Indonesia
NovelToon NovelToon
Nada Cinta

Nada Cinta

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Saiful Bachri

Nisa. Yang menjadi tokoh utama dari cerita ini, dia bercita-cinta ingin menjadi seorang musisi di masa depannya. Ia bertekad dengan sungguh-sungguh, hingga akhirnya pertikaian dan perpisahan lah yang menjadi pemicu bagi Nisa untuk menggapai impiannya. Namun berkat bantuan dari orang-orang yang menyayanginya, ia mampu bangkit kembali dan menunjukan skill nya kepada pecinta musik ditanah air.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiful Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikmati Malam

Tak terasa, ternyata bercanda saat diperjalanan seru juga. Semua rasa lelahku yang tidak terbiasa jalan jarak jauh pun hilang berkat kekonyolan dari mereka.

" Kita udah nyampe dirumah, kalian tunggu disini dulu ya, aku mau ambil minum sekalian mau ambil alat tempurnya. "

Saat aku dan Kak Azizah disuruh tunggu diluar, ada sesuatu yang mengganjal didalam pikiranku.

Yaa. Aku melihat seseorang yang tidak asing bagiku, dan aku seperti mengenalnya disuatu tempat!

" Minumannya datang!. "

Kak Bachrie membawa sebuah minuman dan alat tempurnya. Berhubung aku penasaran sama orang yang ada didalam, aku menanyakannya ke Kak Bachrie.

" Kak "

" Hmmm?! "

" I-itu yang didalam siapa? Aku kaya pernah melihatnya di suatu tempat!. "

" Dia?! "

Kak Bachrie menoleh ke belakang sesuai yang aku tunjuk.

" Dia Jamil, adik terakhir Kakak. "

" Hah! J-jamil?!! "

Aku terhentak ketika mendengar saat Kak Bachrie menyebut nama Jamil. Dan tentu, dia sudah tidak asing lagi untukku.

Kak Zizah dan Kak Bachrie terkejut dengan ekspresi yang ku berikan saat aku tahu nama dia.

" Kalian saling kenal? "

Tanya Kak Zizah sambil terheran.

" Kamu naksir sama dia?! "

Kak Bachrie menyimpulkan perkataan konyol nya lagi yang membuat ku terkejut!.

" A-ap-a?! "

" Otak mu dangkal, Rhie! "

 *Tungg!!!*

Kak Zizah seketika menjitak Kak Bachrie.

" Aww!! Sakit tahu!! "

" Lagian ngapain kamu bicaranya kaya gitu?! Penyimpulan sampahmu itu benar-benar diluar perkiraan BMKG! "

" Hahaha! "

" Yaa, gak harus jitak juga kali! Aku kan cuma nanya doang ke dia! "

" Bentuk pertanyaan mu itu seolah-olah tidak berguna untuk ditanggapi! "

" Hahaha! "

Aku terus tertawa, tidak bisa berhenti saat aku menyimak percakapan mereka yang super konyol.

" I-itu menurutmu gak berguna, tapi mungkin hasil nya beda kalau Nisa yang ngejawab!. "

" Hah! Aku? "

" Kamu lihat sendiri?! Nisa aja kebingungan sama apa yang kamu bicarakan, gimana mau beda jawabannya?! "

Kak Zizah sifatnya gak mau kalah, dia terus menerus memojokan Kak Bachrie. Dan parahnya lagi, Kak Bachrie malah terus menerus menanggapinya.

" Kalian berisik banget si! ni udah malem kalau mau berisik, sana dihutan aj ---!! "

Jamil terganggu dengan tingkah Kak Zizah dan Bachrie lakukan, ketika ia menegur kami yang sedang asik bersuka ria, tiba-tiba dia berhenti berbicara, dan menyadari keberadaanku yang tengah ikut berkumpul dengan mereka.

" Hai! "

Aku sedikit menyapanya dengan senyuman manis, namun feedback yang ia berikan tidak mengenakan untuk ku!

Pasalnya, saat aku menyapanya, dia malah pergi masuk kedalam lagi tanpa membalas sapaanku.

" Pffftt!! "

Kak Azizah dan Kak Bachrie seketika menjadi kompak, mereka mengejek ku saat tahu aku dicuekin.

" K-kalian, k-kalau masalah kaya gini mah kompak banget ya!. "

Muka mesem ku. Aku tunjukan pada mereka, betapa bad mood nya ketika aku di ejek seperti itu!

" Kamu yang sabar ya, Jamil mah emang kaya gitu orangnya kalau pertama kali ada cewek datang ke rumah. "

" Tapi by the way? Kayak nya kalian udah saling kenal, udah sering bertemu ya?! "

Aku tak merespon percakapan mereka karena masalah barusan yang sudah terjadi.

" Ya udah, kita mulai aja latihannya yuk. Takut keburu malam juga, nanti kasihan sama kalian yang pulang nya jauh. "

Yaa! Akhirnya yang aku tunggu-tunggu telah tiba!.

Sesi pelatihan diluar jam pelajaran sekolah akan dimulai, dan akan di bina oleh Kakak nya Jamil,

By the way! Aku gak nyangka banget, ternyata Kakak nya Jamil juga adalah gitaris di band nya dulu. Dan dia juga punya hobi yang sama denganku, menggulati dunia musik.

Ini adalah pengalaman yang paling spesial ku dan akan menjadi pengalaman yang paling tidak akan pernah ku lupakan, bisa di ajari main gitar oleh mantan gitaris.

" Coba, kamu udah bisa kunci apa aja selama ikut eskul musik disekolah? "

Kak Bachrie bertanya tentang skill yang ku miliki saat sebelum eskul musik di liburkan untuk sementara waktu.

" A-aku belum bisa apa-apa, Kak. Hehehe. "

Jawab fakta dengan nada polosku yang belum bisa satu pun chord yang aku pelajari.

" Loh, kok bisa? Bukannya orang yang ikut eskul musik itu biasanya skill nya di atas rata-rata ya?! "

" Iyaa, tapi aku baru mulai ikut eskul musik sejak tiga hari yang lalu, Kak. "

" Oalah! Ternyata kamu masih baru toh!.

Pantes aja pas Kakak tanya udah bisa kunci apa aja, kamu jawabnya kaya gitu. "

Tentu saja! Karena aku tidak pernah diajarkan oleh Ibuku untuk berbohong kepada siapa pun!.

" Hehehe.

Tolong mulai dari chord dasar aja ya Kak. "

" Guys! Aku ijin pergi ke toilet dulu ya!

Rhie, aku ijin ikut buang air besar ya di toilet dirumah mu" Kak Azizah.

" Iya. Sana pergi, minta anter sama Jamil kalau kamu gak tahu. "

" Oh! Iya Kak. "

Tinggal aku dan Kak Bachrie diluar, dan aku merasa seperti orang yang sedang berpacaran didepan halaman rumah:(

" Ya udah. "

Kita mulai yuk latihannya. "

" Oke, Kak! "

" Dimulai dari chord dasar A. Tapi sebelum dimulai, kamu perhatikan contoh dulu yang bakal Kakak kasih ---. "

Saat Kak Bachrie menjelaskan tentang chord dasar A sampai G, aku menoleh ke arah pintu yang terbuka. Aku seperti melihat, Jamil sedang memperhatikan aktifitas ku diluar.

Karena aku penasaran, aku fokuskan pandangan ku ke arah pintu, dan saat aku terbangun dari bangku, benar saja dugaanku, dia kembali berpaling lagi dari ku.

Seolah-olah, dia seperti orang yang penasaran tapi malu untuk melihatnya.

" Kamu tadi lihat kemana, Nis?! Kenapa kamu gak fokus sama pelatihannya. Malahan kaya mau pergi ke arah pintu? "

Kak Bachrie menegurku gara-gara aku terlalu fokus menatap ke arah jamil berdiri.

" Hehehe. Maaf Kak! Tadi aku kaya lihat Jamil di belakang pintu. "

" Jamil di belakang pintu?! "

Kak Bachrie sembari melihat ke arah pintu dan berjalan untuk memeriksanya, dia penasaran karena ucapanku.

" Iyaa, tadi aku lihat dia ada disana Kak, lagi berdiri di belakang pintu! Makanya tadi aku gak fokus pas Kakak ngejelasin? "

" Mana ada Jamil, kamu mah ngebohong! "

Sambil berjalan kembali ke arahku.

" Sumpah, Kak! Tadi dia ada disana lagi mantau kita. Tapi pas aku berdiri buat ngedeketin pintu, dia malah kabur lagi kedalam!. "

Jelasku kepada Kak Bachrie yang tak percaya dengan apa yang aku ucapkan!

" Udah lah, gak usah dibahas lagi! Kita mulai lagi aja latihannya. "

***

Tanpa diduga-duga! Kak Azizah yang baru aja selesai buang air besar, dia dikejutkan oleh perempuan tua yang ada didalam rumah Kak Bachrie.

" Eh? Ada nok Zizah disini. "

" Nenek!!

Nenek ngageti Zizah aja! "

Heeeh! Ternyata Neneknya Kak Bachrie toh. Beliau

lah malaikat sesungguhnya bagi Jamil, Kak Bachrie dan adik  yang satunya lagi.

Beliau lah yang merawat mereka bertiga sejak Ibu merek meninggal saat mereka masih kecil, Beliau adalah malaikat yang turun dari syurga, yang turun menggantikan sosok bidadari yang telah lama gugur.

" Kamu disini sejak kapan, Sayang? "

" A-aku udah lama Nek ada disini. "

" Loh? Kok Nenek gak tahu sih kalau kamu ada lama disini?! "

" Hehehe. Maaf ya Nek. Aku lama diluar. "

" Kenapa kamu gak bilang-bilang Nenek? Kalau kamu ada diluar, terus! Si Bachrie kemana? "

" A-ada kok Nek diluar. D-dia lagi ngajarin temen Zizah main gitar. "

" Kenapa harus diluar si belajarnya?! "

Nenek sambil berjalan ke arah pintu untuk menyuruh aku dan Kak Bachrie masuk kedalam rumah belajarnya.

Kak Azizah pun ikut berjalan dari belakang Nenek,  dan memberikan senyuman kepada Jamil yang tengah asik duduk diruang tamu.

" Aduh! Bachrie! Ada Azizah sama temannya bukannya disuruh masuk, malah diem diluar!. "

Aku sepontan kaget, saat Neneknya dan Kak Azizah datang dengan tiba-tiba.

" ! "

" Nenek! "

Kak Bachrie dengan respon yang sama dengan ku.

" Suruh mereka masuk kedalam! Diluar udah malem, banyak nyamuk juga disana. "

" Gak apa-apa, Nek. Diluar sini adem dan tenang, banyak angin juga yang lewat. "

Balas percakapanku pada Nenek dengan lembut.

Ditengah percakapanku dengan Nenek, aku kembali melihat Jamil yang sedang memantau dari barisan belakang, dan dia memberikan ku sedikit senyumannya.

Aku yang sadar dengan tingkah lakunya, aku pun membalaskan sedikit senyuman ku kepadanya.

Kak Azizah yang sedang melihatku, dia tersadar akan senyuman yang aku berikan, dan dia juga melihat ke belakang untuk memastikan, kenapa aku tersenyum dan untuk siapa senyuman ku.

Dan ketika Kak Azizah menoleh kebelakang yang telah tahu bahwa ada Jamil dibelakangnya. Dia kembali menoleh ke arah ku, dan memberikan tatapan curiga.

Berhubung aku sudah dapat tatapan yanh menyeramkan, aku pun langsung membuang muka.

" Masuk aja kedalam, Sayang. Gak enak kalau dilihatin sama tetangga! "

" I-iyaa. Makasih banyak Nek tawarannya, aku lebih nyaman diluar sini yang banyak angin. "

Kak Azizah tak berhenti menatapku dengan tatapannya yang menyeramkan.

" Ya udah. Kalau kamu kedinginan, masuk aja ya kedalam, Nenek mau tidur duluan. "

" Iyaa. Makasih banyak Nek sekali lagi atas tawarannya, have a nice dream ya Nek. "

Setelah Nenek masuk kedalam dan meninggalkan kami bertiga, aku pun langsung di introgasi olehnya sambil bisik-bisik!.

" Hayoo! "

" Ssstt! Diem Kak! "

" Kamu sama Jamil udah saling kenal kan?! "

" I-iyaa. Dia teman sekelas ku Kak! " 

" Gak mungkin! Pasti kamu lagi berbohongkan?! " 

" Masya Allah, Kak! 

Buat apa aku berbohong! Aku ngomong yang sesungguhnya kok! "

Karena penasaran dengan apa yang aku dan Kak Azizah bicarakan? Kak Bachrie pun ikut ngerumpi dengan kita.

" Kalian lagi ngomong apa sih? Kenapa juga kalian harus bisik-bisikan gitu?

Pasti ada yang sedang kalian sembunyikan, ya? "

" Apa sih! Pengen tahu aja urusan cewek. Dasar cabul! "

" Dih! Dasar tukang gosip!! " 

" Apa lu bilang?!! Gua tukang gosip!!"

Hahaha. Yang aku suka dan yang aku nantikan pertikaian percakapan konyol mereka pun telah hadir.

Pertikaian kali ini lebih seru dari pada yang sebelumnya, keduanya sama-sama saling ejek dengan perkataan konyol mereka masing-masing.

Drama komedi ejekan yang tidak akan pernah ada obatnya, kalau saja orang yang adu ejekan itu bukan Kak Bachrie, mungkin orang itu akan terkena mental langsung dengan ucapan pedas yang Kak Azizah lontarkan.

1
Chika
Hana pro bgt ngejelasinnya, jdi suka deh sma dia 😍😍😍
Chika
A7x sma BMTH gak tuh? 😅😅😅
tpi overall sumpah keren walau dari segi penulisan bahasanya masih baku 🙊🙊

tetap semangat kakak😇😇😇
Saiful Bachri: makasih kak 💕😇
total 1 replies
Cinderela
Jadi, yang terpisah sama anisa itu pas masuk SMA siapa?
Anonim
Semangat terus thor, semoga band SDM bisa mendunia, hahaha😅😅
Anonim
Wajib folllow buku ini! soalnya bagus bgt alurnya 😭😭

walau sedikt maksa tapi i like it, smangat kak:)
Kouka
Cerita nya tentang musik, lumayan menarik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!