Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Menjadi Pengasuh Putri Kecil Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Ibu Tiri
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

Luna berjalan menyusuri jalanan yang sepi di malam yang semakin pekat dan dari jauh dia melihat sosok anak kecil berlari kencang dengan napas tersengal-sengal dan di belakang gadis kecil itu terlihat seorang pria bertubuh tinggi berkulit hitam dengan wajah layaknya seorang penjahat, pria itu berlari mengejar gadis kecil itu sambil mengarahkan pistolnya ke udara memberi peringatan keras pada gadis kecil yang semakin ketakutan itu.
Merasa ada yang tidak beres dengan sigap Luna meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan membawanya bersembunyi di dalam sebuah gang sempit sambil menutup mulut gadis kecil itu agar tidak bersuara.

Luna menatap gadis kecil yang ketakutan itu sambil meletakkan jari telunjuknya ke mulutnya memberi isyarat, gadis kecil itu menganggukkan kepalanya menurut.

Luna berhasil menyelamatkan gadis kecil itu dari kejaran para penjahat.

yuk ikuti kelanjutannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.10 Aturan mansion

Luna masuk ke dapur, Bibik senior yang melihat Luna masuk ke dapur langsung menghampiri Luna dan bertanya padanya "Nyonya Luna mau minta apa kok sampai jalan sendiri ke dapur?" tanya Bibik yang sudah berumur setengah baya itu tapi terlihat masih energik.

Luna tersenyum "Aku mau buatkan Emily ayam krispi Bik," ucap Luna.

"Biar Bibik saja yang buatkan ayam krispi buat non Emily," ucap Bibik pada Luna.

"Tidak apa-apa Bik, saya bisa," Luna tersenyum ramah pada Bibik.

"Tapi nanti Tuan marah kalau tahu nyonya masak sendiri," raut muka Bibik senior terlihat ketakutan, Luna tahu akan hal itu lalu dia berkata pada Bibik dengan halus "Aku tadi sudah pamit pada Tuan kalau mau masakin ayam krispi buat Emily."

Bibik senior menganggukkan kepalanya pelan dan kemudian segera mengambilkan ayam mentah dari kulkas beserta tepung dan bumbunya.

"Nyonya, ini semua bahan-bahan untuk membuat ayam krispinya," kata Bibik pada Luna setelah semua bahan sudah siap di atas meja keramik dapur itu.

"Terimakasih Bik," kemudian Luna pun mulai mengeksekusi ayam mentah itu untuk di jadikan ayam krispi sesuai permintaan Emily.

Sementara Luna memasak ayam krispi, Emily terlihat duduk di sebuah kursi kecil sambil memperhatikan Luna menggoreng ayam krispi itu.

Bibik yang sedari tadi memperhatikan tangan Luna yang begitu cekatan meracik dan memasak ayam krispi itu kemudian perlahan pergi meninggalkan dapur dan berjalan ke arah meja makan.

Di meja makan itu terlihat Leon masih tetap duduk di sana sambil membaca beberapa berkas yang tadi belum selesai, Bibik berjalan perlahan menghampiri Leon dan setelah tepat berada di hadapannya Bibik berkata pada Leon " Maaf Tuan, tadi Nyonya Luna memasak sendiri ayam krispi permintaan nona Emily, saya sudah berusaha mencegahnya tapi Nyonya Luna tidak mau dan tetap memaksa sendiri, maafkan saya Tuan," Bibik menundukkan kepalanya ketakutan karena merasa bersalah membiarkan Nyonya rumah itu mengerjakan pekerjaan memasak.

Leon menyingkap lembaran berkas yang sedang di bacanya itu dan menatap Bibik dingin sambil berkata datar " Biarkan saja Bik, tadi Luna sudah pamit aku kalau mau buatkan Emily ayam krispi," ucap Leon yang membuat hati Bibik lega.

"Baik Tuan," Bibik menganggukkan kepalanya pelan di hadapan Leon.

"Sudah selesai...," Luna meletakkan tiga potong ayam krispi yang sudah di angkatnya dari penggorengan tadi.

"Mami Luna, kok pinter buat ayam krispinya?" tanya Emily yang tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Luna. Luna tersenyum dan berjalan mendekati Emily "Mami Luna ini jago masak juga sayang," bisik Luna ke kuping Emily tersenyum.

"Wahhh hebat mami Luna!" besok-besok Emily di ajari ya mami Luna?" Emily menatap Luna, Luna mencubit gemas hidung Emily sambil berkata "Boleh sayang."

Kemudian Luna mengajak Emily kembali ke ruang makan tadi, Luna meletakkan piring oval besar yang berisi penuh ayam krispi buatannya itu.

Leon melirik dengan ekor matanya melihat hasil ayam krispi buatan Luna dan melihat binar mata bahagia Emily saat memuji ayam krispi buatan Luna "Mami Luna, ayam krispinya enak," ucap Emily sambil menggigit ayam krispi itu.

"Makasih sayang, makan yang banyak ya," Luna menoleh pada Leon yang masih belum makan juga sejak Luna dan Emily pergi ke dapur tadi, Luna mencoba memberanikan diri berkata pada Leon " Tuan mau saya ambilkan sarapannya?" tanya Luna.

"Gak usah, aku ambil sendiri kamu layani saja Emily," ucap Leon datar.

Setelah menyelesaikan sarapannya Leon segera beranjak dari tempat duduknya dan sebelum pergi dia sempat berpesan pada Luna "Aku mau berangkat ke kantor dan jangan lupa kamu harus jaga Emily," Leon menatap Luna dingin.

"Baik Tuan," Luna menganggukkan kepalanya pelan.

Leon menoleh pada Emily "Emily tidak boleh nakal dan tidak boleh manja," pesan Leon tegas pada putri kecilnya itu.

"Iya papa," sahut Emily sembari menundukkan kepalanya takut menatap wajah papanya yang selalu dingin itu.

Kemudian Leon melangkah pergi meninggalkan Luna dan Emily yang masih duduk di meja makan itu.

Setelah Leon pergi bekerja, Kepala Pelayan mansion mendatangi Luna untuk memberikan instruksi resmi. Luna diperkenalkan dengan area mansion yang boleh dan tidak boleh dimasuki terutama lantai tiga yang merupakan area terlarang dan dijaga ketat oleh para pengawal bersenjata.

"Saya sudah menyampaikan semua pesan dari Tuan Leon pada Nyonya dan jangan sekali-kali Nyonya melanggarnya kalau tidak ingin membuat Tuan marah besar," ucap kepala pelayan itu pada Luna.

"Baik, aku mengerti," Dan kepala pelayan itupun akhirnya pergi meninggalkan Luna setelah menyampaikan semua aturan mansion pada Luna.

"Ya Tuhan...begitu menyeramkan sekali kedengarannya, ada beberapa area mansion yang tidak boleh di dekati apalagi di masuki, sebenarnya ada apa di dalam area yang terlarang itu ya?" pikiran Luna mulai penasaran tapi buru-buru dia menepis semua keingin tahuannya itu karena hal itu akan sangat membahayakan dirinya sendiri dan Luna juga harus taat dan patuh pada semua aturan yang di terapkan di mansion ini.

Menghabiskan seharian bermain, mewarnai, dan merawat Emily, Luna mulai merasakan ikatan batin yang semakin kuat dengan anak itu. Namun, kehadiran para pengawal bersenjata di setiap sudut mansion dan ketatnya penjagaan terus mengingatkannya bahwa kehidupan barunya sebagai istri mafia ini penuh dengan bahaya yang mengintai.

"Emily bosan main di sini mami Luna," ucap Emily yang terlihat cemberut sambil merobohkan susunan balok yang sudah dia susun tadi.

"Bagaimana kalau kita mewarnai gambar? Mau?" tanya Luna pada Emily berusaha menghilangkan kejenuhannya.

"Mau mami Luna, aku mau mewarnai!" teriak Emily girang.

Luna tersenyum karena sedikit demi sedikit Emily sudah bisa di ajak berkomunikasi dan sudah bisa mengajarinya untuk mengatur emosinya.

"Emily duduk di sini ya, mami Luna mau ambilkan kertas gambarnya.

"Iya mami Luna," ucap Emily yang sudah duduk di kursi kecil yang di depannya sudah ada meja kecil untuk mewarnai.

Luna berjalan ke arah rak kecil yang berisi berbagai macam alat tulis itu, Luna mengambil sekotak krayon dan buku yang berisi gambar-gambar yang belum di warna yang kemudian di berikannya pada Emily.

"Ini sayang krayon dan buku bergambanya ," ucap Luna sambil meletakkan krayon dan buku itu di meja kecil Emily.

"Iya mami Luna," ucap Emily lembut khas suara anak-anak.

"Em...Emily mau mewarnai apa?" tanya Luna sambil membuka buku yang berisi berbagai macam gambar anak-anak.

Emily memperhatikan lembar demi lembar kertas bergambar yang sedang di buka oleh Luna.

"Yang ini mami Luna," tunjuk Emily pada sebuah gambar seorang wanita yang sedang menggandeng tangan putri kecilnya sambil tersenyum bahagia.

"Emily suka gambar ini?" tanya Luna menatap Emily lembut. Emily menganggukkan kepalanya sambil menatap gambar itu.

"Kenapa sayang?" tanya Luna lagi yang melihat Emily serius memperhatikan gambar itu.

Emily menatap Luna sambil berkata "Gambar ini kayak mami Luna sama aku," ucapnya.

Luna tersenyum dan langsung membawa Emily ke dalam pelukannya dan mencium rambut anak itu dengan sayang.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kuy double up kk 🙌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!