Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 : Ucapan Selamat Untuk Alexa
Selamat membaca teman-teman 🤗 🥰 🥰
Alexa dan Damian sedang berada di sebuah restaurant. Damian mengajak adiknya untuk makan bareng sebagai ucapan selamat karena Alexa sudah menjadi pemimpin Perusahaan Grup Zayn.
Alexa sedang memotong steak dengan begitu susah payah. Ia tidak terbiasa makan makanan seperti itu. Damian yang melihat adiknya itu pun tersenyum kecil.
"Sudah bertahun-tahun, tapi kamu masih belum terbiasa juga pakai pisau garpu, ya?" Damian menatap Alexa dengan senyum tipis. Ia kembali memotong steak miliknya dan memberikannya kepada Alexa.
"Sini, makan yang ini saja, ya. Sudah kakak potongin." Damian mengambil steak milik Alexa. Sedangkan steak miliknya yang sudah dipotong itu ia berikan kepada Alexa. Alexa tersenyum senang.
"Terima kasih kak!" Alexa memakan steak itu.
Damian masih memotong steak. "Adik," ucap Damian.
"Hm?" jawab Alexa singkat. Ia masih menikmati steaknya itu.
"Selamat ya untuk kali ini. Kamu benar-benar menang telak. Tapi, kakak harus ingetin kamu. Serangan terang-terangan itu gampang dihindari. Tapi tusukan dari belakang itu susah." Jelas Damian. Wajahnya tampak khawatir meskipun ia masuk sibuk dengan steak di depannya.
Alexa menatap Damian. "Aduh, kenapa jadi serius begini, sih? Tuan Muda Damian yang namanya aja bikin orang takut, kok jadi cerewet sih." ucap Alexa sambil tersenyum manis kepada kakak angkatnya itu.
Damian meletakkan sendok dan pisau yang dipegangnya. Ia menatap Alexa lekat-lekat. Damian memiringkan sedikit kepalanya. Tatapannya serius penuh arti.
"Sudahlah, Adik. Adik, jangan sampai kamu anggap kakak ini cerewet, ya. Aku harus bilang ini semua. Nanti, kalau sampai ada yang berani ganggu kamu. Kamu harus segerah beritahu kakak. Kakak pasti akan datang langsung kesana buat bantuin kamu." jelas Damian lagi. Ia begitu sangat perhatian pada gadis itu. Alexa sangat berarti untuk keluarga Bleiz.
Alexa kembali tersenyum. Ia mengangguk. "Iya, iya, baiklah. Aku sudah tahu kakak. Tapi aku tetap mau terima kasih sama kakak. Kalau waktu itu kakak nggak bantu aku, Anya Zayn hampir menjebakku." Alexa menuangkan wine di gelasnya.
Damian melipat tangannya di atas meja makan bundar itu. Ia mengangkat pandangannya. Matanya dan mata Alexa saling menatap. "Orang yang menyelidiki kamu itu, sudah di tenggelamin di sungai." Damian terdiam dan memikirkan sesuatu. Ia kembali menatap adik angkatnya itu. "Kalau Anya Zayn, aku akan cari dia." ucapnya dengan wajah serius.
Alexa menodongkan gelas yang berisi wine itu kepada Damian. Senyum manis itu kembali terukir di sudut bibirnya. "Baiklah, gelas ini untuk kakak. Untuk semua perhatian kakak." ucap Alexa.
Damian menolak. "Eh, sudahlah. Kamu tidak usah minum alkohol. Kamu segelas aja mabuk. Nggak boleh minum. Kalau kamu memang mau terima kasih sama kakak, temani aku berdansa aja, ya!" Ucap Damian ragu-ragu. Ia takut Alexa bakal menolak permintaannya itu.
Alexa meletakkan gelas wine itu kembali. Ia membulatkan matanya. Gadis itu tidak habis pikir kalau dia akan diajak berdansa oleh kakaknya.
"Mari kita menari!" ajak Damian lagi. wajahnya masih ragu-ragu. Namun, ia ingin sekali berdansa dengan adiknya itu.
Alexa menatap Damian. "Aku nggak bisa menari. Nggak pernah belajar." ucap Alexa pelan. Ia menunduk.
Damian berdiri dari tempat duduknya. Ia berjalan ke arah Alexa. Pria itu mengulurkan tangannya untuk mengajak Alexa berdasarkan bersamanya. "Kan ada aku, kamu nanti harus naik kelas. Kalangan elit. Dansa itu keharusan. Aku yang ajarin." jelasnya dengan wajah berseri-seri.
Alexa membalas uluran tangan kakak angkatnya itu. Ia berdiri tepat di depan pria itu. Alexa masih kebingungan. ini kali pertama dia berdansa. Ia tidak tahu sama sekali.
Damian menuntun adiknya itu. "Baiklah, letakkan tanganmu di pundakku." Damian mengarahkan satu tangan alexa untuk memegang pundaknya. Lalu ia lanjut untuk mengajarinya lagi. "Melangkah ke belakang. Baiklah, sekarang maju ke depan." Alexa masih terlihat bingung dan ragu.
Alexa melangkah ke depan sesuai arahan dari Damian. Namun, kali ini langkahnya cukup panjang dan tidak sengaja menginjak kaki Damian.
"ARGGGKK!"
"Maaf, ya kak. Aku injak kaki mu." Ucap Alexa pelan. Ia cengar cengir.
Damian menahan sakit di kakinya. "Oh, nggak apa-apa kok. Sini aku ajarin." tangan Damian memegang pinggul alexa. "Punggung tegak. Pinggul naik." Alexa pun mengikuti setiap arahan dari kakaknya itu.
"Nah, gitu satu-satu. Satu langkah ke depan. Langkah ke belakang. Ke kiri. Sekarang ke kanan." Damian terus mengaji Alexa sampai gadis itu bisa.
"Hem." Alexa menurut begitu saja. Kali ini ia mulai lancar berdansa.
"Berputar. Lebih cepat ya." Ucap Damian lagi. Alexa berputar begitu indah di depan Damian. Damian yang melihat itu pun langsung terpesona dengan kecantikan adiknya itu. Matanya tidak berkedip. Alexa terus berdansa sesuai arahan Damian tadi.
Badannya terus berputar begitu indah. Alunan musik piano yang mengiringinya menambah kesan yang menenangkan di restauran itu.
Aura cantiknya begitu sangat kuat. Mata Damian tertuju terus ke gadis itu. Tatapan kagumnya membuat Alexa agak sedikit risih.
Damian menarik tangan Alexa. Dan satu tangannya berada di pinggang gadis itu. Tubuh mereka berdua sangat dekat. Tatapan mata Damian tidak teralihkan dari wajah cantik Alexa.
"Oh, kalian disini?" Tiba-tiba saja Gideon datang. Damian dan Alexa tersentak kaget dan langsung menoleh.
Gideon mendekat dengan membawa seikat bunga mawar merah di tangannya.
Damian menatap tajam kepada Gideon. "Kenapa datangnya sekarang?" ucap Damian dengan wajah datar.
Alexa menatap Damian heran. "Hah? Kakak bilang apa?" tanya Alexa bingung dengan ucapan Damian.
"Nggak ada apa-apa." Damian kembali menatap adik keduanya itu. "Gideon, kok kamu kesini?"
Dengan wajah datar, Gideon menjawab. "Aku kesini, mau merayakan adik. Mewarisi Grup Zayn. Adik selamat ya!" Gideon tersenyum kepada Alexa dan menyerahkan seikat bunga mawar merah itu kepada Alexa.
Alexa mengambil bunga itu. "Terima kasih, kakak Gideon." Alexa mencium bunga itu. "Wah, kakak masih ingat. Mawar parfum impor." Alexa sangat menyukai aroma bunga mawar itu.
Gideon memasukkan tangannya ke dalam saku celananya. Ia tersenyum melihat Alexa menerima bunganya dengan bahagia. "Semua ucapan adik, pasti kakak ingat. Mawar parfum ini baru ku bawa dari luar Negeri." ucapnya.
"Terima kasih ya kakak. Baik banget." ucap Alexa lagi.
Damian yang tadinya berdiri diam di samping Alexa, ikut berbicara. Ada kekesalan yang tampak di wajah pria itu. Damian menatap tajam Gideon.
"Hey, Gideon. Dengar sebentar. Barangnya sudah di kasih, kan? Bukannya kamu harus mengurus Teluk Selatan yang baru di rebut itu? Kekuatan baru, kan? Cepat pergi sana!" Tegas Damian. Ia tidak mau seorang pun mengganggu waktunya bersama Alexa.
Gideon mengangkat pandangannya. Matanya tertuju pada pria yang berdiri di samping Alexa. "Kakak, memangnya ada yang lebih..... Penting dari bersama adik?" Ucapnya santai. Namun, penuh penekanan.
"Kak Gideon, bisa aja. Hari ini aku sangat berterima kasih atas bantuannya!" Alexa tersenyum dan berterima kasih kepada kakak keduanya itu.
"Adik... Adik!" Teriak Leonard yang langsung berlari masuk ke dalam restauran itu dengan membawa sesuatu di tangannya. Nafasnya tersengal-sengal.
Damian dan Gideon membulatkan matanya melihat kedatangan Leonard di tengah-tengah mereka.
"Satu bocah ini belum pergi, malah muncul lagi satu bocah ini..." Batin Damian.
\*\*\*
*Terima kasih teman-teman 🤗 🥰*
*Stay terus ya🥰🥰🥰*
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...