Indonesia
NovelToon NovelToon
The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

The Real Of Ketempelan ~Mafia Bucin~

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nana_Jm

"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-

"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-

"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-


Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Secret Protector

Serena mulai terbiasa dengan segala macam aktivitasnya selama tinggal di rumah sewa, gadis itu mengikuti beberapa kegiatan untuk mengisi waktu luangnya.

Hari-harinya terasa menyenangkan sekalipun tetangga sebelah rumahnya masih suka usil dengan dirinya.

"Apa sihh!! Pagi-pagi udah buat kesel aja!!"-ucapnya kesal sambil berkacak pinggang-

"Cari kegiatan sanaa...biar nggak ganggu mulu!!"-ketus Serena-

"Stok suaramu banyak kah?"-celetuk Narendra santai-

"Kamu pikir baterai isi ulang!! Pakai stok segala!"-jawab Serena sambil mencubit lengan tetangganya itu-

Siang itu Serena berniat ingin pergi ke minimarket tak jauh dari rumah sewa tersebut, namun sepertinya ada orang yang mengawasi dirinya dari kejauhan. Laki-laki itu ingin mendekati Serena dan sudah beberapa hari terakhir memantau gadis itu.

Bukannya takut, dirinya berjalan santai seperti biasa. Sedangkan Narendra menyadari jika ada yang mengawasi gadis kesayangannya.

"Huft...paling hanya perasaanku aja"-gumamnya sendiri-

"Kalau jalan tuh lihat-lihat dong"-ketus tetangga sebelahnya-

"Ehh....kamu aja yaa yang ketinggian!!"mendongak ke atas-

"Ngapain kamu ngikutin aku?"-tanyanya dengan curiga-

"Hey pendek!! Jangan terlalu percaya diri...semua orang boleh lewat sini"-tersenyum tipis-

"Lagian pakai baju serba hitam...udah gitu pakai topi nutup wajah! Udah mirip penculik emang"-jelasnya sambil tertawa kecil-

"Kamu mau aku culik?!! Hemmm?"-terlihat senyuman tipis di bibirnya-

Setelah beberapa saat masuk minimarket, tetangga sebelah rumahnya menghilang entah kemana. Sontak membuat gadis itu terkejut dan melihat sekeliling minimarket.

Di sisi lain, Narendra mengikuti sosok laki-laki yang ingin mengganggu gadis incarannya itu, Bahkan dirinya juga berpura-pura mendekati si laki-laki ini.

"Rumahnya daerah sini Bang?"-tanya Narendra ramah-

"Ohh..nggak sih Bang...lumayan jauh"-jawab laki-laki itu-

Penampilan Narendra yang santai dengan baju kasual membuatnya tidak terlihat menakutkan hanya saja sorot matanya tampak tajam.

"Mau ketemu sama siapa Bang?"-tanya Naren sambil tersenyum-

"Teman Bang, dia masih ke minimarket sebentar"-jawabnya sambil tertawa kecil-

"Udah kenal lama nih? Kenapa nggak ikut masuk minimarket aja?"-telisik Narendra-

"Nggak Bang, takutnya dia nggak nyaman nanti"-jawabnya sambil tertawa kecil-

Narendra mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto dirinya bersama dengan Serena yang saat itu memeluk dirinya karena ketakutan. Tanpa pikir panjang, dengan penuh percaya diri Narendra memberitahukan jika perempuan itu adalah kekasihnya.

"Ini kan teman kamu itu?!"-menunjukkan foto berdua-

"Lho..kok punya fotonya Bang! Mana foto berdua lagi?!"-tanya laki-laki itu dengan gugup-

"Iya jelas punya! Dia kekasihku!!"-jelasnya sambil tersenyum tipis dan sorot mata tajam-

"Pasti editan kan itu Bang?! Nggak percaya aku!"

"Selama ini aku sering lihat dia pergi sendirian kok"-jelasnya dengan santai-

"Jadiiii...selama ini kamu mengawasi dia?!! Punya nyali juga kamu!"

"Dia pergi sendirian bukan berarti sendirian!! Aku mengawasi dirinya kemanapun dia pergi!!!"-jelasnya sambil tersenyum tipis-

"Berani kamu mendekatinya!! Hilang nyawamu!!"-ancam Naren dengan lembut-

Sedangkan Serena sudah selesai belanja dari minimarket yang letaknya tak jauh dari taman itu. Narendra langsung terfokus ke gadis incarannya tersebut. Sebelum beranjak dirinya sudah terlebih dahulu mengancam laki-laki itu supaya tidak mendekati Serena.

Bahkan Narendra juga tahu identitas dirinya dan dari mana asalnya, hal itu membuat si laki-laki terkejut dan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Narendra.

"Siapa kamu sebenarnya?! Kenapa bisa tahu semua tentangku!!"-ucapnya dengan sinis-

"Kamu nggak perlu tahu siapa aku!! Jangan pernah dekati dia!!"-ancam Naren sambil berbisik-

Hampir 1 Minggu Serena tidak melihat laki-laki misterius itu di taman, biasanya dia selalu bertemu saat jam-jam siang. Namun sudah tak terlihat lagi, Serena sudah tahu jika dirinya sering di ikuti oleh laki-laki tersebut.

Hanya saja dirinya lebih memilih bodo amat dan cuek untuk mengurangi respon yang berlebih. Narendra yang juga mengetahui langsung mengambil alih dan membuat si laki-laki itu berhenti mengikuti Serena.

"Dia kemana ya?! Tumben nggak kelihatan?"-celetuknya pelan-

"Cari siapa?! Cari penggemar kamu ya?"-terdengar suara berat-

"Astaga!!! Ngikutin aja sihh?!! Dasar suka nguping?!!"-bentaknya sambil berkacak pinggang-

"Wahh....senang banget pasti kalau di cariin sama cewek pendek seperti kamu!"-jelas Naren sambil tertawa kecil-

"Enak aja!!!! Siapa juga yang nyariin dia! Baguslah kalau udah pergi...jadi aman!"-ucapnya sambil mendengus kesal-

"Aman?!! Dia preman?"-tanyanya iseng-

"Udahlah kepo banget sih!!! Awas minggir!!"-mendorong badan Narendra-

Viktor yang sudah menunggunya di mobil melihat pemandangan yang sangat langka, ternyata si Bosnya lebih suka menginap di rumah sewa karena adanya Serena.

Pantas saja Narendra jarang kembali ke apartment miliknya, lebih suka pulang ke rumah sewa. Asisten Narendra satu ini hanya bisa tertawa geli melihat Bosnya di dorong oleh gadis incarannya.

"Alamakkk....norak banget sih Bos ini!!"-ucapnya sambil menepuk jidat-

"Langsung aja ngaku kenapa! Pakai acara menyamar segala!!"-celetuknya gemas-

"Viktor aku dengar ya suaramu!!"-terdengar suara dari dashboard mobil-

"Haduhhh...lupa aku!!"-menutup mulutnya sendiri-

"Lain kali kalau gosip pakai mobilmu sendiri!!!"-jelas Narendra dengan ketus-

"Sensitif banget sih Boss...ampun Bos nggak lagi-lagi deh"-ucapnya dengan nada lirih-

Narendra langsung menghampiri Viktor yang sudah datang sejak tadi, Narendra juga banyak di kelilingi oleh perempuan cantik yang ingin menjadi kekasihnya.

Wajahnya yang tampak dingin membuat para perempuan itu merasa canggung dan takut untuk sekedar mendekat.

"Hai tampan? Sendirian aja nih? Aku temenin yaa?"-ucap salah satu perempuan itu-

"Abangggggg!!"-teriak Serena dan berlari ke arah Narendra-

Sontak dia menyembunyikan wajahnya menggunakan topi, perempuan itu menoleh ke arah Serena dan sedikit sinis saat menatapnya.

"Nihh!! Ambil aja! Beli banyak tadi"-celetuknya asal-

"Kenapa kamu?! Biasa aja dong lihatnya?"-ucap Serena ketus-

"Kamu ngapain deketin cowok aku!!"-jawab perempuan itu dengan percaya diri-

"Haaa!!! Ini cewek kamu?! Nggak ada yang lain yaaa! Begini banget model nya"-menatap tajam dari atas sampai bawah-

"Nahhh...jawablah Bos?! Udah ada yang bantuin tuh"-ucap Viktor sambil terkekeh-

"Sejak kapan itu terjadi?! Kamu bukan tipeku!!"-jelas Narendra dan berlalu pergi-

Setelahnya Serena juga langsung berlalu pergi sebelum perempuan itu menanyakan hal yang random terhadapnya.

Di dalam mobil, Narendra menatap tajam Viktor dan sorotan mata penuh dendam. Viktor yang saat itu sedang mengemudi merasa terancam dan merinding.

"Bos! Masih marah nih?"-tanyanya dengan gugup-

"Menurutmu?! Fokus aja nyetirnya!!"-jawabnya ketus-

"Mmmm...Nona Serena belum tau siapa Bos sebenarnya?"-mengalihkan topik pembicaraan-

"Belum! Kalau perlu jangan sampai tahu yang sebenarnya!!"-menatap tajam Viktor-

Sementara gadis itu kembali ke rumahnya seperti biasa, namun jadwal flower class yang dirinya ikuti mulai malam hari. Selama perjalanan Narendra mengecek jadwal flower class Serena.

"Malam hari?! Dia berangkat sendiri?"-gumamnya pelan-

"Kenapa si Bos sekarang?"-gumamnya sambil melirik dari kaca-

Sampai di perusahaan miliknya, Narendra langsung sibuk dengan pekerjaannya sebelum ia memutuskan untuk pulang lebih awal. Supaya bisa memastikan Serena tidak pergi sendirian.

"Viktor aku pulang lebih awal! Ada urusan penting"-jelas Naren melalui pesan singkat-

"Kenapa lagi nih si Bos?!"-gumamnya pelan-

"Oke Bos...perlu di antar pulang nggak nih?!"-balas Viktor-

"Nggak usah! Aku bawa mobilku sendiri"-jawab Narendra-

Sore harinya ia pulang kerumah dan mendapati Serena sedang duduk santai di teras rumahnya. Gadis itu fokus dengan ponselnya Langkah kaki Narendra sangat pelan supaya tidak diketahui oleh Serena.

"Masih sore?! Nggak mungkin dia udah pulang"-celetuknya pelan-

"Huft...kesana naik apa ya?"-ucapnya sedikit lesu-

Malam harinya Serena sudah bersiap untuk berangkat ke tempat kursusnya, baru saja dirinya mau memesan taksi online, tiba-tiba saja sudah ada mobil yang menghampirinya.

"Selamat malam Nona Serena? Saya yang akan mengantar Nona ke tempat kursus malam ini"-jelas sopir itu dengan ramah-

"Mmmm...Bapak siapa ya? Saya belum pesan"-ucap Serena dengan lembut-

"Tenang saja Nona...Saya ditugaskan Tuan Oliver untuk mengantar Nona"-jawabnya sambil tersenyum-

Setelah sopir itu meyakinkan Serena cukup lama, akhirnya gadis itu setuju untuk di antar olehnya. Sedangkan Narendra mengikuti dari belakang.

~Tinggal di antar sendiri aja lho Pak! Pakai acara nyuruh orang segala. Hadehh~🫣

1
Hasniza Babab
sangat bagus /Good/
Karo Karo
pak tua yg akan membucin
Karo Karo
orangnya dong Thor 😁
Karo Karo
singgah Thor 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!