingung dan lagi sarah daat menangkap jika suamianya berbohong karna ia mengatakan pada ayah mertunya jika dia ingin menjaga kebunya agar tak di rusak hewan liar namun kenyataanya ia malah ke tempat lain.

"Mas pandu tega sekali sampai membohongi ayah. Aku tak bisa membiarakan hal ini aku butuh kejelasan darinya."

Sarah mendekat mengikiti pandu den ia pun masuk ke dalam hutan itu dan untungnya di sepanjang jalan suminya lewati ada tanda cat merah pada pohon pohon itu yang srah ikuti hinga ke dala.

Hutan dan ia begitu terkejut ketika ia malah sampai di depan sebuah rumah yang besar dan bahkan banyak bunga yang ditanam di sana dan saping kanan kiri rumah itu.

"Rumah apa ini." Sarah mulai masuk halaman.

"Apa yang mas pandu lakukan di rumah ini ."

Tak lama terdengar suara baling dari helikopter yang terdengar cukup dekat namun mengejutkanya helikopter itu ter bang dari belakang rumah itu sontak sarah bersebunyi di teras rumah yang tertutup jadi pandu tak tau jika istrinyan mengikutinya dan terlihat jelas di dalam helikopter itu ada sosok pandu namun pakian kemeja putuh dan celana hitamnya serta kacamata dan penutup teling ia nampak berbeda.

Sarah nampak marah dan merasa di tipu "Jangan  bilang jika di lah bos dari perusahaan tambang yang biadap itu."

Sarah yang marah mengetuk ngetuk pintu rumah itu "Hey buka pintunya." Dan tiba-tiba pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pelayan.

"Prmisi nona anda siapa dan jika da tak ada memiliki janji dengn tuan saya anda boleh pergi."

Saat pelayan itu akan tutup pintu sarah segera menahanya dengan kakinya dan kini ia di penuhi dengan amarah.

"Panggil tuan mu sekarang atau siapa pun yang miliki jabatan tinggi di tempat ini aku ingin bicar padanya dan lagi katakan kepadanya yang meminta itu adalah istri dari pandu."

"Maaf noan tak bisa, anda bisa pergi."

Saat pintu akan berusaha di tutup sarah  dengan sekuat tenaganya medorong hingga wanita itu ter hempaske belakanalg dan saat sarah masuk.

Sarab begitu terkejut karna rumah itu begitu moderen sekalial mamun karna semua barang yang di situ merupakan barang elektoronik sedangkan di kampung mereka mendaptkan listri itu saja sulit.

"Panggik tuan mu sekarang atau kamu maukau obrak abrik rumah ini."

Pelayan itu nampak takut dan mengira sarah orang gila jadi ia pergi memangil tuanya yang lain,namun nyatanya masalah seorang kemanan yang datang jadi sarah langsung di paksa untuk keluar namun sarah menberontak dan berteriak  dan karna memberontak membuat orang orang itu memgang kuat tanganya hingga berbekas dan suara teriakanya sampai pada Rifal yang sedang ke dalur untuk membuat kopi.

"Suara teriakan siapa itu."

Rifal segera menyelesaikan membuat kopinya lalu berjalan lelur "Apa orang gial lagi masuk."

Namuan saat sempai di asal suara seketika gelas kopi yang ia pegang terjatuh ke lantai dan pecak karna ia tak percaya dengan apa yang ia lihat.

Rifal melihat dengan mata kepalanya sediri istri bosnya ada di rumah itu dan lagi ia sedang di paksa oleh pejaga rumah untuk keluar, walau Rifal hanya pernah melihat wajahnya dari hp, namun ini begitu mirip sekali sehingga membuatnya takpercaya.

"Kalian lepaskan dian." Orang orang tadi yang mendengar suara Rifak lantas melepaskan sarah lalu Rifal mendekat.

"Apa nona tidak papa??"

"Dimana bosmu itu pergi, pangil dia ke hadapan ku sekarang dan jelaskan semuanya."

"Nona tuan sedang pergi menemui teman bisnisnya yang ada dikota sekarang mungkin dia akan kembali besok karna jadwalnya cukup padat."

"Kalok begitu kamaulah yang telfon dia katakan padanya jika sampai malam ini dia tak kembali, jadi bersiap- siap lah untuk pergi ke pengadilan agama untuk mengurus srat cerai kami."

Setelah mengatakan itu sarah meninggalkan Rifal itu lalu ia berjalan pergi, kini hati sarah begitu hancur oleh perbuatan suaminya yang selama ini sudah berbohon padanya dan selama perjalanan pulang sarah menangis sesegukan karna merasa di bohongi.

Bersambung....

1
Vie
mantap
Vie
semngat up nya thor...
jangan lupa mampir di novel ku juga ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!