Indonesia
NovelToon NovelToon
Dijodohkan Lagi

Dijodohkan Lagi

Status: tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: samar

Lanjutan dari novel Dijodohkan.

Cinta Zia dan Raka harus diuji. Dokter memvonis Zia terkena jantung bawaan yang mengharuskan Raka memilih Zia atau bayinya akankah Raka sanggup hidup tanpa Zia?

Semua telah berbeda saat Zia tersadar dari koma. Anak yang seharusnya menyayanginya justru berbanding balik mengaggap orang lain sebagai ibunya dan mengakui Zia adalah orang lain.

Akankah Raka menentukan pilihan? Kebahagiaan Zia atau kebahagiaan dari anaknya?

Selamat membaca semua...

Jangan lupa follow Ig @SamarJenny1

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S2 Episode 14

Tubuh Zia masih kaku karena koma selama 2 tahun membuat otot-otot geraknya belum berfungsi dengan benar, sehingga mengharuskannya berbaring di ranjang rumah sakit sepanjang hari.

Dengan telaten Raka menemani istrinya, mulai dari menyuapi makan, membersihkan tubuh Zia pagi dan sore. Semua itu dilakukan lelaki itu dengan senang hati.

Dokter mengatakan, Zia boleh dibawa pulang ke rumah asalkan ada dokter dari sana yang memantau. Karena masih dalam proses penyembuhan.

Pagi ini Raka mengurus beberapa prosedur-prosedur syarat kepulangan Zia. Sudah 2 tahun istrinya itu tinggal di sana kini akhirnya bisa kembali ke rumah.

“Jaga pola makan dan hidup sehat pasien Zia ya, Tuan. Dia sudah dinyatakan sehat, tapi ... tidak berarti kalian mengabaikan kesehatan. Wajib kontrol ke dokter jantung minimal satu bulan sekali,” titah dokter.

Raka yang duduk si hadapan mengangguk mengerti semua penjelasan dokter. Ada satu pertanyaan yang mengganjal dalam pikirannya ingin ia sampaikan pada dokter.

“Dok, saya ingin bertanya. Bagaimana kalau suatu saat istri saya hamil lagi? Dan apa itu tidak masalah?”

Dokter itu tersenyum. “Tidak masalah, dia sudah sehat. Bahkan untuk hamil 10 kali pun bisa, tapi kemungkinan kecil. Karena proses melahirkan sesar hanya mempunyai batas melahirkan tiga kali. Tapi tidak berarti setelah ini Anda bisa langsung membuat hamil ya,” kelakarnya.

“Heuh, dokter bisa aja.” Raka menahan senyumnya. Kenyataan dia memang sudah sangat merindukan istrinya.

“Untuk sementara waktu, istri Anda harus melakukan terapi dulu. Saya harap Anda bisa mendampingi ke rumah sakit untuk terapi.”

“Pasti, dok!” jawab Raka dengan yakin.

“Ini surat-suratnya. Pihak rumah sakit sudah memberi pernyataan, kalau pasien sudah diizinkan pulang ke rumah atas permintaan dan persetujuan dari pihak keluarga.” Dokter memberikan berkas kepada Raka.

“Baik, dok. Saya mengucapkan banyak terima kasih karena selama ini sudah merawat istri saya.”

Dokter itu mengangguk puas. “Itu sudah menjadi kewajiban bagi kami, Tuan. Melihat istri Anda sadar suatu keajaiban bagi saya. Selama bertahun-tahun baru kali ini menyaksikan keajaiban seperti ini.”

Raka menegakkan posisinya seraya tersenyum tipis. Ia pun berpamitan pada dokter, setelah menjabat tangan Raka ke luar dari ruangan itu.

Setelah membuka ruang Zia, Raka melihat senyum istrinya. Pasti di balik senyuman itu adalah Zika buah hati mereka. Zia sudah tidak sabar ingin bertemu anaknya, melihat bagaimana gadis kecil itu tumbuh selama 2 tahun ini.

Raka mendekati Zia yang tersenyum-senyum sendiri. Sedangkan tangannya memegangi cermin di pangkuan. Zia tersentak saat Raka mencubit hidungnya gemas.

“Lagi mikirkan apa sih, istri kecilku?” tanya Raka mencubit gemas seraya menggerakkan pelan.

Zia mengerucutkan bibir manja lalu berkata, “Sakit tau.”

Raka menatap Zia lalu duduk di ranjang berhadapan dengan Zia. Lelaki itu memandang dalam-dalam.

“Zia.”

“Hum?”

“Apa kau masih merindukanku?”

“Sedikit.” Zia mengukur dengan antara ibu jari dan telunjuk.

“Kok sedikit?” Raka menautkan kedua alisnya tidak suka. “Apa kau tidak mencintaiku lagi, hah? Apa kau bertemu dengan pangeran di alam mimpimu selama dua tahun ini?” sungut Raka.

Zia tersenyum tipis lalu mendekat menyelusupkan tangan memeluk Raka sementara wajahnya ia tenggelamkan dalam dada suaminya.

“Jangan tanya rindu. Sementara aku sendiri tidak bisa mengartikannya. Selama ini aku mendengar suaramu, tapi aku tidak bisa melihatmu, yakinlah itu lebih sulit dari pada memendam rasa bergejolak dalam jiwa. Aku sangat merindukanmu, sayang. Sangat.” Memeluk bertambah erat suaminya.

“Kita pulang?” Raka menjauhkan tubuhnya meraih wajah Zia untuk menatapnya. “Kau pasti sangat merindukan Zika, bukan?”

Zia mengangguk. Ia sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan anaknya, ingin melihat wajah asli yang ia lihat dari foto ponsel. Zia sudah tidak sabar ingin memeluk, mencium, tidur bersama-sama. Zia ingin melakukan banyak hal dengan Zika.

Setelah semua siap Zia ditemani tenaga medis di bawa pulang oleh Raka. Jett pribadi disulap layaknya sebuah ruangan rumah sakit mulai, dari tenaga medis, obat-obatan dan berbagai macam banyak alat ada di sana.

Dengan jarak tempuh 1 jam 30 menit pesawat itu tebang menuju negara asal. Zia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang buah hati. Bayangan putri kecilnya itu selalu menghinggapi pikirannya.

Betapa senangnya dia nanti saat tiba disambut oleh Zika berteriak memanggil “mama”. Betapa senangnya dia, saat Zika dalam pangkuannya, betapa senangnya dia, ini dan itu. Saat ini pikiran Zia sudah berada di rumah walau tubuhnya di atas pesawat.

“Sayang, nanti saat kita sampai dan kalau aku sudah kembali sehat, aku mau kita bertiga jalan-jalan menghabiskan waktu bersama dengan Zika. Pasti sangat indah,” ucap Zia berbaring sedangkan Raka duduk di sampingnya.

“Nanti akan kupikirkan.” Raka seperti tidak antusias dengan permintaan Zia. Benar saja, pasti sekarang istrinya itu akan lebih banyak mengabaikannya karena terlalu sibuk dengan Zika.

“Kenapa harus masih dipikirkan?”

“Ya ... karena semua harus dipertimbangkan. Selain liburan dengan Zika, aku juga ingin berlibur hanya denganmu.” Raka mendekat dan berbisik di dekat telinga Zia. “Aku ingin kita bulan madu yang kedua.”

Wajah Zia sontak memerah. Suaminya itu memang luar biasa. Di saat kondisinya belum pulih mempunyai pikiran seperti itu. Dasar Raka!

“Tidak mau, aku maunya sama Zika.”

“Akan kupertimbangkan.” Raka dengan santai kembali duduk.

“Sebaiknya Anda konsentrasi dulu untuk kesembuhan Nyonya Zia dulu, Tuan. Bukan memikirkan bulan madu,” gumam Dion yang secara kebetulan lewat berdiri di belakang Raka. Setelah bergumam lelaki itu berlalu pergi ke tempat duduknya.

“Oh iya, Zia.”

“Apa?”

“Aku ingin menguji fungsi anggota tubuhmu. Apa sudah bisa mereaksi sentuhan dengan benar atau belum.” Raka berucap sembari memikirkan sesuatu.

“Caranya?” Zia menaikkan sebelah alisnya bertanya-tanya.

“Caranya ...,” Raka memutar bola matanya lalu menatap Zia dengan senyum menggoda. “Caranya seperti ini.” Ia menggelitik perut Zia dengan jari telunjuk, hingga Zia menggaduh kegelian.

“Hahahah hentikan, Raka. Hei bukan seperti ini caranya.” Zia menggelinjang kegelian sedangkan Raka ikut tertawa karena refleks tubuh Zia menjadi lebih aktif dari pada sebelumnya.

Dua dokter yang berada di belakang hanya saling melempar pandangan seraya mengulum senyum.

Sedangkan dua pasang sejoli itu masih sibuk bermesraan. Tidak peduli dengan beberapa orang di sana.

Tingkah mereka berdua memang konyol bagai seorang pasangan muda mudi yang sedang dimabuk cinta. Raka sama sekali tidak mau menjauh dari istrinya. Dari semenjak dari rumah sakit hingga di dalam pesawat lelaki itu terus saja ada di dekatnya.

Sedangkan Dion dari kejauhan memandang malas mereka berdua. Tentu saja, statusnya yang sebagai jomblo meronta melihat semua adegan bermesraan bosnya itu. Sembari meneguk minuman lelaki itu memalingkan wajah menatap luar jendela. Mungkin itu lebih enak dipandang mata. Dari pada pemandangan di hadapannya.

Terima kasih yang masih setia dukung karya author🙏

1
Elena Sirregar
Luar biasa
Elena Sirregar
bagus
Yuli Astuty
kok sisil gitu
kumala sari
Kecewa
mana thor
Dea Enen
kok dihapus thor, ditunggu upnya malah ilang
Dinniey Meyla
waaaahhh udah lama banget gk up, akhirnya dpt notif juga, biar gk lupa haru baca lg beberapa bab ke atas....
lanjut lg thor, jngn lama lama biar gk lupa lg ceritanya, klo bisa tiap hari 😁😁
MENTARI SENJA
sudah lama nunggu thor😅
Hilman damara
oke langsung cus baca kak
samar: makasih kakak😘
total 1 replies
Hilman damara
bagus banget ceritanya aku suka
mommy
ditunggu karya baru nya trus thor saya suka semua cerita ygvkamu tulis,semangat yaa
samar: udah ada kak, langsung aja ke Singel Mother
total 1 replies
Kokom
iya begitu 😂🤣
Joko Jokoo
masya allah kk jenny, ap kabar?? kangen lo kk cuap2 di crita kkak. sejak kk gk nulis di sini. dn akhir ny kembali😅.
Joko Jokoo: hihihihi, nti aku mampir y kk
total 2 replies
🌻Ruby Kejora
Hai kak... Salam kenal... Sukses sll bwt kk💐💐
🌻Ruby Kejora
Salam kenal ya kk. Sukses sll bwt kk
samar: Yoi, makasih doanya 🥰
total 1 replies
Nur Afifah
lagi siap kemas kemas untuk proses kelahiran, dan menyiapkan kamar sangat anak
Nur Afifah
satu satunya jalan ibunya mengharapkan anaknya lahir di permukaan bumi demi sangat suami
y
Novel single mothernya di publis dimana??
samar: Di Inno vel ya kak, dengan judul yg sama
total 1 replies
Isrotin Setia
mantap zia👍👍👍
Wartin Kusmawati
semangat thoor untuk tetap berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!