Radin Sasmita seorang playboy kakap, anak orang berpengaruh, dan tajir melintir tak pernah mengira kalau ulahnya di malam jahanam bagi seorang calon dokter berakhir pahit. Pria tampan ini di jebloskan ke tahanan, dengan tuduhan 'Pemerkosaan'. Segala upaya perdamaian berakhir buntu. Masalah makin rumit, saat Angelina, wanita cantik yang dia perkosa justru hamil tanpa Radin ketahui. Di satu sisi Radin diam-diam dendam dengan wanita ini, karena sudah mempermalukan dan memenjarakannyanya, dendam berubah jadi cinta...tapi tak semudah itu menaklukan wanita yang pernah dia perkosa dan sakit hati dengan perlakuannya, karena Angelina gagal menikah dengan tunangannya akibat ulah Radin..!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mrd_bb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Stella Mau Bikin Bangkrut Radin
Cokro SH terbahak mendengar kisah sahabatnya ini, tapi sejurus kemudian sang pengacara muda ini bingung sendiri sambil garuk-garuk kepala. 2 minggu setelah Radin di usir Angelina dari kosnya
Kenapa kini Radin yang dulunya sangat marah dengan Angelina, malah berubah 180 derajat, ada apa ini!
Setelah Radin mengisahkan dia hampir saja di lempar asbak oleh Angelina, kala datang ke kos wanita jelita itu.
“Jadi…kamu malah kini penasaran dengan dokter Angelina, yang dulu kamu perkosa, padahal dulu kamu sempat ingin bikin berhitungan?”
“Hmm…begitulah kira-kira!” sahut Radin cuek.
Dua sahabat ini sengaja bertemu di sebuah kafe dan Cokro jadi kaget dengan pengakuan sang carizy rich ini, yang dulu ngotot ingin membalas Angelina yang sudah memenjarakannya hingga 2,5 tahun.
“Waduhhh duhh…eling sahabatku…apakah kamu kena pelet wanita itu…dibandingkan Stella istrimu, masih jauh cantikan istri kamulah!”
“Gitu yaa…nihh lihat wajahnya saat ini, dia kata Mira tak pernah oplas, masih asli dan perawatan doang…!”
Radin melempar smartphone nya ke depan sahabatnya ini, dan melongolah si Cokro ini.
“I-inii..benaran dia…si Angelina?”
Radin hanya mengangguk sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara.
“Waalaaahhhh…kok…bisa secantik ini ya…kalau kayak gini sih…eee…maaf yaa…cantikan Aa…!”
Cokro menghentikan ucapannya dan langsung menutup telpon itu, ketika tiba-tiba datang seorang wanita cantik dan sangat fashionable…Stella, istri Radin yang ternyata datang menyusul ke kafe ini.
Melihat istrinya datang, Radin cuek saja, hingga Cokro jadi serba salah. “Eee…maaf, aku ke meja sebelah dulu ya, siapa tahu kalian ada yang ingin di bicarakan!”
“Nggak usah, kamu duduk saja di sana Cokro!” tukas Radin sambil menatap wajah istrinya.
“Aku besok mau ke Eropa…!” Stella kini balas menatap wajah suaminya.
“Terserah…mau berapa lama juga terserah kamu!” sahut Radin cuek.
“Huhh…sepulangnya aku dari Eropa…pengacaraku akan menemuimu!” dengus Stella, lalu menatap Cokro yang serba salah sejak tadi, lalu wanita cantik ini pergi sambil melengus.
“Stella…tunggu…!” Cokro buru-buru mendatangi wanita cantik ini.
“Ada apa Cokro?” Stella yang sudah meninggalkan Radin hingga sampai lobby kafe ini menghentikan langkahnya.
“Stella…apakah kalian akan…?”
“Iya…aku sudah bosan dengannya, aku sebagai istrinya hanya dianggap pajangan!” ketus suara Stella.
“Tak adakah jalan lain lagi…ingat kasian orang tua kalian?” Cokro masih berusaha membujuk Stella.
“Kamu tak usah nasehatin aku, nasehatin teman kamu itu, mulai kini kamu harus mulai hitung seluruh aset-nya, ingat di perusahaannya itu saham ayahku sangat dominan, aku bisa bikin dia bangkrut dalam sehari, catat itu!”
Stella pun berlalu dari hadapan Cokro, yang hanya bisa mengelus dada, lalu balik lagi ke meja Radin.
“Kamu ngomong apa sih dengan dia Cokro?” Radin terlihat jengkel dengan sahabatnya ini.
“Stella…ingin aku segera hitung aset kamu…kayaknya dia mantap akan minta cerai dengan kamu Radin!”
“Hmm…gitu ya, dia ngancam kamu dan aku, okee…hitung saja mulai kini, siapa takut! Aku pun sudah lama ingin bebas dari kunkungan ayahnya yang tiap tahun selalu ingin keuntungan lebih, tanpa mengerti perusahaan sudah mati-matin tingkatkan laba, dasar orang tua serakah, mau di bawa mati kale harta sejibun!” sungut Radin, lalu bangkit dan mengambil jas nya, kemudian berlalu dari hadapan Cokro.
“Aduhhh…kacau kalau gini, sama-sama keras ingin pisah…!” Cokro hanya bisa buru-buru nyusul Radin yang sudah keluar dari kafe mewah ini.
Cokro habis akal melihat kecuekan Radin yang tak takut akan di buat miskin oleh Stella, sebab kalau mereka bercerai, maka Stella bisa meminta ayahnya cabut saham di perusahaan Radin.
Radin malah bilang akan ke kantor Mira lagi, merekapun berpisah dan Radin benar-benar ke kantor sepupunya ini.
Sama seperti Cokro, Mira pun terbahak menertawakan Radin yang di usir Angelina. “Tu kan apa gue bilang, kapok nggak elo di usir Ange!”
Radin hanya mesem-mesem saja dan mengangkat bahunya, tanda biasa saja.
“Mir…Stella minta pisah..!”
“Lahh…trus gimana kamu sendiri, apakah akan menyetujuinya?” walaupun tak aneh lagi.
Tapi Mira rada kaget juga, akhirnya pasangan serasi di luar ini bakalan benar-benar mau pisah alais bercerai.
“Ntahlah…kita lihat saja nanti..!”
Telpon berdering dan Mira langsung mengangkatnya. “Oh ya dokter Ange mau ke sini, ya udah…suruh saja masuk!” Mira lalu meletakan telponnya.
“Radin, kamu sembunyi dulu, si Ange ke sini…daripada kalian main lempar-lemparan di ruanganku, mending kamu sembunyi dulu!”
“Sembunyi di mana Mir…!”
“Aduhh di mana yaaa…kamu masuk ke toilet dulu dah!”
Tiba-tiba ada ketukan di pintu, Radin pun langsung buru-buru menuju ke toilet, setelah pintu toilet itu di tutup, Mira lalu membuka pintu ruang kerjanya dan Angelina pun masuk.
“Mira…kamu ya yang kasih alamat ku pada sepupu kamu itu?” Angelina langsung membrondong sahabatnya ini, seteah duduk di bekas Radin tadi duduk, tanpa sadar kalau pria yang amat di bencinya itu ada toilet Mira saat ini.
“Iy-iya Ange…maaf ya!”
“Huhh…si bangsat itu datang ke kos aku dan dengan pedenya minta maaf dan mau bertemu si Ryan Sasmita, anakku itu, enak banget tu orang!” sentak Angelina ketus.
Mira langsung melirik ke pintu toilet, yang terbuka sedikit, tanda si mantan fuckboy itu mendengarkan pembicaraan mereka.
Mira senyum dalam hati, tumben nyebut nama anaknay komplet banget, sampai ada ‘Sasmita’ nya segala, batinnya
“Ange…si Radin agaknya tulus minta maaf ke kamu, mungkin penjara sudah membuat dia berubah…!” Mira mulai hati-hati bicara.
“Sampai kapanpun aku tak bakal memaafkan dia, kamu tahu kan bagaimana menderitanya aku, pertunanganku hancur, aku hamil hasil perbuatannnya dan hampir saja kuliahku berantakan, kurang apalagi penderitaanku, belum lagi nyinyiran orang-orang yang hampir saja bikin aku mau bunuh diri!”
Mira kembali melirik ke pintu toilet dan pintu itu terlihat di tarik rapat lagi. “Mampus kamu Radin, rasain si Ange tak memaafkan kamu!” pikir Mira, antara kasian dan mau tertawa.
Tiba-tiba smarthone Angelina berbunyi.
“Apa…ibu naik sepeda bersama Ryan, lalu terjatuh terserempet…ibu patah tulang tangan, Ryan bagaimana, benjol dan luka kepalanya…ya ya…hari ini juga aku pulang!”
“Mir…aku harus pulang ke kampung hari ini juga, ibuku terserempet motor saat bawa Ryan naik sepeda, tulang tangan ibuku patah dan si Ryan terluka, tadi Umi adikku yang nelpon!”
“Hahh…ibu dan Ryan jatuh, ya udah moga ibu dan anak kamu tak apa-apa!”
Angelina lalu permisi dan keluar dari ruangan kerja Angelina, tak lama kemudian Radin keluar dari toilet.
Tiba-tiba ada ketukan lagi, saat Mira membuka ternyata Angelina yang balik lagi, Radin langsung berlindung di balik kursi tamu, saking buru-burunya, kepala kepentuk ujung kursi tamu, rasanya langsung nyiut-nyiut, Mira hampir meledak tawanya, tapi mampu di remnya.
“Kenapa lagi Ange?’
“Tas aku ketinggalan!” sahut Angelina, sambil mengambil tasnya dan persis dekat Radin bersembunyi, Mira sampai menahan nafas melihat itu.
*****
BERSAMBUNG
mengalami trauma sampai tua