Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 9
⚠️ WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️
Seluruh karakter, tempat, adegan, dan peristiwa dalam cerita ini merupakan bagian dari imajinasi penulis dan dibuat semata-mata untuk kepentingan cerita.
Cerita ini adalah fiksi. Harap membaca dengan bijak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alba masih memang keras kepala, tapi sebenarnya ia juga buntu akal, Egonya belum cukup buntu untuk memikirkan banyaknya cara untuk meluluhkan hati Lazarus, bahkan otaknya sudah seperti list struk belanjaan yang harus cepat terpenuhi.
Namun praduganya selama ini salah, meluluhkan orang secuek bin sedingin Lazarus itu bukan main. Pria itu seakan bisa menebak isi pikirannya bahkan untuk berdekatan saja susahnya minta ampun.
Pria itu menolaknya dan itu memalukan.
Jika perempuan lain mungkin akan jera, tapi masalahnya dia sangat suka hal yang menantang dan pantang mundur sebelum dapat.
Dia selalu mendapat pria yang ia incar, selama masa kuliahnya dan Lazarus adalah incaranya yang harus ia dapat.
Apa pria itu memang memiliki permasalahan seksual, sampai pesona seorang Alba tak mampan padannya.
Dan hari ini dia memiliki agenda, yaitu mendatangi kantor Lazarus.
Alba mengenakan atasan hitam model tube-top tanpa lengan dengan potongan yang mengikuti tubuh. Di bagian pinggang terdapat sabuk hitam tipis dengan gesper logam, dipadukan dengan rok hitam pendek berpotongan A-line. Di bawah rok terlihat lapisan bawahan abu-abu. Kakinya mengenakan stoking hitam transparan dan sepatu bot hitam tinggi selutut dengan ujung agak meruncing.
Tubuh Alba memiliki siluet yang seimbang dengan bahu dan pinggang yang terlihat jelas. Posturnya tegap dan santai, dengan kaki jenjang serta proporsi tubuh yang tampak harmonis. Ia berdiri sedikit bertumpu pada salah satu kaki sehingga memberikan kesan effortless.
Keseluruhan penampilannya didominasi warna hitam sehingga memberikan kesan minimalis, modern, dan sedikit edgy, sementara rambut blondenya membuat penampilannya tidak terlihat terlalu monoton.
Ia mendatangi sopir pribadi yang sudah Lazarus siapkan khusus untuknya.
Secepat itu?.
Padahal kemaren ia sudah meneror pria itu untuk memberi alamat kantornya jika sewaktu-waktu Alba ingin mengunjungi. Dan Alba ingin menyetir sendiri tapi tak dibolehkan.
Tak terduganya sopir itu secepat itu Lazarus dapatkan untuknya.
Alba hanya mengedik bahu acuh.
Tiga puluh lima menit kemudia Alba tiba di kantor Lazarus.
Alba keluar dari mobil lalu melepas kaca mata hitamnya, Melenggok anggun dengan sepatu bot hitamnya.
Pintu otomatis terbuka saat ia lewat, lalu membetulkan posisi tas di bahunya.
Udara dingin dari pendingin ruangan langsung menyambutnya. Di hadapan terbentang lobi luas dengan lantai marmer, meja resepsionis, beberapa sofa, dan petugas keamanan yang berdiri tidak jauh dari pintu masuk.
Alba berjalan menuju meja Resepsionis.
"Selamat Siang," sapa resepsionis.
Alba mengangkat wajah.
"Saya ingin bertemu Lazarus."
Resepsionis itu mengetik sesuatu pada komputernya. "Apakah sudah membuat janji?"
Alba diam sepersekian detik.
"Sudah."
Resepsionis kembali memeriksa layar, lalu menghubungi lantai atas.
Alba berdiri menunggu.
"Silakan, Nona. Tuan Lazarus sudah menunggu."
Alba mengangguk kecil.
"Terima kasih."
Alba terus berjalan melewati lobi sampa tiba di depan pintu lift, pintu lift terbuka dan Alba masuk ke dalam. Alba menekan tombol pada lift hingga lift menutup dan mulai bergerak membawa Alba ke atas. Tidak butuh waktu lama pintu lift kembali terbuka.
Alba langsung keluar dan berjalan menuju ruang kerja Lazarus.
Ia membuka pintu tanpa mengetok. "Hai sayangg I'm here. " Ujarnya dengan riang dan suara yang melengking.
Di sana Lazarus terlihat sibuk dengan tumpukan berkasnya, Kaca mata bening bertengger di pangkal hidung mancungnya.
Serta alis gelap yang membingkai mata biru gelap. Tatapannya cenderung tenang dan sulit ditebak.
Meleleh hati Alba di buatnya bahkan dia tak terusik sedikitpun mendengar teriakan Alba.
"Sayang."
Alba berjalan menuju Lazarus lalu duduk di pangkuannya. Lazarus menahan pinggang Alba dan tetap fokus pada berkas-berkasnya.
Tangan nakal Alba memegang pipi Lazarus lalu menciumnya setelah itu ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang Lazarus.
"Gue mau seafood. "Celetuk Alba sembari bermain-main dengan dada Lazarus membentuk bundaran dengan jemarinya.
Lazarus meraih ponselnya dan mengetik sesuatu di sana lalu meletakannya lagi.
Tak lama pintu di ketok, dan ajudan Lazarus masuk setelah di ijinkan masuk membawa makanan seafood.
"Loh..... Kok"
"Ambil dan makan!. " Hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Padahal Alba hanya asbun saja tadi tidak menyangka Lazarus akan lansung memesan seafood untuknya.
Ge'er boleh gak sih?.
Alba tak bisa menyembunyikan senyumnya itu makanan favorit nya mana mungkin ia tolong dengan cepat ia turun dari pangkuan Lazarus lalu mengambil tempat Seafood dari tangan ajudan Lazarus.
Ia menuju sofa di depan tepat menghadap tempat kerja Lazarus.
Lazarus memperhatikan Alba yang begitu excited membuka tempat seafood nya dan memasang kaos tangan lalu mulai lahap menyantap makanannya.
Seutas seringai kaku tercetak di wajahnya memperhatikan Alba yang makan begitu celemotan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...THANK YOU FOR READING 🌸...
Terima kasih sudah membaca sampai akhir.
Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian.
For u, a dahlia. 🌺
— Author