Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdirku Mencintaimu

Takdirku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cinta Murni / Nikahmuda
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_Ra

Aisyah Humaira, gadis cantik yang menyukai diam-diam Ardian Aditama. Yang akhirnya bisa merasakan menjalin kasih dengan Ardian. Walaupun terhalang dengan mantan Ardian sekalipun. Bersama dengan itu muncullah kehadiran Radit anak dari sahabat ayahku.

Yang kehadirannya membuat aku merasa terkekang karena sikap over protektifnya padaku.
Hingga membuat hubungan ku dengan Ardian semakin renggang karena ulah Radit.

Ada rahasia apakah dibalik sikap Radit yang terlalu mengekang Aisyah?

Sampai mana takdir menentukan ke arah manakah cinta Aisyah berlabuh?

Temukan rahasia nya dengan membaca setiap part nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14

Aku yang melihat Radit yang sedang mengambil koper dan beberapa barang oleh-oleh yang sempat kami beli tadi sewaktu di perjalanan kami di bagasi. Terlihat kewalahan karena saking banyaknya barang di bawa. Aku pun kembali menghampirinya berniat untuk membantu membawa barang-barang tersebut.

" Sini mas, Ais bantu bawain sebagian barangnya." pintaku pada Radit.

" Gak usah, kamu panggil pak Joko aja. Nanti biar pak Joko yang bantu mas bawa ini." tolaknya.

Aku lalu menuruti apa yang ia inginkan. Aku berjalan ke arah gerbang rumah lalu menekan bel pintu.

Tak beberapa lama keluar lah seorang laki-laki paruh baya.

" Assalamualaikum pak, maaf menganggu. Saya disuruh mas Radit buat cari yang namanya pak Joko." ucapku dengan sopan.

"Waalaikumsalam, oh iya saya pak Joko, mbak pasti mbak Aisyah ya istri nya mas Radit." Ucap paruh baya itu yang ternyata adalah pak Joko.

Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

" Mas Radit nya mana mbak Aisyah?" tanya pak Joko celingukan mencari keberadaan Radit.

" Tuh masih ngeluarin barang dari bagasi pak, jangan panggil mbak Aisyah pak. Panggil aja Ais karena bapak lebih tua dari saya. Anggap saya anak bapak." ucapku sambil menunjuk ke arah Radit berada.

" iya mbak eh salah nak Aisyah. Saya bantu mas Radit dulu. Nak Ais bisa masuk kedalam." ucap pak Joko.

Kemudian pak Joko berjalan menghampiri mas Radit yang masih sibuk mengeluarkan barang bawaan kami. Sedangkan aku berjalan masuk kedalam rumah yang tampak asing bagiku.

Saat sampai didepan pintu, tiba-tiba muncul seorang wanita paruh baya yang mungkin seumuran dengan pak Joko.

"Assalamualaikum" ucapku.

" Waalaikumussalam, wah mbak Aisyah ya. Saya mbok Darmi istri pak Joko yang bantu-bantu di rumah sini. Ayu tenan...( cantik banget). Gak rugi mas Radit nunggu mbak Aisyah dari dulu. UPS ...maaf mbak Aisyah. Ayo masuk, mbok antar ke kamar mbak Aisyah." cerocos wanita paruh baya yang bernama mbok Darmi.

Aku hanya terdiam sambil memikirkan maksud perkataan mbok Darmi tadi. Yang mengatakan bahwa Radit telah lama menunggu ku.

Aku berjalan dibelakang mbok Darmi mengikuti kemana arah ia berjalan. Sambil memikirkan hal yang baru saja aku dengar.

Hingga tanpa sadar aku sudah berada di depan pintu sebuah kamar dilantai dua. Dilantai ini hanya ada dua kamar. Satu kamar dengan pintu sedikit lebar sedangkan pintu yang lain sedikit lebih kecil.

" Ini kamar mbak Aisyah sama mas Radit. Dan yang satu nya lagi ruang kerja mas Radit. Ayo mbak Aisyah masuk." ucap mbok Darmi menjelaskan sambil membuka pintu kamar.

Saat pertama kali masuk ke kamar itu. Suasana kamar dan nuansa didalamnya, hampir sama dengan yang ada di kamarku di rumah bunda. Tak jauh beda, cuma ukuran kamar ini jauh lebih luas. Hanya disini ada kamar ganti yang terpisah dengan tempat tidur.

Mbok Darmi meninggalkan ku sendiri dikamar. Lalu aku berkeliling kamar melihat semua Yang ada didalamnya.

Aku terkejut saat melihat meja belajar yang sudah tertata rapi buku-buku pelajaran ku.

"Sejak kapan buku-buku ini dibawa kesini?" ucapku heran.

Lalu aku beralih ke kamar ganti. Di Sana sudah terisi penuh dengan banyak baju-baju perempuan dan segala pernak perniknya. Tak lupa juga beberapa pasang seragam sekolah yang sudah tertata rapi.

Di sebelahnya terdapat baju-baju cowok beserta perlengkapan lainnya. Yang pasti milik Radit, karena kata mbok Darmi kamar ini milik Radit. Saat sedang asyik berkeliling, tiba-tiba Radit muncul dari balik pintu kamar ganti.

" Sudah selesai lihat-lihatnya. Sekarang kamu membersihkan dulu tubuhmu. Pasti kamu lelah kan Humaira." ucap Radit sambil menyeret koper-koper itu dan meletakkannya di pojokkan.

"Kamu aja duluan mas, kamu yang lebih capek daripada aku. Aku mau keluarkan dulu isi koper-koper itu" tolak ku halus.

" Kopernya biar saja , nanti mbok Darmi yang bereskan. Kamu mandilah dulu" sahutnya lagi.

Karena aku tak mau membuat Radit kesal, aku langsung bergegas masuk ke kamar mandi.

Beberapa menit kemudian aku keluar kamar mandi menuju ke kamar ganti yang berada di sebelahnya. Aku melihat satu persatu baju-baju itu dan memilih salah satu dari begitu banyaknya baju yang ada di sana.

Pilihan ku jatuh pada setelan piyama berwarna biru muda dengan gambar panda. Tak lupa kubuka salah satu laci yang berisi pakaian dalam wanita lengkap.

Dan ternyata ukurannya sangat pas pada tubuhku. Segera kupakai semua yang aku ambil. Karena aku takut ketika aku belum selesai memakai baju ganti, keburu Radit juga masuk kesana.

Oleh karena itu dengan terburu-buru aku mengenakan baju lalu keluar dari kamar ganti itu. Dan benar saja terdengar gemericik suara air dari dalam kamar mandi. Ku rebahkan tubuhku di kasur king size sambil menunggu Radit.

Beberapa menit kemudian Radit telah siap dengan baju piyama dengan warna senada dengan ku. Ia lalu berjalan menghampiri ku hendak mengajak ku untuk makan malam.

" Ayo kita turun, pasti mbok sudah menyiapkan makan malam untuk kita." ucapnya.

Kemudian aku bangkit dari tempat tidur. Lalu berjalan beriringan dengan Radit menuju ruang makan. Saat berjalan dengan Radit sambil ku perhatikan sekeliling rumah ini. Rumah Radit yang bisa dibilang minimalis dengan penataan yang sederhana. Sesuai dengan fungsi dan kegunaannya. Tampak di setiap ruangan ada sebuah catatan yang entah apa isinya.

Akhirnya sampailah diruang makan. Dimeja makan sudah tersaji nasi dan berbagai lauk pauk yang dimasak mbok Darmi.

Seperti biasanya, Radit akan menyodorkan piringnya padaku untuk diisi oleh ku. Dan hal ini sudah menjadi rutinitas wajib saat kami makan bersama.

Setelah mengisi piring Radit dengan nasi dan lauk pauk. Serta mengisi gelasnya dengan air minum. Gantian piringku yang aku isi.

" Mas Radit , boleh aku bicara mas? " ucapku disela makan

" Iya Humaira, apa yang kamu ingin bicarakan Humaira?" tanya Radit.

" Mas Radit belum menjelaskan padaku, tentang sebab kita pulang." ucapku.

" Juga tentang rumah ini? " imbuhku sambil terus menyuapkan makanan ke mulutku.

" Bisakah kita makan dulu, nanti setelah ini baru aku akan jelaskan apa yang ingin kamu tahu." terangnya.

" Baiklah mas, aku tunggu penjelasan mas Radit" ucapku.

Kemudian tidak lagi obrolan yang keluar, yang ada hanya lah kesunyian.

Beberapa menit kemudian setelah menyelesaikan makan malam. Mas Radit sudah kembali lebih dulu ke kamar tidur. Sedangkan aku, membereskan meja makan sekalian mencuci piring kotor bekas makan kami tadi.

" Loh mbak Aisyah kenapa gak panggil mbok aja. Biar mbok yang beresin dan cuci piringnya. Mbok takut mas Radit marah kalo tahu mbak Aisyah begini." ucap mbok Darmi yang menyusul ku ke dapur.

" Gak papa mbok, mas Radit sudah tahu kok. Dan mulai besok Aisyah yang masak buat mas Radit. Mbok kerjakan yang lainnya aja. Dan Aisyah gak mau mbok manggil Aisyah pake mbak. Panggil Aisyah aja mbok, anggap aja Aisyah anak mbok ya." ucapku sambil menyelesaikan cuci piringku.

" Ya sudah Mbok istirahat aja, Aisyah mau buatkan mas Radit susu dulu. Habis itu Aisyah mau ke atas buat istirahat juga. Jangan lupa mbok, buatkan pak Joko kopi buat nemenin jaga di depan." imbuhku lagi.

Setelah susu sudah siap, dan air putih sudah tersedia. Aku pun berjalan menuju ke kamar tidur kami. Saat aku masuk kedalam kamar dan tak lupa untuk mengunci pintu. Tak kulihat sosok mas Radit di dalam kamar.

Lalu aku berjalan mendekati nakas untuk meletakkan apa yang aku bawa tadi. Pandanganku berkeliling untuk mencari keberadaan Mas Radit. Dan ternyata mas Radit sedang berada di beranda kamar kami.

Aku pun mendekatinya, nampak Mas Radit sedang sibuk dengan laptopnya.

" Mas, apakah kamu masih sibuk?" tanyaku.

" Tunggu sebentar lagi mas selesaikan dulu laporan ini. Nanti mas nyusul." ucapnya.

Aku pun menuruti nya, dan kembali masuk kedalam kamar. Sedangkan mas Radit kembali sibuk dengan laptopnya.

Sambil menunggu aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur. Lalu melakukan aktivitas yang umum dilakukan perempuan sebelum tidur.

Setelah itu kucoba mencari ponsel ku yang entah dimana aku letakkan saat baru tiba ke rumah ini. Aku cari diberbagai tempat akhirnya berhasil aku temukan.

Ku nyalakan ponselku sambil berjalan ketempat tidur. Sambil bersandar pada kepala ranjang. Aku membuka satu persatu notifikasi pesan dan panggilan.

Tiba-tiba ponselku berdering. Terdapat nama Naura dilayar ponsel ku sedang memanggil. ku geser tombol hijau pada Layarku.Yang ternyata adalah panggilan video.

Naura: Assalammualaikum Ais.

Aisyah: Waalaikummussalam Nau.

Naura: Jahat banget sih kamu Ais,punya hp tapi jarang aktif. Sekalinya aktif bales chat nya singkat padat dan jelas.

Aisyah: Maaf ya soalnya aku sibuk banget gak ada waktu buat buka hp.

Naura: Kamu tau gak Ais, Hesty setiap hari uring-uringan karna kamu jarang ngabarin kita. Trus Ardian setiap hari teror kita, cuma untuk tau kabar kamu.Dan parahnya lagi kabar kamu jadian sama Ardian udah nyebar ke satu sekolah. Akibatnya si mantan Ardian and the genk itu jadi sering nanyain kamu terus ke teman-teman yang lain.

Aisyah : Emang ada perlu apa Reyna sama aku Nau?

Belum sempat menjawab kemudian terdengar suara mas Radit yang menutup pintu beranda.

" Humaira kamu sedang telepon dengan siapa?" tanya mas Radit yang berjalan kearah tempat tidur.

Naura: Aisyah, itu suara siapa? Kok kayak suara cowok. Lagian kamu lagi dimana sih kok kayaknya bukan dikamar kamu. Katanya kamu udah pulang dari Oma. Jangan-jangan.......Aisyah kamu gak ngelakuin yang aneh-aneh kan.

Aisyah: Hust itu mulut bisa di rem bentar gak sih. Lagian kalo tanya tuh satu-satu.

Sedangkan Mas Radit sudah berada di sampingku sebelum itu ia meletakkan laptopnya di atas nakas sebelah tempat tidurnya.

Naura: astaghfirullah Aisyah, itukan cowok yang waktu itu berantem sama Ardian. Siapa ya namanya......em ...oh ya Bang Radit. Iya kan? Aisyah kamu hutang penjelasan sama kita. Bentar aku chat Hesty dulu biar ikut gabung sama kita.

Beberapa menit kemudian panggilan Hesty tergabung

Hesty: Aisyahhhhhhhhhh. Kamu jahat banget sama kita. Aku marah banget sama kamu.

Aisyah: Aku minta maaf, maaf , maaf banget deh.

Naura: Sekarang karna kita udah kumpul semua. Coba jelasin kenapa bang Radit ada satu kamar sama kamu.

Mas Radit yang mendengarkan percakapan kami pun hanya bisa diam. Lalu aku menatap mas Radit untuk membantu menjawab pertanyaan sahabat-sahabatku. Awalnya tak ada respon darinya,namun ku keluarkan wajah memelas akhirnya ia pun mengangguk.

Mas Radit: Saya suami Aisyah. Kalo kalian mau tau cerita lengkapnya besok kalian bisa datang ke rumah. Nanti biar Aisyah share alamat rumah kami.

Hesty: i....iya bang. Besok habis pulang sekolah kita ke rumah kalian.

Naura: Ya udah kalo gitu, Aisyah jangan lupa kasih alamat rumah ku.

Aisyah: iya habis ini aku sharelok deh. Tapi aku mau kalian jangan cerita dulu ke siapa pun tentang masalah ini. Untuk urusan Ardian, biar aku sendiri yang bilang ke dia.

Hesty: Ya kita dukung apapun yang terbaik buat kamu.

Aisyah: terima kasih, assalammualaikum. Sampai ketemu besok

Naura dan Hesty: walaikummussalam.

Ku Akhiri panggilan dari Naura dan Hesty lalu ku Matikan ponselku dan meletakkan sembarangan. Mas Radit yang melihat sikapku hanya diam.

"

1
Micchan Mitsubou
semangat thor 👍
NotLiam
Beberapa hari sudah bersabar, tolong update sekarang ya thor!
Faaabb
Wuiih, dapet feel bangeet!
m4nies_19: makasih kakak😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!