Indonesia
NovelToon NovelToon
Hati Karang

Hati Karang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Puji Lestari

Di sebuah desa terdapat sebuah keluarga yang memiliki anak kembar Inka dan Inki. Kehidupan mereka yang sederhana mematahkan cita-cita Inka yang berperawakan tinggi,putih dan langsing menjadi seorang yang model. Sejak kecil ia selalu tertarik melihat poster-poster para model internasional. Tetapi dengan melihat kenyataan hidupnya, ia buang jauh-jauh keinginannya itu. Yang penting bisa makan saja, baginya cukup. Ia rela pulang hingga menjelang gelap malam untuk mengurus perkebunanya.

Berbeda dengan adiknya, Inki. Sifatnya yang manja, ogah-ogahan dan hobi menghabiskan uang, tidak pernah terbesit di dalam otaknya untuk membantu keluarganya. Ia memiliki cita-cita yang sama seperti Inka. Oleh karena itu, akan menghabiskan waktunya hanya untuk memanjakan dirinya.


Ikuti terus episode-episodenya dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Puji Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Keesokan harinya Inka bangun tidur dengan tubuh yang segar karena bisa tidur dengan cukup. Pukul 08.00 ia sudah sampai di kantor karena akan melakukan sesi pemotretan di desanya. Ia harus berangkat bersama dengan Tim dari perusahaan. Kali ini yang mendampingi Kevin karena Anthony harus mengurus beberapa hal mengenai perusahaan.  Pemotretan kali ini, Inka harus disandingkan dengan seorang model laki-laki yang cukup terkenal.

"Jika semua sudah siap, kita berangkat sekarang." ajak Kevin. Mereka berkumpul di depan lobby perusahaan karena mereka akan menggunakan mobil kantor. Sedangkan Kevin membawa mobil kesayangannya dengan disopiri sopir pribadinya.

"Inka bersama denganku satu mobil." ucap Kevin yang membuat tim terkejut. Mereka yang sudah lama bekerja sama dengan Kevin, tidak pernah mengajak seorang wanita di dalam mobilnya bahkan mengajak dengan secara terang-terangan di semua karyawannya. Tidak ada pilihan lain bagi Inka. Ia harus menuruti perintah atasannya itu.

Berhamparan pemandangan yang indah menjadi sajian bagi mata-mata yang dari kota itu. Sawah, kebun teh, sayur-mayur, pepohonan dan perbukitan menjadi daya tarik kepuasan mata mereka, tak terkecuali Kevin.

"Apakah akan ada orang yang menjual tanah di sekitar sini?" celetuk Kevin.

"Nanti akan saya tanyakan pada ayah, tuan. Lahan-lahan ini menjadi kebanggaan bagi warga desa ini. Bahkan mereka hanya hidup dari hasil panen mereka. Apakah tuan berniat membeli lahan disini?" jawab Inka.

"Aku hanya ingin membuat villa. Jika aku lelah dan penat di kota, aku bisa datang ke villa untuk melepaskannya." balas Kevin.

Tak terasa, mereka sudah sampai di depan rumah Inka yang sederhana bagi orang kota namun terlihat antik.

"Ayah....." Inka berlari kecil memeluk ayahnya. Baru saja pergi beberapa hari, kangennya seperti bertahun-tahun yang ia rasakan.

"Nak....... Kamu akan mengadakan pemotretan disini?"

"Iya ayah. Kenalkan ini boss Inka, tuan Kevin." Pak Budiono pun melepaskan pelukan Inka dan mengulurkan tangannya pada Kevin.

"Saya ayahnya Kevin." ucap Pak Budiono sambil tersenyum.

"Saya Kevin, pak. Bossnya Inka."

"Mari masuk dulu." Kevin merasa kurang nyaman berada di dalam rumah Inka yang hanya duduk di kursi kayu. Namun ia tetap menjaga diri agar sikapnya tidak menyinggung keluarga Inka.

"Inki, tolong buatkan minum untuk tuan Kevin." perintah Pak Budiono pada Inki.

"Biar aku saja, ayah." Inka pergi menuju ke dapurnya dan membuatkan minuman untuk Kevin sementara mereka juga masih menunggu rombongan yang lainnya belum tiba.

"Saya Inki, saudara kembarnya Inka." celetuk Inki yang mulai tertarik pada Kevin. Namun Kevin menanggapi Inki dengan agak dingin karena ia sudah tahu bagaimana Inki mencoba membohonginya.

"Saya sudah tahu." jawab Kevin agak dingin. Tanpa disuruh, Inki duduk di kursi yang berhadapan dengan Kevin agar bisa memandangi Kevin lebih intens.

"Apakah saya bisa menemui kakakku di kota, tuan?"

"Kamu bisa menemui dia di apartemennya ketika ia pulang dari kerja." Kevin sengaja mengatakan itu agar Inki tidak membuat kegaduhan di kantornya. Sedikit tidaknya Kevin sudah tahu sifat Inki seperti apa, yang tidak jauh dari wanita-wanita yang lainnya.

"Wah, tuan memberikan apartemen untuk kakakku?"

"Inki.... Maaf tuan."

"Tidak apa-apa, pak. Iya perusahaan memberikan fasilitas tempat tinggal dan juga mobil selama Inka bekerja sama dengan kami." Inki semakin tertarik dengan cerita Kevin. Lebih tertarik pada kekayaan Kevin. Ia sudah mulai memiliki niat yang kurang baik dengan rencananya.

"Wah......"

"Inki, yang sopan." tegur Pak Budiono.

"Ih, ayah. Aku kan hanya kagum saja."

Tak berapa lama Inka membawakan secangkir kopi untuk Kevin. Kevin memang penyuka kopi. Tetapi biasanya ia akan minum di tempat-tempat yang mahal. Kalau pun ngopi di kantor, ia akan minum kopi yang ia siapkan secara khusus.

"Silahkan diminum, tuan." ucap Inka.

"Terima kasih." dengan agak ragu, Kevin mengambil kopi tersebut dan menyeruputnya. Ada sebuah kenikmatan yang ia rasakan di lidahnya. Inka memang pandai meracik kopi.

"Kopi ini enak sekali." puji Kevin.

"Ini hanya kopi biasa, tuan. Kopi hasil panen dari warga sekitar sini." balas Inka. Inki seperti tidak menyukai Kevin yang memuji kopi buatan Inka. Tetapi ia terus mencoba menutupinya.

"Ini benar-benar enak. Bisakah aku membeli kopi dari warga sini?"

"Tidak usah membeli, tuan. Kami masih punya meskipun tidak banyak. Nanti biar Inka yang siapkan." jawab Pak Budiono.

"Wah, terima kasih, pak."

"Tidak perlu sungkan, tuan."

"Oya, itu rombongan sudah pada datang. Kalau begitu kami menuju tempat pemotretan terlebih dahulu, pak."

"Baik, tuan."

"Apakah saya bisa ikut?" tanya Inki agar bisa lebih dekat dengan Kevin.

"Bisa asal tidak menganggu jalannya pemotretan." jawab Kevin.

"Tidak, nak. Kamu di rumah untuk menyiapkan makan siang untuk mereka."

"Ayah......" tolak Inki.

"Tidak perlu repot-repot, pak. Kami sudah menyiapkan cathering kok."

"Baiklah kalau begitu."

Orang akan menilai kamu dari cara kamu bersikap meskipun terkadang penilaian orang salah.

Bersambung.....

Terima kasih sudah mendukung Author....

Happy Reading...

1
Kasmawati S. Smaroni
.mendidik anak bukan cuma memberi makan dan materi,tapi yg utama itu di tanamkan punya etika,kejujuran dan di siplin,mandiri
Kasmawati S. Smaroni
menuruti segala permintaan dengan dengan cara pemaksaan sama saja menjerumuskan anak ke hal2 negatif,
Husna Hamid
jangan2 Kevin anak dari Brawijaya
Husna Hamid
kesalahan inki andil dari bapaknya yg terlalu menuruti semua keinginan inki
Nur Lutvi
lanjut thor ceritanya
Rista Baha
kemanakah inka?? jdi penasaran deh
Rista Baha
itu krna rasa cinta kevin tanpa disadarinya
Rista Baha
knpa lgi dgn pp kevin??
Rista Baha
jadi siapa kira2 ayah dari inka-inki??? jadi penasaran thor
Annie Hadhy Suwito
kok muter"terus thoor, sampai part sejauh ini g ada menyatakan perasaan
Annie Hadhy Suwito
sedikit banget thoor
scret annoying
u
scret annoying
up
charo uda
lanjut thor,,,😍😍😍😍😍
scret annoying
up
scret annoying
jmup
scret annoying
upp
scret annoying
upb
scret annoying
up
Nadin Kabir
bagus banget thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!