Cinta merupakan gadis cantik yang cantik dan bersifat ramah.
Menjadi anak tunggal dari seorang pengusaha kaya raya membuat Cinta hidup serba kecukupan dengan fasilitas yang diberikan ayahnya
Namun sayang hidup cinta berubah saat perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan seorang pengusaha muda.
Seperti apa kisah perjalanan Cinta?
ayuk baca kelanjutannya di Cinta Untuk Cinta🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yani.ctmur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 14.
Sesampai di dalam mobil,air mata Cinta tak lagi bisa dia tahan,dengan memejamkan matanya,yang bercucuran air mata, Cinta menumpahkan kesedihannya.
Rendra yang tak tega sekaligus bingung dengan apa yang terjadi pada Cinta,
"Cinta kamu kenapa"? Tanya Rendra sambil menatap Cinta.
Cinta tak menjawab,dia hanya diam dalam air matanya.
Tak tega menatap kesedihan dan tangisan Cinta, tangan Rendra langsung merengkuh Cinta dalam pelukannya.
" Jangan sedih,mesti aku tidak tau masalah apa yang kamu hadapi, tapi aku tidak akan membiarkan kamu bersedih", ucap Rendra sambil memeluk Cinta.
"Sudah jangan nangis, tar cantiknya ilang loh", goda Rendra sambil menatap wajah Cinta.
Sontak Cinta dengan cepat langsung menghapus air mata dengan kedua tangannya
Cinta pun mencoba mengulas senyum,
" Maaf",ucap Cinta dengan lirih.
Mereka lalu melanjutkan perjalanannya dan untuk menikmati indahnya kota jakarta, tak bisa di pungkiri dalam benaknya Rendra banyak pertanyaan, "Siapa dia? apa dia kekasih Cinta? aku harus bisa menahan diri untuk tidak menanyakan ini kepada Cinta" gumam Rendra dalam hatinya.
Waktu terus berlalu jam di pergelangan tangan Cinta sudah menunjukan pukul 10malam.
"Rendra sudah malam ayok kita pulang" Ucap Cinta yang di iya kan oleh Rendra.
Rendra pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Cinta,rumah kamu masih sama kan"? tanya Rendra kepada Cinta.
Cinta hanya terdiam mendengar pertanyaan Rendra.
"Cinta kok malah bengong sih"? Seru Rendra yang membangunkan Cinta dari lamunan nya.
" Iya Ren, ada apa"? tanya Cinta.
"Gak ada apa apa cuma mau pastiin kamu belum pindah rumah, masih yang kemarin", jawab Rendra sambil fokus mengendarai mobilnya.
"iiiiya, masih sama"jawab Cinta dengan terbata bata.
" Mungkin lebih baik aku pulang ke rumah ayah, biar Rendra tak mencurigai pernikahanku"gumam Cinta dalam hatinya.
Rendra hanya tersenyum,bisa dibilang dia sedikit heran dengan tingkah Cinta.
Namun Rendra tak ingin merusak suasana malam ini,jadi dia lebih memilih diam dan akan menanyakan semua ini pada Keysa.
Rendra dan Cinta pun semakin akrab, perjalanan mereka yang kini tak lagi teresa kaku, kini mulai ada canda juga tawa.
"Kamu begitu cantik,senang melihatmu bisa tertawa lepas seperti ini", gumam Rendra dalam hatinya.
Tanpa mereka sadari kini mereka sudah sampai di depan rumah Cinta,
" Alhamdulilah kita sudah sampai", seru Rendra sambil tersenyum pada Cinta.
Cinta pun bergegas untuk turun dari mobil, namun dengan cepat tangan Rendra menarik tangan Cinta.
"Cinta tunggu, boleh nggak bagi nomor. telfon"?Dengan sedikit rasa takut, Rendra memberanikan diri, minta nomor telfon Cinta.
Cinta yang dengan cepat langsung mengalihkan pandangannya dan tersenyum,
" Minta sama Keysa aja, oke", jawab Cinta sambil membuka pintu mobil.
"Oke siap,makasih ya Cinta", ucap Rendra sambil mengulas senyum kepada Cinta.
"Sama sama,da,,,,hati hati ya", seru Cinta sambil melambaikan tangannya
Cinta memasuki pagar rumah nya yang sudah di Sambut oleh pak sugeng.
"Selamat malam Non Cinta".
"Selamat malam juga pak", jawab Cinta sambil berjalan memasuki rumah.
Saat Cinta masuk ke salad rumah, terlihat pak Surya duduk sendiri di ruang tengah sedang menikmati siaran televisi.
" Selamat malam. ayah",sapa Cinta sambil Berlari kecil mendekati pak Surya.
Pak Surya sangat kaget melihat kedatangan Cinta,
"kamu, mana Rico,apa kamu sendirian ke sini sayang"? Ucapan Surya sambil menanyakan keberadaan Rico.
Cinta mulai berpikir alasan apa yang digunakan dia, supaya ayahnya tidak curiga.
"iya yah,Mas Rico lagi ke luar kota jadi aku pikir aku ke rumah Ayah aja karena aku juga sudah kangen sama Ayah ", jawab cinta dengan berbohong kepada ayahnya.
Cinta dan Pak Surya lalu melepas Kerinduan mereka antara ayah dan anak, dengan saling bercerita dan bercanda membuat hati cinta semakin bahagia, karena bisa kembali bersama berkumpul dengan ayahnya.
Di tengah canda dan tawa mereka,Cinta rasanya ingin menceritakan semua yang dia hadapi,
"Ayah,Cinta ingin sekali kembali tinggal di sini bersama ayah,Cinta ingin bercerita jujur kepada ayah, kalau Mas Rico itu bukanlah pria yang baik, tapi Cinta takut, ayah pasti akan jadi sedih" gumam Cinta dalam hatinya.
"Cinta,kamu kenapa sayang,apa yang sedang kamu pikirkan? tanya pak Surya kepada Cinta.
Cinta masih terdiam tanpa mendengarkan ucapan ayahnya.
"cinta apa kamu mendengar ucapan ayah? Tanya Pak Surya sambil memegang tangan cinta.
"iya ya ada apa ayah"?Cinta kaget dan malah bertanya balik kepada ayahnya.
Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya Pak Surya berkata kepada cinta,
"cinta,kalau kamu ada apa-apa cerita ke ayah jangan dipendam sendiri".
"nggak ada apa-apa yah, cinta baik-baik saja cinta hanya bahagia senang sekali bisa bertemu dengan ayah",ucap cinta sambil memeluk ayahnya.
"cinta malam udah begitu larut Ayo segera kamu tidur ayah juga mau istirahat", seru Pak Surya.
"iya yah selamat malam selamat istirahat", jawab cinta yang lalu berjalan menuju ke kamarnya
****
Di tempat lain tepatnya di kediaman Rico,
Dia sedang menunggu kedatangan cinta yang tak juga kunjung pulang.
Rico begitu kesal,terlebih bila dia mengingat Cinta pergi dengan lelaki lain tanpa seijin dia.
"Kemana anak itu,benar benar bikin kesal,sudah jam segini belum juga nyampe rumah", seru Rico sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
Riko lalu keluar dari kamarnya lalu menuruni anak tangga menuju ke dapur guna mencari keberadaan, Big Surti.
"Bi,cinta pergi ke mana"? Tanya Rico kepada Bi Surti.
"Bibi nggak tahu Tuan, tadi Nyonya cuma bilang mau ketemu ama temennya, untuk pergi ke mana Nyonya nggak bilang tuan", jawab Bi Surti sambil menundukkan kepala.
Dalam hati Bu Surti merasa takut,dia yang sudah hafal dengan sifat Tuannya,
"Aduh ke mana sih Nyonya perginya, Kenapa juga jam segini belum nyampe rumah,ini gawat pasti Tuan Rico akan Marah besarnya",ucap di Surti seorang seorang diri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Rico kembali kembali memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Riko mencoba untuk memejamkan matanya, namun Entah mengapa begitu sulit untuk dia lakukan, rasanya bayangan Cinta selalu ada di depan mata dia.
"Uh Kenapa susah sekali untuk aku pinjamkan mata, kemana wanita itu, jangan-jangan Cinta berbuat yang di luar batas bersama lelaki sialan itu, awas saja Cinta kamu pulang kamu akan tahu akibatnya berani bermain api dengan ku", seru Riko sambil mengepalkan kedua tangannya.
Terimakasih kak atas dukungannya, jangan lupa tinggalkan like juga komen ya, biar author semangat up nya.
terimakasih 🙏🙏🙏🙏.